Penggunaan Teknologi Komputasi Dinamika Fluida untuk Mencegah dan Mengatasi Kebakaran Hutan

Written by

in

7cloud.asia – Perubahan iklim membuat kebakaran hutan semakin sering terjadi, lebih besar, cepat, dan semakin merusak.

Kita tentu masih ingat kebakaran hebat yang bermula dari hutan yang melanda Los Angeles, California AS, sehingga menewaskan puluhan warga dan mengakibatkan kerugian miliaran dolar.

Pada tahun 2023, Kanada kehilangan lebih dari 4,3 juta hektare hutan akibat kebakaran hutan menjadi pengingat bahwa setiap orang, terlepas dari kekayaan atau status, rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Kebakaran hutan juga dapat terjadi akibat pembakaran terkendali yang berubah menjadi tidak terkendali.

Hal ini seperti yang terjadi dengan Kebakaran Calf Canyon/Hermits Peak – kebakaran hutan terbesar dalam sejarah negara bagian New Mexico – dimulai oleh dua contoh berbeda dari pembakaran terkendali, yang keduanya sengaja dimulai oleh Dinas Kehutanan AS.

Dalam kasus ini, teknologi komputasi dinamika fluida (Computational Fluid Dinamics/CFD) dapat digunakan untuk mengendalikan kebakaran dengan lebih baik, sehingga mengurangi risiko kebakaran yang tidak terkendali.

Baca: Teknologi CFD membangun resilien terhadap udara panas

CFD juga dapat membantu kita memahami bagaimana angin membawa api dan asap. Model-model ini dapat membantu memprediksi pola kebakaran, memandu penempatan sekat api, dan merancang strategi evakuasi.

Model-model ini juga membantu membangun struktur tahan api dengan mensimulasikan bagaimana bara api dan panas dapat merambat di medan yang kompleks.

Prospek penerapan CFD
Dalam tulisan sebelumnya, telah diulas bagaimana komputasi dinamika fluida dapat digunakan untuk mengatasi pulau panas perkotaan dan mendesain kota yang lebih tahan banjir.

Daftar ini tidak mencakup potensi penuh CFD untuk ketahanan iklim. Faktanya memang CFD masih kurang digunakan terutama karena kompleksitasnya, dan kebutuhan daya pemrosesan komputer yang tinggi.

Namun, diperkirakan kondisi ini akan berubah dalam tahun-tahun mendatang. Peningkatan perangkat keras yang berkelanjutan menurunkan biaya dan intensitas energi CFD.

Beberapa tahun belakangan, chip komputasi berkinerja tinggi menjadi jauh lebih murah dan lebih bertenaga.

Baca: Teknologi CFD membangun kota responsif terhadap banjir

Demikian pula, kluster komputasi berkinerja tinggi dan platform superkomputer berbasis cloud menjadi lebih cepat dan lebih efisien.

Keduanya juga menjadi lebih mudah digunakan. Kecerdasan buatan akan semakin membuat CFD dapat diakses oleh mereka yang memiliki keterampilan pengkodean terbatas.

Banyaknya tutorial daring, dukungan komunitas, model bahasa yang besar, dan kumpulan data yang tersedia secara gratis semuanya berarti bahwa CFD sumber terbuka menjadi lebih mudah diakses oleh perencana kota dengan anggaran dan pelatihan terbatas.

Tentu saja, seperti halnya teknologi baru lainnya, mereka yang baru mengenal CFD harus waspada terhadap sistem CFD yang dianalisis dengan buruk, karena hal ini dapat menyebabkan desain yang salah atau berbahaya.

Pada akhirnya, aksesibilitas CFD akan meningkat secara eksponensial. Karena semakin banyak orang yang menggunakannya, akan semakin banyak model yang telah divalidasi sebelumnya dan kumpulan data yang terstandarisasi.

Basis pengetahuan bersama ini dapat mengurangi siklus coba-coba secara signifikan.

Baca: Bangunan hijau jadi solusi untuk kota yang berkelanjutan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *