7cloud.asia – Aturan soal sampah berbeda di masing-masing negara dan wilayah. Di Jepang, pembuangan sampah merupakan hal yang dianggap sangat serius.
Sejak tahun 1990-an, pemerintah Jepang mematok target nasional untuk tidak menumpuk sampah di tempat pembuangan akhir. Saat itu mereka juga berambisi mengurangi sampah dan mempromosikan daur ulang.
Dilansir BBC Indonesia, masing-masing pemerintah daerah menyelaraskan target nasional Jepang tersebut dengan cara mereka berbeda.
Di Fukushima, kantong sampah harus diletakkan di tempat pengumpulan setiap pagi pukul 08.30. Namun, warga dilarang mengumpulkan sebelum waktu yang ditentukan.
Berbagai jenis sampah dipilah berdasarkan jenisnya—mudah terbakar, tidak mudah terbakar, dan dapat didaur ulang.
Baca: Kamikatsu kota di Jepang yang dikenal minim sampah
Masing-masing jenis sampah dikumpulkan pada waktu yang berbeda. Warga yang ingin membuang sampah barang-barang dengan ukuran melebihi ketentuan—seperti peralatan rumah tangga dan mebel—wajib membuat jadwal khusus untuk membuang sampah-sampah tersebut.
Salah satu kota di Jepang yang paling ambisius dalam mengelola sampah adalah Kota Kamikatsu. Warga di kota itu merasa bangga karena mereka memilah sampah menurut 45 kategori.
Sementara itu, pemerintah Prefektur Kagoshima mewajibkan penduduk menulis nama di kantong sampah mereka.
Dua tahun lalu kota Chiba menguji coba sistem berbasis kecerdasan buatan guna membantu warga membuang sampah dengan benar.
Terakhir Kota Fukushima menerapkan sanksi yang ketat kepada warganya yang tidak tertib mengelola sampahnya.
Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah
Kota Fukushima bakal menerapkan kebijakan yang lebih ketat dengan mengumumkan nama pelanggar aturan soal sampah di situs pemerintah kota.
Mulai Maret 2025, petugas kebersihan di Fukushima akan memeriksa kantong-kantong sampah yang dinilai melanggar aturan—seperti sampah yang belum disortir dengan benar, atau ukuran sampah yang melebihi batas—dan dalam beberapa kasus mengungkap pemiliknya secara publik.
Tahun lalu, Fukushima melaporkan lebih dari 9.000 kasus sampah yang tidak sesuai peraturan.
Menurut media setempat, Fukushima diyakini sebagai kota pertama di Jepang yang berencana untuk mengungkap nama individu dan pelaku usaha yang melanggar ketentuan soal sampah.

Leave a Reply