Tag: lingkungan

  • Rabu Pagi, Kondisi Udara Jakarta Kembali Memburuk  

    Rabu Pagi, Kondisi Udara Jakarta Kembali Memburuk  

     

    7cloud.asia – Kondisi udara di Jakarta pada Rabu (08/112023) kembali memburuk. Dilihat dari situs IQAir pada pukul 08.12 WIB, Jakarta berada di posisi ke tujuh dengan indeks kualitas udara 165 dan status tidak sehat.

    Peringkat ini berada di bawah Kota Mumbai, India dengan indeks kualitas udara (IQAir) berada pada angka 165 dengan status yang sama dengan Jakarta.

    Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta saat ini 16,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

    Posisi pertama indeks kualitas udara terburuk adalah kota Lahore, Pakistan dengan IQAir 447.

    Posisi kedua adalah Kota Delhi, India dengan nilai IQAir 392. Sedangkan posisi ketiga adalah Kota Karachi, Pakistan dengan nilai IQAir 269.

    baca: masalah lingkungan terbesar 2023 polusi udara

    Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan dengan kualitas udara seperti ini setiap orang masih dapat beraktivitas di luar tanpa masker.

    Tetapi untuk kelompok sensitif diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar serta tetap menggunakan masker saat di luar ruangan. 

    “Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ungkap Yogi.

    Selanjutnya Yogi menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

    baca: usai hujan kualitas udara di jakarta membaik

    Diantaranya melakukan penertiban kepada industri yang tidak melaksanakan perawatan dan pengelolaan pada cerobong untuk emisi tidak bergerak.

    Berdasarkan data Satgas Pengendalian Pencemaran Udara DKI Jakarta per 15 September 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun DLH Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan enam perusahaan stockpile batu bara.

    Selain itu, pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan polda metro jaya sejak 1 November lalu juga melakukan razia uji emisi bagi kendaraan yang berusia diatas 3 tahun.

    Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan tempat pelaksanaan uji emisi di 333 bengkel untuk kendaraan roda empat dan 107 bengkel untuk kendaraan roda dua.

    baca: dapatkah tanaman membersihkan udara dalam ruangan kita

    Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara adalah melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melakukan hujan buatan.

    Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau gedung-gedung tinggi di Jakarta memasang pompa air bertekanan tinggi (water mist generator).

    Penyiraman jalan-jalan protokol telah dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu hingga Oktober. Hingga kini sudah 215 lokasi yang disiram, melibatkan 270 mobil dan personel sekitar 800 orang.

    Repoter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Penangkapan Ikan Secara Berlebihan

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Penangkapan Ikan Secara Berlebihan

    7cloud.asia – Penangkapan ikan secara berlebihan menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi planet Bumi dalam beberapa dekade terakhir.

    Penangkapan ikan secara berlebihan ini terjadi karena banyaknya orang yang bergantung pada ikan. Di mana, lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia bergantung pada ikan sebagai sumber protein utama mereka.

    Dilansir earth.org, penangkapan ikan yang berlebihan menimbulkan sederet dampak buruk terhadap lingkungan.

    Dampak buruk pada lingkungan yang dipicu penangkapan ikan secara berlebihan antara lain meningkatnya jumlah alga di perairan, rusaknya komunitas nelayan, sampah yang dibuang ke laut.

    Baca: Meningkatnya keasaman laut jadi masalah serius bagi lingkungan

    Penangkapan ikan secara berlebihan juga mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati dengan sangat cepat sehiingga akan aberdampak bagi lingkungan dalam jangka panjang. 

    Namun, penangkapan ikan secara berlebihan tak mudah dihentikan. Ini karena sekitar 12 persen penduduk dunia bergantung pada perikanan dalam berbagai bentuk yang kemudian memicu penangkapan ikan secara berlebihan.

    Dalam tulisannya, earth.rg menyebut 90 persen penangkapan ikan dilakukan oleh nelayan skala kecil.

    “Awak perahu dalam ukuran kecil, bukan kapal, menggunakan jaring kecil atau bahkan joran dan gulungan serta tidak terlalu banyak menggunakan umpan. Berbeda dari jenis yang mungkin Anda gunakan,” tulis earth.org.

    Baca: Naiknya permukaan laut memicu masalah lingkungan yang serius

    Dari 18,9 juta nelayan di dunia, 90 persen di antaranya termasuk dalam kategori yang terakhir disebutkan ini.

    Kebanyakan orang mengonsumsi makanan sekitar dua kali lebih banyak dibandingkan 50 tahun.yang lalu.

    Di sisi lain, jumlah penduduk bumi empat kali lebih banyak dibandingkan pada akhir tahun 1960an.

    Hal ini merupakan salah satu penyebab 30 persen perairan yang ditangkap secara komersial diklasifikasikan sebagai ‘penangkapan ikan berlebihan’.

    Baca: Ribuan desa terancam hilang akibat kenaikan permukaan air laut

    Hal ini juga berarti persediaan perairan penangkapan ikan yang tersedia, akan semakin cepat habis dibandingkan dengan ketersediaan air yang dapat digantikan.

    Sebagai bagian dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG 14), PBB dan FAO berupaya menjaga proporsi stok ikan pada tingkat yang berkelanjutan secara biologis.

    Namun hal ini memerlukan peraturan yang lebih ketat terkait lautan di dunia dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada.

    Pada bulan Juli 2022, WTO melarang subsidi penangkapan ikan untuk mengurangi penangkapan ikan berlebihan secara global dalam sebuah kesepakatan bersejarah.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing perubahan iklim

    Memang benar bahwa subsidi untuk bahan bakar, peralatan penangkapan ikan, dan pembangunan kapal baru hanya akan memberikan insentif bagi penangkapan ikan yang berlebihan sehingga menimbulkan masalah besar bagi lingkungan.

  • Kurang dari Sebulan, Cacar Monyet di Indonesia Capai 38 Kasus

    Kurang dari Sebulan, Cacar Monyet di Indonesia Capai 38 Kasus

    7cloud.asia – Kasus cacar monyet atau Mpox di Indonesia terus meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat sejak 13 Oktober hingga 7 November sebanyak 38 kasus positif cacar monyet.

    Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mereka semuanya tertular melalui aktivitas seksual.

    Namun, meski penularan cacar monyet tidak secepat virus Corona SARS-Cov-2, Kementerian Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan memberikan vaksin Mpox.

    Budi mengatakan hingga kini sebanyak 1.500 orang telah divaksin Mpox. Mereka adalah kelompok tertentu yang dianggap berisiko terkena Mpox.

    “(Vaksin Mpox) sudah (didistribusikan). Tapi balik lagi, kita ngasihnya ke kelompok tertentu saja. Kita masuknya lewat organisasi-organisasi,” jelas Budi seperti yang dilansir Detik.com.

    baca: jumlah kasus cacar monyet bertambah terbanyak dari jakarta

    Sementara itu, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Hanny Nilasari, dari kasus yang ada, penularan Mpox paling banyak melalui sentuhan kulit, di antaranya bisa melalui aktivitas seksual.

    Penularan lainnya adalah melalui droplet. Khususnya, dari pasien yang mengalami gejala berupa lesi di sekitar mulut.

    “COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, melakukan inhalasi. Tapi Monkeypox ini menyebar dari orang ke orang, jadi harus kontak dulu antara kulit dengan orang yang terinfeksi virus,” jelas Hanny.

    Lebih jauh Hannya menjelaskan, meski dapat menular melalui droplet, tetapi penularannya tidak mudah seperti penularan Covid.

    “Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia,” katanya.

    Sebelumnya diberitakan, gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

    baca: kasus cacar monyet di jakarta bertambah dinkes dki imbau masyarakat waspada

    Namun, ada perbedaan utama diantara keduanya, yaitu cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.

    Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.

    Gejala dan tanda cacar monyet :

    • Sakit kepala
    • Demam akut >38,5oC
    • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
    • Nyeri otot/Myalgia
    • Sakit punggung
    • Asthenia (kelemahan tubuh)
    • Lesi cacar (benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh)

    Dalam 1 sampai 3 hari (kadang-kadang lebih lama) setelah munculnya demam, penderita akan mengalami ruam, sering dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh.

    Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2−4 minggu. Di Afrika, cacar monyet telah terbukti menyebabkan kematian pada 1 dari 10 orang yang terinfeksi penyakit tersebut.

    baca: mengenal lebih dekat cacar monyet yang diperkirakan akan tembus 3600 kasus

    Pencegahan Cacar Monyet

    Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi :

    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
    • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
    • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
    • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
    • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi
    • Memasak daging dengan benar dan matang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Mengenal Kepulauan Seribu, Bali Baru-nya Jakarta yang Kini Genap Berusia 22 Tahun  

    Mengenal Kepulauan Seribu, Bali Baru-nya Jakarta yang Kini Genap Berusia 22 Tahun  

     

    7cloud.asia – Kepulauan Seribu selama ini terkenal dengan potensi wisatanya. Satu-satunya Kabupaten Administrasi di wilayah DKI Jakarta tersebut kini merayakan hari jadinya ke-22 tahun.

    Dinamakan Kepulauan Seribu karena jumlah pulau di kepulauan ini sangat banyak, namun memang tidak sampai 1000 pulau.

    Menurut catatan pemerintah perovinsi DKI JAkarta, jumlah pulau di Kepulauan Seribu berkisar antara 300 pulau.

    Tetapi tidak banyak yang tahu, Kepulauan Seribu sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

    Kepulauan Seribu terbentuk dari keberadaan binatang karang yang berkoloni. Koloni karang ukuran sangat kecil ini kemudahan membentuk terumbu karang dan kemudian memunculkan daratan dan akan memunculkan kehidupan.

    Baca: Karnaval budaya ramaikan hut ke 22 kota tasikmalaya

    Tentu saja kepulauan seperti Kepulauan Seribu ini tidak terbentuk dalam waktu singkat namun selama ratusan ribu tahun lamanya.

    Lokasi Kepulauan Seribu yang jauh dari permukiman membuat kondisinya masih alami.

    Pertama kali Kepulauan Seribu ditemukan sekitar abad ke 15. Saat itu justru Bangsa Portugis yang pertama kali menginjakkan kaki di Kepulauan Seribu.

    Ketika masa pendudukan Belanda, gugusan Kepulauan Seribu mulai digunakan untuk pertahanan.

    Hal ini dapat dilihat dari bukti sejarah dengan adanya benteng. Belanda mendirikan benteng di beberapa pulau untuk pertahanan lain saat itu.

    Bukti sejarah itu terdapat di tiga lokasi, yaitu di Pulau Onrust, Bidadari dan Pulau Kelor.

    Baca: Hari kota sedunia mencari cara membangun kota yang berkelanjutan

    Dalam bahasa Belanda, Onrust berarti tidak pernah istirahat karena, di sanalah dijadikan sebagai pusat perdagangan.

    Bangunan gudang penyimpanan rempah rempah, dulunya ditempatkan Belanda di Pulau Onrust ini.

    Onrust memang terletak di lokasi yang strategis sehingga Belanda juga membangun galangan kapan di sana.

    Ada juga beberapa kompleks pemakaman bersejarah di Kepulauan Seribu. Selain pemakaman Belanda, makam pemimpin Kesultanan Banten yaitu Sultan Mahmud Zakaria juga ada di tempat ini.

    Banyaknya peninggalan penting tersebut  menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Kepulauan Seribu dari masa ke masa. 

    Baca: Taman literasi martha christina tiahahu tempat nongkrong favorit warga jakarta

    Sisa bangunan benteng juga terdapat di Pulau Kelor. Di pulau ini dapat ditemukan Benteng Martelo.

    Setelah dijadikan sebagai benteng pertahanan laut, kemudian Belanda menjadikannya sebagai gudang penyimpanan senjata atau lebih tepatnya museum.

    Salah satu lokasi tersebut juga dijadikan sebagai pusat perdagangan rempah oleh VOC. Saat itu, Kepulauan Seribu belum difungsikan sebagai destinasi wisata.

    Kemudian setelah dikelola oleh pemerintahan Indonesia, Kepulauan Seribu awalnya bukanlah Kabupaten Administrasi di kota Jakarta.

    Mengutip laman Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Kepulauan Seribu dahulu adalah kecamatan bagian dari Kotamadya Jakarta Utara.

    Namun,  karakteristik dan potensi alam Kepulauan Seribu yang berbeda dengan daerah-daerah lain di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta ingin melakukan pengembangan.

    Baca: Kenali 8 elemen kota hijau yang lebih ramah lingkungan

    Hal ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sana. Sehingga pada 9 November 2001, kecamatan Kepulauan Seribu berubah menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Pemerintah pusat juga mencanangkan program “Bali Baru” di Kepulauan Seribu. Program ini merupakan pengembangan wisata baru yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.

    Karena termasuk ke dalam program tersebut, maka sekarang destinasi ini berkembang pesat, terutama untuk kelengkapan fasilitasnya.

    Apalagi jaraknya hanya 108 kilometer dari Pantai Ancol. 

    Selain itu di pulau ini banyak hewan langka eksotis seperti elang bondol, rusa, penyu, sampai ikan hiu. Selain itu terdapat banyak pohon dan tanaman unik yang hanya ada di Kepulauan Seribu ini.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Kelola Sampah Organik, Pemkot Bandung Rekrut Ratusan Warga

    Kelola Sampah Organik, Pemkot Bandung Rekrut Ratusan Warga

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat untuk menangani sampah. Di antaranya melaksanakan program padat karya pengolahan sampah organik.

    “Kita mempekerjakan banyak orang untuk pengolahan sampah organik ini,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman di Bandung pada Rabu (08/11/2023).

    Pemkot Bandung mengusulkan empat orang di setiap kelurahan untuk menjadi petugas pengolah sampah organik,

    Baca: Kurangi limbah kecamatan di mataram ubah sampah plastik menjadi pot

    Hingga kini, lanjut Andri, ada 604 orang yang direkrut menjadi petugas pengolah sampah organik di 151 kelurahan di Kota Bandung dalam program padat karya pengolahan sampah.

    Program pengolahan sampah organik ini akan berlangsung selama 50 hari kerja dari 11 November hingga 31 Desember 2023.

    Selanjutnya Andri mengungkapkan pihaknya menyediakan upah untuk pekerja dalam program padat karya pengolahan sampah organik ini senilai Rp133.600 per hari.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 polusi sampah plastik

    Sebelumnya kelurahan-kelurahan di Kota Bandung mengusulkan pelaksanaan program padat karya dalam pengolahan sampah untuk mengatasi masalah sampah di tingkat kewilayahan.

    Program tersebut mencakup upaya pengolahan sampah menggunakan metode pemanfaatan magot, komposter, Lodong Sesa Dapur atau Loseda, bata terawang, dan metode pengolahan sampah organik yang lain.

    “Targetnya pengolahan sampah organik bisa tercapai satu ton per kelurahan, 151 ton per hari sampah organik bisa diolah,” ucapnya.

    Baca: Status darurat berlanjut pemprov jawa barat tambah kuota membuang sampah terpilah

    Nantinya, sambung Andri, petugas penanganan sampah dan petugas pendamping akan memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai tata cara memilah dan menangani sampah.

    Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan aparatur pemerintah kelurahan dan kecamatan di Kota Bandung.

    “Diharapkan mereka melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk memilah sampah di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

    Dengan progran ini, Andri berharap dapat berjalan secara optimal sehingga mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

    Reporter: Nurakhmayani 

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Penambangan Kobalt

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Penambangan Kobalt

    7cloud.asia – Pengolahan Kobalt awalnya dianggap sebagai jawaban dari teka-teki mineral di jantung transisi energi terbarukan. Namun, belakangan penambangan cobalt telah memicu masalh lingkungan yang serius.

    Kobalt menjadi salah satu bahan dasar pembuatan baterai untuk kendaraan listrik dan alat-alat berbasis elektronik lainnya.

    Itu sebabnnya Kobalt disebut sebagai jawaban untuk transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan.

    Baca: Emisi karbon cetak rekor tertinggi pada 2023

    Sebagai komponen utama bahan baterai yang menggerakkan kendaraan listrik (EV), kobalt menghadapi lonjakan permintaan yang berkelanjutan seiring dengan kemajuan upaya dekarbonisasi.

    Lantas bagaimana kobalt ini justru memicu masalah bagi lingkungan?

    Pemasok kobalt terbesar di dunia adalah Republik Demokratik Kongo (DRC), yang diperkirakan seperlima produksinya dihasilkan melalui penambangan tradisional.

    Baca: KLHK ajak warga boikot produk yang tak peduli sampah plastik yang dihasilkannya

    Namun, penambangan kobalt dikaitkan dengan eksploitasi pekerja yang berbahaya serta masalah lingkungan dan sosial serius lainnya.

    Dampak lingkungan dari aktivitas penambangan kobalt juga besar. Wilayah selatan Kongo tidak hanya merupakan rumah bagi kobalt dan tembaga, namun juga sejumlah besar uranium.

    Di wilayah pertambangan, para ilmuwan telah mencatat tingkat radioaktivitas yang tinggi yang bisa mempengaruhi kelangsungan lingkungan hidup di sana.

    Baca: Apakah sampah plastik benar-benar ramah lingkungan?

    Selain itu, penambangan mineral, serupa dengan upaya penambangan industri lainnya, sering kali menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan.

    Limbah pengolahan kobalt ini merembes ke sungai dan mencemari sumber air di sekitarnya.

    Debu dari pecahan batu juga diketahui menyebabkan masalah pernapasan bagi masyarakat setempat.

    Baca: Begini cara ilmuwan AS bersihkan tanah dari pencemaran lingkungan

    Itu sebabnya mengapa penambangan kobalt disebut sebagai salah satu masalah lingkungan terbesar pada 2023. 

    Tentu ini perlu menjadi perhatian pemerintah Indonesia yang saat ini tengah menggenjot penambangan kobalt.

    Indonesia menempati peringkat kedua dengan total produksi kobalt sebesar 10.000 metrik ton pada 2022, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 2.700 metrik ton.

    Sumber: earth.org, baca artikel asli di sini

  • Cuaca Hari Ini, Waspada Suhu Hingga 38 Derajat Celcius Landa Kota Ini

    Cuaca Hari Ini, Waspada Suhu Hingga 38 Derajat Celcius Landa Kota Ini

    ruangkota. com – Cuaca panas masih melanda beberapa kota di Indonesia pada Jumat (10/11/2023). Bahkan di Kota Surabaya, suhu udara mencapai 38 derajat celsius.

    Tingkat kelembaban di kota pahlawan tersebut bekisar antara 35 hingga 85 persen.

    Dilihat dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu tinggi juga melanda kota Semarang, Banjarmasin, Makassar dan Palembang, suhu maksimal di kota-kota tersebut mencapai 35 derajat celsius.

    BMKG memperkirakan sebagian besar kota-kota di Indonesia berawan. Namun hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi dibeberapa kota.   

    Seperti wilayah Jakarta. Pada Jumat pagi, hujan ringan diperkirakan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.  

    Sementara wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada Jumat pagi diperkirakan cerah.

    baca: cuaca hari ini jakarta berpotensi hujan ringan

    Untuk tiga wilayah lainnya yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu mengalami cerah berawan.

    Pada  siang harinya, seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan bercuaca cerah berawan.

    Selanjutnya, pada malam hari, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara diperkirakan berawan tebal. Hanya Kepulauan Seribu yang berawan. Pada dini hari, seluruh wilayah DKI Jakarta cerah berawan.

    Suhu di DKI Jakarta diperkirakan berkisar antara 25 hingga 33 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 65 hingga 85 persen.

    Selain wilayah Jakarta, hujan ringan juga diprediksi terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Pada pagi hari, hujan ringan terjadi di kota Ternate.

    Hujan ringan pada siang hari berpeluang terjadi di kota Banda Aceh, Denpasar, Mataram, Jayapura, Manokwari, Mamuju dan Medan.

    baca: cuaca hari ini jakarta berpotensi hujan sore hingga malam

    Pada malam hari, BMKG memperkirakan hujan ringan terjadi di kota Bandung, Pekanbaru, Palangkaraya, Manokwari dan Medan.

    Selain hujan dengan intesitas ringan, BMKG juga memprediksi hujan dengan intensitas lebat diatas 50 mm/hari, berpotensi mengguyur wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

    Potensi hujan disertai kilat/petir atau hujan badai terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kep. Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat,.

    Selain itu, hujan disertai kilat/petir juga diperkirakan terjadi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua Barat.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Utara.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Marak Perburuan Satwa Liar, WWF Tunggu Langkah Konkret Pemerintah

    Marak Perburuan Satwa Liar, WWF Tunggu Langkah Konkret Pemerintah

    7cloud.asia – Perburuan satwa liar yang dilindungi masih terus terjadi. Padahal ini merupakan kejahatan serius dan butuh komitmen konkret dari pemerintah untuk menghentikannya.

    Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Yayasan konservasi WWF Indonesia, Aditya Bayunanda pada Kamis (09/11/2023) di Jakarta.

    Melansir Antaranews, Aditya menjelaskan peruburuan satwa liar yang dilindungi membawa dampak besar, tidak hanya dapat menyebabkan kepunahan, tetapi juga dapat mengganggu rantai ekosistem di hutan.

    Perburuan satwa liar juga dapat berdampak pada warga sekitar kawasan hutan. Dia mencontohkan kebun warga rusak akibat hama babi.

    baca: pro kontra konservasi ex situ dalam pelestarian satwa

    Hal ini akibat populasi babi yang meningkat karena harimau sebagai pemangsanya semakin langka di hutan.

    Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan sepanjang tahun 2023 telah terjadi 1.098 kasus perburuan liar satwa dilindungi di Indonesia.

    Memang Aditya tidak menyebutkan secara spesifik jenis satwa yang sering menjadi korban perburuan.

    Namun, berdasarkan data KLHK menunjukkan alasan keprihatinan pihak yayasan konservasi internasional tertua di Indonesia itu.

    baca: mitigasi dampak perubahan iklim dan el-nino pada satwa liar

    Apalagi ancaman hukuman bagi pelaku perburuan masih rendah. Perburuan satwa yang dilindungi diatur dalam Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Undang-undang (UU) nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati dan Ekosistemnya.

    Dalam UU tersebut diberlakukan sanksi berupa kurungan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

    “Itu pun bisa remisi, bisa-bisa sisa hukumannya 1-2 tahun penjara. Maka terlalu lunak belum menimbulkan efek jera terhadap pelaku perburuan tak sebanding dengan kerusakan yang mereka buat,” jelasnya.

    Karena itu, ia berharap lembaga pemerintah untuk melakukan revisi UU tersebut dan menambah bentuk hukumannya agar dapat menimbulkan efek jera bagi pelakunya.

    baca: kemarau panjang akibat el-nino ancam ruang hidup satwa liar

    Memang, lembaga nya sangat mengapresiasi komitmen pemerintah yang di antaranya melalui Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK yang terus menggencarkan operasi penangkapan pelaku perburuan, penyelundupan dan penyelamatan satwa dilindungi yang menjadi korban.

    Seperti yang dilakukan pada Sabtu lalu, tim Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi yang berhasil menangkap seorang pelaku kasus dugaan perburuan dan penyelundupan satwa dilindungi berinisial LMS (40), di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

    Pada saat penangkapan tim tersebut juga berhasil mengamankan 31 ekor burung Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) dan satu ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus) yang dilindungi.

    Reporter: Nurakhmayani

  • November 2022 hingga Oktober 2023, Periode dengan Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah

    November 2022 hingga Oktober 2023, Periode dengan Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah

    7cloud.asia – Periode bulan November 2022 hingga Oktober 2023 tercatat sebagai periode dengan suhu terpanas sepanjang sejarah.

    Disebut periode dengan suhu terpanas karena rata-rata temperatur global 1,3 derajat di atas rata-rata temperatur pada masa pra industri.

    Demikian hasil analisis lembaga pemerhati perubahan iklim Climate Central yang disampaikan oleh Wakil Presiden Bidang Sains Climate Central, Andrew Pershing pada Jumat (10/11/2023).

    “Rekor akan terus terjadi pada tahun depan, terutama ketika El Nino semakin meningkat, dampaknya menyebabkan panas yang tidak biasa,” ungkap Andrew seperti dikutip Antaranews.

    Baca: cuaca hari ini waspada suhu hingga 38 derajat celcius landa kota ini

    Lebih lanjut Andrew menjelaskan dampak iklim parah terjadi di negara-negara berkembang di garis khatulistiwa.

    Sementara gelombang panas ekstrem yang dipicu oleh perubahan iklim melanda Amerika Serikat, India, Jepang, dan Eropa.

    Artinya tidak ada negara di dunia yang aman dari dampak perubahan iklim yang ditandai dengan suhu terpanas ini.

    Termasuk Indonesia sebagai salah satu negara Asia yang beriklim tropis mengalami kenaikan suhu dalam setahun terakhir.

    Berdasarkan perhitungan Indeks Pergeseran Iklim, Indonesia menempati urutan teratas di antara negara-negara anggota G20 dengan angka rata-rata 2,4, mengalahkan Arab Saudi (2,3) dan Meksiko (2,1).

    Baca: BMKG suhu hingga 37 derajat celsius berpeluang terjadi di kota ini

    Hasil analisis Climate Central pada 14 kota di Indonesia menunjukkan bahwa ada sembilan kota yang mengalami hari terpanas beruntun.

    Jakarta dan Tangerang tercatat mengalami hari dengan suhu terpanas secara beruntun selama 17 hari.

    Kota New Orleans di Amerika Serikat menempati urutan kedua dalam daftar kota-kota dunia dengan hari terpanas beruntun.

    Kota Houston di Amerika Serikat berada di peringkat teratas dalam daftar itu dengan 22 hari terpanas beruntun.

    Baca: Gelombang panas mengganas di Eropa, dampak perubahan iklim?

    Hari hasil penelitian sebanyak 7,8 miliar jiwa atau 99 persen dari umat manusia mengalami suhu hangat di atas rata-rata selama November 2022 sampai Oktober 2023.

    Hanya Islandia dan Lesotho yang suhunya tercatat lebih dingin dari biasanya selama periode itu.

    Sementara itu, Prof Edvin Aldrian, peneliti BRIN yang menjadi penulis Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change, kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat Celsius dikhawatirkan lebih cepat terjadi.

    Ini di luar dari yang diperkirakan pada 2030 dengan kondisi kenaikan suhu saat ini.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023 hingga 2027 bakal menjadi tahun terpanas

    Ia mengakhui, memang ada faktor-faktor alam seperti fenomena El Nino, atau posisi matahari yang mendekati Bumi,

    “Tetapi aktivitas manusialah yang paling banyak memengaruhi kenaikan suhu global ini,” kata Edvin.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Milenial dan Gen Z Bisa Jadi Kekuatan Penekan Produsen Lebih Peduli Lingkungan

    Milenial dan Gen Z Bisa Jadi Kekuatan Penekan Produsen Lebih Peduli Lingkungan

    7cloud.asia – Milenial dan Gen Z yang menjadi penduduk mayoritas Indonesia dinilai telah mempunyai kesadaran tinggi terhadap upaya pengurangan sampah plastik.

    Sebagai konsumen dengan populasi terbanyak, kesadaran untuk mengurangi sampah plastik itu maka milenial dan Gen Z  mempunyai kekuatan untuk menekan produsen agar peduli terhadap kondisi lingkungan.

    Peran milenial dan Gen Z dalam mengurangi sampah plastik ini diungkapkan Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar  dalam acara Green Press Community di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

    “Milenial dan Gen Z harus membangun revolusi terhadap perubahan perilaku dalam mengelola sampah, karena itu yang bisa menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia secara signifikan,” ujarnya

    Baca: Antusiasme gen z pada aksi pro lingkungan dinilai masih rendah

    Novrizal mengungkapkan, milenial dan gen Z sekarang sudah seperti “sufi” dengan sampah.

    Ia melihat, sejumlah anak muda pernah datang ke gerai Chatime membawa tumbler untuk kurangi sampah plastik. 

    “Tapi petugas tidak mau melayani karena beli minuman harus dengan kemasan botol plastik lengkap dengan sedotan yang sudah disediakan oleh perusahaan,” ujarnya.

    Setelah kejadian penolakan pakai tumbler tersebut, mereka kemudian menulis di media sosial masing-masing.

    Baca: Menggunakan tumbler, langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan

    Protes itu lantas memberikan tekanan terhadap Chatime dan akhirnya mengizinkan para pembeli membawa botol minum sendiri.

    “Kekuatan generasi muda adalah kekuatan besar untuk melakukan tekanan kepada para produsen. Tekanan yang dilakukan oleh generasi muda adalah tekanan dengan kekuatan atau perilaku yang ramah lingkungan,” kata Novrizal.

    KLHK mengajak generasi muda untuk melakukan revolusi perubahan perilaku dalam upaya pengurangan sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan.

    Novrizal menuturkan ada lima langkah yang perlu dilakukan yaitu gerakan hidup minim sampah dengan membatasi dan mencegah penggunaan barang-barang sekali pakai.

    Baca: Infrastruktur guna ulang semakin banyak dibangun

    Gerakan hidup minim sampah harus menjadi karakter generasi muda, katanya.

    Langkah kedua, belanja tanpa kemasan dengan mulai membiasakan diri membawa tempat penyimpan sendiri agar tidak ada sampah yang dihasilkan dari kegiatan belanja.

    Kemudian menghabiskan makanan, karena sampah makanan yang dibuang ke tempat pembuangan akhir akan terdekomposisi dan menghasilkan gas metana yang menjadi salah satu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.

    Padahal, ujarnya, gas metana 28 kali lebih berbahaya jika dibanding dengan karbondioksida.

    Baca: Sistem guna ulang lebih efektif kurangi sampah plastik, tapi diabaikan

    “Jadi persoalan serius ini, makanan yang tidak habis dibawa ke TPA, kemudian gas metana keluar. Itu penyebab yang lebih berbahaya ketimbang karbondioksida untuk penyebab perubahan iklim,” ucapnya.

    Langkah selanjutnya wajib memilah sampah di rumah dan harus menjadi kesadaran kolektif anak muda di Indonesia.

    Jika sampah sudah dipilah berikan kepada bank sampah atau social ecopreneur yang menggunakan sampah pilah itu untuk didaur ulang.

    Langkah terakhir adalah mengolah sampah organik di rumah menjadi kompos agar sampah organik tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Novrizal mengungkap beberapa daerah sedang kewalahan dalam menangani sampah akibat tempat pembuangan akhir penuh ataupun kebakaran.

    “Kalau lima hal itu bisa dilakukan, maka 90 persen urusan sampah bisa selesai di rumah,” ucapnya.