Longsor di Lokasi Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon, Tewaskan Belasan Orang

Written by

in

7cloud.asia – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan kembali berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga jenazah korban longsor yang melanda kawasan tambang galian C Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (30/5/2025).

Adapun, jumlah korban meninggal dunia yang tercatat hingga Jumat malam tercatat 14 jiwa.

Longsor di kawasan tambang galian C ini terjadi pada Jumat pukul 10.00 waktu Indonesia barat, diduga akibat kesalahan prosedur penambangan.

Insiden longsor di lokasi tambang batu alam Gunung Kuda sudah terjadi beberapa kali. Sebelumnya pada bulan Februari 2025 yang lalu di lokasi yang sama terjadi longsor dan saat itu menimbulkan korban jiwa.

Baca: Walhi minta Izin Tambang untuk Perguruan Tinggi disetop

Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari 13 korban meninggal dunia, 5 di antaranya masih dalam proses identifikasi.

Sedangkan hasil kaji cepat sementara mencatat terdapat 3 unit alat berat ekskavator dan 6 unit mobil truk turut tertimbun longsor.

Operasi pencarian dan penyelamatan korban masih menjadi prioritas penanganan darurat kejadian di tambang galian C Gunung Kuda ini.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan warga telah menghentikan operasi pencarian hari ini pada pukul 17.30 WIB, dan akan dilanjutkan hari ini.

Baca: Bagi-bagi izin tambang ke Ormas akan merusak tata kelola minerba

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh instansi terkait hingga dua hari ke depan untuk wilayah Kabupaten Cirebon kondisi cuaca terpantau cerah berawan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau Tim SAR gabungan yang sedang melakukan operasi pencarian dan pertolongan untuk tetap memprioritaskan keselamatan mengingat masih berpotensi terjadinya bencana susulan.

Sementara itu, bagi warga yang tinggal di dekat lereng tebing dan pinggir sungai, diminta memantau secara berkala kondisi tanah yang ada di sekitar rumah dan debit air disekitar aliran sungai.

Warga juga diminta melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan terus menerus selama dua jam atau lebih.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *