7cloud.asia – Kepulauan Seribu selama ini terkenal dengan potensi wisatanya. Satu-satunya Kabupaten Administrasi di wilayah DKI Jakarta tersebut kini merayakan hari jadinya ke-22 tahun.
Dinamakan Kepulauan Seribu karena jumlah pulau di kepulauan ini sangat banyak, namun memang tidak sampai 1000 pulau.
Menurut catatan pemerintah perovinsi DKI JAkarta, jumlah pulau di Kepulauan Seribu berkisar antara 300 pulau.
Tetapi tidak banyak yang tahu, Kepulauan Seribu sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Kepulauan Seribu terbentuk dari keberadaan binatang karang yang berkoloni. Koloni karang ukuran sangat kecil ini kemudahan membentuk terumbu karang dan kemudian memunculkan daratan dan akan memunculkan kehidupan.
Baca: Karnaval budaya ramaikan hut ke 22 kota tasikmalaya
Tentu saja kepulauan seperti Kepulauan Seribu ini tidak terbentuk dalam waktu singkat namun selama ratusan ribu tahun lamanya.
Lokasi Kepulauan Seribu yang jauh dari permukiman membuat kondisinya masih alami.
Pertama kali Kepulauan Seribu ditemukan sekitar abad ke 15. Saat itu justru Bangsa Portugis yang pertama kali menginjakkan kaki di Kepulauan Seribu.
Ketika masa pendudukan Belanda, gugusan Kepulauan Seribu mulai digunakan untuk pertahanan.
Hal ini dapat dilihat dari bukti sejarah dengan adanya benteng. Belanda mendirikan benteng di beberapa pulau untuk pertahanan lain saat itu.
Bukti sejarah itu terdapat di tiga lokasi, yaitu di Pulau Onrust, Bidadari dan Pulau Kelor.
Baca: Hari kota sedunia mencari cara membangun kota yang berkelanjutan
Dalam bahasa Belanda, Onrust berarti tidak pernah istirahat karena, di sanalah dijadikan sebagai pusat perdagangan.
Bangunan gudang penyimpanan rempah rempah, dulunya ditempatkan Belanda di Pulau Onrust ini.
Onrust memang terletak di lokasi yang strategis sehingga Belanda juga membangun galangan kapan di sana.
Ada juga beberapa kompleks pemakaman bersejarah di Kepulauan Seribu. Selain pemakaman Belanda, makam pemimpin Kesultanan Banten yaitu Sultan Mahmud Zakaria juga ada di tempat ini.
Banyaknya peninggalan penting tersebut menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Kepulauan Seribu dari masa ke masa.
Baca: Taman literasi martha christina tiahahu tempat nongkrong favorit warga jakarta
Sisa bangunan benteng juga terdapat di Pulau Kelor. Di pulau ini dapat ditemukan Benteng Martelo.
Setelah dijadikan sebagai benteng pertahanan laut, kemudian Belanda menjadikannya sebagai gudang penyimpanan senjata atau lebih tepatnya museum.
Salah satu lokasi tersebut juga dijadikan sebagai pusat perdagangan rempah oleh VOC. Saat itu, Kepulauan Seribu belum difungsikan sebagai destinasi wisata.
Kemudian setelah dikelola oleh pemerintahan Indonesia, Kepulauan Seribu awalnya bukanlah Kabupaten Administrasi di kota Jakarta.
Mengutip laman Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Kepulauan Seribu dahulu adalah kecamatan bagian dari Kotamadya Jakarta Utara.
Namun, karakteristik dan potensi alam Kepulauan Seribu yang berbeda dengan daerah-daerah lain di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta ingin melakukan pengembangan.
Baca: Kenali 8 elemen kota hijau yang lebih ramah lingkungan
Hal ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sana. Sehingga pada 9 November 2001, kecamatan Kepulauan Seribu berubah menjadi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Pemerintah pusat juga mencanangkan program “Bali Baru” di Kepulauan Seribu. Program ini merupakan pengembangan wisata baru yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
Karena termasuk ke dalam program tersebut, maka sekarang destinasi ini berkembang pesat, terutama untuk kelengkapan fasilitasnya.
Apalagi jaraknya hanya 108 kilometer dari Pantai Ancol.
Selain itu di pulau ini banyak hewan langka eksotis seperti elang bondol, rusa, penyu, sampai ikan hiu. Selain itu terdapat banyak pohon dan tanaman unik yang hanya ada di Kepulauan Seribu ini.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply