Tag: gaza

  • Greenpeace Asia Tenggara Dorong Dampak Konflik Gaza terhadap Lingkungan Dibahas di UNEA

    Greenpeace Asia Tenggara Dorong Dampak Konflik Gaza terhadap Lingkungan Dibahas di UNEA

    7cloud.asia – Greenpeace Asia Tenggara juga mendesak peserta pertemuan agar dampak invasi militer dan konflik bersenjata terhadap lingkungan hidup dibahas dalam Majelis Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Assembly/UNEA) di Kenya pada akhir tahun nanti.

    Desakan ini disampaikan di Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, tepatnya pertemuan para menteri dan pemangku kebijakan di bidang lingkungan hidup di Asia Pasifik, yang berlangsung di Nadi, Fuji pada akhir Agustus lalu.

    Forum ini diselenggarakan Badan PBB untuk Lingkungan Hidup (UNEP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Fiji

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana lebih dari 50 miliar dolar

    Forum ini mempertemukan pemerintah negara-negara, organisasi antarpemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya di Asia Pasifik untuk membahas masalah lingkungan hidup dan krisis iklim.

    Hasil dari forum ini akan dibawa ke pertemuan dua tahunan Majelis Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Assembly) yang bakal dihelat di Kenya pada Desember mendatang.

    Senior Regional Campaign Strategist untuk Greenpeace Asia Tenggara, Rayhan Dudayev mengatakan, tekanan untuk gencatan senjata dan perdamaian perlu diintegrasikan dengan pemulihan lingkungan dan upaya membangun ketahanan.

    Hal ini penting untuk negara dan masyarakat yang menjadi korban serangan militer.

    Baca: Anak-anak Gaza terancam jadi “generasi hilang” akibat perang

    Konflik bersenjata di banyak tempat di dunia, apalagi genosida yang terjadi di Gaza yang diperparah dengan bungkamnya komunitas internasional yang sebenarnya punya kekuatan untuk menghentikan kekejaman Israel

    Kekejaman Israel di Gaza telah jelas menghancurkan ekosistem dan melanggar hak asasi atas lingkungan hidup yang sehat.

    Forum ini harus mengingat kembali kajian awal yang diluncurkan UNEP pada Juni 2024. Laporan tersebut menyatakan bahwa serangan militer Israel ke Gaza telah menimbulkan dampak-dampak ekologis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    “Masyarakat Gaza menghadapi risiko meningkatnya kerusakan tanah, air, dan polusi udara, serta kerusakan ekosistem yang tak bisa dipulihkan. Semua itu memperburuk penderitaan yang mereka tanggung akibat operasi militer Israel,” tambah Rayhan.

      

  • Jumlah Korban Meninggal Akibat Malnutrisi di Gaza Terus Bertambah, Total Menjadi 404 Orang

    Jumlah Korban Meninggal Akibat Malnutrisi di Gaza Terus Bertambah, Total Menjadi 404 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban meninggal akibat malnutrisi di Jalur Gaza akibat blokade Israel terus bertambah. Kementerian Kesehatan Gaza, dalam pernyataan yang dirilis Rabu (10/9/2025) menyebut total 404 orang meninggal akibat kelaparan, termasuk 141 anak.

    “Dalam 24 jam terakhir Kementerian Kesehatan Gaza telah mencatat lima kematian akibat kelaparan dan malnutrisi, salah satunya adalah anak-anak. Dengan demikian, total korban jiwa menjadi 404, termasuk 141 anak,” demikian pernyataan tersebut.

    Sepanjang Agustus 2025, sebanyak 185 orang meninggal akibat malnutrisi atau kelaparan di Gaza, rekor bulanan tertinggi sejak Zionis Israel memperketat blokade terhadap Gaza pada Maret lalu.

    Saat ini terdapat 43.000 balita dan lebih dari 55.000 ibu hamil dan menyusui menderita malnutrisi, menurut otoritas setempat.

    Baca: Ratusan ribu anak Gaza menderita malnutrisi

    Pada 22 Agustus Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengonfirmasi tingkat bencana kelaparan di Jalur Gaza untuk pertama kalinya sejak awal konflik 2023.

    Menurut Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu PBB (IPC), terdapat 5 fase malnutrisi, dengan fase 3 hingga 5 menandai krisis pangan akut.

    Analisis terbaru menunjukkan bahwa kondisi di Jalur Gaza cukup untuk dinyatakan sebagai kategori kelaparan paling ekstrem, kata WFP.

    Pada akhir September, lebih dari 640.000 orang di seluruh wilayah Palestina diperkirakan akan menghadapi tingkat bencana kerawanan pangan, yang diklasifikasikan sebagai Fase 5.

    Baca: Anak-anak Gaza terancam jadi “Generasi Hilang” akibat perang

    Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk setelah Zionis Israel menolak bekerja sama dengan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, yang bertanggung jawab atas pasokan bantuan kepada Palestina selama puluhan tahun.

    Ratusan pusat distribusi bantuan UNRWA ditutup dan digantikan dengan empat pusat distribusi yang dikelola Dana Kemanusiaan Gaza yang didukung AS dan Israel.

    Otoritas Gaza mengungkapkan bahwa hingga kini pasukan Israel kerap menembaki warga Palestina yang mengantre untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • PM Inggris, Keir Starmer dan Trump Sepakat untuk Mendorong Perdamaian di Gaza

    PM Inggris, Keir Starmer dan Trump Sepakat untuk Mendorong Perdamaian di Gaza

    7cloud.asia – Inggris dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk mendorong perdamaian dan peta jalan menuju penyelesaian konflik di Timur Tengah, menyusul situasi di Gaza yang disebutnya “tak tertahankan.”

    Hal ini diungkap dalam Konferensi pers setelah pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dengan Presiden AS Donald Trump, Kamis (18/9/2025) di Buckinghamshire, London Inggris.

    Dalam kesempatan itu, Starmer mengatakan kondisi Jalur Gaza serta rencana Inggris untuk mengakui negara Palestina turut menjadi pembahasan.

    Baca: Majelis Umum PBB rilis Deklarasi New York mendukung solusi dua negara, Palestina dan Israel

    Ia kembali menegaskan seruan Inggris agar para sandera segera dibebaskan dan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza.

    “Kami sepenuhnya sepakat tentang perlunya perdamaian dan peta jalan, karena situasi di Gaza sudah tak dapat ditoleransi,” kata Starmer.

    Starmer menuding Hamas tidak menginginkan solusi dua negara, perdamaian, maupun gencatan senjata di Gaza. Ia juga menekankan bahwa waktu pengakuan negara Palestina oleh Inggris “tidak ada kaitannya” dengan kunjungan kenegaraan Trump.

    Baca: Inggris bakal akui Palestina jika Israel tak perbaiki kondisi di Gaza

    Pada Juli lalu, Starmer menyatakan Inggris akan mengakui negara Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pada September, kecuali Israel mengambil langkah nyata untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

    Inggris juga mensyaratkan Israel menyetujui gencatan senjata di Gaza.

    Mengutip sejumlah sumber pemerintah, koran The i Paper, Rabu (17/9/2025) melaporkan bahwa Inggris akan secara resmi mengakui Palestina akhir pekan ini setelah Trump menuntaskan kunjungan kenegaraannya.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Israel Intensifkan Serangan Udara ke Gaza

    Israel Intensifkan Serangan Udara ke Gaza

    7cloud.asia – Pasukan Israel mengintensifkan serangan udara dengan frekuensi tinggi, rata-rata satu serangan setiap delapan hingga sembilan menit, pada Kamis (25/9/2025).

    Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric, mengutip data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan bahwa selama 24 jam terakhir operasi Israel meningkat pesat dengan dampak besar pada penduduk sipil.

    Dujarric memperingatkan konsekuensi menghancurkan bagi warga sipil di Gaza akibat serangan Israel tersebut.

    Menurut pemantauan PBB, sekitar 16.500 orang terpaksa mengungsi dari Gaza Utara ke Gaza Selatan dalam sehari, khususnya pada Kamis (25/9/2025).

    Baca: Aksi “walk out” saat Benjamin Netanyahu pidato di Sidang Umum PBB

    Petugas bantuan masih berada di jalur pengungsian untuk memberi pertolongan pertama, dukungan psikososial, merujuk ke layanan khusus jika perlu, dan menyampaikan informasi risiko bahan peledak kepada pengungsi baru.

    Namun, Dujarric memperingatkan bahwa tantangan di lapangan semakin berat.

    Meski telah ada upaya tersebut, ratusan ribu orang tetap tinggal di Kota Gaza di tengah kondisi tidak aman. Mereka sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan karena layanan penting banyak yang ditutup atau harus direlokasi.

    Baca: Deklarasi New York dukung solusi dua negara

    Mengenai pembatasan akses bantuan oleh otoritas Israel, Dujarric menyebut dari 15 upaya koordinasi yang diajukan untuk mendukung warga di berbagai wilayah Gaza, hanya tujuh yang difasilitasi sepenuhnya pada hari Kamis.

    PBB mendesak Israel agar memfasilitasi penuh operasi kemanusiaan, termasuk pergerakan bantuan tanpa hambatan masuk dan melintasi Jalur Gaza.

    Di Tepi Barat yang diduduki, lebih dari 3.000 warga Palestina, setengahnya anak-anak, telah mengungsi akibat serangan pemukim ilegal dan pembatasan akses oleh Israel sejak Oktober 2023.

    Sumber: Antaranews/Anadolu

  • Hebatnya Dampak Lingkungan Akibat Perang di Gaza

    Hebatnya Dampak Lingkungan Akibat Perang di Gaza

    7cloud.asia – Hampir dua tahun dilanda konflik, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah dan belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza.

    Laporan baru dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation Environment Programme/UNEP) menyebut, perang di Gaza telah merusak vegetasi, tanah, pasokan air tawar, dan garis pantainya.

    Dampak Lingkungan dari konflik Gaza, yang dirilis 23 September 2025, menyatakan bahwa pemulihan dari sebagian kerusakan lingkungan tersebut dapat memakan waktu puluhan tahun.

    Penilaian ini dilakukan sebulan setelah panel ahli independen menetapkan bahwa sebagian wilayah Gaza berada dalam kondisi kelaparan.

    “Mengakhiri penderitaan manusia yang telah melanda Gaza harus menjadi prioritas utama,” kata Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP.

    Baca: Greenpeace desak dampak lingkungan konflik Gaza dibahas di UNEA

    UNEP melihat pemulihan sistem air tawar dan membersihkan puing-puing untuk memungkinkan akses kemanusiaan dan memulihkan layanan penting sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa di Gaza

    “Pemulihan vegetasi, ekosistem air tawar, dan tanah juga akan sangat penting untuk ketahanan pangan dan air, serta untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Gaza.” imbuhnya.

    Di antara temuan utama laporan UNEP tersebut adalah:
    Pertama, pasokan air bersih di Gaza sangat terbatas dan sebagian besar yang tersisa tercemar.

    Kedua, runtuhnya infrastruktur pengolahan limbah, rusaknya sistem perpipaan, dan penggunaan lubang pembuangan limbah untuk sanitasi kemungkinan besar telah meningkatkan kontaminasi akuifer yang memasok sebagian besar air ke Gaza.

    Wilayah laut dan pesisir juga kemungkinan terkontaminasi, meskipun pengujian saat ini belum memungkinkan.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh 50 miliar dolar lebih

    Ketiga, krisis air telah berkontribusi pada lonjakan penyakit menular, termasuk kasus diare berair akut (yang meningkat 36 kali lipat) dan sindrom penyakit kuning akut, yang merupakan indikasi hepatitis A, (yang meningkat 384 kali lipat).

    Keempat, Sebagian besar vegetasi Gaza telah hancur. Sejak 2023, daerah kantong tersebut telah kehilangan 97 persen tanaman pohonnya, 95 persen semak belukarnya, dan 82 persen tanaman tahunannya. Produksi pangan dalam skala besar tidak memungkinkan.

    Hal ini terjadi ketika lebih dari 500.000 orang di Gaza menghadapi kondisi kelaparan, dengan sekitar 1 juta lainnya mengalami darurat pangan.

    Kelima, sekitar 78 persen dari sekitar 250.000 bangunan di Gaza telah rusak atau hancur. Hal ini telah menghasilkan 61 juta ton puing – volumenya kira-kira setara dengan 15 Piramida Agung Giza atau 25 Menara Eiffel.

    Sekitar 15 persen dari puing ini berpotensi terkontaminasi asbes, limbah industri, atau logam berat jika aliran limbah tidak dipilah secara efektif sejak dini.

    Keenam, Hilangnya vegetasi dan pemadatan akibat aktivitas militer telah memengaruhi struktur tanah dan mengurangi kemampuannya menyerap air, meningkatkan risiko limpasan dan banjir, serta mengurangi pengisian ulang air tanah.

    Baca: Butuh waktu belasan tahun untuk singkirkan puing bangunan di Gaza

  • Kerusakan Lingkungan Akibat Perang di Gaza Sangat Parah, Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Pemulihan

    Kerusakan Lingkungan Akibat Perang di Gaza Sangat Parah, Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Pemulihan

    7cloud.asia – Program Lingkungan PBB (United Nation Environment Programme/UNEP) baru-baru ini merilis laporan mengenai hasil pemantauan kerusakan akibat konflik di Gaza, Palestina.

    Laporan ini disusun atas permintaan Palestina. Ini merupakan yang kedua kalinya sejak Oktober 2023 UNEP melakukan penilaian lingkungan terhadap kerusakan akibat konflik di Gaza.

    Karena kendala keamanan, staf UNEP tidak dapat melakukan perjalanan ke Gaza. Penilaian dilakukan melalui kombinasi penginderaan jarak jauh, termasuk analisis citra satelit, dan observasi lapangan oleh badan-badan PBB lainnya.

    Hampir dua tahun dilanda konflik, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah dan belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza.

    Baca: Hebatnya dampak lingkungan yang dipicu perang Gaza

    Laporan terbaru UNEP ini menyebut, perang di Gaza telah merusak vegetasi, tanah, pasokan air tawar, dan garis pantainya. Pemulihan dari kerusakan lingkungan di Gaza tersebut dapat memakan waktu puluhan tahun.

    Berdasarkan hampir semua ukuran, lingkungan wilayah Gaza telah memburuk secara drastis sejak penilaian terakhir pada Juni 2024.

    Misalnya, jumlah puing telah meningkat 57 persen dan sekarang 20 kali lebih besar daripada total puing yang dihasilkan oleh semua konflik di Gaza sejak 2008.

    “Situasinya semakin memburuk, Jika ini terus berlanjut, akan meninggalkan warisan kerusakan lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan generasi penduduk Gaza.” ujar Direktur Eksekutif UNEP, Inger andersen seperti dikutip di laman resmi UNEP.

    Baca: Greenpeace mendesak dampak lingkungan akibat perang Gaza dibahas di UNEA

    Laporan ini merupakan bagian dari upaya UNEP yang lebih luas untuk membantu negara-negara mengatasi dampak lingkungan akibat bencana dan konflik. Sejak 1999, UNEP telah mendukung lebih dari 40 negara yang terdampak krisis.

    Penilaian tersebut mencakup 30 rekomendasi untuk memulihkan kerusakan lingkungan Gaza. Rekomendasi tersebut meliputi rekonstruksi cepat infrastruktur air dan pembuangan limbah.

    Juga pengujian sistematis tanah Gaza untuk kontaminasi, pembuangan – dan sedapat mungkin didaur ulang – puing-puing, dan pembuangan amunisi yang aman.

    Penilaian tersebut menyatakan bahwa pemulihan lingkungan Gaza akan bergantung pada perencanaan yang cermat, inklusif, dan berbasis sains.

  • Foto Presiden Prabowo Tercantum dalam Baliho Pro-Israel, Ini Tanggapan Kemlu

    Foto Presiden Prabowo Tercantum dalam Baliho Pro-Israel, Ini Tanggapan Kemlu

    7cloud.asia – Warganet dihebohkan oleh foto baliho terkait kampanye Koalisi Israel yang menyertakan foto Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

    Dalam unggahan akun X @AbrahamShield25, tertulis bahwa Koalisi Israel untuk Keamanan Regional telah meluncurkan kampanye papan reklame baru yang mendesak pemerintah untuk mendukung inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan memperluas Perjanjian Abraham.

    Dalam baliho itu, bersanding foto Presiden Trump, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu, para pemimpin Arab, Presiden Indonesia serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

    Pesan berbunyi: “Yes to Trump’s Plan – GET IT DONE” tertulis dalam baliho yang dipasang di sejumlah titik di Israel.

    Baca: Mengapa Prabowo tidak menggunakan frasa ‘genosida’ saat berbicara krisis di Gaza

    Koalisi tersebut—sebuah kelompok non-partisan yang terdiri dari 120 lebih pemimpin senior keamanan, kebijakan, dan ekonomi Israel—mengatakan usulan Trump sebagai langkah yang serius dan bertanggung jawab untuk menyelesaiakan konflik di Gaza.

    Usulan Trump ini juga diklaim akan mengubah kemajuan militer Israel menjadi terobosan diplomatik strategis dan menciptakan realitas baru di Gaza—tanpa Hamas.

    Menanggapi baliho ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa sikap Indonesia tidak berubah.

    Indonesia tidak akan mengakui dan melakukan normalisasi dengan Israel, kecuali Israel terlebih dahulu mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.

    Baca: Aksi “walk out” saat Benjamin Netanyahu sampaikan pidato

    Disebutkan, posisi Indonesia sangat clear dalam hal ini, yakni mengakui solusi dua negara.

    “Bahwa Indonesia tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya,kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” kata juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang.

    Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/9/2025), Yvonne mengatakan hal itu juga telah ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri bahwa visi apa pun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

    Namun, dalam pernyataannya Yvonne tidak menyebut keberatan pemerintah atas pencantuman foto Presiden Prabowo dalam baliho tersebut.

  • Trump Umumkan 20 Poin Penyelesaian Konflik Gaza, Tetapi Tetap Menolak Mengakui Negara Palestina

    Trump Umumkan 20 Poin Penyelesaian Konflik Gaza, Tetapi Tetap Menolak Mengakui Negara Palestina

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Senin (29/9/2025) waktu setempat mengumumkan rencana damai 20 poin yang disebutnya dapat mengakhiri perang genosida Israel di Jalur Gaza.

    Rencana Trump itu juga mencakup pembebasan seluruh sandera yang ditahan kelompok perlawanan Hamas di Gaza yang merupakan wilayah kantong Palestina tersebut.

    “Sore ini, setelah konsultasi intensif dengan mitra di kawasan, saya resmi merilis prinsip-prinsip perdamaian yang, saya harus katakan, banyak disukai orang,” kata Trump dalam konferensi pers bersama PM Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

    Trump menyatakan bahwa satu-satunya pihak yang belum menyetujui rencananya adalah Hamas, meski belum jelas apakah kelompok pejuang kemerdekaan Palestina itu telah menerima dokumen tersebut sebelum diumumkan secara resmi.

    “Pihak lain sudah setuju. Tapi saya rasa kita akan mendapat jawaban positif. Kalau tidak, seperti Anda tahu Bibi (nama panggilan Netanyahu), kami akan mendukung penuh apa pun langkah yang perlu Anda ambil,” ujarnya.

    Baca: Aksi walk out aaat Benjamin Netanyahu sampaikan pidato

    Rencana Trump mencakup transformasi Gaza menjadi “zona bebas teror yang tidak mengancam negara tetangga,” sekaligus mendorong pembangunan kembali wilayah tersebut demi warga Gaza.

    Jika disepakati kedua pihak, perang akan dihentikan segera, pasukan Israel mundur ke posisi yang disepakati, dan operasi militer ditangguhkan hingga syarat penarikan bertahap dipenuhi.

    Dalam 72 jam sejak persetujuan Israel, seluruh sandera, hidup maupun tewas, harus dikembalikan.

    Israel juga akan membebaskan 250 napi seumur hidup dan 1.700 tahanan Gaza pasca-serangan 7 Oktober 2023. Untuk setiap jenazah sandera Israel, 15 jenazah warga Gaza akan dikembalikan.

    Anggota Hamas yang bersedia hidup damai dan menyerahkan senjata akan diberi amnesti. Sementara yang ingin keluar dari Gaza akan difasilitasi ke negara penerima.

    Baca: 142 Negara mendukung kemerdekaan Palestina

    “Bantuan kemanusiaan penuh akan segera dikirim ke Gaza,” kata Gedung Putih, dengan distribusi dilakukan oleh PBB, Bulan Sabit Merah, dan lembaga independen lainnya, tanpa campur tangan pihak bertikai.

    Bantuan mencakup rehabilitasi infrastruktur, rumah sakit, roti, dan alat berat untuk membersihkan puing-puing, sesuai kesepakatan 19 Januari.

    Trump juga mengusulkan pembentukan badan transisi bernama board of peace yang akan ia pimpin. Tony Blair dan sejumlah pemimpin dunia disebut akan bergabung.

    “Para pemimpin Arab dan Israel meminta saya memimpin ini, jadi ketuanya adalah Presiden Donald J. Trump dari Amerika Serikat,” katanya.

    Badan ini akan bekerja sama dengan Bank Dunia dan lembaga internasional lainnya untuk membentuk pemerintahan baru yang terdiri atas warga Palestina dan pakar global.

    Baca: PBB mengkhawatirkan peluang terwujudnya dua negara Palestina dan Israel

    Trump mengaskan bahwa Hamas dan kelompok teroris lain tidak akan terlibat, baik langsung maupun tidak, dalam pemerintahan Gaza.

    Trump juga menyebut bahwa Netanyahu menolak tegas ide pembentukan negara Palestina.

    “Beberapa negara secara gegabah mengakui negara Palestina. Beberapa kawan kita di Eropa. Mereka orang baik, tapi saya rasa mereka lelah dengan konflik puluhan tahun ini,” kata Trump.

    Israel telah melancarkan perang genosida hampir dua tahun di Gaza dengan dukungan penuh dari pemerintahan Biden dan Trump, termasuk pasokan senjata ofensif tanpa hambatan serta enam kali penggunaan hak veto AS di Dewan Keamanan PBB untuk menggagalkan resolusi gencatan senjata.

    Lebih dari 66.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, tewas. Sebagian besar wilayah Gaza kini hancur. Kondisi ini memicu pengungsian massal, krisis pangan dan air bersih, serta penyebaran penyakit.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Palestina Sambut Positif Usulan Perdamaian Trump untuk Akhiri Perang di Gaza

    Palestina Sambut Positif Usulan Perdamaian Trump untuk Akhiri Perang di Gaza

    7cloud.asia – Otoritas Palestina menyambut baik upaya Presiden AS, Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza yang sudah berlangsung hampir dua tahun.

    Dalam pernyataannya, otoritas Palestina juga menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama dengan Washington dan pihak-pihak terkait lainnya guna mencapai perdamaian di Gaza.

    “Negara Palestina menyambut baik upaya tulus dan penuh tekad Presiden Donald J. Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan menegaskan keyakinannya atas kemampuannya untuk menemukan jalan menuju perdamaian,” demikian pernyataan kepresidenan yang dikutip oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA.

    Kepresidenan Palestina menekankan pentingnya kemitraan dengan Washington dalam mencapai perdamaian regional dan memperbarui “komitmen bersama untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, negara-negara di kawasan, dan mitra untuk mengakhiri perang di Gaza melalui perjanjian yang komprehensif.”

    Baca: Trump usulkan 20 poin penyelesaian konflik Gaza

    Menurut pernyataan tersebut, diperlukan kesepakatan komprehensif untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang memadai ke Gaza, pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina

    Juga pembentukan mekanisme untuk melindungi rakyat Palestina, dan penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza.

    Hal ini juga akan memastikan penyatuan daratan dan institusi Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan mengakhiri pendudukan.

    Langkah ini membuka jalan menuju perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara, di mana Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat hidup berdampingan dengan Negara Israel dalam keamanan, perdamaian, dan hubungan bertetangga yang baik sesuai legitimasi internasional, tambah pernyataan tersebut.

    Baca: 142 Negara dukung Palestina merdeka

    Sebelumnya pada Senin (29/9/2025), Presiden AS mengumumkan rencana 20 poin untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza yang terkepung dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Rencana tersebut mencakup pembebasan tawanan Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina, pelucutan senjata Hamas sepenuhnya, dan pembentukan komite Palestina yang teknokratis dan apolitis untuk memerintah wilayah tersebut.

    Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 66.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Pengeboman yang tak henti-hentinya telah membuat daerah kantong itu tidak dapat dihuni dan menyebabkan kelaparan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Hamas Setujui Usulan Trump, Tapi Menolak Serahkan Senjata

    Hamas Setujui Usulan Trump, Tapi Menolak Serahkan Senjata

    7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyetujui usulan Presiden AS Donald Trump soal gencatan senjata di Jalur Gaza. Namun kesepakatan Hamas itu tidak mencakup penyerahan senjata.

    Juru bicara Hamas di Lebanon, Walid Kilani, mengatakan pada Sabtu (4/10/2025) bahwa penyerahan senjata hanya mungkin dilakukan setelah berdirinya negara Palestina yang berdaulat dan memiliki tentara nasional.

    Dia menegaskan bahwa Hamas tidak pernah mempertimbangkan untuk menyerahkan senjatanya dan tidak pernah mengaitkan hal itu dengan persetujuannya pada syarat-syarat perjanjian.

    “Sikap kami jelas dan tegas: selama pendudukan berlanjut, perlawanan akan terus ada. Penyerahan senjata hanya mungkin dilakukan setelah negara Palestina yang berdaulat berdiri dengan kewenangan penuh dan tentara nasional yang mampu melindungi rakyat Palestina,” kata Kilani.

    Baca: Trump usulkan 20 poin penyelesaian konflik Gaza

    Dia menambahkan, poin utama usulan Presiden Trump tetaplah gencatan senjata di Jalur Gaza, sementara Hamas bersedia membahas syarat-syarat lainnya.

    “Fokus utama gerakan ini adalah gencatan senjata, sementara soal lain bisa dibicarakan dan disepakati. Karena itu, kesepakatan gencatan senjata juga mencakup klausul yang melarang pengusiran warga Palestina dari tanah mereka,” kata Kilani.

    Soal siapa yang memerintah Jalur Gaza, kata dia, harus diputuskan oleh seluruh bangsa Palestina, bukan hanya Hamas.

    “Kesepakatan atas poin-poin tertentu dari rencana Washington hanya dicapai selama sesuai dengan tuntutan dan aspirasi rakyat Palestina, tanpa menyentuh prinsip lain — khususnya isu perlucutan senjata dan kendali atas Jalur Gaza, karena keputusan itu adalah milik seluruh rakyat Palestina, bukan hanya Hamas,” katanya.

    Baca: 142 Anggota PBB dukung Palestina merdeka

    Sementara, tentara Israel mengabaikan desakan Trump untuk segera menghentikan serangan ke Gaza setelah kelompok perlawanan Hamas menyatakan setuju untuk membebaskan sandera Israel seperti yang dia usulkan.

    Serangan Israel menewaskan lima warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan, dan melukai lainnya dalam serangan di Jalur Gaza pada Sabtu (4/10/2025).

    Dalam seruannya, Trump mengatakan dia percaya kelompok Hamas “siap untuk perdamaian abadi.”

    Sumber-sumber medis dan saksi mata mengatakan meski ada desakan Trump, pasukan Israel masih menyerang dua rumah di Kota Gaza dan kamp pengungsi Nuseirat yang menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya.

    Serangan udara dan darat pasukan Israel juga berlanjut di seluruh Kota Gaza dan Khan Younis di wilayah selatan.

    Sumber: Antaranews.com/Spuntik-RIA Novosti-OANA-Anadolu