7cloud.asia – Kepala Pusat Riset Biosistematika Evolusi BRIN, Arif Nurkanto, menjelaskan bahwa Sulawesi memiliki sejarah geologi yang unik.
Pulau Sulawesi terbentuk dari pertemuan tiga lempeng besar, yakni Asia, Indo-Australia, dan Pasifik, yang menyebabkan tingginya tingkat endemisitas.
“Secara biogeografi, Sulawesi tidak pernah terhubung sepenuhnya dengan Australia atau Asia, sehingga menghasilkan spesies unik,” ungkapnya dalam diskusi SOS#66 bertajuk Sulawesi Flying Frogs: Identity Challenges and Diversity, secara daring, Kamis (5/6/2025) seperti dilansir di brin.go.id.
Penemuan terbaru menunjukkan bahwa Sulawesi memiliki angka nomor dua tertinggi dalam penemuan spesies baru di Indonesia, menandakan tingginya keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
“Meskipun penelitian mengenai katak terbang Rhacophorus telah mengungkap beberapa spesies baru dan garis keturunan yang berbeda, masih banyak keanekaragaman amfibi lainnya yang belum teridentifikasi sepenuhnya,” ujar Arif.
Sulawesi, dengan ekosistemnya yang unik dan kondisi geologisnya yang kompleks, berpotensi menjadi rumah bagi lebih banyak spesies amfibi endemik yang belum terdokumentasikan.
Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memahami pola evolusi, adaptasi, serta interaksi ekologi amfibi di wilayah Pulau Sulawesi
“Temuan terbaru hanya menjadi awal dari eksplorasi panjang yang akan membuka lebih banyak wawasan tentang kehidupan herpetofauna di Sulawesi dan Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Arif.
Baca: Spesies baru kadal buta dari Pulau Buton
Dilansir di laman Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam, Sulawesi adalah salah satu dari 36 wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
Keanekaragaman hayati di Sulawesi sangat tinggi, dengan sebagian besar mamalia, burung, dan amfibi di Sulawesi adalah spesies endemik.
Sulawesi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan keanekaragaman hayati di Indonesia.
Berikut sejumlah satwa endemik Pulau Sulawesi yang kami rangkum dari berbagai sumber:
1. Anoa: Kerbau kerdil Sulawesi yang hidup di dataran tinggi dan dataran rendah.
2. Babirusa: Mamalia yang menyerupai babi hutan dengan tanduk di wajahnya.
3. Burung Maleo: Burung unik yang bertelur di sempadan sungai dan menggunakan panas bumi untuk menetas.
4. Monyet Hitam Sulawesi (Yaki): Monyet dengan warna hitam legam dan sering dijumpai di hutan-hutan Sulawesi.
Baca: Peneliti BRIN temukan spesies anggrek baru endemik Sulawesi
5. Kuskus Beruang: Kuskus terbesar di Indonesia dengan tubuh yang berbulu lebat dan memiliki pola warna seperti beruang.
6. Tarsius: Primata terkecil di dunia dengan mata yang besar dan kemampuan mendengar yang sangat tajam.
7. Burung Srigunting Jambul Rambut: Burung dengan jambul seperti rambut di mahkotanya dan iris mata berwarna putih di Sulawesi.
8. Musang Sulawesi: Musang yang hanya bisa ditemukan di Sulawesi dan memiliki peran penting dalam ekosistem.
9. Kuskus Kerdil: Kuskus yang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan kuskus beruang.
Namun keanekaragaman hayati di Sulawesi ini terancam kelestariannya karena deforestasi, perburuan liar, dan perusakan habitat menjadi ancaman utama bagi satwa Sulawesi.
Karena itu upaya konservasi dan perlindungan satwa endemik Sulawesi sangat diperlukan untuk menjaga kelestariannya.
Baca: Penambangan nikel berdampak buruk pada lingkungan di Sulawesi

Leave a Reply