Blog

  • Catatan Pekerja Garmen di Hari Buruh

    Catatan Pekerja Garmen di Hari Buruh

    7cloud.asia – Di Hari Buruh yang jatih pada hari Senin (1/5/2023) ini, aku ingin menuliskan kisahku sebagai pekerja di Kota Semarang, Jawa Tengah.

    Sebut saja namaku Pekerja. Aku lahir dari sebuah keluarga besar di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Tepatnya, di Desa Randudongkal. Sejak kecil, aku selalu bermimpi bisa bekerja dan menjadi bagian dari warga yang hidup di kota besar.

    Dalam benakku, kehidupan di kota seakan-akan tidak pernah sepi dan tidak pernah tidur. Selalu saja ada aktivitas yang dikerjakan warganya. Hal itu, pikirku, yang membedakan dengan kehidupan di desa: sepi.

    Di desaku beberapa jenis pekerjaan utama adalah petani, pedagang, dan pegawai negeri. Sementara, aku lahir dari keluarga pegawai negeri. Namun, tidak pernah terbersit dalam pikiran untuk mengikuti jejak mereka.

    Aku justru bercita-cita menjadi seorang psikolog dan membuka praktik di sebuah kota. Alasan ingin menjadi psikolog datang kala aku masih sekolah di tingkat SMU. Saat itu, aku mencoba menerka-nerka apa yang terjadi di masa depan ketika negara-negara semakin maju.

    Lantas, aku berpikir, jika semakin maju suatu negara, maka akan semakin banyak orang yang akan stres. Asumsinya sederhana: tuntutan kebutuhan hidup yang semakin tinggi, sementara upah pekerjaan tidak mencukupi. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, keinginan menjadi psikolog sirna.

    Hal tersebut terjadi bersamaan dengan semakin seringnya aku membaca lowongan kerja di sebuah majalah. Baris demi baris informasi lowongan aku baca. Hasilnya, aku mengetahui lowongan kerja yang cukup banyak dibutuhkan ada di bidang administrasi.

    Bertolak dari itu, aku dengan cekatan banting stir dan mendaftar jurusan administrasi di bangku kuliah.

    Keberuntungan seperti berpihak kepadaku. Alasan aku beranggapan demikian karena diri ini, berhasil diterima sebagai mahasiswi D3 Jurusan Administrasi Niaga Program Studi Kesekretariatan dan Administrasi Perkantoran Politeknik Negeri Semarang, Jawa Tengah.

    Tentu ada alasan tersendiri mengapa aku memilih tingkat D3, bukan S1. Kala itu, aku memilih jenjang D3 agar tidak banyak waktu yang dihabiskan untuk sekolah. Memilih tingkat D3 akan membuatku lebih cepat lulus dan segera mencari pekerjaan, sehingga mengurangi beban orang tua dalam membiayai kuliah.

    Belum lagi, pikirku, sebagai anak pertama dari lima bersaudara, tumpuan beban ekonomi nantinya akan ada di pundakku. Oleh karena itu, semakian lekas lulus dan dapat pekerjaan, maka kian cepat pula aku bisa membantu keluarga. Terutama, membiayai sekolah adik-adik.

    Aku berpikir demikian, tersebab kala itu di rumah yang bekerja hanyalah ayah. Sedang ibu memilih untuk mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mengasuh kelima anak perempuannya serta mengurus suaminya. Kondisi itulah yang memperkuat keyakinan aku harus bekerja.

    Terkait dengan pekerjaan, sejak menapaki kaki di bangku kuliah, aku sudah berencana mencari kerja di Kota Semarang. Tidak ada pikiran untuk kembali ke kampung halaman. Saat itu, aku juga telah bercita-cita bisa memiliki sekotak rumah hunian di salah satu perumahan di Kota Lumpia, juga satu kendaraan pribadi yang bisa membawa diri ini pergi kemana pun.

    Waktu itu banyak teman seangkatan yang memilih merantau ke Jakarta, tapi aku memutuskan tetap di Semarang sebagai tempat untuk melanjutkan hidup. Jika berbicara nominal gaji, tentunya di ibu kota lebih menjanjikan daripada Semarang.

    Baca: Era baru thrifting, mengolahulang pakaian bekas jadi bernilai tinggi

    Setelah dinyatakan lulus dari pendidikan tingkat diploma tiga (D3), tahap selanjutnya adalah mencari pekerjaan. Dalam proses mencari kerja, aku memiliki banyak saingan untuk bisa diterima di perusahaan, baik swasta, milik negara, maupun asing. Setidaknya, aku harus bersaing dengan sesama teman satu jurusan, satu universitas, bahkan kakak kelas.

    Bisa bekerja di sebuah perusahaan bonafide mungkin harapan dan impian semua orang. Aku pun setali tiga uang. Namun, lepas dari itu, bagiku ada banyak alasan kenapa seseorang harus bekerja.

    Misalnya, memenuhi kebutuhan serta memperbaiki perekonomian diri sendiri dan keluarga, meningkatkan status sosial, dan masih banyak alasan lainnya. Tentu semua itu kembali lagi ke tujuan hidup masing-masing individu. 

    Pertimbanganku dalam mnecari kerja tidak hanya tentang gaji tinggi. Ada aspek lain yang aku pikirkan saat itu, seperti: tingkat kepedulian sosial warga kota, tingkat persaingan hidup, tingkat kebutuhan hidup, dan tingkat kebisingan kendaraan kota. Dari situ, aku berkesimpulan Semarang merupakan kota yang lebih aman dari Jakarta. 

    Aku merasa dewi fortuna selalu berpihak kepadaku. Pasalnya, seperti yang sudah kusampaikan sebelumnya, begitu lulus SMU aku bisa diterima di sebuah perguruan tinggi yang kudambakan sejak awal. Setelah lulus kuliah pun, tanpa melalui proses menjadi pengangguran, aku langsung diterima bekerja. Hal-hal itu membuatku merasa dua kali beruntung dalam hidup.

    Sebagai buruh pabrik

    Perusahaan tempatku bekerja merupakan sebuah perusahaan manufaktur. Perusahaan tersebut berdiri sejak 1975. Sejak tahun berdiri hingga 2023, berangsur-angsur, setidaknya telah mengoperasikan tiga unit pabrik di satu provinsi di Pulau Jawa.

    Tempatku bekerja merupakan pabrik pemasok kebutuhan brand terkemuka di dunia. Total tenaga kerja di pabrik ini kurang lebih mencapai 11.000 orang. Setiap tahun pabrik mampu memproduksi 1,7 juta lusin. Total produksi tersebut masih dimungkinkan terus mengalami peningkatan.

    Aku sendiri bertugas di Departemen Material Control (MC) pada bagian Follow Up Material.  Departemen ini berhubungan dengan segala bentuk pembelian material garmen (handle order material). Beberapa material yang ditangani, seperti order thread (pembelian benang), button (kancing), ribbon (pita), velcro (perekat), dan lain sebagainya.

    Di pabrik tempatku bekerja memproduksi: blouse, pakaian anak (children wear), pakaian perempuan (clothing woman), pakaian dress (dress making), garmen, sarung tangan (glove), jaket (jacket), pakaian rajut (knitted wear), pakaian laki-laki (man), celana (pants), dan rok (skirt). Tujuan negara ekspor terbesar pabrik ini adalah benua Amerika dan Eropa

    Selain Departemen MC, di pabrik juga ada departemen lainnya, yaitu: Shipping, Human Resources Department (HRD), Information of Technology (IT), Team Sample, Accounting, Office, Finished Good, dan Plan Production Material Control (PPMC).

    Lalu Pusat Pengelolaan Pembebasan dan Pengembalian Bea Masuk (P4BM), Tax, Store Accessories, Store Fabric, Utility, Mechanic, Security, Purchase Local, Purchase Head Office, dan lain-lain. Besarnya skala modal dan produksi, pada akhirnya menjadikan perusahaan tempatku bekerja sebagai perusahaan yang banyak dicari oleh agency garment.

    Selain lokasi produksi, perusahaan tempatku bekerja juga memiliki kantor pusat yang berlokasi di Jakarta. Di kantor pusat tersebut terdapat beberapa jenis bidang pekerjaan, yakni: marketingmerchandiserpurchaseaccountinghuman resources, dan bidang lainnya.

    Semua bidang pekerjaan tersebut didesain untuk memudahkan berbagai bentuk transaksi order, berhubungan dengan buyer (pembeli atau brand), pemasok (supplier), proses pembayaran (payment), proses kunjungan supplier, dan lain sebagainya.

    Baca: Perjuangan panjang buruh meraih kerja layak

    Proses Order Brand

    Sebelum buyer memutuskan untuk menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan tempatku bekerja, hal pertama yang dilakukan para buyer adalah melakukan audit internal terlebih dahulu. Buyer akan melakukan beberapa pemeriksaan yang berkaitan dengan semua hal aktivitas produksi.

    Mereka akan memeriksa terkait: kelayakan jam kerja pekerja, kelayakan lembur dalam satu minggu sampai periode gaji, bentuk-bentuk kesejahteraan yang diterima karyawan, kelayakan tempat bekerja, kelayakan toilet, kelayakan prosedur penerimaan barang, dan kelayakan penyimpanan material maupun kain (fabric).

    Selanjutnya, memeriksa tingkat kelembaban ruangan, kelayakan kantin, dan jumlah kalori yang disediakan kantin dalam satu porsi makan siang atau makan malam. Segala hal tersebut menjadi pertimbangan buyer untuk memutuskan melakukan order  atau tidak pada suatu perusahaan garmen.

    Merupakan suatu kebanggaan apabila buyer kelas dunia mempercayakan perusahaan tempatku bekerja untuk memproduksi brand mereka. Lebih lanjut, jika buyer bersepakat untuk memberikan order kepada perusahaan, selanjutnya dari pihak manajemen akan menunjuk bagian merchandiser yang bertugas menangani permintaan buyer.

    Bagian merchandiser akan berkomunikasi lebih lanjut mengenai jumlah orderstyle per styleseason per season, dan menetapkan kode etik (code of conduct) yang harus dipatuhi oleh perusahaan.

    Setelah buyer menetapkan jumlah kuantiti order dan melakukan breakdown order per style (table 1) kepada merchandiser, tim merchandiser akan melanjutkan order tersebut ke PPMC (table 2 – 6) yang mana tugas utama seorang PPMC antara lain:

    1. Mengatur material yang akan digunakan produksi;
    2. Mengembangkan segala bentuk kebutuhan marketing; dan
    3. Berkomunikasi baik dengan pemasok maupun dengan buyer.
    Tabel 1. Contoh breakdown order.

    Tim PPMC akan meninjau ulang breakdown order per style yang diterima dari buyer melalui merchandiser, termasuk:

    1. Review lead time order per style kapan harus shipment ex factory maupun ex Indonesia;
    2. Melakukan proses memilih dan memilah material maupun fabric yang akan digunakan untuk produksi apakah harus order di Indonesia atau impor dari luar negeri;
    3. Menentukan kapan harus melakukan proses order material atau fabric ke supplier;
    4. Menentukan kapan factory harus menerima material maupun fabric agar in house di perusahaan;
    5. Menentukan  kapan material atau pun fabric akan diproses MR (material requisition) agar bisa di loading di produksi;
    6. Menentukan kapan cutting bisa mulai dilakukan;
    7. Menentukan kapan sewing bisa mulai dilakukan dan harus berapa line yang handle proses sewing;
    8. Double check apakah ada special process di masing-masing style mengenai order dari buyer. Misalnya, special washingpintuckpleatingprintingdyingmanding atau special process lainnya yang menjadikan nilai tambah jual untuk garment tersebut; dan
    9. Menentukan model packing, baik polybag maupun carton, untuk garment tersebut sesuai dengan request buyer.
    Tabel 2. Contoh detail order.

    Tabel 3.
    Tabel 4.
    Tabel 5.
    Tabel 6.

    Begitu banyak proses yang harus dilakukan oleh factory dalam menindaklanjuti requirement order dari buyer.  Proses yang harus dilakukan selalu menghubungkan satu departemen dengan departemen lain sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan dan berkesinambungan.  Baik direct labour maupun indirect labour, mempunyai peran yang sangat penting.

    Membuat Sampel

    Sebelum sample dibuat, maka tahap yang harus dilalui adalah peninjauan ulang oleh buyerBuyer akan mengirimkan contoh garmen yang diminta langsung dari kantor di negara asal buyer kepada factory dalam bentuk garment jadi dan mengirimkan softcopy dalam bentuk avatar atau gambar baju 3D.

    Kemudian orisinal garment sample tersebut akan dijadikan standar oleh team factory sebagai dasar proses pembuatan garment, apakah sudah sesuai atau belum, termasuk double check hand fill jika garment masih membutuhkan special proses washing dengan jenis dan persentase softener tertentu.

    Tim PPMC akan bekerja sama terlebih dahulu dengan tim PDF atau bagian sample untuk membuat beberapa sampel buat masing-masing style (model pakaian). Hal itu dilakukan berdasarkan standar yang diterima dan selanjutnya diproseskan approval ke buyer sebelum proses bulk atau produksi dilakukan.

    Dari sampel akan didapatkan semua kebutuhan seperti detail tersebut di atas yang akan ditindaklanjuti oleh tim PPMC, misalnya:

    1. Satu garmen jadi membutuhkan berapa panjang kain (yard fabric);
    2. Satu garmen jadi membutuhkan berapa panjang benang (yard thread);
    3. Aksesori apa saja yang harus ada di garmen, seperti kancing (button), kancing tarik (zipper), dan lain-lainnya. Termasuk juga jumlah aksesoris yang dibutuhkan untuk setiap jenis pakaian garmen yang dibutuhkan; dan
    4. Teknik folding atau melipat bagaimana yang mendapatkan approval dari buyer. Hal ini berkorelasi dengan polybag dan jenis karton yang harus dibeli sebagai wadah pengepakan terakhir, sebelum akhirnya proses pengiriman dilakukan.

    Setelah contoh, pakaian yang selesai diproses—dengan tenggat waktu yang berbeda tergantung style garment—selanjutnya akan dilakukan peninjauan ulang terlebih dahulu bersama tim internal. Terkadang proses tersebut memakan waktu sampai satu minggu, sebelum contoh pakaian dikirim untuk mendapatkan penilaian dari  buyer.

    Apabila buyer setuju dengan contoh pakaian yang dikirim, maka selanjutnya bagian PPMC melakukan proses pembelian segala material yang dibutuhkan. Tim  PPMC sendiri terdiri dari beberapa orang dengan jenis pekerjaan yang berbeda-beda.

    Namun, satu sama lain saling berkoordinasi untuk menyiapkan kebutuhan tersebut. Misalnya, bagian yang bertugas mengurus contoh pakaian akan bekerja sama dengan tim sample.

    Ada pula tim yang menangani pembelian material untuk kebutuhan bagian penjahitan (sewing) dan finishing. Tim pembelian material nantinya akan memutuskan, apakah jenis material tertentu dibeli di pasar lokal Indonesia atau mengimpor kepada pemasok yang berada di luar negeri. 

    Selain faktor ketersediaan bahan dan jangkauan, dalam memutuskan pembelian material, tim PPMC juga harus memperhatikan harga bahan-bahan material, apakah harga dari masing-masing bahan sesuai dengan pembiayaan (costing) dengan rancangan anggaran. Untuk menentukan ini, terdapat rumus tertentu dalam proses pengambilan keputusannya. 

    Sebagai informasi, yang disebut material di perusahaan tempat kami bekerja adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan untuk menjadikan suatu jenis style barang garmen.  Kami membaginya menjadi dua, yaitu:

    1. Material sewing artinya semua yang menjadi kebutuhan pada saat proses menjahit dan menempel pada garment, seperti thread atau benang, buttonzipper, label, main label, dan lain-lain.
    2. Material packing artinya bahan yang digunakan untuk proses kemasan barang jadi garmen, misalnya polybag dan karton.

    Apabila tim PPMC sudah menentukan material yang akan dibeli, langkah selanjutnya adalah mengirimkan detail pembelian material kepada tim pemasaran dan tim  MC. Dua bagian tersebut berada di kantor pusat.

    Lebih lanjut, tim pemasaran dan tim MC memiliki wewenang yang berbeda dalam hal pengurusan pembelian material garmen. Terdapat dua jalur pembelian untuk jenis supplier yang berbeda.

    Jika kebutuhan material garmen harus dipenuhi dari pemasok luar negeri, maka bagian yang mengurus pembelian adalah tim pemasaran. Sebaliknya, apabila yang dibutuhkan adalah jenis material dari supplier lokal, wewenang alur pekerjaan di tim MC. Namun yang bertugas untuk melakukan pembayaran adalah tim pengadaan (purchase).

    Dalam menghasilkan sebuah garmen, perusahaan tempatku bekerja setidaknya harus berhubungan dengan kurang lebih sampai dengan 10 supplier, baik dalam maupun luar negeri. Tim PPMC, MC, purchase, dan marketing akan saling melakukan pemeriksaan (double check).

    Koordinasi dilakukan untuk mengawasi dan memastikan kinerja kepada seluruh supplier, baik lokal maupun luar negeri, agar mengirimkan material yang dibutuhkan sesuai dengan tenggat waktu yang diminta.

    Hal yang paling menyenangkan bekerja di bagian Follow Up Material adalah aku bisa mendesak para supplier agar mampu mendatangkan material sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan. Hal ini Aku lakukan agar proses jalannya produksi tidak menimbulkan masalah lain. 

    Walaupun, aku tahu hal itu tidak selamanya bisa berjalan dengan mulus. Contoh, terkadang supplier tidak memiliki bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan material yang diminta, sehingga mengakibatkan terlambatnya barang dikirim ke pabrik. Alhasil, mau tidak mau tim PPMC harus mengatur ulang jadwal produksi agar tidak sampai loss production atau keterlambatan material.

    Serupa dengan sistem di perusahaan lain, perusahaan tempatku bekerja juga memiliki sistem yang harus diikuti, baik pihak internal pabrik itu sendiri maupun eksternal. Sistem yang aku maksud adalah sistem harus dijalankan pada saat material tiba di dalam pabrik.

    Proses pemeriksaan terlebih dahulu harus dilakukan sebelum material barang tiba di ruang produksi. Tahapannya, truk pembawa bahan material akan memasuki pintu utama pabrik, kemudian supir akan melapor kepada petugas penjaga, yaitu di pos satpam induk. Setelah itu, pemeriksaan akan dilakukan pada dokumen surat jalan yang dibawa.

    Tim penjaga (security) akan memberikan stempel kedatangan pada surat jalan. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan berulang kelengkapan dokumen yang dibawa untuk selanjutnya diarahkan menuju ke Ruang Material Control.

    Selanjutnya, barang akan dibongkar di lokasi Unit 1, Unit 2, atau Unit 3.  Apabila sudah ditentukan lokasi tempat bongkar, kemudian tim MC bagian penerimaan (receiving) akan melakukan pendaftaran proses dokumentasi pengalih barang antar unit atau BC2.7.

    Hal tersebut dilakukan lantaran pabrik tempatku bekerja merupakan perusahaan Kawasan Berikat, sehingga setiap material yang masuk dan keluar pabrik harus taat hukum dan dokumentasi.

    Jika mengikuti prosedur tersebut di atas, maka orang beranggapan prosedur yang ada di perusahaan tempat saya bekerja sangatlah kompleks dan rumit. Namun, itulah sistem yang sudah berjalan semenjak perusahaan tempatku bekerja berdiri.

    Sejak diterima di perusahaan apparel tersebut pada tahun 2006, aku bekerja di bagian Follow Up Material pada Departemen MC, di mana setiap hari aku berkutat dengan penangan pembelian material (handle order material). Sampai akhirnya tepat pada bulan Januari 2015, aku dipindahkan ke bagian Follow Up Spare Part dan Machinery.

    Pada prinsipnya tidak ada yang berbeda; sama-sama menangani pembelian atau pengadaan material barang untuk kebutuhan proses produksi. Namun yang membedakan adalah jenis pengadaan barang yang dibeli.

    Pembelian yang dibutuhkan adalah segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan jalannya produksi, seperti jarum (consumable needle), spare part mesin jahit, mesin overlock, dan mesin lainnya yang dijalankan guna kepentingan proses produksi.

    Ketika aku dipindahkan ke bagian lain, aku merasa mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru. Apabila dahulu aku lebih banyak berkomunikasi dengan pemasok dalam negeri, kini aku lebih banyak bersinggungan dengan supplier dari luar negeri. Hal ini membuat pola pikirku lebih terbuka dan tidak hanya berpikir asumtif. 

    Walaupun demikian, ada pula yang membuat detak jantungku menjadi lebih cepat. Sebagai contoh, apabila terjadi kendala keterlambatan pengiriman barang (delay vessel), sehingga pembelian material tidak bisa masuk ke dalam pabrik sesuai dengan yang direncanakan.

    Selain itu, perbedan jam kerja supplier luar negeri dengan waktu kerja Indonesia, sering kali membuat proses komunikasi dan pemberian umpan balik (feedback) tidak bisa dilakukan dengan lebih cepat. Meskipun begitu, aku tetap menyenangi pekerjaanku.

    Sampai dengan hari ini, aku masih menjadi bagian dari Departmen MC di bagian Follow Up Spare part dan Machinery. Kini masa kerjaku telah memasuki usia 17 tahun. Aku sendiri mengalami pindah bagian dari Follow Up Material selama delapan tahun lebih dan Follow Up Spare part & Machinery selama delapan tahun.

    Artikle ini pertama kali tayang di buruhperempuan.net. Baca naskah asli di sini

  • Peringati Hari Buruh, Para Pekerja Perempuan Tolak Sistem No Work No Pay

    Peringati Hari Buruh, Para Pekerja Perempuan Tolak Sistem No Work No Pay

    7cloud.asia – Puluhan Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan buruh perempuan ikut meramaikan aksi demo memperingati Hari Buruh atau May Day, 1 Mei 2023. Aksi memperingati Hari Buruh dimulai di Bundaran HI Jakarta dilanjutkan dengan long march hingga Patung kuda, Jakarta Pusat.

    Para buruh dan PRT melakukan aksi dengan membawa ember warna-warni dan gunting. Ember merupakan simbolisasi kerja-kerja PRT, sedangkan gunting merupakan penolakan terhadap pemotongan upah buruh perempuan dengan sistem no work no pay yang mengakibatkan pemiskinan buruh perempuan.

    Peringatan Hari Buruh 2023 berlangsung saat para buruh berjuang untuk menolak No Work No Pay sebagai salah satu dampak kebijakan Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker yang menyatakan bahwa untuk meminimalisir PHK, maka perusahaan boleh menerapkan no work no pay bagi para buruh.

    Kebijakan no work no pay ini dinilai sangat merugikan para buruh, terlebih buruh perempuan karena pengusaha bisa dengan sewenang-wenang menyatakan tidak akan membayar upah buruh dengan kondisi tertentu, seperti sedang cuti kehamilan, cuti haid, sakit, dll.

    Pasal dalam UU Ketenagakerjaan ini sangat simplificasy dan bisa disalah-artikan sehingga berujung pada kesewenang-wenangan dan sangat merugikan pekerja.

    Pengurus Perempuan Mahardhika, Vivi Widyawati mengatakan, pihaknya mendata ada ratusan buruh perempuan garmen yang terpuruk akibat aturan no work no pay ini. Menurutnya tidak sedikit buruh perempuan yang kemudian hanya dipekerjakan sesaat dengan dalih no work no pay.

    “Ini seperti jadi pasal karet yang mematikan hak buruh perempuan untuk bekerja. Padahal ada pasal yang mengijinkan cuti haid, cuti melahirkan, sakit, izin, dll yang dilanggar pengusaha dan merugikan buruh perempuan,” kata Vivi Widyawati dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (1/5/2023).

    Baca: Sejarah Hari Buruh Sedunia

    Perempuan Mahardhika juga mendata selama bulan puasa, lebaran hingga hari ini, banyak buruh perempuan yang nasibnya terkatung-katung akibat kebijakan no work no pay.

    Mereka adalah para buruh perempuan garmen yang harus bekerja keras sebelum lebaran dan harus memenuhi kebutuhan pasokan di masa lebaran, namun ini dianggap sebagai pekerjaan tambahan tanpa tambahan gaji.

    “Jadi para buruh perempuan ini adalah yang harus bekerja memenuhi kebutuhan di hari libur, ini semua harus mereka penuhi sebelum libur, tapi pekerjaan ini tidak dianggap sebagai kerja. Ketika lebaran, mereka lalu diberikan libur, namun ini bukan libur yang digaji, libur lebaran dianggap tidak bergaji atau no work no pay,” kata Vivi Widyawati.

    Persoalan lain yang disorot adalah Permenaker No.5 Tahun 2023 yang melanggengkan Kemiskinan Buruh Perempuan. Kebijakan pengurangan upah akan membuat hidup buruh perempuan semakin terpuruk dalam kemiskinan.

    Permenaker No 5 tahun 2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan Pada Perusahaan Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor Yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global terbit pada 7 Maret 2023 dinilai diskriminatif dan memberikan dampak pemiskinan pada buruh perempuan.

    Ini, ujar Vivi, merupakan perlakuan yang diskriminatif dari pemerintah mulai dari kebijakan penangguhan upah minim perlindungan, upah rendah, lingkungan kerja yang tidak aman dan pengabaikan hak maternitas dan reproduksi.

    “Ini adalah cerminan bagaimana Menteri Ketenagakerjaan tidak pernah menjadikan buruh perempuan sebagai pusat/core didalam membuat sebuah kebijakan,” cetusnya.

    Alih-alih memberikan perlindungan dan mempertahankan kelangsungan bekerja justru sebaliknya Permenaker ini akan menghilangkan perlindungan, mengabaikan hak reproduksi buruh perempuan seperti cuti haid, cuti hamil dan melahirkan, dan cuti keguguran serta menjadikan buruh tidak memiliki kepastian kerja ditengah kontrak kerja yang semakin pendek.

    Penyesuaian waktu kerja yang diatur didalam permen ini pada prakteknya akan menjadikan setiap buruh adalah buruh harian karena waktu kerja dan upah dihitung berdasarkan satuan waktu dan hasil.

    Vivi menegaskan, pengurangan upah sebesar 25% adalah pelanggaran hak yang dilegalkan oleh Permenaker dan menjadikan buruh tidak menerima upah yang seharusnya mereka terima sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Upah minimum, tegas Vivi,  adalah hak dasar yang tidak boleh dilanggar sehingga pengurangan waktu dan jam kerja seharusnya tidak boleh berkonsekuensi terhadap perngurangan upah buruh.

    Baca: PRT Infal, bukti besarnya peran PRT bagi kegiatan keluarga

    Sementara para PRT hingga hari ini masih menunggu pembahasan RUU PPRT yang diharapkan sudah rampung setelah lebaran.

    Koordinator JALA PRT, Lita Anggraini menyatakan, bahwa di tengah hiruk- pikuk isu Pemilu dan pencalonan Presiden yang sangat ramai, para PRT dan buruh perempuan mendorong pemerintah dan DPR tetap konsisten untuk membahasnya setelah lebaran usai.

    Hari Buruh, ujarnya, merupakan momentum untuk mendorong, mengingatkan bahwa masih banyak isu marjinal seperti PRT dan buruh yang harus diperjuangkan di tengah gegap gempita isu Pemilu dan pencalonan Capres.

    “Aksi hari ini sebagai pengingat bahwa perjuangan RUU PRT harus dituntaskan pasca May Day hari ini,” kata Lita Anggraini.

    Di Hari Buruh 1 Mei 2023 para buruh perempuan yang tergabung dalam Aliansi PRT dan Buruh Perempuan (JALA PRT, Perempuan Mahardhika, GMNI, Institut Sarinah, Konde.co, SPRT Tangsel, Forum Gema Perempuan, Yapesdi, SPRT Sapulidi) menuntut:

    1. Mendorong pemerintah dan DPR segera bahas dan segera sahkan RUU PPRT

    2. Menolak No work no pay, Tolak UU Cipta Kerja, dan Permenaker No 5/2023

    3. Perjuangkan upah perempuan yang tidak diskriminatif agar perempuan tidak terpuruk dalam kemiskinan.

     

  • Stasiun Tanah Abang Direnovasi, Kapasitasnya Bakal meningkat Tiga Kali Lipat

    Stasiun Tanah Abang Direnovasi, Kapasitasnya Bakal meningkat Tiga Kali Lipat

    7cloud.asia – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, Minggu (30/4/2023) secara resmi memulai pengembangan Stasiun Tanah Abang.

    Proyek Pengembangan Stasiun Tanah Abang itu ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dihadiri pemimpin ketiga lembaga.

    Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pengembangan Stasiun Tanah Abang  dilakukan untuk mengantisipasi semakin padatnya penumpang Kereta Listrik (KRL) CommuterLine Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang.

    Menurutnya, Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun dengan intensitas pengguna KRL tertinggi di ibukota setelah stasiun Manggarai dan stasiun Bogor.

    “Hari ini kita membangun Stasiun Tanah Abang agar bisa meningkatkan kapasitasnya menjadi tiga kali lipat, dari 100.000 menjadi 300.000 penumpang per hari,” kata Budi Karya lewat siaran pers, Minggu (30/4/2023). 

    Baca: Dua alasan untuk beralih ke mobil listrik

    Menhub berharap, pengembangan Stasiun Tanah Abang dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat dari DKI Jakarta menuju kota-kota penyangga maupun sebaliknya. 

    Budi Karya Sumadi mengatakan, Stasiun Tanah Abang adalah pusat TOD (Kawasan Berorientasi Transit) yang melayani kegiatan perdagangan dan perkantoran di Jakarta Pusat.

    Oleh karena itu, pengembangan Stasiun tanah Abang harus dilakukan segera dan saling sinergi, demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menuturkan, pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan dan penataan Stasiun Tanah Abang dan kawasan sekitarnya. 

    “Kami siap mempercepat seluruh perizinan yang ada. Jika nanti sudah jadi, masyarakat agar bisa menggunakan serta merawatnya dan hasil ini bisa menjadi ikon baru Jakarta,” ucap Heru Budi. 

    Baca: Cara mudik yang ramah lingkungan

    Dirut KAI Didiek Hartantyo juga mengungkapkan komitmennya untuk terus melakukan peningkatan pelayanan di Stasiun Tanah Abang. 

    “Kami siap berkolaborasi dan mendukung kelancaran dari pengembangan ini. Semoga dapat segera terselesaikan dan yang paling penting nantinya akan berguna bagi masyarakat,” ucap Didiek. 

    Pengembangan Stasiun Tanah Abang Tahap 1 ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023 ini. Adapun nilai investasi yang dialokasikan pada tahap ini mencapai Rp 380,93 miliar. 

    Pengembangan Stasiun Tanah Abang antara lain dilakukan dengan pembangunan stasiun baru, penambahan jalur kereta dari empat menjadi enam jalur, penambahan peron dari dua menjadi empat, dan penataan fasilitas integrasi antarmoda.

    Ruang lingkup pekerjaan dari masing-masing pihak dalam pengembangan Stasiun Tanah Abang ini ini bisa dijelaskan sebagai berikut, Kemenhub membangun Stasiun baru, emplasement (rel, persinyalan), Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di atas jalur KA.

    Baca: Kenali 5 Ciri Produk Ramah Lingkungan

    Sementara, Pemprov DKI bertugas membangun pelebaran jalan dan fasilitas integrasi antar moda.

    Sedangkan PT KAI membangun area parkir, pembongkaran Depo dan Stasiun Tanah Abang eksisting.

    Stasiun akan dibangun dengan luas bangunan utama 12.000 meter persegi, dan dengan bangunan 2 lantai, yang dilengkapi dengan bangunan komersil dan fasilitas pendukung serta fasilitas disabilitas.

    Stasiun Tanah Abang diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1899 oleh perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen Westerlijnen (SS-WL), bersamaan dengan pengoperasian jalur KA baru Jakarta–Angke–Rangkasbitung.

    Bangunan asli Stasiun Tanah Abang telah dibongkar dan digantikan dengan bentuk bangunan berlantai dua seperti sekarang serta dilengkapi jembatan penyeberangan dan eskalator, 

    Bangunan baru Stasiun Tanah Abang ini diresmikan pada tanggal 3 Juni 1997 oleh Menteri Perhubungan kala itu, Haryantp Dhanutirto. Bangunan baru ini dibuat untuk mengakomodasi penumpang KRL Jabotabek yang kala itu sudah beroperasi di jalur Tanah Abang–Serpong.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • Ki Hajar Dewantara: Bangsawan Perumus Dasar Pendidikan Nasional

    Ki Hajar Dewantara: Bangsawan Perumus Dasar Pendidikan Nasional

    7cloud.asia – Hari ini, Selasa 2 Mei 2023 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Dan, peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hajar Dewantara.

    2 Mei yang ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara yakni pada hari kamis legi, 2 Ramadhan 1309 H atau bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1889.

    Ki Hajar Dewantara adalah pendiri sekolah Taman Siswa yang terbuka untuk semua rakyat. Karena kegigihannya menyediakan pendidikan bagi semua rakyat, Ki Hajar Dewantara kemudian ditetapkan menjadi Pahlawan Pendidikan dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

    Filosofi “Ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani” yang dirumuskan Ki Hajar Dewantara kini menjadi dasar dalam sistem pendidikan nasional. 

    Lantas, siapa Ki Hajar Dewantara sebenarnya dan bagaimana sepakterjangnya sehingga ditetapkan menjadi pahlawan pendidikan nasional? Ikuti ulasan berikut ini sampai selesai yak.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini dari surat-suratnya

    Ki Hajar Dewantara terlahir sebagai Raden Mas Soewardi Soejaningrat dari keturunan pangeran Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta. Soewardi kecil mendapatkan pendidikan pesantren di Kalasan asuhan Kyai Haji Soleman Abdurrohman. 

    Setelah ilmu agama yang diperolehnya dari pondok pesantren dirasa cukup, maka ayah KI Hajar Dewantara memutuskan untuk memasukkannya ke sekolah Govermen Belanda, yakni ELS (Eropessche Lagere School) yang berada di kampung Bintaran dekat dengan kadipaten tempat tinggal Soewardi.

    Setelah lulus dari ELS, ayah Ki Hajar Dewantara menginginkannya melanjutkan sekolah ke OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) yang merupakan sekolah bagi calon pegawai Govermen Belanda.

    Namun, Ki Hajar Dewantara menolak. Ia lebih memilih untuk melanjutkan sekolah ke Kweekschool, yang merupakan sekolah bagi calon guru. Karena Ki Hajar Dewantara merasakan adanya kesenjangan pendidikan antara anak-anak Belanda, anak bangsawan dan rakyat jelata.

    Dalam perjalananya, Ki Hajar Dewantara kemudian bertemu dengan dr. Wahidin Soedirohoesodo yang menawarkan pendidikan dokter bagi anak-anak bangsawan. Mendengar pemaparan dr. Wahidin bahwa rakyat kekurangan tenaga medis, maka Ki Hajar Dewantara memutuskan untuk meninggalkan sekolah Kweekschool  dan memilih melanjutkan sekolah di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) di Batavia atau Jakarta.

    Baca: Mengenal siapa Buya Hamka

    Di STOVIA, Ki Hajar Dewantara bertemu dengan anak-anak bangsawan lain dari berbagai daerah yang ternyata memiliki visi perjuangan yang sama dengannya. Sehingga, kegiatannya di sekolah tidak hanya diisi dengan belajar bidang akademis saja melainkan diisi dengan diskusi-diskusi kebangsaan.  

    Akhirnya, melalui pelajar yang belajar di STOVIA inilah, pada tahun 1908 lahirlah organisasi Boedi Oetomo. Boedi Oetomo berupaya menjadi wadah aspirasi bagi pemuda inlander, terutama melalui dunia jurnalistik.

    Kegiatan yang cukup padat, baik di sekolah maupun di Boedi Oetomo akhirnya membuat kondisi kesehatan Ki Hajar Dewantara semakin menurun. Kondisi tersebut cukup mempengaruhi kualitasnya sebagai seorang pelajar.

    Akibatnya, ada saat pengumuman kenaikan kelas ke kelas lima ternyata Ki Hajar Dewantara dinyatakan tidak naik kelas karena nilainya terlalu jelek. Perasaan kecewa yang teramat dalam menggelayuti pikiran Soewardi ketika itu,

    Namun, berkat dukungan keluarga dan teman-teman, Ki Hajar Dewantara berupaya bangkit dan menerima kenyataan.

    Pada tahun 1910, Ki Hajar Dewantara mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai ahli kimia di Laboratorium Pabrik Gula Kalibogor. Namun, ia hanya bertahan satu tahun di sana. Pada tahun 1911, Ki Hajar Dewantara menyatakan mengundurkan diri dari pekerjaannya karena ia tidak sanggup melihat rakyat yang bekerja dipelakukan secara kasar. 

    Di saat yang sama, Boedi Oetomo sedang berupaya menetapkan tujuan. Ki Hajar Dewantara mendapatkan ajakan untuk bergabung dengan organisasi Sarekat Dagang Islam, yang merupakan organisasi perjuangan yang bergerak di bidang politik dan agama.

    Baca: Mengenal tradisi Seba masyarakat Badui

    Di organisasi tersebut, Ki Hajar Dewantara menjadi penulis yang aktif menulis di berbagai media masa. Mulai dari sanalah kemudian ia mengenal dan berkenalan dengan organisasi lainnya.

    Pada tahun 1913 Ki Hajar Dewantara menikah dengan Raden Ayu Soetartinah, yang juga merupakan kerabat dari ayahnya. Beberapa hari setelah pernikahan, Soewardi ditangkap oleh polisi Belanda karena dianggap memberikan dukungan pada rakyat melalui tulisan-tulisannya.

    Sebagai hukuman, Ki Hajar Dewantara kemudian diasingkan. Ia memilih untuk diasingkan ke Belanda. Di Belanda kehidupan Ki hajar Dewantara dan Soetartinah tidak menentu, namun kondisi itu justru mendekatkannya kembali pada cita-citanya untuk menjadi seorang guru.

    Ki Hajar Dewantara saat itu berteman baik dengan Mr. John Dewey, Mr. Rabindranat Tagore, Mr.J.J. Rousseau, dr. Maria Montessori, Mr. Kerschensteiner dan Mr. Frobel. Ia sangat kagum pada metode Frobel yang menerapkan pendidikan dengan menyanyi dan bermain.

    Juga metode dr.Maria yang menerapkan metode pendidikan dengan menitik beratkan pada panca indra.

    Baca: Makna sumbu filosofi Yogyakarta

    Lama berkiprah di dunia tulis menulis di organisasi, Ki Hajar Dewantara memutuskan untuk kembali memfokuskan dirinya pada dunia pendidikan. Karirnya sebagai seorang pendidik, diawali dengan menjadi guru di sekolah Adhi Darmo yang didirikan kakaknya Raden Mas Soerjopranoto.

    Setelah setahun menjadi guru, muncul ide Ki Hajar Dewantara untuk mendirikan sekolah sendiri. Akhirnya, pada 3 Juli 1922, ia memutuskan untuk mendirikan sekolah baru yang Ia beri nama National Onderwijs Instituut Tamansiswa”.

    Sekolah tersebut merupakan bentuk protesnya terhadap sekolah yang didirikan oleh kolonial Belanda yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebudayaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, filosofi dan seluruh aktivitas di Tamansiswa dilandasi oleh kebudayaan bangsa Indonesia, agar anak-anak Inlander dapat menjadi seorang intelektual yang berbudi pekerti serta mencintai tanah airnya.

    Pada 1932, pemerintah Belanda menyita semua barang-barang yang ada di Tamansiswa, karena Tamansiswa tidak membayar pajak pada pemerintah Belanda. Barang-barang yang disita tersebut kemudian dilelang ke bangsawan-bangsawan hingga membuat hati Ki Hajar Dewantara sangat marah sekaligus sedih.

    Namun, diluar dugaannya ternyata bangsawan-bangsawan tersebut memberikan barang-barang yang telah dilelang tersebut untuk Tamansiswa kembali. Setelah pendirian Tamansiswa tersebut, Soewardi mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara pada 23 Februari 1928.

    Baca: Peran masyarakat adat hadapi perubahan iklim

    Selama berjalannya waktu, Tamansiswa semakin berkembang. Ki Hajar Dewantara pun dikenal dengan pelopor pendidikan Indonesia. Hal tersebut membawanya pada jabatan sebagai Menteri Pengadjaran pada awal kemerdekaan dan juga anggota DPR pada pemerintahan RIS pada 1949 menjelang 1950 (Republik Indonesia Serikat).

    Namun pada tahun 1950, Ki Hajar Dewantara memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR dan memilih mengurus Tamansiswa. Selama mengurus Tamansiswa, Ki Hajar Dewantara tidak berpangku tangan.

    Ia masih aktif menulis di berbagai media masa untuk menuangkan pemikirannya, diantaranya mengenai Tri Pusat Pendidikan yang diusungnya pada Taman Siswa maupun mengenai pendidikan bagi kaum perempuan.

    Kegiatan-kegiatan tersebutlah yang mengisi hari-hari Ki Hajar Dewantara, hingga beliau wafat pada 26 April 1959 dan dimakamkan di Yogyakarta.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • Waspadai 6 Bahaya di Balik Manfaat Makanan Fermentasi

    Waspadai 6 Bahaya di Balik Manfaat Makanan Fermentasi

    7cloud.asia – Belakangan ini, makanan fermentasi telah menjadi sangat populer, berkat klaim yang membahas kandungan nutrisinya dan manfaat kesehatan yang dilaporkan, seperti meningkatkan pencernaan, meningkatkan kekebalan tubuh dan bahkan membantu orang menurunkan berat badan.

    Beberapa makanan fermentasi yang banyak dikenal dan populer di tengah masyarakat termasuk kefir, kombucha, asinan kubis, tempe, nattomisokimchi, dan roti sourdough.

    Namun, meskipun makanan fermentasi ini mungkin menawarkan banyak manfaat kesehatan, banyak orang tidak menyadari bahwa makanan fermentasi ini tidak cocok untuk semua orang.

    Bahkan bagi sebagian orang, makanan fermentasi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

    Hal ini karena, makanan fermentasi mengandung mikroorganisme seperti bakteri hidup dan ragi (dikenal sebagai probiotik). Namun, tidak semua mikroorganisme itu buruk. Banyak, probiotik yang tidak berbahaya dan bahkan bermanfaat bagi kita.

    Selama proses fermentasi, probiotik mengubah karbohidrat pati dan gula menjadi alkohol dan/atau asam. Hal ini bertindak sebagai pengawet alami dan memberikan makanan fermentasi dengan rasa dan aroma yang khas.

    Baca: Polusi udara sebabkan 7 juta kematian dini setiap tahun

    Banyak faktor yang mempengaruhi fermentasi, termasuk jenis probiotik, metabolit utama yang dihasilkan mikroba ini (seperti asam laktat, atau asam amino tertentu), dan makanan  fermentasi. Sebagai contoh, yogurt probiotik diproduksi dengan memfermentasi susu, biasanya dengan bakteri asam laktat yang menghasilkan asam laktat.

     

    Makanan fermentasi mengandung probiotik dalam jumlah tinggi, yang biasanya dianggap aman bagi sebagian besar orang. Faktanya, mereka telah terbukti memiliki aktivitas anti-oksidan, anti-mikroba, anti-jamur, anti-inflamasi, anti-diabetes, dan anti-aterosklerosis.

    Namun, beberapa orang mungkin mengalami efek samping yang parah setelah mengonsumsi makanan fermentasi. Apa saja efek samping dari makanan fermentasi itu?

    1. Kembung

    Reaksi yang paling umum terhadap makanan fermentasi adalah peningkatan gas dan kembung sementara. Ini adalah hasil dari kelebihan gas yang dihasilkan setelah probiotik membunuh bakteri dan jamur usus yang berbahaya.

    Probiotik mengeluarkan peptida antimikroba yang membunuh organisme patogen berbahaya seperti Salmonella dan E. Coli.

    Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan efek antimikroba dari strain Lactobacilli probiotik yang ditemukan dalam yogurt komersial. Meskipun kembung setelah makan probiotik tampaknya merupakan pertanda baik bahwa bakteri berbahaya sedang dikeluarkan dari usus, beberapa orang mungkin mengalami kembung yang parah, yang bisa sangat menyakitkan.

    Minum terlalu banyak kombucha yang jug atergolong sebagai makanan fermentasi juga dapat menyebabkan asupan gula dan kalori berlebih, yang juga dapat menyebabkan kembung dan gas.

    Baca: Kenali ciri produk ramah lingkungan berikut ini

    2. Sakit kepala and migrain

    Makanan fermentasi yang kaya akan probiotik – termasuk yogurt, asinan kubis, dan kimchi – secara alami mengandung amina biogenik yang diproduksi selama fermentasi. Amina dibuat oleh bakteri tertentu untuk memecah asam amino dalam makanan yang difermentasi. Jenis yang paling umum ditemukan dalam makanan kaya probiotik adalah histamin dan tyramine.

    Beberapa orang sensitif terhadap histamin dan amina lainnya, dan mungkin mengalami sakit kepala setelah makan makanan fermentasi. Karena amina merangsang sistem saraf pusat, mereka dapat meningkatkan atau menurunkan aliran darah yang dapat memicu sakit kepala dan migrain.

    Sebuah penelitian atau studi menemukan bahwa diet rendah histamin mengurangi sakit kepala pada 75% partisipan. Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen probiotik mungkin lebih disukai.

    3. Intoleransi histamin

    Histamin banyak ditemukan pada makanan yang difermentasi. Bagi sebagian besar orang, enzim spesifik tubuh kita secara alami akan mencernanya. Namun, beberapa orang tidak cukup memproduksi enzim ini. Ini berarti histamin tidak akan dicerna dan malah akan diserap ke dalam aliran darah.

    Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala intoleransi histamin. Yang paling umum adalah gatal-gatal, sakit kepala atau migrain, pilek (rinitis), kemerahan pada mata, kelelahan, gatal-gatal, dan gejala pencernaan termasuk diare, mual, dan muntah.

    Namun, intoleransi histamin juga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah, termasuk asma, tekanan darah rendah, denyut jantung tidak teratur, peredaran darah tidak lancar, perubahan psikologis yang tiba-tiba (seperti kecemasan, agresivitas, pusing, dan kurang konsentrasi) dan gangguan tidur.

    4. Penyakit yang ditularkan melalui makanan

    Meskipun sebagian besar makanan fermentasi aman, masih ada kemungkinan makanan tersebut terkontaminasi bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Pada tahun 2012, terjadi wabah 89 kasus Salmonella di Amerika Serikat yang disebabkan oleh tempe yang tidak dipasteurisasi.

    Dua wabah besar Escherichia coli, dilaporkan terjadi di sekolah-sekolah Korea Selatan pada tahun 2013 dan 2014. Mereka dikaitkan dengan makan kimchi sayuran fermentasi yang terkontaminasi.

    Dalam banyak kasus, probiotik yang ditemukan dalam produk susu fermentasi seperti keju, yogurt, dan susu mentega dapat secara efektif mencegah pertumbuhan bakteri tertentu, seperti Staphylococcus aureus dan Staphylococcal enterotoksin yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

    Namun dalam beberapa kasus, probiotik gagal dan bakteri justru dapat mengeluarkan racun, sehingga produk tersebut mungkin berbahaya.

    5. Infeksi dari probiotik

    Probiotik pada umumnya aman bagi sebagian besar orang. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, mereka dapat menyebabkan infeksi – terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk.

    Sebuah penelitian di London, Inggris, melaporkan kasus pertama pasien diabetes berusia 65 tahun yang mengalami abses hati yang disebabkan oleh konsumsi probiotik. Pasien yang rentan, seperti mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, harus disarankan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak probiotik.

    Pengobatan dengan probiotik dapat menyebabkan infeksi serius, seperti pneumonia pada orang yang rentan dan infeksi sistemik, termasuk sepsis dan endokarditis.

    6. Resistensi antibiotik

    Bakteri probiotik dapat membawa gen yang memberikan resistensi terhadap antibiotik. Gen-gen resistensi antibiotik ini dapat berpindah ke bakteri lain yang ditemukan dalam rantai makanan dan saluran pencernaan melalui transfer gen horizontal.

    Gen resistensi antibiotik yang paling umum dibawa oleh makanan fermentasi adalah terhadap eritromisin dan tetrasiklin, yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan dan beberapa penyakit menular seksual.

    Para peneliti menemukan strain probiotik yang resisten dalam suplemen makanan yang tersedia secara komersial, yang dapat berarti resisten terhadap beberapa jenis antibiotik yang umum digunakan untuk mengobati infeksi bakteri serius.

    Penelitian juga menemukan enam jenis probiotik Bacillus yang ditemukan dalam produk makanan (termasuk kimchi, yogurt, dan buah zaitun) juga resisten terhadap beberapa antibiotik).

    Dan, sebuah penelitian di Malaysia baru-baru ini menunjukkan probiotik bakteri Lactobacillus dalam kefir membawa resistensi terhadap berbagai antibiotik termasuk ampisilin, penisilin, dan tetrasiklin. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati penyakit serius pada manusia termasuk infeksi kandung kemih, pneumonia, gonore, dan meningitis.

    Penelitian lain juga menunjukkan bakteri asam laktat yang ditemukan dalam produk susu Turki resisten terhadap antibiotik vankomisin, yang merupakan obat pilihan untuk pengobatan infeksi MRSA.

    Meskipun ada berbagai macam manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari mengonsumsi makanan fermentasi, hal ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang. Meskipun kebanyakan orang akan baik-baik saja mengonsumsi makanan fermentasi, namun bagi sebagian orang, makanan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.


    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris

  • Sambut Hari Pendidikan Nasional, Komnas Perempuan Ingatkan Lembaga Pendidikan Belum Menjadi Ruang Aman

    Sambut Hari Pendidikan Nasional, Komnas Perempuan Ingatkan Lembaga Pendidikan Belum Menjadi Ruang Aman

    7cloud.asia – Menyambut Hari Pendidikan Nasional Komnas Perempuan menegaskan, pentingnya mewujudkan Kawasan Bebas Kekerasan, termasuk kekerasan seksual di lembaga pendidikan menjadi perhatian bersama.

    Berdasarkan data pengaduan ke Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), kekerasan di ranah publik masih tinggi sebesar 1276 kasus, di mana kekerasan seksual sangat dominan. Salah satu dari ranah publik tersebut adalah kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan.

    Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2023 mendokumentasikan kekerasan pada lembaga pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya, dari 12 kasus menjadi 37 kasus, dengan bentuk kekerasan seksual meliputi, pencabulan, percobaan perkosaan, pelecehan verbal hingga kriminalisasi.

    Komisioner Komnas Perempuan, Alimatul Qibtiyah yang merupakan Ketua Subkom Pendidikan Komnas Perempuan mengungkapkan bahwa sejumlah guru, dosen, dan tokoh agama yang berkiprah di dunia pendidikan turut menjadi pelaku kekerasan.

    Hal ini ironis karena mereka seharusnya menjadi pelindung di lembaga pendidikan, tauladan dan sekaligus perwakilan negara yang mana semestinya hadir sebagai duty bearer of rights (penanggung jawab hak-hak sipil) bagi peserta didik.

    Baca: Mengapa 2 Mei Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional 

    Komnas Perempuan melihat kurangnya perspektif HAM dan gender, baik dalam kebijakan pendidikan atau di kalangan tenaga kependidikan sering kali menyebabkan terjadinya diskriminasi, intoleransi, dan kurangnya keberpihakan pada korban. 

    Komnas Perempuan mengapresiasi Gerakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lembaga pendidikan dengan adanya 125 (100%) Satgas PPKS Perguruan Tinggi Umum, 30 (52%) Komitmen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) untuk mewujudkan kampus bebas dari kekerasan seksual.

    “Kita juga apresiasi 12 Perguruan Tinggi Keagamaan Budha (100%) yang juga sudah berproses mewujudkan kampus bebas dari kekerasan,” imbuh Alim dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (2/5/2023).

    Komisioner lainnya Imam Nahe’i menuturkan bahwa bagi Komnas Perempuan perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) perlu menjadi momen untuk menguatkan upaya pencegahan, perlindungan dan pemulihan bagi perempuan korban kekerasan dalam kerangka HAM yang berkeadilan gender dengan melibatkan seluruh ekosistem pendidikan.

    Baca: Mengenal ulama panutan Buya Hamka 

    Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW) Pasal 10 menyebutkan bahwa Negara-Negara Peserta wajib melakukan segala langkah-tindak yang diperlukan untuk menghapus diskriminasi terhadap perempuan untuk menjamin bagi mereka hak-hak yang setara dengan laki-laki dalam bidang pendidikan dan khususnya untuk menjamin, atas dasar kesetaraan laki-laki dan perempuan.

    Lembaga pendidikan, katanya, merupakan institusi strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan termasuk kekerasan seksual.

    “Penyelenggaraan pendidikan yang demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajuan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam UU RI No. 20/2003 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan,” imbuh Nahe’i.

    Selain itu juga ada KMA No. 3/2023 tentang Pedoman Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama harus menjadi rujukan dalam bentuk apa pun yang perlu dipahami oleh civitas akademika dan pembuat kebijakan di lembaga pendidikan

    Korban dan atau saksi kekerasan seksual di lingkungan pendidikan perlu didukung untuk menjadi berani melaporkan kasus yang terjadi kepada lembaga layanan atau pihak yang terkait. 

    Baca: Mengapa Muhammadiyah sering berbeda soal 1 Syawal

    Komisioner Maria Ulfah menegaskan, lahirnya UU TPKS dan penguatan kebijakan terkait kekerasan seksual seperti Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, PMA No 73/2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga pendidikan, dan KMA No 3/2023 tentang Pedoman Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama harus menjadi rujukan dalam menangani laporan kasus kekerasan seksual. 

    Mengakhiri pernyataan Komnas Perempuan, Maria Ulfah mengatakan bahwa Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai leading sector harus memprioritaskan penyusunan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden sebagaimana diamanatkan UU TPKS serta Peraturan turunan lainnya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait termasuk Lembaga Nasional HAM (LNHAM)

    “PP dan Perpres itu diharapkan rampung dalam waktu tidak lebih dari 2 (dua) tahun, agar UU TPKS bisa segera diimplementasikan,” tegasnya.

  • Penembakan Kantor MUI, Kriminal Biasa atau Aksi Teror?

    Penembakan Kantor MUI, Kriminal Biasa atau Aksi Teror?

    7cloud.asia – Hanya sepekan setelah Lebaran sebuah teror mengejutkan warga ibu kota Jakarta. Kantor Majelis Ulama Indonesia atau MUI yang berada di Menteng, Jakarta Pusat diserang oleh orang tak dikenal.

    Penembakan kantor MUI terjadi Selasa (2/5/2023) siang. Penembakan kantor MUI ini mengakibatkan sejumlah kaca pecah. Dua orang terluka, sedangkan pelaku dinyatakan tewas oleh aparat kepolisian.

    “Iya benar ada penembakan di halaman depan kantor MUI ada beberapa kaca pecah, ada korban dari pihak kita, sudah dibawa ke rumah sakit. Saya kira ini bentuk teror yang mengaku Tuhan. Iya dia bilang ngaku Tuhan,” tutur Wasekjen MUI Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah 

    Menurut Ikhsan, tidak ada yang mengenal pelaku tersebut. Adapun aktivitas di Kantor MUI Menteng hari itu ada rapat pimpinan (Rapim) dan kegiatan silaturahmi. 

    Pelaku penembakan mendatangi kantor MUI sekitar pukul 11.24 WIB. Ia meminta bertemu dengan Ketua MUI. Ketika dilarang, pelaku langsung mengeluarkan senjata air soft gun dan melepaskan beberapa kali tembakan. 

    Usai melepaskan tembakan, pelaku berusaha kabur dan dikejar oleh petugas keamanan dan pegawai MUI lainnya. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk.

    “Saat proses diamankan, beberapa saat kemudian, tersangka pingsan dan dibawa ke Polsek dan dibawa ke Puskesmas Menteng [Jakarta],” ungkap Kapolda.

    Ketika diperiksa oleh petugas medis di puskesmas tersebut, pelaku dinyatakan telah tewas.

    Baca: Buka puasa ala Indonesia mampu satukan tokoh lintas agama di AS

    Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin membenarkan kasus penembakan di Kantor MUI dan pelaku sudah meninggal. Namun, Komarudin belum menjelaskan lebih jauh terkait dengan kematian pelaku penembakan kantor MUI tersebut.

    Sejauh ini, diduga aksi penembakan dilakukan oleh satu orang pelaku. Polisi masih menggali motif pelaku penembakan kantor MUI ini dan belum mengaitkannya dengan aksi teror. Dari KTP-nya diketahui pelaku berasal dari Lampung. Dalam aksinya pelaku menggunakan soft gun dan bukan senjata api.

    “Saat ini sedang olah TKP, pemeriksaan saksi dan sebagainya. Nanti kalau sudah dapat identitas pelaku latar belakang dan sebagainya, modus dan sebagainya nanti kita rilis,” ujarnya usai kejadian.

     

    Dilansir BBC Indonesia, penembakan kantor MUI terjadi sekitar pukul setengah 12 siang. Sebelumnya pelaku sempat mengirimkan surat kepada Ketua MUI. Dalam surat itu, dia mengklaim sebagai nabi.

     

    Surat itu ditunjukkan kepada wartawan oleh Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam di kantor pusat MUI di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (02/05/2023) usai insiden penembakan.

     

    Dalam suratnya, sebagaimana dilaporkan sejumlah media, si pelaku meminta Ketua MUI untuk menerima klaimnya sebagai “orang yang diutus” dan mempersatukan umat Islam. Pelaku disebut sudah beberapa kali bolak-balik ke kantor MUI dan meminta untuk bertemu Ketua MUI.

     

    Polisi diminta mengusut tuntas kasus penembakan kantor MUI ini dan memaparkan hasilnya secara terbuka untuk menghindari praduga dan provokasi. 

     

    Baca: Dalam 5 tahun, puluhan orang tewas akibat konflik agraria

    Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq menyebut bahwa menjelang tahun pemilu seperti saat ini memang sering muncul upaya pihak-pihak yang membuat opini publik hingga akhirnya menganggap ada yang tidak beres dengan negeri ini.

    “Padahal selama ini kita masih melihat bahwa suasana tetap kondusif, kehadiran aparat kita baik kepolisian maupun TNI masih menjadi penjaga yang utama dalam menjaga keadaan Indonesia,” tuturnya.

     

    Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKB ini juga memberi semangat dan dukungan untuk MUI secara khusus dan ormas Islam lainnya untuk tidak lelah dalam melakukan kerja-kerja keumatan.

    “Ini menjadi tugas dari semua ormas termasuk MUI untuk tidak lelah mengedukasi masyarakat tentang perlunya upaya dialog komunikasi-komunikasi dan dakwah-dakwah yang lebih toleran, damai mengedepankan pola-pola yang sesuai dengan nilai keindonesiaan kita,” ungkap Maman.

     

    Ia meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penembakan kantor MUI tersebut. 

    “Tentu saya mengutuk peristiwa penembakan di gedung MUI pusat. Aparat segera mengusut tuntas pelaku, dan motifnya. Harus juga diusut di belakang atau siapa, kelompok mana, di belakang orang yang menggunakan soft gun itu melakukan penembakan,” tegas Maman kepada awak media, Selasa (2/5/2023).

     

    Ia berharap aktor intelektual dari aksi teror berupa penembakan terhadap MUI yang merupakan lembaga tempat berkumpulnya para alim ulama itu dapat diungkap.

    Baca:  Jelang Pemilu, sudahkah kamu mengenali caleg di daerah kamu?

    Kecaman terhadap  aksi penembakan di kantor MUI juga datang dari anggota DPR lainnya. Ditengarai ada pihak yang sengaja merusak stabilitas politik dan keamanan negara.

    “Apakah ada oknum-oknum yang sengaja ingin merusak stabilitas politik dan keamanan. Ini sangat-sangat berbahaya,” kata wakil ketua Komisi III DPR  Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulisnya. 

    Sahroni mendesak kepolisian segera mengungkap rinci motif di balik penembakan tersebut.

    Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily juga mengecam keras aksi penembakan di kantor MUI Pusat dan menegaskan tindakan tersebut tidak boleh terjadi, terlebih menggunakan senjata.

    “Tindakan ini merupakan perilaku biadab. Segala bentuk kekerasan apapun Tidak boleh terjadi, apalagi menggunakan senjata api,” kata Ace seperti dikutip Parlementaria, Selasa (2/5/2023).

     

    Ace meminta agar aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif di balik penembakan MUI tersebut. Sebab, insiden ini dikategorikan sebagai tindakan teror.

    “Pelaku penembakan itu harus diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Tindakan itu dapat dikategorikan sebagai tindakan teror yang harus diusut tuntas hingga akar-akarnya. Apalagi ini terjadi di kantor MUI Pusat,” tegas Politisi Fraksi Golkar ini.

     

     

     

  • Mengenal Kota Kupang, dari Lai Kopan yang Diperebutkan Belanda dan Portugis

    Mengenal Kota Kupang, dari Lai Kopan yang Diperebutkan Belanda dan Portugis

    7cloud.asia – Kota Kupang, mungkin banyak dari kita yang belum pernah mengunjungi ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Bisa karena letaknya yang cukup jauh, juga karena belum banyak orang mengenal Kupang yang terletak di ujung timur Pulau Timor.

    Mungkin juga banyak yang belum tahu kalau Kota Kupang punya sejarah yang panjang, yakni sejak abad ke-15 saat Portugis dan Belanda sedang berebut kuasa atas bumi Nusantara yang kaya akan hasil bumi.

    Meski sejarah Kota Kupang sudah terjejak sejak abad ke-15 atau saat bangsa Portugis datang ke wilayah ini untuk melakukan perdagangan rempah-rempah, tanggal lahir Kota Kupang baru ditetapkan pada 23 April 1886. 

    Namun tetap saja usia Kota Kupang sudah ratusan, karena artinya hingga saat ini ibu kota NTT ini telah berumur 237 tahun. Sudah cukup tua bukan?

    Baiklah, tidak berpanjang-panjang segera saja kita ulas sejarah Kota Kupang. Kupang adalah kota kecil dengan luas 152,59 kilometer persegi yang terletak di ujung Pulau Timor tak jauh dari perbatasan dengan Timor Leste. 

    Dikutip wikipedia, nama Kupang diambil dari nama seorang raja, yaitu Nai Kopan atau Lai Kopan, yang memerintah Kota Kupang sebelum bangsa Portugis datang ke Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 1436, pulau Timor sudah mempunyai 12 kota bandar namun tidak disebutkan namanya.

    Kota-kota bandar tersebut terletak di pesisir pantai, dan salah satunya yang strategis menghadap ke Teluk Kupang. Daerah ini merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Helong dan yang menjadi raja pada saat itu adalah Raja Koen Lai Bissi.

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Pada tahun 1613, perusahaan dagang Belanda yang berkedudukan di Jakarta, mulai melakukan kegiatan perdagangannya di Nusa Tenggara Timur dengan mengirim 3 kapal yang dipimpin oleh Apolonius Scotte, menuju pulau Timor dan berlabuh di Teluk Kupang.

    Kedatangan rombongan VOC ini diterima oleh Raja Helong, yang sekaligus menawarkan sebidang tanah untuk keperluan markas VOC. Pada saat itu VOC belum memiliki kekuatan yang tetap di tanah Timor.

    Pada tanggal 29 Desember 1645, seorang padri Portugis yang bernama Antonio de Sao Jacinto tiba di Kupang. Dia mendapat tawaran yang sama dengan yang diterima VOC dari Raja Helong.

    Tawaran tersebut disambut baik oleh Antonio de Sao Jacinto dengan mendirikan sebuah benteng, namun kemudian benteng tersebut ditinggalkan karena terjadi perselisihan di antara mereka.

    VOC semakin menyadari pentingnya NTT untuk kepentingan dagangnya, sehingga pada tahun 1625 hingga 1663, VOC menyerang Portugis di pulau Solor. Dengan bantuan orang-orang Islam di Solor, Benteng Fort Henricus berhasil direbut oleh VOC.

    Pada tahun 1653, VOC mendarat di Kupang dan berhasil merebut bekas benteng Portugis Fort Concordia, yang terletak di muara sungai Teluk Kupang di bawah pimpinan Kapten Johan Burger.

    Kedudukan VOC di Kupang langsung dipimpin oleh Openhofd J. van Der Heiden. Selama menguasai Kupang sejak tahun 1653 sampai dengan tahun 1810, VOC telah menempatkan sebanyak 38 Openhofd dan yang terakhir adalah Stoopkert, yang berkuasa sejak tahun 1808 sampai dengan tahun 1810.

    Nama Lai Kopan kemudian disebut oleh Belanda sebagai Koepan dan dalam bahasa sehari-hari menjadi Kupang. Untuk pengamanan Kota Kupang, Belanda membentuk daerah penyangga di daerah sekitar Teluk Kupang dengan mendatangkan penduduk dari pulau RoteSabu dan Solor.

    Untuk meningkatkan pengamanan kota, maka pada tahun 23 April 1886, Residen Creeve menetapkan batas-batas kota yang diterbitkan pada Staatblad Nomor 171 tahun 1886. 

    Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
    Selama masa penjajahan Belanda, Kupang menjadi pusat perlawanan rakyat Nusa Tenggara Timur melawan kolonialisme. Salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Kupang adalah Frans Sales Lega.

    Ia adalah salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang kemudian menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

    Setelah Indonesia merdeka, Kupang menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada tahun 1958, Kupang resmi menjadi ibu kota dari provinsi Nusa Tenggara Timur yang baru dibentuk.

    Kota Kupang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat kaya. Kristen Protestan menjadi agama mayoritas di Kota ini dengan jumlah pemeluk mencapai 64,04%, Katolik 21,07%, Islam 14,34%, Hindu 0,51%, Buddha 0,04%, Konghucu 0,00%.

    Masyarakat Kupang terdiri dari berbagai suku seperti Timor, Flores, Sumba, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga pengaruh budaya Portugis dan Belanda yang masih terlihat hingga saat ini.

    Keberagaman budaya Kupang tercermin dari seni dan budaya yang ada di Kota Kupang seperti tari likurai, tari Nagekeo, dan tari Rote.

    Kupang juga memiliki berbagai tempat wisata yang menarik seperti Pantai Lasiana, Pantai Tablolong, dan Pantai Oetune. Selain itu, terdapat juga objek wisata sejarah seperti Benteng Concordia yang dibangun oleh Belanda pada abad ke-17 dan Gereja Katolik Katedral Kupang yang merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia.

    Pendidikan dan Ekonomi 
    Kota Kupang memiliki beberapa universitas dan perguruan tinggi yang cukup terkenal seperti Universitas Nusa Cendana dan Universitas Kristen Artha Wacana. Selain itu, terdapat juga beberapa sekolah menengah atas yang memiliki prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

    Di sisi ekonomi, Kupang memiliki potensi yang cukup besar dalam sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan. Namun, masih terdapat beberapa masalah yang perlu diatasi seperti minimnya infrastruktur dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

    Kota Kupang memiliki bandar udara internasional bernama Bandar Udara El Tari yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Selain itu, terdapat juga pelabuhan laut yang melayani kapal-kapal penumpang dan barang.

    Di dalam kota, terdapat beberapa angkutan umum seperti mikrolet atau biasa disebut bemo dan ojek yang dapat digunakan untuk transportasi sehari-hari.

    Mikrolet atau bemo di Kota Kupang tergolong unik dan nyaman dibanding daerah lain.
    Sound system yang dimodifikasi senilai puluhan juta membuat penumpang serasa berada di dalam discotik berjalan.

    Makanan Khas Kota Kupang
    Kota Kupang memiliki berbagai makanan khas yang lezat dan unik. Salah satunya adalah ikan kuah asam yang terbuat dari ikan tuna yang dimasak dengan bumbu asam pedas.

    Makanan lain yang tidak boleh dilewatkan adalah jagung bakar yang biasanya dijual di pinggir jalan. Jagung bakar ini dibakar dengan arang dan kemudian diberi bumbu seperti keju, saus tomat, atau susu kental manis.

    Rasanya yang gurih dan manis membuat jagung bakar menjadi favorit banyak orang di Kota Kupang.

    Artikel ini pertama kali terbit di halopedeka.com, baca artikel asli di sini

  • Seperti Ini Dampak Gaya Hidup Konsumtif pada Lingkungan

    Seperti Ini Dampak Gaya Hidup Konsumtif pada Lingkungan

    7cloud.asia – Pernahkan kamu mengkaji bagaimana kamu menjalani gaya hidup mu selama ini? Konsumtif kah atau mengonsumsi secukupnya. 

    Ya, tanpa sadar makin banyak orang yang terjebak dalam gaya hidup konsumtif baik karena pengaruh lingkungan sekitar ataupun media massa. Padahal, dalam jangka panjang gaya hidup konsumtif bisa membuat sengsara hidup kamu. 

    Menurut KBBI, konsumtif adalah kata sifat yang berarti sesuatu yang bersifat konsumsi semata, hanya memakai dan tidak menghasilkan sendiri. Gaya hidup konsumtif adalah perilaku yang berlebihan dalam mengonsumsi dan membeli barang, meski barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

     

    Dengan kata lain, gaya hidup konsumtif adalah perilaku atau gaya hidup individu yang senang membelanjakan uangnya tanpa pertimbangan yang matang dengan mengabaikan kegunaannya.

     

    Selain itu, gaya hidup konsumtif juga bisa diartikan sebagai sebuah tindakan menggunakan suatu produk secara tidak tuntas. Hal ini berarti bahwa belum habis sebuah produk digunakan, seseorang telah membeli produk lain dengan fungsi yang sama.

    Beberapa produk yang masuk ke dalam gaya hidup konsumtif ini adalah kebutuhan skunder seperti pakaian, sepatu, aksesoris dan lain-lain.

    Sedangkan, pola hidup konsumtif adalah gambaran pola hidup seseorang yang hanya dikendalikan dan didorong oleh keinginan untuk memenuhi kesenangan semata.
     
     
    Ada banyak contoh gaya hidup konsumtif yang terkadang tidak kamu sadari, seperti membeli baju, tas, jam tangan atau sepatu secara berlebihan meski sudah memiliki barang tersebut. Sehingga, baju, tas, jam tangan atau sepatu hanya akan menumpuk dan tidak terpakai sama sekali.
     
    Contoh lain gaya hidup konsumtif yang paling sering terjadi adalah membeli barang branded hanya untuk meningkatkan status sosial. Lantas apa dampak gaya hidup konsumtif dan mengapa gaya hidup ini disorot? 
     
    Gaya hidup konsumtif tak hanya berdampak pada kondisi keuangan dan kesehatan mental seseorang, tapi juga berdampak pada kelestarian lingkungan. 
     
    Ini bisa dijelaskan sebagai berikut, dengan semakin banyak barang yang dibeli maka akan semakin banyak sumber daya alam yang diambil. Pembelian lebih banyak barang juga mengakibatkan lebih banyak sampah atau limbah yang harus dibuang. 
     
    Untuk urusan pakaian misalnya, pengikut gaya hidup konsumtif akan terus-menerus membeli pakaian baru dengan alasan malu untuk mengenakan pakaian yang sama dalam beberapa kali kesempatan.
     
     

    Sadar atau tidak, gaya hidup konsumtif akan mengakibatkan dampak yang besar bagi lingkungan. Limbah fashion nyatanya adalah penyumbang polusi terbesar kedua di dunia.

    Setiap tahun, setidaknya 92 juta ton sampah tekstil diproduksi dan dibuang ke alam. Sebagian dari limbah fashion itu dibuang begitu saja ke lautan sehingga mengakibatkan pencemaran air.
     
    Pencemaran air itu menyebabkan banyak ikan dan biota laut lainnya terkena mikroplastik. Mikroplastik tersebut bisa termakan oleh manusia secara tidak sengaja karena kita turut mengkonsumsi biota laut yang sudah tercemar itu.
     
    Produksi tekstil secara besar-besaran  juga mengakibatkan pencemaran di daratan. Studi yang dilakukan oleh Pusat Riset Oseanografi Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bulan Februari 2023, menemukan sebanyak 70 persen bagian tengah Sungai Citarum tercemar mikroplastik, berupa serat benang polyester. 
     

    Kandungan mikroplastik mengancam kehidupan biota di Daerah Aliran Sungai Citarum. Kerusakan yang terjadi berupa kecacatan hingga kematian ikan dan kerang di Sungai Citarum. Selain itu, penggunaan air Sungai Citarum untuk mandi dan mencuci baju oleh warga sekitar juga berpotensi memunculkan berbagai penyakit.

    Baca: Tips mudik ramah lingkungan

     

    Gambaran di atas hanya ditimbulkan oleh gaya hidup konsumtif untuk urusan pakaian. Jika gaya hidup ini diterapkan di banyak bidang, bisa dibayangkan bagaimana dampak yang ditimbulkan jika gaya hidup konsumtif ini juga dilakukan untuk urusan makanan, asesorie, alat komunikasi, transportasi yang bendanya jauh lebih besar dan terbuat dari bahan yang tak mudah diurai. 

    Jadi mulai sekarang kaji gaya hidupmu, dan mulai tinggalkan gaya hidup konsumtif sebelum kamu terjebak lebih jauh di dalamnya. 

  • Hari Kebebasan Pers Dunia: Jurnalis Bekerja Penuh Risiko Namun Minim Perlindungan

    Hari Kebebasan Pers Dunia: Jurnalis Bekerja Penuh Risiko Namun Minim Perlindungan

    7cloud.asia – Indonesia sebagai bagian dari komunitas internasional masih menghadapi masalah dalam pemenuhan informasi. Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia maupun UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang merupakan cerminan hak kebebasan pers dan kebebasan berekspresi belum sepenuhnya terimplementasi dengan baik. 

    Berbagai kekerasan dan ancaman masih dialami jurnalis termasuk jurnalis perempuan yang rentan mengalami kekerasan dan diskriminasi serta berpotensi mendapatkan risiko ganda karena posisinya sebagai jurnalis dan juga sebagai perempuan. Sementara perlindungan yang ada masih sangat terbatas.

    “Terdapat sejumlah regulasi seperti UU ITE maupun beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berpotensi mengancam kebebasan pers, kemerdekaan berpendapat dan berekspresi,” ucap Wakil Ketua Komnas Perempuan, Olivia Salampessy dalam keterangan tertulis terkait Hari Kebebasan Pers Sedunia Rabu (3/5/2023).

    Selain itu Olivia juga menyoroti adanya kriminalisasi bagi jurnalis yang bertentangan dengan pengaturan dalam UU Pers maupun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Sehingga, pada Hari Kebebasan Pers Sedunia 2023 ini Komnas Perempuan mendorong terwujudnya kebebasan pers dan ruang aman bagi jurnalis perempuan dan para pekerja media.

    Hal ini penting untuk menjamin terwujudnya hak perempuan berekspresi sekaligus bebas mendapatkan informasi.

    Baca: Mungkinkah mengikis pandangan seksis di industri film nasional?

    Terkait dengan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia pers, lembaga survei Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2Media) pada akhir 2021 merilis laporannya bahwa sebanyak 85,7% dari 1.256 jurnalis perempuan dari seluruh Indonesia yang menjadi responden pernah mengalami berbagai tindakan kekerasan.

    Lebih lanjut hasil riset kolaboratif antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan PR2Media pada Tahun 2022 mengungkapkan bahwa 82,6% dari 852 jurnalis perempuan di 34 provinsi menyatakan pernah mengalami kekerasan seksual.

    Komisioner dan Ketua Sub Komisi Pemantauan Komnas Perempuan Bahrul Fuad menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2022 sebanyak empat kasus kekerasan terhadap perempuan jurnalis yang dilaporkan kepada Komnas Perempuan berupa kekerasan seksual dan kekerasan fisik. 

    “Komnas Perempuan mengapresiasi keberanian korban untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya. Dalam banyak kasus kekerasan berbasis gender, perempuan jurnalis sebagai korban kekerasan cenderung diam dan tidak berani melaporkan kasusnya dengan berbagai pertimbangan,” ucap Bahrul.

    Baca: Lembaga pendidikan justru bukan ruang aman bagi peserta didik

    Sementara Komisioner dan Ketua Sub Komisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan Veryanto Sitohang menyampaikan bahwa jurnalis perempuan rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

    Pada tanggal 14 Februari 2023, media ramai memberitakan pelecehan seksual yang dialami oleh jurnalis perempuan saat meliput kegiatan rapat kerja nasional salah satu partai politik di Jakarta. 

    “Perlindungan terhadap perempuan jurnalis dalam menjalankan tugasnya menjadi agenda penting untuk diterapkan oleh perusahaan pemilik media di bawah pengawasan Dewan Pers. Apalagi Indonesia telah memiliki Undang-Undang No.12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,” tegas Veryanto.

    Lebih lanjut Veryanto mengharapkan agar Dewan Pers segera menerbitkan Pedoman Pemberitaan Kekerasan Seksual termasuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dan pedoman perlindungan perempuan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

    Baca : Dampak negatif gaya hidup konsumtif pada lingkungan

    Dalam Rangka Hari Kebebasan Pers Sedunia Tahun 2023, Veryanto Sitohang menyampaikan apresiasi  terhadap jurnalis khususnya jurnalis perempuan melalui tugasnya untuk mendukung penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan kepemimpinan perempuan.

    Meskipun tugas tersebut berisiko dengan belum maksimalnya jaminan perlindungan bagi perempuan pekerja media. 

    “Komnas Perempuan juga mendukung kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi, dan mendorong pemerintah Indonesia membuka akses kepada jurnalis perempuan untuk melakukan tugas di daerah-daerah konflik dengan jaminan perlindungan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia”, Veryanto menegaskan. 

    Sementara itu, Komisioner dan Ketua Tim Perempuan Pekerja Komnas Perempuan Tiasri Wiandani menekankan penting perhatian terhadap banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia kerja, di antaranya kekerasan seksual yang dapat mempengaruhi mental dan fisik seseorang.

    Oleh karena itu dalam upaya mendukung terlaksananya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Komnas Perempuan mengajak semua pihak untuk menciptakan ruang kerja yang aman dan nyaman bagi semua dari kekerasan seksual, khususnya bagi perempuan pekerja pers. 

     “Perusahaan atau pemberi kerja termasuk di sektor media, serikat pekerja/serikat buruh, dan pekerja memiliki peran dan tanggung jawab bersama menjadikan tempat kerja sebagai ruang aman dalam relasi hubungan kerja,” tandas Tiasri Wiandani.