Tag: ramah lingkungan

  • Olimpiade Paris Disebut Pesta Olahraga Dunia yang Paling Ramah Lingkungan

    Olimpiade Paris Disebut Pesta Olahraga Dunia yang Paling Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Olimpiade Paris yang saat ini sedang berlangsung diperkirakan akan menjadi Olimpiade yang paling ramah lingkungan.

    Namun demikian, sulit untuk memastikan bahwa Olimpiade Paris benar-benar ramah lingkungan. Pasalnya, menentukan jejak karbon dari sebuah acara olahraga masih sulit dilakukan dan lebih bersifat alkimia daripada ilmu pengetahuan.

    Panitia Olimpiade Paris menargetkan untuk mengurangi separuh pertandingan tahun ini dibandingkan dengan Olimpiade Tokyo, dengan tujuan membatasi emisi karbon hingga 1,75 juta ton.

    Sebaliknya, Olimpiade Tokyo sebelumnya menghasilkan sekitar 2,73 juta ton CO2, menurut Komite Olimpiade Tokyo.

    Paris mempunyai kemampuan unik dalam menyelenggarakan pertandingan yang lebih ramah lingkungan.

    Baca: Seragam Olimpiade Paris yang layak disorot

    Hal ini sebagian disebabkan oleh infrastruktur kota yang sudah ada, di mana 95 persen dari venue yang digunakan di Paris adalah venue yang sudah ada atau bangunan sementara.

    Namun lebih dari itu, jaringan listrik ramah lingkungan di Perancis akan sangat membantu dalam mengurangi emisi yang dihasilkan perhelatan empat tahunan ini.

    Dengan komposisi energi sebesar 74 persen nuklir, 16,3persen pembangkit listrik tenaga air, dan 9,1 persen berasal dari bahan bakar fosil, Olimpiade Paris hampir seluruhnya akan menggunakan energi tanpa emisi.

    Komite Olimpiade Paris patut mendapat pujian karena menganggap serius profil emisi yang mereka hasilkan.

    Namun kenyataannya Komite Olimpiade Paris tidak memiliki kendali atas salah satu sumber emisi terbesar dari acara tersebut.

    Baca: Menikmati pertandingan sepak bola yang ramah lingkungan

    Menurut penyelenggara Olimpiade, seperempat dari emisi yang terkait dengan suatu acara akan dihasilkan oleh perjalanan penonton, dan tentunya para peserta

    Pada Olimpiade Musim Panas London 2012, emisi yang disebabkan oleh penonton bertanggung jawab atas sekitar 913.000 metrik ton karbon, atau 28 persen dari 3,3 juta ton emisi selama acara tersebut.

    Olimpiade Paris 2024 yang akan berlangsung 26 Juli hingga 11 Agustus 2024 diikuti sekitar 11 ribu atlet yang datang dari dari 206 negara.

    Sementara seperti telah diketahui, penyumbang emisi terbesar dari sebuah acara olahraga besar seperti Olimpiade Paris adalah perjalanan dari penonton dan atlet yang akan bertanding.

    Tetapi siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas sumber emisi terbesar ini masih belum jelas. Karena tidak adanya standar pelaporan karbon global untuk acara olahraga.

    Baca: Jejak karbon pertandingan sepak bola

    Yang pasti, beberapa perhitungan karbon yang cerdik dapat digunakan untuk mengaburkan dampak lingkungan yang sebenarnya dari sebuah acara olahraga internasional seperti Olimpiade Paris ini.

    Pada akhirnya, kita mempunyai tanggung jawab bersama untuk menghijaukan olahraga ini.

    Harapannya, mungkin dorongan terpadu untuk melakukan dekarbonisasi olahraga akan memberikan suasana hati yang sangat dibutuhkan dalam upaya iklim global yang lebih luas.

    Kita mungkin harus mengajukan pertanyaan, siapa yang harus bertanggung jawab atas emisi ini?

    Seberapa besar tanggung jawab yang dapat ditanggung oleh penyelenggara Olimpiade Paris terhadap emisi para penonton? Juga tanggung jawab mereka pada emisi ang dipicu transportasi para atlet yang datang dari seluruh dunia.

    Baca: Upaya Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan

    Haruskah mereka datang dengan menggunakan kereta api dibandingkan menggunakan pesawat atau jet pribadi?

    Pertanyaan-pertanyaan ini belum terjawab. Hal ini sebagian disebabkan karena masih belum adanya standar yang diterima secara global, untuk menghitung emisi peristiwa.

    Organisasi kami memiliki pendekatan yang jelas yang menggunakan standar ISO, namun sayangnya banyak organisasi lain yang tidak mengikuti pendekatan praktik terbaik ini.

    Kesepakatan definitif jejak karbon pesta olahraga global akan membantu kita mengurangi kebisingan yang muncul di dunia olahraga, yang pada dasarnya adalah greenwashing.

    Artikel ini telah terbit di The Earth.org, penulis: Chris Hocknell, Founder and CEO of Eight Versa, perusahaan konsultan keberlanjutan.

  • Mengusir Nyamuk dengan Cara Ramah Lingkungan

    Mengusir Nyamuk dengan Cara Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Untuk mengatasi gangguan nyamuk dan serangga lainnya, banyak orang menggunakan bahan kimia yang kadang tidak ramah lingkungan.

    Padahal ada cara yang lebih aman bagi lingkungan yang bisa dilakukan untuk mengusir atau menghindari gangguan nyamuk.

    Untuk menghindari gangguan nyamuk secara ramah lingkungan, mungkin kita perlu mengenali karakter dan perilaku nyamuk. Penjelasan di bawah ini mungkin dapat menjadi jawabannya.

    Ada beberapa hal yang disukai nyamuk, antara lain:

    Karbondioksida (CO2)
    Napas yang kita embuskan mengandung karbondioksida. Jadi jangan heran jika nyamuk akan selalu tertarik dengan manusia. Demikian juga pada malam hari, tanaman akan menghasilkan karbondioksida.

    Ini dia alasan mengapa jika Anda memiliki kebun atau banyak tanaman di rumah, otomatis jumlah nyamuk di malam hari akan sangat banyak.

    Warna gelap
    Menurut situs ini, nyamuk tertarik dengan warna-warna gelap dan pekat seperti hitam, merah, dan biru navy. Jika Anda ingin terhindar dari gigitan nyamuk, mungkin ini waktunya untuk beralih ke pakaian berwarna cerah.

    Gigitan nyamuk juga mampu menembus pakaian yang ketat. Jadi gunakan lah pakaian yang longgar untuk mendapatkan perlindungan lebih baik.

    Baca: Kenali ciri-ciri nyamuk aedes aegepty

    Asam laktat
    Asam laktat merupakan senyawa kimia yang biasa dihasilkan kelenjar keringat saat kita berolahraga atau beraktivitas tinggi.

    Menurut beberapa sumber, nyamuk lebih tertarik kepada orang yang memiliki kadar asam laktat tinggi di kulitnya. Ini yang menjadi alasan mengapa nyamuk akan lebih sering menghampiri ketika Anda berkeringat.

    Suhu panas
    Nyamuk sangat tertarik dengan temperatur tinggi. Maka jangan heran nyamuk banyak muncul di musim kamarau saat suhu udara terasa panas dan lembap.

    Nyamuk juga lebih sering menggigit ibu hamil karena perempuan yang sedang mengandung memiliki temperatur tubuh lebih tinggi daripada orang biasa.

    Fakta berikutnya yang perlu Anda ketahui adalah nyamuk sebetulnya bukan penerbang yang baik. Nyamuk juga tidak menyukai warna-warna tertentu.

    Fakta-fakta di atas dapat kita manfaatkan untuk menghindari atau bahkanvmengusir nyamuk dari tempat tinggal kita.

    Anda dapat menggunakan kipas angin dan AC untuk menghalau nyamuk. Selain anginnya dapat mengacaukan pola terbang nyamuk, suhu udara di sekitar Anda dan temperatur tubuh juga bisa lebih sejuk sehingga tidak terlalu menarik bagi nyamuk.

    Perangkat ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi hama, mendorong mereka untuk meninggalkan area tersebut.

    Baca: Kontroversi penggunaan bakteri wolbachia untuk cegah DBD

    Salah satu teknologi yang digunakan dalam pengusir serangga adalah gelombang ultrasonik. Alat ini akan menghasilkan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak terdengar oleh telinga manusia, tetapi dapat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi hama.

    Anda juga dapat menggunakan warna-warna tertentu untuk menghindari nyamuk. Dikutip dari Tom’s Guide, Selasa (30/5/2023), menurut para ilmuwan dari University of Washington, ada warna tertentu yang menarik nyamuk.

    Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penciuman nyamuk, memengaruhi responsnya terhadap isyarat atau warna visual.

    Namun, preferensi warna ini hanya terjadi jika ada karbon dioksida (CO2), yang kita hembuskan saat bernapas. Meskipun nyamuk merespons napas, keringat, dan suhu tubuh kita, menghilangkan warna yang menarik perhatian nyamuk dapat membantu menjauhkan mereka.

    Berikut ini beberapa warna yang dibenci nyamuk. Anda dapat menggunakan salah satu warna ini untuk mengusir nyamuk di rumah atau pekarangan.

    1. Biru
    Mengingat nyamuk diketahui tertarik pada warna yang lebih gelap, penelitian ini mengungkapkan warna biru tidak disukai oleh nyamuk.

    Warna biru tua, warna biru yang lebih terang sebenarnya memantulkan lebih banyak panas dan cahaya, yang tidak disukai nyamuk.

    Baca: Benarkah perubahan iklim picu pertumbuhan nyamuk

    2. Ungu
    Ungu juga merupakan warna yang tidak disukai nyamuk. Ini terutama karena ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya tampak.

    Ini berguna jika Anda memiliki pakaian berwarna ungu, atau jika warna tersebut termasuk dalam furnitur luar ruangan Anda.

    3. Putih
    Umumnya, nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas. Ini menjadikan putih sebagai pencegah nyamuk yang ideal.

    Faktanya, warna putih adalah objek kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk memasangkan setiap warna di ruang uji dengan benda putih untuk membandingkan hasilnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dengan CO2 yang disemprotkan di ruang uji, nyamuk menghindari benda warna putih demi warna yang mereka sukai.

    4. Hijau
    Ini mungkin terlihat aneh, karena nyamuk cenderung terbang di sekitar pekarangan rumah atau hinggap di tanaman. Namun ternyata penelitian menunjukkan nyamuk akan berusaha menghindari warna hijau.

    Selama penelitian, seorang peneliti meletakkan tangan kosong mereka di luar ruang uji, tempat nyamuk tertarik.

    Namun, ketika peneliti yang sama memasukkan tangan mereka ke dalam ruang uji dengan mengenakan sarung tangan hijau, nyamuk mengabaikannya, dan terbang melewatinya.

    Ini terjadi bahkan ketika disemprot dengan CO2 untuk menarik mereka lebih banyak. Sepertinya nyamuk bukan penggemar warna hijau. Meski hasil ini menjanjikan, para ahli menyarankan agar Anda tetap melakukan tindakan pencegahan lainnya.

    Citronella adalah tanaman pencegah yang baik karena bau jeruk menyengat nyamuk, dan sering ditemukan dalam semprotan pengusir nyamuk.

    Cara lain untuk mengatasi gangguan nyamuk di rumah adalah dengan memasang alat perangkap nyamuk. Secara garis besar, semua alat perangkap nyamuk menggunakan lampu untuk memikat nyamuk agar mendekat. Namun perbedaannya ada di metode perangkap.

    Memilih alat pengusir nyamuk yang tepat dapat memberikan keuntungan jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas dari nyamuk.

    Dengan berbagai opsi yang tersedia, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik Anda dan kondisi lingkungan sekitar.

  • Ramah Lingkungan Ala Kecipir: Produk Organik dalam Kemasan Guna Ulang

    Ramah Lingkungan Ala Kecipir: Produk Organik dalam Kemasan Guna Ulang

    7cloud.asia – Di sela acara Piknik Bebas Plastik pada akhir Juli lalu, mata saya menangkap kios Kecipir yang menawarkan berbagai produk makanan sehat lagi ramah lingkungan.

    Kemasannya yang apik dan produk yang dijualnya membuat saya penasaran. Menjawab pertanyaan 7cloud.asia, Marketing Lead Kecipir, Rahmawati Saldiyah menjelaskan Kecipir adalah bisnis guna ulang yang menjual produk organik dalam kemasan ramah lingkungan sehingga menghasilkan sampah seminimal mungkin.

    Kecipir, terangnya, mulai berdiri pada tahun 2016. Awalnya hanya menjual hasil pertanian organik.

    “Petani memanen produk, lalu Kecipir melakukan pengemasan, sortir, dan pengiriman,” terangnya.

    Lantas pada 2020, Kecipir yang saat ini berkantor di Ciputat, Tangerang Selatan mulai mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.

    Baca: Upaya DemiBumi kurangi sampah plastik

    Jika sebelumnya sayuran dikemas dalam plastik, kini hanya diikat dengan menggunakan daun pisang ataupun tali bambu. Lalu ditaruh dalam kontainer guna ulang yang akan dikembalikan oleh konsumen pada pembelanjaan selanjutnya.

    Pada pertengahan 2021, Kecipir mulai mengembangkan usahanya dengan mengemas produk organik lainnya seperti beras organik, minyak kelapa, gula merah, kacang-kacangan dan lain-lainnya.

    Bertambah usia, usaha Kecipir juga terus berkembang dan pada 2023 mulai memasarkan produk guna ulang yang mengarah ke fast moving, seperti susu pasteurisasi, juice, kombucha ataupun jamu yang semuanya dikemas dalam wadah kaca diguna ulang.

    “Selain lebih higienis ini juga memberikan nilai tambah pada produk sehingga terkesan premium,” imbuh Rahma.

    Semua ini dilakukan Kecipir sebagai bentuk tanggung jawabnya dalam mengurangi sampah dari kemasan yang bisa mencemari lingkungan.

    Baca: SIKLUS tawarkan solusi kurangi sampah plastik dari saset

    Harapannya, terang Rahma, Kecipir bisa berkontribusi mengurangi sampah pangan sekali pakai yang potensinya sangat besar.

    Jika Anda khawatir harganya bakal mahal, Rahma menegaskan sebenarnya harga produk ramah lingkungan dari Kecipir bisa disebut bersaing.

    Harga slada organik di Kecipir misalnya, bisa dibeli seharga Rp 5000-6000 per 200 gram.

    Sedangkan susu pasteurisasi dijual Rp13.600 per 260mililiter, jika mengembalikan botol dapat cash back Rp 5000 yang akan dikirim ke akun belanja di website kecipir.com yang diberi nama greenpoin.

    Namun, untuk benar-benar bisa menekan harga serendah mungkin, Rahma mengatakan, Kecipir tergantung pada pasokan produksi yang diterima. Jika produsen memasok harga yang rendah, maka harga juga bisa rendah.

    Baca: Kenali ciri produk ramah lingkungan

    Menjawab kekhawatiran soal pengembalian kemasan, Rahma menjelaskan, Kecipir telah menerapkan circular delivery.

    Di mana semua petugas kurir di Kecipir telah diedukasi untuk mengantar sekaligus mengambil kemasan kosong dari konsumen.

    Kecipir juga menawarkan kemudahan pengiriman. Dengan minimal order Rp50.000, maka konsumen Kecipir sudah akan mendapatkan free ongkir.

    Penerimaan market dinilai cukup bagus, karena Kecipir bisa menjadi salah satu solusi untuk masyarakat yang mulai sadar akan kebutuhan makanan sehat dan produk ramah lingkungan.

    “Bahkan tidak jarang, konsumen memberikan masukan ketika ternyata menemukan hal-hal yang bisa memicu sampah plastik seperti penggunaan selotip atau stiker kecil yang dinilai tidak perlu,” ujarnya.

  • Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata, Tak Ada Lagi Alasan Menunda Produk Ramah Lingkungan

    Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata, Tak Ada Lagi Alasan Menunda Produk Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Dampak perubahan iklim yang makin nyata, membuat gaya hidup ramah lingkungan menjadi sebuah keharusan.

    Jika kamu belum menerapkan hal ini, tak pernah ada kata terlambat untuk mewujudkan kepedulian lingkungan melalui hal-hal kecil, salah satunya yaitu menggunakan produk ramah lingkungan.

    Adapun prinsip ramah lingkungan bisa dijabarkan sebagai tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi lingkungan, proses uji cobanya tidak melibatkan binatang.

    Memanfaatkan bahan kemasan ramah lingkungan dari hasil daur ulang, produk atau kemasannya bisa didaur ulang setelah digunakan, serta penggunaan energi dan sumber daya lainnya selama proses produksi terbilang rendah.

    Produk ramah lingkungan juga harus rendah jejak karbon dalam produksi dan rantai distribusinya.

    Baca: Infrastruktur guna ulang mulai gencar digalakkan

    Kelima fokus tersebut diwujudkan dalam bentuk Produk Ramah Lingkungan yang sebenarnya lagi berkualitas.

    Beberapa produk berikut ini biasanya dijual dengan kemasan ramah lingkungan, terbuat dari bahan alami, dan efektif mendukung pelestarian lingkungan:

    Botol minum:
    Produk Ramah Lingkungan yang satu ini sebenarnya sudah familiar sejak 2 dekade lalu. Kini, semakin banyak orang menggunakan botol minum pribadi dengan alasan kehigienisan dan ramah lingkungan.

    Kamu bisa memilih botol minum dengan bentuk dan fungsi sesuai kebutuhan, misalnya membeli tumbler berbentuk cup untuk menyimpan minuman panas atau botol minum berukuran besar untuk mendukung aktivitas olahraga.

    Baca: Gunakan tumbler langkah kecil yang besar manfaatnya untuk lingkungan

    Tas belanja:
    salah satu contoh konkret gerakan Bijak Plastik yang semakin gencar dilakukan adalah meniadakan kantong plastik untuk belanja.

    Itulah sebabnya wajib hukumnya menggunakan tas belanja agar tidak kerepotan membawa barang-barang setelah belanja di hypermarket, supermarket, minimarket, pasar tradisional, atau tempat lainnya.

    Alat makan kayu:
    Olahan kayu berupa peralatan makan kini sedang menjadi tren karena sangat estetik dan bersifat ramah lingkungan. Penggunaan alat makan kayu juga tak kalah dibandingkan peralatan plastik karena teksturnya ringan dan mudah bersih.

    Wadah non-plastik:
    Selain alat makan kayu, produk ramah lingkungan lainnya yang mesti Anda gunakan di rumah adalah wadah non-plastik yang terbuat dari stainless steel, keramik, atau kaca.

    Selain bersifat ramah lingkungan bila digunakan berkali-kali, wadah non-plastik juga tidak menimbulkan zat kimia berbahaya jika digunakan untuk makanan atau minuman panas.

    Baca: Pembalut kain lebih ramah lingkungan

    Pembalut kain atau menstrual cup:
    satu produk ramah lingkungan lagi yang populer di kalangan wanita modern adalah pembalut kain atau menstrual cup.

    Kedua produk ini diformulasikan untuk penggunaan berulang kali sehingga membuat Anda lebih hemat dan tidak menimbulkan tumpukan sampah baru bagi lingkungan.

    Produk kebutuhan rumah tangga lainnya:
    Saat ini, sejumlah produsen berkomitmen menghadirkan berbagai produk ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

    Tak hanya terbuat dari bahan-bahan alami, produk tersebut juga dilengkapi kemasan ramah lingkungan yang bisa didaur ulang.

    Jadi mulai sekarang gunakan Produk Ramah Lingkungan demi kelestarian lingkungan dan kelangsungan kehidupan di planet Bumi.

  • Sistem ‘Hybrid’ PLTS Penida Klungkung Bisa Jadi Contoh Best Practise Energi Ramah Lingkungan

    Sistem ‘Hybrid’ PLTS Penida Klungkung Bisa Jadi Contoh Best Practise Energi Ramah Lingkungan

    7cloud.asiaCombine hybrid system milik Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS Nusa Penida, bisa menjadi contoh best practice yang kehandalan sistemnya mampu hasilkan energi listrik yang lebih ramah lingkungan.

    Di Combine hybrid system milik PLTS Nusa Penida ini energi terbarukan dengan energi fosil dapat bersanding bersamaan, sehingga harapan memiliki energi yang handal dan bersih dari emisi dapat segera terwujud.

    Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mengapresiasi Combine hybrid system milik PLTS Nusa Penida ini.

    Sugeng mengatakan, dari paparan PLTS Nusa Penida, karena harga baterainya juga sudah turun, sehingga per kilo watt jamnya juga lagi murah dan handal itu yang penting ya, karena tadi sistemnya hybrid.

    “Memang masih ada unsur dieselnya, ini yang akan terus menerus kita koreksi. Jadi hybrid di Nusa Penida itu merupakan praktek yang baik bagaimana dikombinasi sehingga ujungnya adalah nanti energi yang handal tetapi yang bersih dari emisi itulah tujuannya,” katanya.

    Baca: Masyarakat lokal minta PLTU Cirebon 2 ditinjau ulang

    Hal itu diungkapkan usai melakukan pertemuan dengan jajaran PT. PLN (Persero) yang juga dihadiri oleh BRIN, BIG, BAPETEN dan DEN juga Kementerian ESDM RI di Bali, Senin (9/9/2024).

    Selain itu, Sugeng juga mengapresiasi PT. PLN yang kini tidak lagi memiliki over supply untuk Jawa-Bali, dimana sebelumnya selama 3-4 tahun di Pulau Jawa dan Bali masih over supply, namun berdasarkan hasil laporan yang mengemuka dari pihak PLN, bahwa saat ini tidak ada lagi over supply.

    “Sudah tidak ada over supply artinya apa sekarang kita sudah harus mulai merancang untuk segera membangun pembangkit-pembangkit baru, tetapikan memang sudah ada ketentuan pembangkit-pembangkit baru itu tidak lagi mengandalkan pembangkit-pembangkit dengan bahan bakar fosil, kita akan masuk ke energi baru energi terbarukan, inilah yang jadi diskusi lengkap hari ini,” ungkapnya.

    Sugeng melanjutkan, bahwa dengan semangat yang ada saat ini, maka semua pihak fokus membicarakan soal Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

    Di mana target yang dirancang saat ini sangat besar sekitar 6000KWH, 4 kali lipat lebih besar per kapita dari konsumsi listrik nasional per hari ini yang masih di kisaran 1500KWH.

    Baca: Investor enggan investasi di Indonesia karena pembangkit listriknya masih gunakan batubara 

    “Itu apa artinya ketersediaan listriknya akan lumayan luar biasa besar ke depan, di sisi lain kita akan menandatangani Paris Agreement dimana di tahun 2050 dunia sudah mengamanatkan agar ada net zero emission, antara karbon yang meluncur yang diserap itu adalah dalam titik nol,” imbuhnya.

    Indonesia sendiri menargetkan net zero emission pada tahun 2060 atau lebih lambat dari dunia internasional. Tapi dua fenomena ini menurut Sugeng membuat demand listrik akan tinggi,

    “Di sisi lain harus net zero emission inilah tantangan kita bersama, sehingga tadi kita bahas apa saja yang akan kita bisa memenuhi tantangan atau tuntutan kenaikan energi tadi di sisi lain adalah net zero emision tadi,” tandasnya.

    Selain itu, Sugeng juga mengatakan bahwa probabilitas nuklir tidak lagi menjadi pilihan terakhir dalam RUPTL, namun nuklir merupakan bagian integral dari rencana penyediaan energi listrik dalam RUPTL.

    Pemerintah Indonesia, telah berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon, guna menjaga kenaikan suhu global dengan menaikkan target Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) menjadi 32% atau setara dengan 912 juta ton CO2 pada tahun 2030.

    Baca: Indonesia masih urutan bawah dalam urusan transisi energi

    Sementara target mencapai net zero emission dipatok pada tahun 2060 atau lebih awal.

    Dengan target tersebut, melalui pembangunan PLTS salah satunya adalah PLTS Hybrid Nusa Penida berkapasitas 1,84 MWh menggunakan Battery Energy Storage System (BESS).

    Terobosan ini mampu menghadirkan energi bersih dengan pengurangan penggunaan energi fosil. Kehadiran PLTS Nusa Penida mampu menurunkan emisi sebesar 4,19 ribu ton CO2e per tahun.

    Komisi VII DPR yang membidangi energi, riset dan inovasi menekankan adanya komitmen pengembangan EBT dari segala aspek, termasuk bidang riset dan inovasi terutama dalam menurunkan emisi yang saat ini dilakukan oleh BRIN.

    Komisi VII DPR meminta Dewan Energi Nasional (DEN) dapat melaksanakan tugas dan wewenangnya secara maksimal terkait dengan pemanfaatan PLTS di Indonesia.

    Komisi VII juga mendorong pemerintah memaksimalkan peran BIG dan BAPETEN dalam mendukung dan memaksimalkan kebijakan transisi energi dan pengurangan emisi di Indonesia.

     

  • Kapuas Hulu Miliki Fasilitas Pengolahan Emas Bebas Merkuri

    Kapuas Hulu Miliki Fasilitas Pengolahan Emas Bebas Merkuri

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan pengelolaan fasilitas pengolahan emas bebas merkuri di Teluk Geruguk, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

    Langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi dampak negatif penggunaan merkuri yang banyak dipakai dalam penambangan emas skala kecil di daerah tersebut yang masih kurang ramah lingkungan.

    “Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat, terutama bagi para penambang emas,” kata Kepala Sub Direktorat Penghapusan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) KLHK Upik Sitti Aslia, saat berkunjung ke Kapuas Hulu, Minggu (15/9/2024).

    Dia menjelaskan pentingnya penerapan praktik penambangan emas yang ramah lingkungan.

    “Penggunaan merkuri dalam tambang emas skala kecil sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, KLHK mendorong penggunaan fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri ini sebagai bagian dari sistem good mining practice yang mampu melindungi masyarakat dari bahan beracun,” tuturnya.

    Baca: Demi lindungi kadal langka, penambangan migas di Texas Barat ditangguhkan

    Fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri yang dibangun di Teluk Geruguk ini merupakan salah satu dari 10 fasilitas serupa yang didirikan KLHK di berbagai daerah di Indonesia. Kapuas Hulu terpilih sebagai lokasi pertama pembangunan fasilitas ini, yang rampung pada tahun 2023.

    KLHK berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh para penambang emas rakyat di wilayah tersebut, sehingga mampu mengurangi ketergantungan mereka terhadap penggunaan merkuri.

    Upik menambahkan penggunaan fasilitas ini bukan hanya melindungi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas para penambang dengan cara yang lebih aman dan berkelanjutan.

    “Kami berharap para penambang dapat beralih dari metode tradisional yang menggunakan merkuri ke teknologi yang lebih modern dan aman melalui fasilitas ini,” katanya.

    Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan menyampaikan apresiasinya atas dukungan KLHK dalam pengelolaan tambang emas yang lebih ramah lingkungan di wilayahnya.

    Menurut Fransiskus dari 14 kecamatan di Kapuas Hulu, Kecamatan Boyan Tanjung merupakan daerah dengan jumlah penambang emas rakyat terbanyak, yakni mencapai 2.916 orang.

    Baca: Ilmuwan AS gunakan tanaman dan jamur untuk bersihkan polusi tanah

    “Fasilitas pengolahan emas bebas merkuri ini sangat penting bagi Boyan Tanjung, namun kami juga berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh penambang di kecamatan lainnya. Kami ingin agar fasilitas ini menjadi percontohan pengelolaan tambang emas ramah lingkungan di seluruh Kalimantan Barat,” katanya.

    Fransiskus juga meminta KLHK untuk mempertimbangkan pembangunan fasilitas serupa di kecamatan lain, mengingat potensi tambang emas rakyat di Kapuas Hulu yang masih sangat besar.

    Tambang emas rakyat di daerah ini memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi lokal, tetapi di sisi lain juga membawa risiko lingkungan yang tinggi jika tidak dikelola dengan baik.

    Meski telah ada fasilitas pengolahan emas tanpa merkuri dan beberapa izin pertambangan rakyat (IPR) di Kapuas Hulu, Fransiskus mengungkapkan bahwa pengelolaan tambang rakyat masih menghadapi beberapa kendala.

    Saat ini, Kapuas Hulu memiliki tiga IPR yang berlokasi di Desa Nanga Suruk, Kecamatan Bunut Hulu, dan dua di Desa Entibab, Kecamatan Bunut Hilir.

    Baca: Penambangan kobalt picu masalah serius bagi lingkungan

    Namun, menurut Fransiscus, pengelolaan IPR tersebut belum optimal karena masih terkendala petunjuk teknis yang belum jelas. Kami, ujarnya, berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan petunjuk teknis terkait tata kelola IPR.

    “Sehingga koperasi yang ditunjuk untuk mengelola tambang rakyat dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Kami juga telah mengusulkan IPR untuk beberapa kecamatan lainnya, dengan harapan bisa segera diakomodasi oleh kementerian terkait,” katanya.

    Ia menekankan pentingnya kepastian hukum dan regulasi yang jelas bagi para penambang agar mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman tanpa melanggar peraturan lingkungan.

    Fransiskus berharap fasilitas pengolahan emas bebas merkuri ini tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi dapat terus dikembangkan agar penambang rakyat dapat beroperasi secara lebih profesional dan bertanggung jawab.

    Sumber:Antaranews.com

  • Inovasi Rumah Rendah Emisi BTN: Gunakan Olahan Sampah Plastik dan Hemat Air

    Inovasi Rumah Rendah Emisi BTN: Gunakan Olahan Sampah Plastik dan Hemat Air

    7cloud.asia – PT Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan inovasi ramah lingkungan lewat proyek pembangunan rumah rendah emisi.

    Proyek pembangunan rumah rendah emisi tersebut berlokasi di Kabupaten Bekasi dengan menggunakan bahan baku dari sampah-sampah ekonomis.

    Anggota Komisi VI DPR Abdul Hakim Bafagih mengapresiasi inovasi rumah rendah emisi yang dilakukan bank plat merah tersebut.

    “Ini sebuah gebrakan yang inovatif karena ada beberapa bahan baku yang digunakan mendekati sepuluh persen itu menggunakan produk yang ramah lingkungan yang berasal dari sampah ekonomis, tentu ini merupakan sebuah langkah yang inovatif dari BTN,” ujarnya usai meninjau Rumah Rendah Emisi saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024).

    Bafagih mengatakan, Komisi VI mendukung secara penuh program yang telah dijalankan oleh PT BTN ini tetapi dengan syarat ada beberapa hal yang perlu diawasi secara bersama.

    Baca: Jumlah rumah warga yang memilah sampah terus meningkat

    “Dengan target sampai dengan 2029 masih akan membangun ratusan ribu unit lagi yang sekiranya akan difasilitasi berkaitan dengan rumah rendah emisi tentunya selagi programnya bagus akan kami dukung, kalo memang bagus kenapa tidak untuk di dukung,” ungkap Politisi PAN itu.

    Ia menilai bahwa dengan adanya tren Environment, Social and Governance (ESG) ini yang menjadi awal mula BTN dalam menjalankan program rumah rendah emisi. Dimana program ini dinilai bagus dalam mengolah kembali sampah-sampah yang menumpuk serta menekan emisi karbon.

    “Kita melihat bahwa tren ESG ini sudah menjadi tren yang bagus dan harapan kami ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi persoalan sampah yang ada, karena tadi ada beberapa bahan baku yang diolah dari sampah yang bahkan tidak ada nilai ekonomisnya,” tutupnya.

    Dilansir Antaranews.com, dalam pilot project rumah rendah emisi ini, BTN menggunakan material ramah lingkungan berupa floor decking yang mengandung 3,6 kilogram sampah plastik.

    Proyek ini juga akan memakai paving block yang mengandung 2 kilogram sampah plastik per 1 meter persegi.

    Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan dengan target bertahap hingga 2029 tersebut, akan berkontribusi pada pengurangan lebih dari 1,7 juta kilogram sampah plastik.

    Baca: Konsep rumah penangkap air ini dapat ditiru

    Selain itu, emisi karbon juga akan ditekan sebesar 2,42 ton CO2. Dampak tersebut, imbuhnya, setara dengan penanaman 110.000 pohon dan 323 hektar penyerapan emisi.

    Selain menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan, BTN juga menggerakkan para pengembang kategori Rumah Rendah Emisi untuk memastikan beberapa standar di antaranya efisien dalam pemakaian energi, air, pengelolaan sampah, hingga pengurangan polusi.

    Untuk efisiensi energi, rumah ramah lingkungan tersebut diwajibkan memiliki banyak ventilasi, plafon tinggi, hingga rasio jendela terhadap tembok mencapai 15 persen – 30 persen.

    Standar tersebut ditetapkan agar terdapat sirkulasi udara yang baik. Efisiensi air dilakukan melalui penggunaan keran debit kecil, pengolahan sanitasi yang baik, memiliki sumur resapan, hingga penggunaan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

    Untuk pengolahan sampah, rumah beremisi rendah diwajibkan memiliki bak sampah pilah. Sementara, untuk menekan polusi, pengembang diminta menanam satu tanaman penyerap emisi karbon per rumah.

    Selain itu, pengurangan polusi juga dilakukan dengan menggunakan minimal 10 persen material ramah lingkungan pada dinding dan lantai, hingga memiliki ruang terbuka hijau sebanyak 10 persen dari total luas kawasan perumahan.

    “Kami percaya, hunian layak, sehat dan ramah lingkungan akan meningkatkan kualitas hidup manusia yang tinggal di dalamnya,” kata Nixon.

  • Sekolah Adiwiyata: Upaya KLHK Mendorong Perilaku Ramah Lingkungan dari Sekolah

    Sekolah Adiwiyata: Upaya KLHK Mendorong Perilaku Ramah Lingkungan dari Sekolah

    7cloud.asia – Sejak tahun 2017, Kementerian Lingkungan Hidup berupaya untuk mendorong perilaku ramah lingkungan di sekolah lewat gerakan Sekolah Adiwiyata.

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan, keberadaan sekolah Adiwiyata sangat signifikan dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca melalui berbagai aksi adaptasi dan mitigasi yang dilakukan oleh sekolah.

    Sebuah sekolah disebut Sekolah Adiwiyata harus memenuhi enam aspek perilaku ramah lingkungan hidup, yaitu menjaga kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase yang baik; mengelola sampah dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

    Selain itu, Sekolah Adiwiyata juga menekankan aspek menanam dan memelihara tanaman; konservasi air; konservasi energi; dan inovasi perilaku ramah lingkungan hidup lainnya.

    Hingga Mei 2024 sudah terdapat 28.270 sekolah di seluruh Indonesia yang menjadi Sekolah Adiwiyata di Indonesia, berkembang pesat dari awalnya 10 sekolah contoh pada 2006.

    Baca: Ganjar Pranowo usulkan isu lingkungan masuk kurikulum

    Alue mengatakan bahwa baru sekitar 10 persen dari total jumlah sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Indonesia yang berhasil melakukan gerakan PBLHS dan mendapat penghargaan Adiwiyata.

    “Untuk itu perlu adanya upaya percepatan meningkatkan kuantitas dan kualitas sekolah Adiwiyata. Upaya percepatan tersebut perlu dilakukan melalui kolaborasi pentahelix,” kata Alue di Jakarta, Rabu (2/10/2024) seperti dilansir Antaranews.com

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Rabu memberikan penghargaan Adiwiyata kepada 720 sekolah, terdiri dari 208 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri dari 22 provinsi serta 512 sekolah yang mendapat Adiwiyata Nasional dari 31 provinsi.

    Penghargaan Sekolah Adiwiyata diberikan kepada sekolah-sekolah tingkat SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan sederajat, SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan sederajat, serta SMA atau Madrasah Aliyah (MA) dan sederajat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam Permen LHK No. 53 Tahun 2019.

    Alue berharap, sekolah, pesantren, serta institusi pendidikan lainnya dapat mengetahui dan mengenal serta bersikap untuk melakukan aksi di dalam menghadapi tiga krisis planet atau triple planetary crisis yang saat ini menjadi tantangan global.

    Baca: Agar pendidikan memberikan solusi bagi perubahan iklim

    Ketiga krisis planet itu antara lain perubahan iklim atau climate change, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati atau biodiversity loss.

    Lebih lanjut, Alue menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya tiga krisis planet yaitu penambahan populasi atau jumlah penduduk yang semakin meningkat.

    Juga perubahan ekonomi yang berfokus pada eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan kaidah-kaidah secara berkelanjutan, dan perubahan perilaku lain yang terkait.

    Menurut Alue, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan global tersebut adalah melibatkan diri dalam agenda aksi iklim dan berpartisipasi di dalam pengurangan emisi karbon di Indonesia.

    Baca: Sederet manfaat selalu menggunakan produk ramah lingkungan

    Mencatatkan diri sebagai pelaku penurunan emisi gas rumah kaca, menurut Alue, jadi sangat penting sebagai bukti peran kita dan anak-anak bangsa menjaga bumi Indonesia.

    ”Sehingga dapat dimonitor terus perkembangannya supaya penyelamatan dari dampak perubahan iklim dapat kita lakukan. Pencatatan yang dapat dilakukan di Sistem Registrasi Nasional (SRN) Pengendalian Perubahan Iklim,” kata dia.

    Alue menambahkan, aksi iklim juga dapat dilakukan mulai dari sekolah yang melibatkan para siswa dan guru untuk bisa menjadi bagian dari partisipasi pengurangan emisi gas rumah kaca.

    Sinergi kolaborasi sekolah Adiwiyata dengan program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) juga berperan penting di dalam peningkatan ketahanan masyarakat dari dampak perubahan iklim dan membantu mereduksi emisi gas rumah kaca serta mendorong gaya hidup rendah emisi.

    Ia berharap penghargaan Sekolah Adiwiyata dapat dijadikan sebagai sikap tanggung jawab agar generasi muda tersadar untuk terlibat dalam aksi pelestarian ingkungan yang berkelanjutan.

     

  • Pendidikan Perubahan Iklim pada Anak Bantu Cegah Penyakit Menular

    Pendidikan Perubahan Iklim pada Anak Bantu Cegah Penyakit Menular

    7cloud.asia – Minimnya pendidikan perubahan iklim dapat mendorong individu melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan emisi gas rumah kaca, seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan barang yang sulit terurai, pemakaian kendaraan berbahan bakar fosil, dan lainnya.

    Karena itu, edukasi sangat diperlukan untuk mencegah dampak berkelanjutan perubahan iklim.

    Sebuah studi tahun 2022 di China mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan iklim dapat mendorong kebiasaan remaja melakukan aktivitas yang minim emisi karbon agar seimbang dan ramah lingkungan.

    Selain membentuk kebiasaan ramah lingkungan, dalam banyak kasus, praktik pendidikan perubahan iklim sejak dini berpotensi mendorong kesadaran dan perilaku anak agar terhindar dari paparan penyakit akibat perubahan iklim.

    Contohnya, pengetahuan soal bahaya demam berdarah (DB)—salah satu penyakit yang kasusnya meningkat akibat perubahan iklim–dapat mendorong anak dan orang tua lebih gencar menerapkan praktik 3M Plus.

    Praktik ini terdiri dari menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta mencegah risiko gigitan nyamuk lewat beragam kegiatan, seperti memakai kelambu dan obat nyamuk saat tidur.

    Baca: Catatan kritis terhadap panduan pendidikan iklim yang dirilis pemerintah

    Contoh lainnya, pengetahuan soal bahaya cuaca panas terhadap kesehatan, membuat anak lebih memilih bermain di dalam rumah dan perbanyak minum air saat suhu sedang tinggi.

    Begitu pula kesadaran soal bahaya polusi udara bisa mendorong anak-anak menggunakan masker saat berada di luar rumah, sehingga mengurangi risiko terkena gangguan pernapasan.

    Meskipun berpotensi besar untuk mencegah penyakit, pendidikan perubahan iklim sayangnya belum masuk kurikulum pendidikan sekolah secara umum di skala global.

    Padahal, pendidikan perubahan iklim sangat dibutuhkan anak-anak yang menjadi salah satu kelompok paling rentan terdampak penyakit akibat perubahan iklim.

    Di Indonesia, pendidikan perubahan iklim baru masuk kurikulum pendidikan nasional hanya kurang dari sepekan sebelum pergantian pemerintahan baru.

    Lantas, seberapa besar potensi pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak?

    Baca: Pendidikan iklim di Indonesia belum tepat sasaran

    Pentingnya pendidikan perubahan iklim
    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), sebelumnya merilis Panduan Pendidikan Perubahan Iklim.

    Kepala BSKAP, Anindito Aditomo mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan iklim sangat diperlukan untuk membentuk kesadaran dan pemahaman anak sejak dini sehingga mereka dapat berperan aktif merespons perubahan iklim.

    Edukasi soal perubahan iklim sejak dini memang menjadi salah satu cara terbaik mengurangi risiko bencana (mitigasi) akibat perubahan iklim di masa depan.

    Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE mengungkapkan, jika sebanyak 16 persen siswa SMP-SMA di sejumlah negara berpendapatan menengah dan tinggi mempelajari dan menerapkan pendidikan perubahan iklim, maka dunia berpeluang menghindari emisi 19 gigaton karbon dioksida pada 2050.

    Berpotensi cegah penyebaran penyakit
    Hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji efektivitas pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak.

    Namun, sejumlah studi melaporkan bahwa pendidikan perubahan iklim bermanfaat mengubah kesadaran dan perilaku anak. Kebiasaan ini pada akhirnya diharapkan dapat mengurangi risiko anak terkena penyakit akibat perubahan iklim.

    Untuk mencegah dampak berkelanjutan tersebut, Panduan Pendidikan Perubahan Iklim menekankan bahwa edukasi perlu dilakukan di semua sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, maupun keluarga.

    Baca: Agar pendidikan memberi solusi bagi perubahan iklim 

    Sebelum panduan tersebut terbit, sejumlah sekolah telah menerapkan pendidikan perubahan iklim. Salah satunya adalah praktik pendidikan perubahan iklim melalui kegiatan kami sebagai upaya pencegahan penyakit pada anak.

    Kegiatan ini melibatkan 47 orang santri berusia 11-14 tahun di Yayasan Yatim Bait Al-Qur’a Mulia, Tangerang Selatan.

    Dilakukan dalam dua kali pertemuan, kami melaksanakan pendidikan perubahan iklim melalui focus group discussion (FGD)—sebuah grup diskusi dengan pembahasan terfokus.

    Melalui FGD, para santri memeroleh sejumlah informasi soal perubahan iklim, termasuk penyebab dan tanda perubahan iklim, jenis penyakit yang disebabkannya, serta upaya pencegahan penyakit tersebut.

    Kami juga membekali para santri seputar praktik pemilahan sampah anorganik dan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

    Setelah memperoleh pendidikan perubahan iklim, kami mengharapkan para santri dapat menjaga kesehatannya sembari memupuk kesadaran dan perilaku lebih ramah lingkungan.

    Baca: Aksi iklim di Indonesia meningkat tapi belum pengaruhi kebijakan

    Ini termasuk membuat lubang resapan biopori, memilah sampah anorganik, dan mengolah sampah organik menjadi kompos.

    Langkah-langkah ini untuk menghindari penumpukan maupun pembakaran sampah yang mencemari udara—sehingga memerburuk perubahan iklim dan memicu masalah pernapasan pada anak.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis:
    Annisaa Fitrah Umara, (Lecturer, Universitas Muhammadiyah Tangerang), Rully Angraeni Safitri (Dosen, Universitas Muhammadiyah Tangerang), Siti Latipah (Dosen, Universitas Muhammadiyah Tangerang)

  • Pendidikan Perubahan Iklim Harus Libatkan Berbagai Pihak

    Pendidikan Perubahan Iklim Harus Libatkan Berbagai Pihak

    7cloud.asia – Pendidikan perubahan iklim sangat diperlukan untuk mencegah dampak berkelanjutan perubahan iklim.

    Sebuah studi tahun 2022 di China mengungkapkan bahwa pendidikan perubahan iklim dapat mendorong kebiasaan remaja melakukan aktivitas yang minim emisi karbon agar seimbang dan ramah lingkungan.

    Selain membentuk kebiasaan ramah lingkungan, dalam banyak kasus, praktik pendidikan perubahan iklim sejak dini berpotensi mendorong kesadaran dan perilaku anak agar terhindar dari paparan penyakit akibat perubahan iklim.

    Pendidikan perubahan iklim sejak dini menjadi salah satu cara terbaik mengurangi risiko bencana (mitigasi) akibat perubahan iklim di masa depan.

    Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE mengungkapkan, jika sebanyak 16 persen siswa SMP-SMA di sejumlah negara berpendapatan menengah dan tinggi mempelajari dan menerapkan pendidikan perubahan iklim, maka dunia berpeluang menghindari emisi 19 gigaton karbon dioksida pada 2050.

    Manfaat pendidikan perubahan iklim mungkin baru bisa dirasakan dalam puluhan tahun mendatang, termasuk dalam mencegah penyebaran penyakit pada anak.

    Baca: Aksi iklim di Indonesia meningkat tapi belum pengaruhi kebijakan

    Namun, edukasi dan praktiknya harus dimulai sejak dini dari sekarang dengan melibatkan banyak pihak, di antaranya:

    1. Keluarga
    Pendidikan perubahan iklim bisa diterapkan dari unit terkecil, yaitu keluarga. Contohnya, orang tua bisa mengedukasi anak soal bahaya cuaca panas bagi kesehatan dan membatasi mereka bermain di luar ruangan saat terik.

    Anak juga bisa dibiasakan untuk disiplin menggunakan masker saat keluar rumah untuk menghindari risiko terkena gangguan pernapasan akibat polusi.

    2. Sekolah
    Di lingkungan sekolah, eksekusi praktik pendidikan perubahan iklim perlu disinergikan dengan semua elemen, termasuk komite sekolah, pimpinan satuan pendidikan, pegawai, guru, siswa, penjaga kantin, dan satpam.

    Tujuannya adalah agar edukasi ini tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam keseharian seluruh awak sekolah.

    Komite sekolah misalnya, bisa bekerja sama dengan pimpinan satuan pendidikan untuk mendorong pengembangan kebijakan, program, dan fasilitas ramah iklim, seperti perbanyak wastafel untuk mendorong kebiasaan cuci tangan dengan sabun.

    Baca: Kota Kopenhagen kembangkan wisata ramah lingkungan

    Ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi lewat makanan akibat perubahan iklim.

    Dampak perubahan iklim pada makanan yang bisa membahayakan kesehatan tersebut bisa disampaikan pula lewat pembelajaran transformatif dan didiskusikan secara terbuka oleh guru dan siswa di kelas.

    3. Fasilitas kesehatan
    Di fasilitas kesehatan, dokter dan tenaga kesehatan lainnya perlu terus menggalakkan rekomendasi tambahan agar pasien menerapkan aksi iklim untuk mencegah penyebaran penyakit.

    Gerakan kesehatan ini bisa dipromosikan secara langsung kepada keluarga yang memiliki anak.

    Contoh gerakan kesehatan yang dimaksud, seperti penerapan 3M Plus untuk cegah DB dan penggunaan masker untuk cegah bahaya polusi.

    Seruan aksi iklim ini juga bisa dilakukan lewat poster dan brosur dengan tampilan visual menarik yang bisa dibagikan kepada masyarakat.

    Bukti ilmiah soal efektivitas pendidikan perubahan iklim dalam mencegah penyakit pada anak secara langsung mungkin belum ada.

    Namun, lewat sederet pendidikan perubahan iklim secara menyeluruh yang dilakukan sejak dini, risiko penularan penyakit maupun dampak berkelanjutan perubahan iklim yang akan dirasakan generasi mendatang diharapkan bisa berkurang.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis:
    Annisaa Fitrah Umara, (Lecturer, Universitas Muhammadiyah Tangerang), Rully Angraeni Safitri (Dosen, Universitas Muhammadiyah Tangerang), Siti Latipah (Dosen, Universitas Muhammadiyah Tangerang)