Aksi Mahasiswa Dibubarkan karena Kritik Gibran, DPR: Demokrasi Bukan Hanya Soal Pemilu

Written by

in

7cloud.asia – Anggota Komisi III DPR, Abdullah menyatakan bahwa pengamanan terhadap pejabat tinggi negara memang penting.

Namun Abdullah mengingatkan agar aparat tak menjadikan alasan pengamanan untuk meredam aspirasi masyarakat secara sewenang-wenang.

“Aksi mahasiswa yang dilakukan secara terbuka dan simbolik harus dipandang sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sehat,” ungkapnya.

Abdullah menyebut demokrasi bukan hanya soal kebebasan memilih di pemilu, tapi juga tentang keberanian mendengarkan kritik dan suara yang berbeda.

“Kalau ruang kritik yang sah dan damai ditanggapi dengan penangkapan atau pembungkaman, maka kita sedang menghadirkan demokrasi yang hanya prosedural, bukan substantif,” tukas Abdullah.

Baca: Tindakan represif aparat kepada mahasiswa Blitar yang kritik Gibran

Abdullah pun berharap tidak ada upaya lanjutan untuk membungkam mahasiswa secara struktural.

Baik melalui tekanan terhadap kampus, intimidasi terhadap organisasi kemahasiswaan, maupun pendekatan yang menciptakan efek jera terhadap aktivisme sipil.

“Kami akan mengawal agar tidak ada bentuk intimidasi lanjutan. Kritik mahasiswa adalah bagian dari kontrol publik. Justru pejabat publik perlu mendengarkannya secara terbuka dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPR disebut akan terus memastikan bahwa prinsip-prinsip negara hukum dijalankan secara adil dan tidak digunakan untuk melindungi kekuasaan dari kritik yang sah.

“Demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika kebebasan berpendapat dijaga, bukan dibatasi,” tandas Abdullah

Baca: Mahasiswa peringati 27 tahun reformasi malah ditahan

Dalam negara hukum, ia menegaskan bahwa kritik sekalipun terhadap pejabat tertinggi bukanlah tindakan kriminal, melainkan bagian dari partisipasi publik yang seharusnya dilindungi.

Terlebih dalam aksi tersebut, menurut Abdullah, tidak ada unsur kekerasan, ujaran kebencian, atau tindakan yang mengancam keselamatan pejabat negara.

“Penangkapan mahasiswa karena membawa poster bertuliskan pertanyaan atau kritik terhadap Wakil Presiden, apapun narasinya, adalah bentuk reaksi yang berlebihan,” tutur politisi PKB ini.

Sebelumnya tiga mahasiswa sempat ditahan oleh aparat pengamanan saat mereka menggelar aksi protes secara damai dalam momen kunjungan Gibran Rakabuming Raka ke Kota Blitar, Jawa Timur pada Rabu (18/6/2025) lalu.

Baca: Pemerintahan Jokowi membawa reformasi mundur ke titik nol

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *