Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 5 Jenazah Korban Longsor Pegunungan Arfak, 14 Lainnya Dinyatakan Hilang

Written by

in

7cloud.asia – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Manokwari Yefri Sabaruddin di Manokwari, Senin (19/5/2025) mengatakan, untuk sementara korban yang meninggal akibat bencana alam tersebut ada enam orang. Sedangkan 14 orang lainnya masih belum berhasil ditemukan.

“Operasi pencarian hari ketiga menemukan lima korban, jadi totalnya sudah enam orang,” kata dia.

Dia menyebut evakuasi lima korban berlangsung antara pukul 10.WIT hingga pukul 12.05 WIT, setelah itu dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat di Manokwari untuk dilakukan identifikasi.

Baca: Cuaca ekstrem picu banjir dan tanah longsor 

Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian korban hilang, karena kondisi cuaca di lokasi kejadian membahayakan keselamatan tim.

“Korban meninggal dunia yang ditemukan sehari sebelumnya, bernama Harun Maidodga. Jenasahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Yefri.

Ia menjelaskan personel yang terlibat dalam operasi berasal dari Basarnas Manokwari 12 orang, 13 personel Kodim 1812/Pegunungan Arfak, dan 28 personel Polres Pegunungan Arfak.

Kemudian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat 10 orang, BPBD Pegunungan Arfak 3 orang, masyarakat setempat, dan pihak keluarga korban.

“Jumlah korban ada 24 orang. Empat orang selamat, enam orang meninggal dunia, dan 14 korban masih dalam pencarian,” jelasnya.

Baca: Tren bencana banjir di Indonesia semakin mengkhawatirkan

Selain cuaca esktrem, kata dia, keterbatasan alat berat menghambat proses pencarian yang dilakukan oleh tim karena material longsoran berupa lumpur, batu, dan pohon belum bisa dipindahkan.

Tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi pencarian korban pada Selasa (20 Mei 2025) dengan bantuan alat berat yang memudahkan proses pelaksanaan evakuasi secara cepat dan tepat.

“Setelah menghentikan operasi, seluruh personel kembali ke posko dan melakukan debriefing pada pukul 13.28 WIT,” ucap Yefri.

Banjir bandang dan tanah longsor di Kampung Jim, Distrik Catubouw, terjadi pada Jumat (16/5/2025) sekira pukul 21.00 WIT karena intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

Luapan air dari daerah hulu menghantam kawasan tempat tinggal sementara para pencari emas tradisional sekitar pukul 21.00 WIT, menghanyutkan tenda dan perlengkapan mereka.

Baca: Penanganan banjir bandang jadi fokus BNPB

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *