Jelang Idul Adha, Harga Sayur Mayur Turun

Written by

in

7cloud.asia – Beberapa hari jelang Idul Adha harga sayur mayur di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terpantau turun. 

Pada Sabtu (31/05/2025), pembeli mulai ramai berbelanja. Banyak anggota masyarakat yang berbelanja untuk keperluan Idul Adha.

Mirna, salah satunya. Ibu yang tinggal di Jalan Panjang ini sengaja berbelanja saat ini untuk keperluan Idul Adha. Hal ini dia lakukan untuk menghindari kenaikan harga barang yang berpotensi terjadi mendekati Idul Adha nanti.

“Kalau nanti udah deket (Idul Adha), harga-harga biasanya naik,” kata Mirna saat ditemui 7cloud.asia

Baca: Pasca lebaran, pasar tradisional masih sepi

Sementara berdasarkan hasil pemantauan harga di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, harga cabai merah keriting kini dibanderol dengan harga Rp 50.000/kg. Harga ini turun dari sebelumnya yang mencapai Rp 70.000/kg.

Kemudian harga cabai merah besar kini berada di angka Rp 60.000/kg dari harga Rp 80.000/kg. Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit dari harga Rp 100.000/kg kini dijual dengan harga Rp 50.000/kg.

Tak hanya cabai, harga bawang merah dan bawang putih juga terpantau turun. Kini bawang merah dijual dengan harga Rp 50.000/kg dari harga sebelumnya Rp 80.000/kg. Demikian juga harga bawang putih kini berada pada angka Rp 50.000/kg dari harga Rp 70.000/kg.  

Baca: Harga cabai tinggi, pedagang menjerit

Namun demikian ada sejumlah sayuran yang harganya naik. Seperti tomat kini dibanderol dengan harga Rp 24.000/kg dari harga Rp 20.000/kg. Timun berada pada kisaran harga Rp 15.000/kg dari harga sebelumnya Rp 12.000/kg.

Salah satu pedagang sayur mayur, Husnia menjelaskan penurunan harga barang ini mulai terjadi sejak 2 minggu terakhir. Setelah harga sayur mayur sempat naik setelah lebaran lalu.

Husnia dan para pedagang lainnya menyambut gembira penurunan harga ini. Menurutnya pembeli kini ramai dan mereka membeli dalam jumlah banyak.

Baca: Pemerintah baru, harga bahan pokok tinggi

“Semoga bisa tetap turun seperti ini, biar yang belanja banyak dan omset kita tinggi juga,” harap Husnia.

Selanjutnya Husnia mengungkapkan saat harga sayaur mayur tinggi, dirinya hanya mendapat omset paling banyak Rp 1000.000 per hari.

Tetapi sejak harga sayur mayur turun, omsetnya meningkat menjadi Rp 1.500.000 per hari. “Alhamdulillah, omset bisa naik segini aja (Rp 500.000) dah lumayan banget. Maunya sih nanti lebih rame lagi,” katanya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *