Pemanasan Global Akibatkan Penurunan Kadar Oksigen di Ribuan Danau di Seluruh Dunia

Written by

in

7cloud.asia – Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Sabtu (22/3/2025) menemukan, penurunan kadar oksigen di danau-danau di seluruh dunia akibat pemanasan global dan meningkatnya gelombang panas.

Para peneliti menemukan tren penurunan kadar oksigen tersebut setelah menganalisis data tingkat oksigen terlarut, jumlah oksigen dalam air, di lebih dari 15.000 danau di seluruh dunia selama 20 tahun terakhir.

Diterbitkan dalam jurnal Science Advances, penelitian tersebut menemukan bahwa 83 persen danau di seluruh dunia mengalami penurunan kadar oksigen permukaan, dan tingkat rata-rata hilangnya oksigen di danau lebih tinggi daripada di lautan dan sungai.

Temuan ini menyoroti betapa seriusnya masalah yang ditimbulkan pemanasan global. Penulis studi tersebut menilai pemanasan global merupakan penyebab utama dari penurunan tingkat oksigen ini, yang berkontribusi terhadap 55 persen penurunan oksigen dengan mengurangi kelarutan oksigen.

Baca: Pemanasan global akibatkan separuh danau di dunia mengering

Baca: Kondisi Danau Lido dalam kondisi kritis

Selain itu, meningkatnya konsentrasi nutrisi di danau, yang dikenal sebagai eutrofikasi, menyebabkan sekitar 10 persen dari total penurunan kadar oksigen.

Studi tersebut juga menganalisis dampak gelombang panas terhadap penurunan oksigen di permukaan danau.

Studi menunjukkan bahwa gelombang panas memberikan dampak yang cepat dan nyata pada penurunan oksigen, yang mengakibatkan penurunan sebesar 7,7 persen dibandingkan dengan kondisi pada suhu rata-rata.

Para penulis mengatakan temuan ini menggarisbawahi dampak mendalam perubahan iklim pada ekosistem air tawar, yang membutuhkan kadar oksigen cukup untuk menopang kehidupan aerobik dan menjaga komunitas biologis tetap sehat.

Baca: Suhu Bumi lampaui ambang batas pemanasan global

Baca: Dampak lingkungan jika pemanasan global mencapai 2°C

“Menurunnya oksigen dapat menyebabkan kepunahan spesies, kematian organisme akuatik, dan runtuhnya industri perikanan komersial,” kata rekan penulis Zhang Yunlin, seorang peneliti di Institut Geografi dan Limnologi Nanjing di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China.

Hilangnya oksigen terlarut di danau telah dilaporkan sebelumnya. Misalnya, sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa penurunan terjadi secara luas di permukaan dan perairan dalam danau beriklim sedang.

Namun, penulis studi baru tersebut meyakini bahwa temuan mereka memberikan pandangan yang lebih komprehensif, karena danau yang diteliti adalah danau di seluruh dunia yang memiliki luas lebih dari 10 kilometer persegi.

Sebaliknya, danau yang diteliti dalam studi sebelumnya tidak termasuk danau dari zona iklim tropis dan dingin.

Kebutuhan mendesak untuk memerangi meningkatnya ancaman kehilangan oksigen juga ditekankan.

Rekan penulis Shi Kun, juga seorang peneliti dari lembaga yang berpusat di Nanjing, mengatakan bahwa upaya harus difokuskan pada pengurangan konsentrasi nutrisi di danau, seperti membatasi penggunaan pupuk dan emisi limbah ternak, serta meningkatkan pengelolaan air limbah domestik dan industri perkotaan.

“Menanam vegetasi terendam dan membangun lahan basah juga dapat membantu memulihkan ekosistem danau,” kata Shi kepada Xinhua.

Para peneliti dari Universitas Nanjing di China dan Universitas Bangor di Inggris juga berpartisipasi dalam penelitian ini.

Sumber:Antaranews.com/Xinhua

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *