Tag: polusi udara

  • Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan, Dari ISPA hingga Serangan Jantung

    Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan, Dari ISPA hingga Serangan Jantung

    7cloud.asia – Polusi udara punya dampak signifikan bagi kondisi kesehatan manusia dan lingkungan.

    Beberapa jenis gas yang sering memicu polusi udara adalah karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SOx), photochemical oksida dan partikulat.

    Polusi udara antara lain bisa memicu gangguan saluran pernafasan, penyakit jantung, kanker berbagai organ tubuh, gangguan reproduksi dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

    Baca: Peneltian mengungkap polusi udara dapat memicu hipertensi

    Sejumlah penelitian juga mengungkap, polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi dan mempengaruhi kemampuan reproduksi.

    Gangguan saluran pernafasan atau ISPA merupakan salah satu gejala kesehatan akibat polusi udara yang paling sering ditemukan 

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara.

     

    Baca: Polusi udara bisa mempengaruhi kesuburan laki-laki

    Sedangkan dalam rentan waktu Januari 2023 hingga Juni 2023 (saat polusi udara meningkat), terdapat 638.291 kasus ISPA di Jakarta.

    Terpisah, Pengamat Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Corie Indria Prasasti mengtakan, polusi udara memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan. 

     

    “Terhadap kesehatan manusia, pajanan udara buruk yang mengandung polutan seperti partikel halus (PM 2.5), ozon. NO2, Hidrokarbon, CO2 dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk alergi pernapasan, asma, dan penyakit jantung,” ujarnya sebagaimana dikutip di laman resmi unair.ac.id.

    Baca: Dampak polusi udara terhadap kesehatan anak

    Ia menambahkan, polusi udara dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, memperburuk penyakit jantung, dan meningkatkan risiko serangan jantung.

    Sebaliknya, udara bersih mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penyakit seperti alergi pernapasan, asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Udara bersih juga membantu melindungi kesehatan jantung.

    Corie menambahkan polusi udara juga punya pengaruh signifikan bagi tumbuh kembang anak. Anak-anak dan bayi, ujarnya, rentan terhadap efek buruk polusi udara karena sistem pernapasan dan pertumbuhan mereka masih berkembang.

    Baca: PBB sebut polusi udara memicu 7 juta kematian dini di dunia

    Bagi lingkungan, kualitas udara yang buruk dapat berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim.

    Polusi udara juga dapat merusak tanaman dan mengganggu kelangsungan hidup hewan, memicu proses erosi dan degradasi, menyebabkan penurunan kualitas air dan tanah yang berdampak negatif pada ekosistem.

    Naiknya permukaan lain, cuaca ekstrim yang menyebabkan berbagai bencana ekologi serta turunnya hasil panen adalah sedikit contoh dampak yang ditimbulkan polusi udara.

    Baca: PLTU batubara ditutup kesehatan dan kesuburan meningkat

    Sebagai bentuk antisipasi, Corie membagikan beberapa tips untuk melindungi agar tetap sehat di tengah kondisi udara yang memburuk.

    Langkah penting yang harus dilakukan adalah melakukan pemantauan kualitas udara di lingkungan sekitar. Jika terpaksa melakukan aktivitas di luar saat kualitas udara buruk, maka menggunakan masker adalah suatu kewajiban.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

     

  • DPR Dukung Rencana Pemerintah Terapkan WFH untuk Kurangi Dampak Polusi Udara

    DPR Dukung Rencana Pemerintah Terapkan WFH untuk Kurangi Dampak Polusi Udara

    7cloud.asia – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendukung langkah pemerintah untuk menerapkan Work From Home (WFH) menyusul tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya beberapa bulan ini.

    “Pak Presiden ratas membahas polusi udara di Jakarta. Saya mendukung kebijakan WFH sebagai dasar penguatan mengembalikan udara di Jakarta dan sekitarnya menjadi lebih baik,”  kata Daniel Johan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (15/8/2023).

    Polusi udara yang mengakibatkan memburuknya kualitas udara di Jakarta, menurut Johan, berdampak bagi kesehatan. 

    Baca: Ini yang dilakukan pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara.

    Sedangkan dalam rentang waktu Januari 2023 hingga Juni 2023, tercatat ada 638.291 kasus ISPA di Jakarta.

    Daniel mengatakan, kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan oleh negara.

    Baca: Sumber utama polusi udara di Jakarta adalah PLTU Batubara

    “Jadi, Pemerintah perlu mempertimbangkan cara untuk menekan dampak dari polusi udara dengan berbagai cara karena kesehatan adalah hak bagi setiap warganegara,” ujarnya.

    Dengan WFH, maka polusi udara yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor yang digunakan untuk bekerja bisa berkurang. Apalagi dari pengalaman sebelumnya, penerapan WFH juga tidak terlalu berdampak pada perekonomian. 

    Lebih lanjut, Kementerian Lingkungan Hidup diminta bekerja sama dengan instansi maupun stakeholder terkait untuk membuat rekayasa cuaca demi mengurangi dampak polusi udara.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah membahayakan

    Daniel mengatakan, kemarau panjang harus disiasati sehingga dampaknya tidak semakin lama dirasakan rakyat.

    “Bapak Presiden juga sudah memberi arahan agar segera dilakukan rekayasa cuaca. Kita tidak ingin kesehatan masyarakat terganggu yang akan berdampak terhadap produktivitas, termasuk di dunia kerja yang pada akhirnya berimbas ke perekonomian kita,” ucapnya.

    Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu juga mendorong agar transportasi massal diperbanyak dan bisa menjangkau ke seluruh wilayah.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tak selesaikan akar masalah polusi udara

    Sehingga, masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi sehingga akan  berdampak langsung pada kemacetan dan polusi udara.

    “Sekarang kan masalahnya, masih banyak transportasi massal yang tidak mendukung di berbagai daerah Jakarta. Ini juga menjadi kendala, bagaimana pemerintah menyiapkan transportasi yang terintegrasi sehingga menarik masyarakat untuk beralih ke transportasi umum,” ujarnya.

    Kuantitinya juga harus diperbanyak, untuk menunjang aktivitas warga Jakarta dan sekitarnya.

    “Jadi tidak ada lagi penumpukan penumpang. Kualitas juga harus dijaga, agar penumpang aman, nyaman dan tenang dalam bepergian di Jakarta,” tutupnya. 

    Baca: Jalan kaki yuk untuk kesehatan fisik dan mental

  • Sikapi Polusi Udara di Jakarta, Kemenparekraf Terapkan WFH 4:1

    Sikapi Polusi Udara di Jakarta, Kemenparekraf Terapkan WFH 4:1

    7cloud.asia – Menyikapi tingginya polusi udara di Jakarta, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

    Dalam seminggu, pegawai Kemenparekraf hanya diwajibkan satu hari datang ke kantor. WFH merupakan salah satu opsi jangka pendek yang dilakukan pemerintah untuk menyikapi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    WFH ini juga untuk menghindarkan para pegwai dari berbagai risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat polusi udara di Jakarta.

    Baca: Langkah pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    Seperti diketahui, polusi udara telah menyebabkan kondisi udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2023), Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan salah satu faktor yang membuat kualitas udara di Jakarta memburuk adalah tingginya emisi dari kendaraan bermotor.

    “Kita sudah turunkan instruksi hari ini. Dan pemikirannya 4-1, jadi cuma satu hari di kantor sampai situasi lebih terkendali,” jelas Sandiaga.

    Baca: Dampak polusi udara di Jakarta, dari ISPA hingga risiko serangan jantung

    Tetapi pegawai yang melaksanakan WFH adalah pegawai yang tidak berhubungan
    langsung dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa melakukan koordinasi dari
    rumah.

    Tak hanya sistem kerja WFH, Sandiaga juga mengimbau pegawai di Kemenparekraf untuk menggunakan transportasi umum saat hendak berangkat dan pulang bekerja di kantor.

    “Saya juga akan menggunakan kendaraan umum dan (olahraga) lari ke kantor sebagai upaya menurunkan polusi di Indonesia,” ungkapnya seperti dilansir situs Kemenparekraf.

    Baca: Polusi udara di Jakarta sudah membahayakan, pemerintah didesak segera bertindak

    Guna mengatasi polusi udara di Jakarta ini, Sandiaga  juga mendorong berbagai pihak untuk menyediakan ruang terbuka hijau dan penggunaan sumber energi ramah lingkungan di tujuan wisata di Indonesia.

    Sebab kualitas udara yang buruk juga dirasakan oleh para wisatawan juga.

    Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menganggap kebijakan WFH bukanlah solusi untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.

    Baca: Sumber utama polusi udara di Jakarta adalah batubara

    “Mengenai polusi udara ini, konteks jangka pendeknya bukan WFH,” ujar Trubus seperti yang dilansir Antara.

    Menurutnya sistem kerja WFH seperti obat yang tiba-tiba langsung dapat
    ‘menyembuhkan’ suatu masalah seperti polusi udara di Jakarta ini.

    Seharusnya, ujarnya, WFH tidak dilakukan oleh beberapa pihak saja. Tetapi harus merangkul semua pihak termasuk swasta dan harus dilakukan secara berkesinambungan.

    Baca: Polusi udara di Jakarta makin parah, apa kabar kebijakan pembatasan kendaraan bermotor?

    Hal yang tak kalah penting lainnya yang harus dilakukan pemerintah adalah
    melakukan uji emisi dan pembatasan usia kendaraan secara serius.

    “Terapkan uji emisi kalau bisa terapkan pembatasan usia kendaraan. Tapi itu juga
    butuh keberanian karena musuhnya adalah pelaku usaha mobil, mobil bekas, motor bekas,” katanya.

    Pemerintah provinsi DKI Jakarta sebenarnya sudah memiliki Peraturan Gubernur
    nomor 66 tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan bermotor.

    Namun, Pemprov DKI dianggap kurang serius menjalankan aturan ini. Ini yang membuat polusi udara di Jakarta terus memburuk.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Pengamat: Perlu Langkah Ekstrem untuk atasi Polusi Udara di Jakarta yang Sudah Ekstrem

    Pengamat: Perlu Langkah Ekstrem untuk atasi Polusi Udara di Jakarta yang Sudah Ekstrem

    7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya menjadi sorotan publik beberapa pekan ini.

    Hal ini karena polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan dan menyebabkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

     

    Ada beberapa faktor dinilai sebagai pemicu polusi di Jakarta dan sekitarnya di antaranya emisi dari kendaraan bermotor, aktivitas industri di Jakarta dan sekitarnya serta emisi PLTU batubara.

    Fahmy Radhi, dosen Sekolah Vokasi UGM sekaligus pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, mengakui ada 3 PLTU yang beroperasi di sekitar Jakarta yakni PLTU Suryalaya, PLTU Banten, dan PLTU Lontar.

    Baca: Polusi udara Jakarta sudah parah, Koalisi IBUKOTA desak pemerintah segera ambil tindakan

    Namun, menurutnya, emisi karbon ketiga PLTU itu sudah sangat rendah.

    Ketiganya sudah menekan di bawah ambang batas emisi sesuai ketentuan Peraturan Menteri (Permen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia No 15 Tahun 2019 tentang Baku Mutu Emisi.

    “Selama ini ketiga pembangkit itu sudah menerapkan teknologi Electrostatic System Precipitator (ESP) yang mengendalikan abu hasil proses pembakaran dan menjaring debu PM 2,5 sehingga tidak berhamburan yang mencemari udara,” ujar Fahmy seperti dikutip ugm.ac.id Rabu (16/8/2023).

    Dalam penilaiannya, ketiga PLTU itu juga menerapkan teknologi Low NOx Burner yang dapat menekan polusi NO2 sangat rendah, di bawah ambang batas ditetapkan Kementerian LHK.

    Baca: Ini yang terjadi jika Jakarta sukses batas kendaraan bermotor

    Dengan fakta ini, Fahmu menyebut asap kendaraan bermotor dan asap pabrik sebagai penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta.

    Karena polusi udara Jabotabek sudah sangat ekstrem, maka kebijakan pemerintah pun diharapkan juga harus ekstrem.

    Untuk menekan polusi dari kendaraan bermotor, pemerintah harus menerapkan kebijakan ganjil-genap kendaraan pribadi di seluruh wilayah Jabodetabek selama 24 jam.

    Kebijakan ini diharapkan akan mengurangi setengah dari jumlah kendaraan pribadi yang melaju di jalanan Jabodetabek.

    Baca: Apa kabar kebijakan pembatasan kendaraan bermotor di Jakarta

    Untuk mendukung kebijakan itu, Pemerintah DKI diharuskan menambah bus angkutan massal berbasis listrik.

    Pemerintah juga diminta untuk lebih serius lagi dalam pengembangan ekosistem Electric Vehicle atau kendaraan listrik.

    Sedang untuk mengatasi polusi udara dari asap pabrik, pemerintah harus menindak tegas perusahaan yang tidak mengolah limbah dan masih menghasilkan asap yang memperburuk polusi udara.

    “Semua itu harus ditempuh, tanpa kebijakan ekstrem, kita berharap banyak untuk mampu menekan laju polusi udara buruk dan tidak sehat di wilayah Jabodetabek,” terangnya.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tidak selesaikan akar masalah polusi udara di Jakarta

    Terpisah, dari Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, polusi udara di Jakarta biasanya meningkat saat kemarau (Juni-Agustus).

    Sumber polutan terbesar dari sektor transportasi (44 persen) dan sektor industri (31 persen). Karena itu ia menekankan, pentingnya transportasi berkelanjutan yang saat ini tidak dilakukan serius.

    Data yang dihimpun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, ada sekitar 25,5 juta kendaraan bermotor yang beroperasi di DKI Jakarta. Sebanyak 78 persen di antaranya merupakan sepeda motor.

    Sepeda motor menghasilkan beban beban pencemaran per penumpang paling tinggi dibandingkan mobil pribadi bensin dan solar, mobil penumpang, serta, bus. Efisiensi kendaraan sangat penting.

    Baca: Penggunaan batubara dinilai sumber utama polusi udara di Jakarta

    “Jadi, kalau naik bus, kontribusi pada CO2 akan lebih kecil dibandingkan sepeda motor dan mobil pribadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia beberapa waktu lalu.

    Mengutip data Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration Project Phase 2 (JUTPI-2) tahun 2018, total pergerakan di Jabodebatek 88,2 juta trip per hari, di dalam Jakarta ada 21,2 juta trip per hari (24,03 persen).

    Sedangkan untuk commuter, tercatat ada 6,4 juta trip per hari (7,26 persen), dan lainnya yang melintas di dalam sub urban sebanyak 60,6 juta trip per hari (68,71 persen).

    Dalam bermobilitas, sebanyak 15,1 persen menggunakan mobil pribadi, 72,65 persen sepeda motor dan sisanya 12,25 persen menggunakan angkutan umum (bus, kereta, ojek, taksi, dan bajaj).

    Baca: Langkah pemerintah untuk atasa polusi udara di Jakarta dan sekitarnya

    Djoko melihat, Kebijakan untuk atasi polusi udara di Jakarta terkesan berjalan sendiri-sendiri dan sepotong-sepotong.

    “Masing-masing kementerian bergerak dengan caranya sendiri tanpa memperhatikan data dan fakta yang sebenanya terjadi. Akhirnya, anggaran negara menjadi tidak tepat sasaran,” tandasnya.

     

    Kurangnya koordinasi antara Kemenkeu, Kementerian Perindustrian, Kemenhub, Kementerian LHK, Kemendagri dan BUMN membuat kebijakan untuk menyelesaikan persoalan polusi udara perkotaan tidak pernah tuntas.

    Djoko menyebut sebenarnya Negara punya dana cukup untuk mengatasi polusi udara ini. Yang belum ada, ujarnya, adalah koordinasi.

    Baca: DPR dukung WFH sebagai langkah jangka pendek atasi polusi udara di Jakarta

    Untuk mengatasi polusi udara ini, PT Inka sudah dapat memproduksi sejumlah bis listrik dan sudah digunakan saat perhelatan G20 harus dilibatkan.

    “Pemerintah dapat memesan sejumlah bis listrik untuk mengembangkan angkutan umum di perkotaan, termasuk Kota Jakarta,” ujarnya.

    Saat ini Trans Jakarta menargetkan penambahan setiap tahun bis listrik dengan memesan bus listrik produk luar negeri.

    Penambahan bus listrik itu menurut Djoko dapat dipesan dari PT Inka sebagai bentuk kecintaan terhadap produk dalam negeri.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan

    Bus listrik produksi PT INKA dapat menampung 19 hingga 25 penumpang serta memiliki kapasitas baterai 138 kWh dengan waktu pengisian daya 1 jam hingga 3 jam. Dengan kapasitas tersebut, bus listrik mampu menempuh jarak sejauh 160 kilometer.

    PT INKA juga memproduksi charger untuk bus listrik dengan merek SETRUM yang merupakan akronim Sustainable Energy to Rejuvenate the Environment. Charger tersebut memiliki input voltage 380 Vac dengan daya output maksimum 120 kW atau 60 kW x 2.

    Sebagian anggaran Insentif Kendaraan Listrik di Kementerian Perindustrian, Ujar Djoko, dapat dialihkan untuk pengadaan sejumlah bis listrik produk PT INKA.

    “Kemudian dioperasikan di kota-kota yang berpotensi menimbulkan polusi udara tinggi, termasuk di Bodetabek sehingga polusi udara yang ditimbulkan dari sektor transportasi bisa berkurang,” pungkasnya. 

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

  • Seperti Ini Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Ibu Hamil

    Seperti Ini Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Ibu Hamil

    7cloud.asia – Dalam tiga bulan bulan ini, polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan dan mengakibatkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

    Polusi udara seperti yang terjadi di Jakarta ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada ibu hamil. Bahkan dampaknya dapat menyebabkan kematian janin.

    Polusi udara yang terjadi di Jakarta antara lain diakibatkan gas buangan kendaraan bermotor, asap pabrik, debu dan asap rokok.

    Baca: Dampak polusi udara bagi kesehatan

    Gas buangan tersebut adalah karbon monoksida dan sulfur dioksida yang beracun. Gas ini berupa partikulat halus berdiameter 2,5 mikro atau lebih kecil.

    Dengan ukuran yang sangat kecil ini, maka partikel tersebut dapat menyusup ke dalam paru-paru dan masuk ke plasenta melalui aliran darah.

    Polusi udara juga bisa mengganggu kerja plasenta yang bertugas menyediakan oksigen, darah, dan nutrisi bagi janin dalam kandungan.

    Baca: Dalam jangka panjang polusi udara bisa memicu hipertensi

    Dikutip dari Alodokter, dampak polusi udara bagi kesehatan ibu hamil beserta janinnya salah satunya adalah peradangan rahim.

    Apabila seorang ibu hamil sering terpapar polusi udara, maka semakin tinggi juga
    risiko ia mengalami peradangan dalam rahim (intrauterine inflammation). Peradangan rahim ini dapat menyebabkan kelahiran prematur.

    Berdasarkan hasil sebuah penelitian, sebanyak 18 persen kasus kelahiran prematur disebabkan oleh polusi udara.

    Baca: Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi penyembuhan pasien asma

    Jika bayi lahir prematur, maka risiko kecacatan dan gangguan saraf menjadi lebih tinggi.

    Hasil studi lainnya menyebutkan bahwa ibu hamil yang terpapar polusi
    partikel tinggi selama trimester ketiga memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk
    melahirkan anak dengan autisme.

    Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa paparan polusi udara yang tinggi pada
    trimester pertama dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.

    Baca: Sikapi polusi udara di Jakarta, Kemenparekraf terapkan WFH 4:1

    Sementara itu, paparan yang tinggi pada trimester ketiga, dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth).

    Dampak polusi udara lainnya adalah bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal ini sering terjadi jika ibu hamil bekerja di luar ruangan.

    Racun pada udara yang tercemar dan lantas terhirup akan membuat bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan di bawah normal.

    Baca: Langkah pemerintah sikapi polusi udara di Jakarta

    Bagi ibu hamil sendiri, terutama yang menderita penyakit asma, polusi udara dapat memperburuk kondisi kondisi asmanya. Karena itu ibu hamil disarankan untuk tidak keluar rumah.

    Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina menyarakan agar ibu hamil untuk tidak keluar rumah.

    “Bagi para Ibu hamil, jika bisa stay at home (tetap di rumah) akan sangat baik. Anak-anak yang sekolah juga disarankan kembali mengenakan masker ketika keluar rumah,” ujar Elva Selasa (15/8/2023) seperti dikutip Republika. 

    Baca: DPR dukung penerapan WFH selama polusi udara di Jakarta

    (Nurakhmayani)

  • Polusi Udara akibat Kabut Asap Semakin Pekat, Pemkot Pontianak Terapkan Sekolah Online

    Polusi Udara akibat Kabut Asap Semakin Pekat, Pemkot Pontianak Terapkan Sekolah Online

    7cloud.asia – Polusi udara ternyata tak hanya dirasakan warga Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga di kota Pontianak Kalimantan Barat.

    Akibat tingginya polusi udara yang dipicu kabut asap, pemerintah kota Pontianak mulai Rabu (16/08/2023) menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). 

    Sistem PJJ karena polusi udara ini berlaku mulai tingkat TK hingga SMP  hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal ini untuk meminimalkan dampak polusi udara pada anak.

    Baca: DPR dukung pemberlakuan WFH untuk sikapi polusi udara di Jakarta

    Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pihaknya melihat perkembangan polusi udara selama tiga hari ini sangat mengkhawatirkan.

    “Terutama saat sore dan malam hari. Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mulai menetapkan untuk melaksanakan sekolah secara online mulai besok,” ujarnya Selasa (15/8/2023), seperti yang dikutip Antaranews.com 

    Keputusan ini menyusul angka kualitas udara pantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kota Pontianak yang sempat menyentuh kategori berbahaya pada Senin (14/8/2023) malam.

    Baca: Ini yang dilakukan pemerintah untuk atasi polusi udara di Jakarta

    Edi menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Pontianak.

    Edi menyebut titik api di Kota Pontianak sudah padam karena dilakukan pencegahan rutin. Sementara kabut asap yang sekarang masih menyelimuti merupakan asap kiriman dari titik api di luar daerah sekitar Kota Pontianak.

    “Sempat ada titik api, tapi kita padamkan segera. Kita sudah membentuk satgas mencegah kebakaran lahan, itu lebih efektif,” katanya.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan anak

    Pada kesempatan itu, Edi mengimbau warga untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika memang harus beraktifitas di luar ruangan.

    “Sementara ini tetap harus menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar,” ujarnya.

    Sementara itu, Profesor Meteorologi dan Klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edvin Aldrian mengatakan fenomena alam El Nino menjadi salah satu faktor penyebab polusi udara yang semakin pekat.

    Baca: Dampak polusi udara bagi ibu hamil

    “Betul (ada kaitannya dengan El Nino). Jadi biasanya karena berhubungan dengan kebakaran hutan,” kata Edvin kepada CNNIndonesia.com.

    Kondisi akan semakin parah dengan jarangnya hujan yang turun di suatu daerah. Akibatnya tidak ada wet deposition alias proses penting menghilangkan gas dan partikel dari atmosfer.”

    Karena tidak hujan, jadi dia banyak sekali polutan yang beredar di atmosfer,” ujarnya.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan

    El Nino adalah sebuah fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.

    Peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur ini menyebabkan pergeseran arah angin dan arus laut yang kemudian dinamai El Nino yang ditandai oleh kondisi cuaca yang lebih kering dan panas.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Cucu Ketua DPRD DKI Kena ISPA Gegara Polusi Udara

    Cucu Ketua DPRD DKI Kena ISPA Gegara Polusi Udara

    7cloud.asia – Dampak polusi udara di Jakarta terasa makin nyata. Cucu Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi yang harus dirawat di rumah sakit akibat Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

    “Terus terang, saya punya cucu juga kena (ISPA), jam 7 semalam masuk ke RS Bintaro gara-gara persoalan debu ini, polusi udara ini,” kata Prasetio kepada wartawan di Gedung DPRD DKI pada Rabu (16/08/2023).

    Cucunya tersebut mengalami gangguan pernafasan, batuk-batuk dan suaranya menjadi serak akibat terpapar polusi udara di Jakarta.

    Baca: Dampak polusi udara pada anak-anak

    Prasetio mengatakan tingginya polusi udara di Jakarta ia rasakan sendiri saat berangkat dari rumah melewati jalan Budi Kemuliaan.

    Saat perjalanan itu, Prasetio mengaku tidak bisa melihat gedung Balai Kota yang kelihatan cuma BUMN aja yang keliatan. Hal ini karena polusi udara di Jakarta sudah sangat parah.

    “Ini artinya itu asap debunya sudah sangat tinggi,” jelas Prasetio.

    Baca: Sumber utama poluis udara Jakarta adalah batubara

    Menurutnya polusi udara di Jakarta kali ini tidak bisa dianggap enteng. Semakin lama, kondisi polusi udaranya semakin buruk sehingga perlu segera diambil tindakan.

    Ini, ujarnya, sudah menjadi masalah serius karena berdampak pada kesehatan warga Jakarta dan sekitarnya.

    Karena itu, ia mengimbau agar warga dapat mengurangi aktifitas di luar ruangan dan mengenakan masker saat di luar ruangan.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tak sentuh masalah polusi udara di Jakarta

    “Saya juga kena loh mas. Mohon maaf teman-teman harus hati-hati, masker harus dipakai kalau keluar. Itu emang sudah parah. Saya juga agak ser-ser, takut juga ini,” ujar politikus PDI Perjuangan ini.

    ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat terpapar polusi udara.

    Selain ISPA, polusi udara juga bisa memicu penyakit jantung, kanker berbagai organ tubuh, gangguan reproduksi dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

    Baca: Jika pembatasan kendaraan berhasil, Jakarta bisa bebas macet dan polusi udara akan berkurang

    Pengamat Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Corie Indria Prasasti mengatakan, polusi udara memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan.

    “Terhadap kesehatan manusia, pajanan udara buruk yang mengandung polutan seperti partikel halus (PM 2.5), ozon. NO2, Hidrokarbon, CO2 dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk alergi pernapasan, asma, dan penyakit jantung,” ujarnya sebagaimana dikutip di laman resmi unair.ac.id.

    Penulis: Nurakhmayani

  • Dampak Polusi Udara di Jakarta, Kemenaker Masih Kaji Penerapan WFH

    Dampak Polusi Udara di Jakarta, Kemenaker Masih Kaji Penerapan WFH

    7cloud.asia – Menaker mengatakan, pihaknya masih mengkaji kemungkinan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) guna mengantisipasi polusi udara di Jakarta.

    “(Terkait polusi udara, red) Kita masih mendiskusikan. Kita belum sampai pada kesimpulan, belum sampai apakah itu imbauannya menteri, atau imbauannya swasta sendiri, atau nanti pemerintah provinsi,” jelas Menaker Ida Fauziah Rabu (16/08/2023) di Jakarta.

    Dilansir dari Antara, Ida memaparkan polusi udara merupakan permasalahan bersama yang perlu diselesaikan, agar tidak semakin memburuk.

    Baca: Ini yang dilakukan pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    “Tapi, saya kira memang polusi udara itu masalah yang harus kita atasi. Pilihannya kan di antaranya WFH. Kita terus diskusikan,” katanya. 

    Karena itu, lanjut Ida pihaknya masih mengkaji untuk memberikan surat imbauan kepada perusahaan-perusahaan swasta.

    “Tapi, itu menjadi wacana yang terus kita diskusikan. Tapi, harus dicarikan jalan keluar memang, jalan keluar bagaimana polusi udara ini tidak semakin buruk,” paparnya.

    Baca: Polusi udara di Jakarta dinilai sudah membahayakan kesehatan

    Sementara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah memutuskan akan menerapkan kebijakan WFH. 

    “Kita sudah turunkan instruksi hari ini. Dan pemikirannya 4-1, jadi cuma satu hari di kantor sampai situasi lebih terkendali,” ujar Menparekraf, Sandiaga Uno pada Selasa (15/8/2023).

    Pegawai yang melaksanakan WFH adalah pegawai yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa melakukan koordinasi dari rumah. 

    Baca: Atasi polusi udara di Jakarta, Kemenparekraf akan terapkan WFH 4:1

    WFH merupakan salah satu opsi yang diterapkan Pemerintah untuk mengantisipai permasalahan polusi udara di Jakarta.

    Seperti diketahui beberapa bulan terakhir polusi udara di Jakarta terus memburuk dan masuk kategori tidak sehat. 

    Presiden Jokowi telah mengintruksikan sejumlah langkah yang perlu menjadi perhatian seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk atasi polusi udara di Jakarta ini.

    Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tidak menyelesaikan akar masalah polusi udara di Jakarta

    “Yang pertama jangka pendek, secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik,” ujar Jokowi usai memimpin Ratas membahas masalah polusi udara di Jakarta, pada Senin (14/8/2023)

    Penulis: Nurakhmayani

  • PJJ dan WFH di Jakarta Akan Diujicobakan pada Senin Mendatang

    PJJ dan WFH di Jakarta Akan Diujicobakan pada Senin Mendatang

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) kapasitas 50 persen bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

    Namun pemberlakukan WFH dan PJJ tersebut bukan karena polusi udara di Jakarta, tapi karena Jakarta akan menjadi tuan rumah KTT ke-43 ASEAN.

    Baca: DPR Dukung penerapan WFH untuk terkait polusi udara di Jakarta

    ASEAN Summit atau KTT ASEAN akan digelar pada 5-7 September. Pemberlakuan WFH dan  PJJ bagi pelajar di DKI bertujuan untuk mengurangi kemacetan saat penyelenggaraan rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. 

    “Iya (PJJ dan WFH) untuk KTT ASEAN,” ujar Heru Budi usai rapat di Gedung Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat (18/8/2023).

    Baca: Kebijakan pemerintah atasi polusi udara di Jakarta

    Namun, Heru memastikan bahwa dia tidak akan memberlakukan PJJ selama tiga bulan ke depan sebagai langkah penanganan polusi udara di Jakarta yang kian memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

    Pun, dia tidak akan menerapkan WFH bagi ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta meski polusi udara di jakarta Dikatakan sangat buruk.

    Baca: Sikapi polusi udara di Jakarta, Kemenaker belum akan terapkan WFH

    Adapun pemberlakukan WFH dan PJJ di Jakarta ini akan efektif diberlakukan mulai 28 Agustus hingga 7 September, dan diujicobakan pada Senin (21/8/2023) mendatang.

    “Khusus KTT kita mulai, kalau DKI Jakarta saya minta Pak Sekda mulai uji coba di 28 Agustus masuk (WFH dan WFO) yaitu 50-50 persen,” kata Heru di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023) lalu.

    Baca: Kemenparekraf terapkan WFH 4:1

    Pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan diberlakukan bagi siswa yang bersekolah di sekitar berlangsungnya KTT ASEAN. yakni sebesar 50 persen PJJ dan 50 persennya lagi mengikuti pembelajaran luring di sekolah.

    “Terkait nanti dengan KTT ASEAN Pemda DKI karyawannya WFH dan WFO 50 persen-50 persen. Sekolah nanti juga sama,” ujar Heru.

    Baca: Polusi udara bisa memicu hipertensi

    Sementara bagi karyawan swasta, kebijakan WFH sifatnya hanya imbauan. Kebijakan diserahkan kepada masing-maisng perusahaan.

    “Nanti untuk imbauan yang swasta silahkan saja pemilik (perusahaan) masing-masing (yang memutuskan),” kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta.

    Baca: Dampak polusi udara bagi kesehatan, dari ISPA hingga serangan jantung

     

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Kampanye Simpatik Ganjar Pranowo hingga Polusi Udara Jakarta

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Kampanye Simpatik Ganjar Pranowo hingga Polusi Udara Jakarta

    7cloud.asia – Kampanye simpatik capres yang diusung PDI Perjuangan dan polusi udara di Jakarta menjadi perhatian publik dalam sepekan ini sehingga menjaid berita terpopuler di 7cloud.asia.

    Berikut lima berita terpopuler dalam sepekan terakhir, dimulai dari kampanye simpatik Ganjar Pranowo.

    1. Kampanye Simpatik Ganjar Pranowo tuai apresiasi

    Tidak menampilkan foto capres dengan tangan mengepal atau ekspresi wajah yang formal, baliho capres Ganjar Pranowoini tampil lebih soft.

    Baliho yang ditemukan di sejumlah kota itu menampilkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung PDIP sedang menghormat pada lukisan-lukisan pahlawan bangsa–dari Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, hingga dwitunggal Soekarno-Hatta dengan headline “Lanjutgan!”.

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. Petani Ciamis mulai rasakan dampak El Nino

    Lisnawati, petani padi di Dusun Batukurung, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Ciamis mengeluh panen padinya menurun akibat dampak El Nino.

    Pada musim panen bulan Juli lalu, ia hanya mampu memanen gabah kurang dari 2 ton dari 11 petak sawah yang ia miliki. Padahal biasanya hasil panennya
    mencapai 4 ton.

    Kondisi ini akibat adanya serangan hama tikus yang menggerogoti batang padi milik petani

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Bukan asap knalpot, sumber utama polusi udara di Jakarta adalah PLTU batubara

    Lembaga independen yang melakukan penelitian soal polusi udara, CREA, menyebutkan pencemaran lintas batas dari Provinsi Banten dan Jawa Barat merupakan kontributor utama polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Menurut CREA, kontributor polusi udara di Jakarta dan sekitarnya paling tinggi berasal dari sektor industri energi pembangkit listrik (PLTU batubara) dan manufaktur.

    Hingga saat ini, setidaknya ada 16 PLTU batubara yang berada tak jauh dari Jakarta yang diduga menjadi kontributor polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Merajut asa dari kerajinan bungkus kopi sachet

    Usia yang tak lagi muda tidak menghalangi Mak Oyoh untuk membuat kerajinan karpet, taplak, dll dari sampah bungkus kopi sachet.

    Dari bekas bungkus kopi sachet inilah pundi-pundinya mengalir untuk perempuan berumur 70 tahun warga desa Kawasen, Cimais Jawa Barat itu.

    Kepada 7cloud.asia sore itu, Mak Oyoh mengatakan ia mulai menekuni kerajinan dari bungkus kopi sachet ini sejak tiga  tahun lalu. Dari sana ia mendapat penghasilan Rp 500 ribu sebulan.

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Koalisi IBUKOTA desak pemerintah seriusi polusi udara di Jakarta

    Koalisi IBUKOTA mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengatasi masalah polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

    Terkait polusi udara di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) ini, pemerintah diminta tak lagi menunda tanggung jawab dengan menggunakan upaya hukum.

    Polusi udara mengakibatkan kualitas udara di Jabodetabek dan Bandung dalam beberapa bulan terakhir masuk kategori tidak sehat. Menurut data IQAir, sejak Mei lalu, Jakarta konsisten masuk 10 besar kota terpolusi di dunia. 

     

    Baca berita selengkapnya di sini