Kisah Siswa Disabilitas Ikuti Tes UM UGM CBT 2025

Written by

in

7cloud.asia – Pada pelaksanaan Ujian Mandiri UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) 2025, Universitas Gadjah Mada atau UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan ramah disabilitas.

Pada UM UGM CBT 2025 ini panitia memfasilitasi peserta dari kelompok penyandang disabilitas agar dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan optimal.

Terdapat 8 orang disabilitas yang hadir mengikuti ujian, terdiri dari 3 peserta disabilitas rungu, 1 peserta dengan disabilitas mental, dan 4 peserta dengan disabilitas fisik.

“UGM terus berupaya untuk menciptakan sistem pendidikan tinggi yang inklusif, yang membuka ruang bagi siapapun untuk berkembang, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” ujar rektor UGM, Prof. Ova Emilia

Dalam pelaksanaan ujian, UGM melibatkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM yang bekerja sama dengan Direktorat Kemahasiswaan, GMC UGM, K3 K5L, serta didukung oleh mahasiswa relawan.

Para peserta difabel mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari aksesibilitas fisik ruangan, perangkat penunjang, hingga asistensi teknis selama ujian berlangsung.

Baca: RPP Konsesi untuk penyandang disabilitas segera disahkan

Pelibatan aktif berbagai unit di lingkungan UGM menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan ujian yang inklusif ini. Pendekatan kolaboratif tersebut selaras dengan semangat UGM sebagai kampus kerakyatan yang menjunjung tinggi nilai kemandirian dan keberlanjutan.

Dengan langkah-langkah ini, UGM terus menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang berpihak pada keadilan dan kesetaraan, serta terbuka untuk semua anak bangsa tanpa kecuali.

Ifanda (18), peserta asal Probolinggo dengan disabilitas mental mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh relawan selama proses berlangsung.

Ia berharap UGM terus meningkatkan akses dan dukungan bagi calon mahasiswa dengan disabilitas mental di tahun-tahun mendatang.

“Alhamdulillah, ujiannya lancar. Tadi sempat ada kendala saat pengecekan karena anting saya tidak bisa dicopot, tapi secara keseluruhan pelayanannya sangat baik. Saya merasa terlayani dengan adil,” tuturnya.

Rakhmat (18) peserta dengan disabilitas fisik asal Riau juga merasa terbantu dengan layanan yang diberikan. Ia menyebut bahwa suasana ujian terasa tenang dan tidak membuatnya terintimidasi.

Baca: Beasiswa ADIK untuk penyandang disabilitas

Rakhmat berharap pelayanan ramah disabilitas seperti ini terus menjadi standar dalam setiap seleksi masuk perguruan tinggi.

“Dari gerbang sudah diarahkan oleh Pak Satpam yang sangat baik. Arahan menuju ruang ujian jelas, dan semuanya ramah. Layanannya bagus sekali,” ungkapnya.

Sebanyak 34.627 peserta mengikuti Ujian Mandiri UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) 2025 yang dilaksanakan pada 1-5 Juli 2025 di Yogyakarta dan 7-12 Juli 2025 di UGM Jakarta.

Dari jumlah tersebut, 26.522 peserta melaksanakan ujian di Yogyakarta dan 8.105 peserta di Jakarta.

Jika dibandingkan dengan materi soal tahun lalu, tahun ini dibuat berbeda. Peserta akan menghadapi materi tes berupa Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), Tes Potensi, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang terdiri dari dua mata uji sesuai pilihan program studi calon mahasiswa.

Sementara itu, pengumuman UM UGM CBT akan disampaikan pada 19 Juli 2025.

Baca: Penyandang disabilitas yang menginspirasi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *