7cloud.asia – Istilah generasi sandwich kini semakin populer digunakan untuk menggambarkan gen Z dan milenial (Zilenial) yang harus menopang kebutuhan hidup dirinya sendiri, orang tua, bahkan adik atau anak.
Fasilitator wellness yang juga dikenal sebagai Sandwich Gen & Clarity Coach, Rahne Putri mengatakan bahwa beban sebagai generasi sandwich ini bukan hanya bersifat finansial, tetapi juga menciptakan pola pikir keuangan yang kurang sehat.
Generasi sadwich, ujarnya, sering kali menjadi penopang utama keluarga, padahal mereka sendiri masih dalam tahap belajar mengelola kehidupan dan keuangan pribadi.
Orang-orang yang baru masuk dunia kerja ini kan sebenarnya prefrontal cortex-nya belum terbentuk sempurna. Sebenarnya, banyak Zilenial yang saat ini masih anak-anak.
Baca: Posisi generasi sandwich pengaruhi kesehatan mental
Tapi karena ketakutan-ketakutan seperti takut nggak bisa bahagiain orang tua, tekanan dari media sosial tentang kesuksesan. Kalau nggak hati-hati, anak-anak ini bisa jadi dewasa terlalu cepat.
“Kondisi ini menyebabkan banyak dari mereka terbiasa memberi kepada orang lain, tapi lupa memberi pada diri sendiri,“ ujarnya saat“diskusi, dengan tema “Born to be Cutesy, Forced to be Money-Hungry: Dilema Finansial Gen Zilenial” yang digelar The Conversation Indonesia (TCID) pada Kamis, (17/4/2025).
Rahne pun menekankan bahwa solusi dari permasalahan ini tidak berhenti pada pengelolaan keuangan, tetapi juga menyentuh aspek emosional yang mendasari kebiasaan konsumtif.
Karena itu, dia menyarankan kepada Zilenial, sebelum belanja untuk terlebih dulu menimbang dengan seksama apakah dia memang membutuhkan barang tersebut.
“Tarik napas dulu sebelum transaksi… tanya ke diri sendiri, ini saya beli karena butuh atau karena suka?“ imbuhnya
Baca: Zilenial punya gaji minimal tapi gaya hidup maksimal
Zilenial bukan pewaris beban, tapi pemutus rantai
Di tengah tekanan finansial dan sosial yang ada, Zilenial sebenarnya sedang membentuk cara hidup baru yang lebih asertif dengan berani menyadari dan menyuarakan kerentanannya.
Meskipun masih banyak tantangan yang akan dihadapi Gen Zilenial ke depannya, ada harapan untuk Zilenial mewujudkan kehidupan impian melalui literasi keuangan, investasi pendidikan dan kesehatan
Zilenial juga dapat membangun komunitas yang suportif untuk mengatasi jebakan generasi sandwich ini.
Nurul, editor politik dan masyarakat The Conversation menegaskan bahwa hidup itu bukan soal siapa yang paling cepat sukses, tapi siapa yang paling paham dan nyaman dengan dirinya sendiri.
Baca: Zilenial lebih konsumtif dibanding generasi sebelumnya

Leave a Reply