Mengenal Lebih Dekat Candi Borobudur: Cerminkan Tiga Tahapan Pencapaian Manusia

Written by

in

7cloud.asia – Starlift atau penganjung tangga dipasang untuk menyambut kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto di Candi Borobudur menuai perhatian publik.

Total ada empat stairlift yang dipasang di Candi Borobudur, dan berada dari lantai tiga sampai lantai tujuh candi terbesar umat Budha ini.

Mungkin Anda bertanya-tanya Seberapa tinggi Candi Borobudur sehingga harus dipasang starlift agar Presiden Prabowo bisa mencapai puncaknya?

Untuk menjawabnya, berikut informasi mengenai Candi Borobudur yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Denah Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah berbentuk bujur sangkar berukuran 123 meter x 123 meter. Candi Borobudur terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar, yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar.

Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkatan dengan tinggi 42 meter (dengan chattra atau bagian atas chaitya puncak0. Jika tanpa chattra tinggi Candi Borobudur hanya 31 meter

Baca: Status World Heritage Candi Borobudur pernah akan dicabut

Dikutip dari situs Kemdikbud dan buku Candi Indonesia: Seri Jawa yang ditulis Edi Sedyawati, Hasan Djafar dkk terbitan Kemdikbud, bangunan candi Borobudur dibedakan menjadi tiga bagian yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Kamadhatu adalah bagian tingkat pertama hingga tingkat ketiga dari candi Borobudur. Bagian Kamadhatu memiliki relief karmawibhangga yang menggambarkan kehidupan umat manusia.

Bagian ini menggambarkan kehidupan sebagian besar umat manusia yang masih dipenuhi oleh hasrat dan nafsu duniawi

Rupadhatu adalah bagian tingkat keempat hingga keenam candi yang memiliki relief Lalitavistara dan Jatakamala yang menggambarkan kisah hidup sang Buddha.

Arupadhatu, bisa dikatakan ini merupakan bagian atap candi yang berada di tingkat ketujuh hingga kesepuluh.

Pada bagian ini tidak ada relief namun memiliki banyak stupa yang menggambarkan pencapaian sempurna umat manusia. Di mana manusia telah mampu meninggalkan semua nafsu duniawinya.

Baca: Menghidupkan relief Candi Borobudur

Jumlah total panel relief: 2.672 panel relief terdiri dari 1.460 panel relief cerita, 1.212 panel relief hias.

Adapun total jumlah arca di Candi Borobudur mencapai 504 buah (tokoh yang diarcakan Dhyani Buddha, Manusi Buddha, dan Boddhisatva.) Sedangkan jumlah stupa tercatat ada 73 buah

Sejarah Candi Borobudur
Setelah sempat terkubur lama, candi ini ditemukan kembali pada 1814, ketika Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Jawa.

Sejak ditemukan kembali, Candi Borobudur yang beberapa kali mengalami restorasi terus menjadi objek penelitian para ahli dari dalam maupun luar negeri.

Pada 1970-an dan 1980-an, restorasi besar-besaran dilakukan sebagai upaya penyelamatan bangunan bersejarah ini.

Baca: Ziarah ribuan kilometer ke Candi Borobudur

Lantas, siapa yang membangun Candi Borobudur dan bagaimana sejarah pembangunannya? Hingga saat ini, tahun pembangunan dan latar belakang pendiriannya pun masih diselimuti misteri.

Berdasarkan penelitian para ahli, Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada abad ke-8, saat Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh Dinasti Syailendra.

Diperkirakan, pembangunan Candi Borobudur dilakukan oleh para penganut Buddha Mahayana secara bertahap.

Melihat besarnya ukuran dan keunikan aristekturnya, pembuatan Candi Borobudur memakan waktu puluhan bahkan seratus tahun lebih dan selesai dibangun pada masa pemerintahan Raja Samaratungga (820-840 M).

Namun, beberapa sejarawan menyebut bahwa pembangunan Candi Borobudur dimulai oleh Dinasti Sanjaya, tetapi baru dapat diselesaikan oleh Dinasti Syailendra, yang periode kepemimpinannya menjadi masa keemasan Mataram Kuno.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *