7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta beberapa minggu terakhir ini kian parah, bahkan sudah tergolong kategori tidak sehat.
Menurut data yang dilansir IQAir pada Kamis (10/8/2023), indeks kadar PM 2,5 yang menunjukkan tingkat kadar polusi udara di Jakarta tercatat sebesar 161 atau tergolong tidak sehat.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi tingginya polusi udara di Jakarta.
“Jadi memang beban Jakarta berat. Tapi tidak mengurangi tanggungjawab
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemda tak lepas tanggung jawab, kami berusaha untuk itu,” jelas Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, seperti dikutip dari Antaranews.com.
Baca: Kualitas udara di sejumlah kota memburuk, terburuk Serang dan Tangsel
Tingginya polusi udara yang mengakibatkan buruknya kualitas udara Jakarta tak lepas dari jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat setiap tahunnya.
Seperti dilansir IQAIr, sumber polutan di Jakarta mayoritas disebabkan oleh asap kendaraan bermotor.
Dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir, jumlah kendaraan roda empat meningkat dari 4 juta menjadi 6 juta.
Sementara kendaraan roda dua naik dari 14 juta menjadi 16 juta. Hal ini membuat beban Jakarta menjadi berat.
Baca: Polusi udara bisa memicu hipertensi
Karena itu, Heru mengimbau agar masyarakat memaksimalkan menggunakan kendaraan umum seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL untuk aktifitas sehari-hari.
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi buruknya kualitas Jakarta, seperti memperbanyak penanaman pohon di berbagai tempat.
Beberapa tahun belakangan, Pemprov DKI Jakarta juga menggenjot pembangunan transportasi publik seperti TransJakarta, Commuter Line, MRT dan yang terakhir adalah LRT.
Baca: 8 jenis tanaman ini efektif menyerap polusi udara
Pemprov DKI Jakarta juga telah memberlakukan sejumlah kebijakan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dengan cara uji emisi gas karbon, penerapan ganjil genap serta penerapan jalan berbayar.
Namun, semua upaya tersebut tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Harus ada sinergi dari otoritas wilayah Jabodetabek untuk bersama-sama mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta.
Buruknya kualitas udara di Jakarta juga menjadi sorotan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak.
Baca: Polusi udara bisa memicu kemandulan pada laki-laki
Dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (10/8/2023), Gilbert mengungkapkan, perlu upaya serius yang harus dilakukan pemprov DKI untuk mengatasi polusi udara dengan cara mengurangi kendaraan bermotor.
Sebab menurut politisi PDIP ini, kendaraan bermotor merupakan salah satu kontribusi terbesar terhadap kualitas udara di Jakarta.
“Jumlah kendaraan bermotor sangat mendesak untuk segera dibatasi melalui berbagai cara. Saat ini dapat ditempuh pelarangan parkir di pinggir jalan utama, menaikkan tarif parkir dan membatasi lahan parkir,” jelas Gilbert.
Baca: WHO sebut polusi udara picu 7 juta kematian dini setiap tahun
Selain itu, tambah Gilbert, untuk membatasi jumlah kendaraan yang masuk jakarta bisa dilakukan dengan menaikkan tarif tol pada jam berangkat/pulang kantor dan juga menaikkan pajak kendaraan roda dua.
Selain itu pemprov DKI juga harus meningkatkan layanan transportasi publik seperti penambahan armada, perluasan trayek, dll.
“Hal ini agar masyarakat dapat beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum, sehingga polusi udara di Jakarta dapat dikurangi,” pungkas Gilbert.
Baca: 17 cara gaya hidup ramah lingkungan, salah satunya naik kendaraan umum
(Nurakhmayani)









