Kerusakan Lingkungan Akibat Perang di Gaza Sangat Parah, Butuh Waktu Puluhan Tahun untuk Pemulihan

Written by

in

7cloud.asia – Program Lingkungan PBB (United Nation Environment Programme/UNEP) baru-baru ini merilis laporan mengenai hasil pemantauan kerusakan akibat konflik di Gaza, Palestina.

Laporan ini disusun atas permintaan Palestina. Ini merupakan yang kedua kalinya sejak Oktober 2023 UNEP melakukan penilaian lingkungan terhadap kerusakan akibat konflik di Gaza.

Karena kendala keamanan, staf UNEP tidak dapat melakukan perjalanan ke Gaza. Penilaian dilakukan melalui kombinasi penginderaan jarak jauh, termasuk analisis citra satelit, dan observasi lapangan oleh badan-badan PBB lainnya.

Hampir dua tahun dilanda konflik, telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah dan belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza.

Baca: Hebatnya dampak lingkungan yang dipicu perang Gaza

Laporan terbaru UNEP ini menyebut, perang di Gaza telah merusak vegetasi, tanah, pasokan air tawar, dan garis pantainya. Pemulihan dari kerusakan lingkungan di Gaza tersebut dapat memakan waktu puluhan tahun.

Berdasarkan hampir semua ukuran, lingkungan wilayah Gaza telah memburuk secara drastis sejak penilaian terakhir pada Juni 2024.

Misalnya, jumlah puing telah meningkat 57 persen dan sekarang 20 kali lebih besar daripada total puing yang dihasilkan oleh semua konflik di Gaza sejak 2008.

“Situasinya semakin memburuk, Jika ini terus berlanjut, akan meninggalkan warisan kerusakan lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan generasi penduduk Gaza.” ujar Direktur Eksekutif UNEP, Inger andersen seperti dikutip di laman resmi UNEP.

Baca: Greenpeace mendesak dampak lingkungan akibat perang Gaza dibahas di UNEA

Laporan ini merupakan bagian dari upaya UNEP yang lebih luas untuk membantu negara-negara mengatasi dampak lingkungan akibat bencana dan konflik. Sejak 1999, UNEP telah mendukung lebih dari 40 negara yang terdampak krisis.

Penilaian tersebut mencakup 30 rekomendasi untuk memulihkan kerusakan lingkungan Gaza. Rekomendasi tersebut meliputi rekonstruksi cepat infrastruktur air dan pembuangan limbah.

Juga pengujian sistematis tanah Gaza untuk kontaminasi, pembuangan – dan sedapat mungkin didaur ulang – puing-puing, dan pembuangan amunisi yang aman.

Penilaian tersebut menyatakan bahwa pemulihan lingkungan Gaza akan bergantung pada perencanaan yang cermat, inklusif, dan berbasis sains.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *