Blog

  • Pendidikan di Kepulauan Aru: Penerima Beasiswa PIP Harus Berlayar 3 Hari untuk Cairkan Bantuan

    Pendidikan di Kepulauan Aru: Penerima Beasiswa PIP Harus Berlayar 3 Hari untuk Cairkan Bantuan

    7cloud.asia – Menurut laporan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru, wilayah kepulauan di Maluku tersebut sudah mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sejak 2020.

    Namun, pada tahun 2022, ada sekitar Rp 800 juta bantuan PIP di Kepulauan Aru yang tidak tersalurkan karena kendala di segi administrasi dan logistik.

    Para peserta didik penerima manfaat program PIP di Kepulauan Aru bahkan membutuhkan waktu 3 hari berlayar menuju pusat kota kabupaten untuk mencairkan dana bantuan pendidikan pemerintah tersebut.

    Sementara itu, dalam hal program KIP Kuliah, pemerintah pusat telah menganggarkan Rp 11,7 triliun bagi 800.000 mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan yang berprestasi di seluruh Indonesia.

    Namun sayangnya, pelaksanaan program KIP Kuliah di Kepulauan Aru juga masih terbentur penyerapan yang kurang optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan pemahaman masyarakat melalui kegiatan sosialisasi tentang tujuan dan ketentuan KIP Kuliah.

    Baca: Cara mudah mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini

    Hal ini terungkap dalam kunjungan KSP ke Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku untuk mengevaluasi pelaksanaan program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di wilayah pesisir dan kepulauan beberapa waktu lalu.

    “Penerima KIP Kuliah diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Jangan dilihat bahwa KIP Kuliah itu bantuan yang semata-mata diberikan untuk mahasiswa kurang mampu. Penerima KIP Kuliah harus lebih berprestasi, baik secara akademik maupun non-akademik. Selain itu, dukungan akses dan fasilitas belajar memudahkan mahasiswa meraih nilai Indeks Prestasi (IP) yang tinggi,” ujar Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Abetnego Tarigan.

    Abetnego yang didampingi sejumlah tenaga ahli KSP mengatakan bahwa pemerintah akan terus berbenah dalam mengatasi kendala penyaluran biaya bantuan pendidikan khususnya di daerah-daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T).

    “Satu hingga dua dekade lalu, bantuan berupa beasiswa sulit didapatkan. Biasanya hanya didapat dari keluarga dan kerabat. Namun, saat ini akses beasiswa mudah dan anggaran yang tersedia lebih dari cukup. Pemerintah sudah punya skema pembiayaan pendidikan sampai jenjang dari tingkat dasar sampai dengan pascasarjana doktoral. Pelajar tidak perlu khawatir untuk bersekolah tinggi, tinggal memanfaatkan ruang yang ada,” katanya. 

    Ia menambahkan, bonus demografi yang terjadi dalam periode ini harus dimanfaatkan untuk membuat lompatan menuju negara maju. Karena itu pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan program untuk mencegah kendala-kendala di lapangan.

    Baca: Mengapa tes calistung dihapus dari seleksi masuk SD

    Pemkab Kepulauan Aru mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terkait permasalahan kebutuhan sekolah di Kab. Kepulauan Aru yang tergolong kategori daerah miskin di Provinsi Maluku.

    Dalam kesempatan sebelumnya, KSP juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pendirian Universitas Kepulauan Aru oleh pemerintah Indonesia dan turut berkoordinasi aktif dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk mewujudkan komitmen tersebut.
  • Nama Artis Jejali Daftar Bakal Caleg di Pemilu 2024, Akankah Pengaruhi Kualitas DPR?

    Nama Artis Jejali Daftar Bakal Caleg di Pemilu 2024, Akankah Pengaruhi Kualitas DPR?

    7cloud.asia – Proses pengajuan bakal calon anggota legislatif atau bakal caleg Pemilu 2024, resmi ditutup pada 14 Mei 2023 lalu. Ketua KPU Hasyim Asy’ari menyampaikan 18 partai politik nasional telah mengajukan bacalon DPR-nya ke Kantor KPU.

    Hasyim menyampaikan pada saat menerima kedatangan partai politik tersebut, KPU baru sebatas melihat kelengkapan dokumen atau berkas bakal caleg yang diserahkan partai politik peserta Pemilu 2024.

    “Jadi tim dari parpol dan KPU memastikan dokumen sudah lengkap atau belum, apabila ada dokumen belum lengkap dilengkapi sampai hari ini (Minggu 14 Mei 2023) pukul 23.59 WIB,” kata Hasyim.

    Pascamasa pengajuan bakal caleg 1-14 Mei 2023, KPU selanjutnya melakukan verifikasi administrasi atas berkas yang diserahkan, dilanjutkan dengan pengumuman Daftar Caleg Sementara atau DCS.

    Komisioner KPU Idham Holik mengatakan, setelah DCS diumumkan, KPU menunggu masukan dan tanggapan terkait rekam jejak bakal caleg dari masyarakat.

    “Nanti pada 19 Agustus (selama 5 hari) sampai 23 Agustus selanjutnya KPU akan mengumumkan DCS (Daftar Calon Sementara), dan pada 19-28 Agustus KPU juga memberi kesempatan kepada masyarakat memberi masukan DCS,” ucap Idham. 

    Baca: Pentingnya kamu mengenali caleg di daerah kamu

    Dalam kesempatan itu, Idham juga  menyampaikan kronologi dari proses pengajuan bacalon 1-14 Mei 2023, di mana kehadiran partai politik yang hendak mengajukan bakal caleg baru terjadi pada hari ke-8 oleh PKS.

    “Jadi dari tanggal 1-7 Mei 2023 tidak ada partai politik yang mengajukan bakal caleg,” ujar Idham.

    Adapun partai politik selanjutnya datang mengajukan bakal caleg yakni Partai Hanura pada 10 Mei 2023, PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Garuda, dan Partai Ummat pada 11 Mei 2023, PPP dan PAN pada 12 Mei, PBB, Partai Gerindra dan PKB pada 13 Mei dan PSI, Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Perindo dan Partai Buruh pada 14 Mei.

    Mencermati bakal caleg yang didaftarkan, partai politik terkesan masih dilandasi “nafsu untuk mendongkrak jumlah kursi di parlemen” ketimbang memperkuat kerja-kerja legislasi.

    Sejumlah partai politik mengusung artis atau publik figur sebagai bakal caleg untuk mendulang suara di Pemilu 2024.

    Baca: Jadwal dan tahapan Pemilu 2024

    Dilansir BBC Indonesia, pengamat politik dari Formappi, Lucius Karus mengatakan hal ini karena bakal caleg dari kalangan selebriti yang sudah populer dan lebih menjual ketimbang kader sendiri yang tak dikenal.

    Partai NasDem, misalnya, mengajukan delapan pesohor dengan latar belakang penyanyi seperti Annisa Bahar dan Reza Artamevia, pemain sinetron Ali Syakieb dan Nafa Urbach, presenter Choky Sitohang dan Ramzi, dan tak ketinggalan musisi Didi Riyadi serta Diana Sastra.

    Selain NasDem, PDI Perjuangan juga sama. Partai ini mencalonkan 14 publik figur, di antaranya musisi Once Mekel dan Marcel Siahaan, pelawak Denny Cagur, budayawan Taufik Hidayat Udjo, pembawa acara Tamara Geraldine, dan penyanyi Sari Koeswoyo.

    Ada pula politisi petahana yang juga artis yakni Krisdayanti, Rieke Diah Pitaloka, dan Rano Karno.

    Selebihnya ada Partai Perindo yang menyodorkan setidaknya delapan caleg dari kalangan artis dan Partai Amanat Nasional sebanyak lima bacaleg.

    Gerindra merangkul Al dan El yang merupakan anak musisi ahmad Dhani yang sejak lama memang bergabung di sana.

    Yang paling sedikit adalah Partai Keadilan Sejahtera yaitu hanya satu, komedian Narji Cagur.

    Baca: Mengapa Jokowi ikut cawe-cawe di Pemilu 2024

    Lucius Karus, mengatakan pencalonan para selebritas menjadi anggota legislatif adalah cara mudah partai politik untuk mendongkrak suara atau kursi di parlemen. Tren seperti ini sudah berlangsung sejak 2004 atau ketika pemilu langsung diberlakukan.

    Di mana kursi anggota DPR yang diperebutkan semakin banyak, sementara persaingan jadi lebih ketat bersamaan dengan kian bertambahnya partai politik. Namun Lucius mempertanyakan kemampuan para artis ini di panggung politik.

    Untuk itu para calon pemilih diminta untuk lebih cermat dalam memilih wakil rakyat, agar dihasilkan DPR yang berkualitas. 

     

     

     

  • Sangat Membantu Pasangan Pekerja, Perlu Subsidi dari Pemkot agar Biaya Daycare Lebih Terjangkau

    Sangat Membantu Pasangan Pekerja, Perlu Subsidi dari Pemkot agar Biaya Daycare Lebih Terjangkau

    7cloud.asia – Nura adalah perempuan pekerja di Jakarta dengan satu anak usia 1,5 tahun. Meski suaminya juga bekerja, Nura tetap merasa berat untuk membayar daycare di dekat rumahnya. 

    Alhasil, untuk urusan mengurus anak dia memilih menitipkan anaknya kepada tetangganya dengan sistem pembayaran harian, ketimbang membayar daycare yang mencapai Rp 2,5 juta sebulan.  

    Fasilitas daycare makin dibutuhkan dan menjadi salah satu alternatif yang dapat dipilih para orang tua muda yang harus bekerja sembari mengurus anak,  Tren daycare berkembang dalam beberapa tahun terakhir terutama di negara-negara maju.

    Di Indonesia, keberadaan daycare mulai banyak ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar dan kota-kota lainnya.

    Daycare menjadi salah satu solusi untuk menitipkan mengurus anak di tengah keputusan kedua orang tua untuk bekerja bagi ekonomi keluarga.

    Baca: Buruh perempuan tolak sistem “no work no pay”

    Namun, untuk mengakses layanan daycare di kota besar seperti Jakarta tidaklah murah. Untuk orang tua pekerja dengan gaji Rp 5 juta sebulan kadang harus merogoh hampir separuh dari penghasilannya demi bisa mengakses fasilitas daycare untuk mengurus anak mereka. 

    Dilansir DW Indonesia, umumnya harga daycare di Jakarta berkisar Rp2 juta hingga 3,5 juta per bulan. Padahal menurut data BPS, pada 2021 rata-rata gaji pekerja di Jakarta berkisar di angka Rp4,1 juta hingga 5 juta per bulan.

    Hal inilah yang juga dialami Nura, sehingga menitipkan anak di daycare masih sebatas angan-angan.

     
    “Bagi keluarga muda dengan ekonomi menengah ke bawah menjadi sulit, utamanya bagi mereka yang tidak memiliki support system seperti orang tua ikut mengurus anak,” jelas Lily dikutip DW Indonesia.
     
     

    Hal ini berbeda dengan sejumlah negara di Eropa yang biaya daycare disubsidi oleh pemerintah. Di Swedia, orang tua muda hanya perlu mengeluarkan sekitar 4% dari pendapatan bulanannya untuk menggunakan jasa daycare guna mengurus anak mereka.

    Pemerintah Jerman sejak 2019 telah menggelontorkan dana untuk memberikan subsidi bagi warganya untuk bisa menggunakan fasilitas daycare untuk mengurus anak mereka. Warga Jerman hanya perlu merogoh kocek sekitar 5,1% hingga 9,8% dari penghasilan bulanan mereka untuk membayar biaya daycare.

     

    Namun, segala kemudahan bagi warga Swedia maupun Jerman tidak didapatkan secara cuma-cuma. Pajak di Swedia bisa mencapai 52,27%. Sementara pajak di Jerman berkisar 12% hingga 42% dari penghasilan bulanan warganya.

    Di sisi lain, budaya merawat dan mengurus anak dengan menggunakan fasilitas daycare dinilai masih cukup tabu oleh sebagian kalangan di Indonesia, bahkan mereka yang tinggal di kota besar.

    Baca: Dampak negatif  gaya hidup konsumtif bagi lingkungan

    Citra Anggraeny, Manager Operasional dari Root Daycare menyebut, hingga saat ini masih banyak orang tua yang enggan menitipkan anaknya di daycare.

     

    “Masih tetap ada yang menganggap daycare itu kayak anaknya itu dipisahin, apalagi kakek nenek banyak banget (berpikir) ‘aduh kasian banget adiknya harus dititipin,’ lebih mostly pengennya sih cucunya di rawat sama kakek neneknya,” ungkap Citra.

    Budaya masyarakat Indonesia yang belum terbiasa dan mengenal daycare untuk mengurus anak menjadi tantangan di industri ini. Citra menyebut untuk dapat meyakinkan orang tua mengenai kualitas pola pengasuhan, daycare yang dikelolanya rutin mengadakan “pelatihan bagi pendamping anak, hingga pendampingan dari ahli gizi dan tenaga ahli, seperti dokter.”

     

    Daycare menjadi solusi bagi keluarga muda di wilayah urban di Indonesia, di mana kedua orang tua buah hati harus memutuskan untuk bekerja.

    Sejauh ini, DPR tengah menggodok aturan dalam Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak yang mewajibkan perusahaan untuk menyediakan daycare bagi karyawannya.

    “Kalau aturan itu diterapkan, itu memudahkan sekali ya untuk keluarga seperti aku. Jadi bisa tetap bekerja tanpa khawatir soal anak,” pungkas Yeni.

    Baca: Perempuan down syndrome rentan alami kekerasan tapi sering diabaikan

  • Peringatan Soal Perubahan Iklim Muncul Sejak 70 Tahun Silam

    Peringatan Soal Perubahan Iklim Muncul Sejak 70 Tahun Silam

     

    7cloud.asia – Beberapa waktu belakangan ini, kita dijejali dengan informasi mengenai perubahan iklim.

    Dari waktu ke waktu, kita begitu terbiasa menyaksikan beraneka tayangan tentang lingkungan yang menjadi bagian dari sejarah perubahan iklim. Mulai dari foto kebakaran hutan ataupun hewan yang dikremasi.

    Ada juga bongkahan es raksasa yang runtuh ke laut, hingga janji-janji pemimpin dunia bahwa mereka akan memperhatikan “peringatan terakhir” dari para ilmuwan terkait perubahan iklim.

    Orang-orang berusia di bawah 40 tahun mungkin tak mengingat masa ketika media-media belum memberitakan emisi CO2 yang terkait “efek rumah kaca”, “pemanasan global”, “perubahan iklim”, hingga istilah populer saat ini: krisis iklim.

    Pada musim panas yang panjang tahun 1988 atau 35 tahun silam menjadi momentum pemimpin dunia mulai membicarakan hal yang benar terkait perubahan iklim

    Calon Presiden Amerika Serikat saat itu (yang menjadi Presiden), George H.W. Bush, berjanji bakal menggunakan “Efek Gedung Putih” (kantor Presiden AS) untuk mengatasi “Efek gas rumah kaca” yang dipercaya memicu perubahan iklim. Namun janjinya tidak ditepati.

    Perdana Menteri Inggris kala itu, Margaret Thatcher, juga pernah mengingatkan bahwa Bumi sedang melakukan sebuah eksperimen besar terhadap sistemnya sendiri menghadapi perubahan iklim.

    Ucapan Bush dan Tatcher merupakan sejarah 35 tahun silam. Namun sebenarnya, 35 tahun sebelumnya (70 tahun dari bulan Mei ini)-–topik soal bahaya emisi CO2 di atmosfer yang bisa memicu perubahan iklim pertama kali menjelajahi dunia.

    Dampak CO2 yang memerangkap panas adalah hal biasa. Ilmuwan asal Irlandia, John Tyndall (yang menggambar karya seorang warga Amerika, Eunice Foote) menunjukkan bahwa dampak emisi CO2 sudah disinggung sejak pertengahan 1800-an.

    Pada 1895, peraih Penghargaan Nobel asal Swedia, Svante Arrhenius, mengemukakan bahwa—selama seratus tahun—-CO2 yang mengepul akibat pembakaran minyak bumi, batu bara, dan gas akan memerangkap panas yang bisa melelehkan tundra dan membuat musim dingin tinggal sejarah.

    Meski mendapatkan tentangan, karya Svante beberapa kali muncul di jurnal populer. Pada 1938, misalnya, teknisi mesin uap asal Inggris bernama Guy Callendar berkata di depan Royal Society di London (organisasi sains terkemuka di Inggris) bahwa pemanasan bumi tengah berlangsung yang bisa memicu perubahan iklim

    Hingga pada awal Mei 1953, dalam pertemuan para pakar geofisika di American Geophysical Union, fisikawan asal Kanada Gilbert Plass–yang sudah bertukar surat dengan Callendar–berkata di depan para ilmuwan bahwa petaka sedang berjalan.

    Baca: Kondisi lingkungan dan pengaruhnya pada pasien asma

    Plass berkata:

    Lonjakan aktivitas industri abad ini melepaskan begitu banyak CO2 ke atmosfer sehingga temperatur rata-rata naik 1,5°C per 100 tahun.

    Sentilan Plass lantas dikutip media Associated Press dan kantor berita lainnya serta tayang di berbagai koran di seluruh dunia (bahkan media di tempat yang jauh seperti Sydney Morning Herald). Tujuh hari berselang, Peringatan Plass juga muncul di dua majalah beken yakni Newsweek pada 18 Mei dan Time.

    Fakta bahwa dunia tengah menghangat saat itu bukanlah hal yang mengejutkan di kalangan ilmuwan. Namun, keterkaitannya dengan emisi CO2 inilah–sebagaimana dikatakan Plass–menjadikannya bernilai berita. Ucapan Plass juga sekaligus menentang teori lainnya yang mencoba menjelaskan kenaikan suhu bumi akibat guncangan orbit ataupun aktivitas bintik matahari (sunspot).

    Minat Plass mencari tahu soal CO2 muncul kala dia bekerja di Ford Motor Company. Dia melihat bahwa emisi CO2 di Bumi sebenarnya bukan cuma terkait muka air laut (tanpa penjelasan yang rumit).

    Banyak ilmuwan yang akhirnya mengabaikan karya Arrhenius karena berbasiskan kepercayaan palsu bahwa CO2 beraktivitas dengan pergerakan yang sama seperti di stratosfer.

    Plass terus meneliti persoalan ini. Dia menerbitkan berbagai publikasi teknis maupun popular selama dekade 1950-an. Pada 1956, dia menulis artikel ilmiah berjudul “Teori Karbon Dioksida Perubahan Iklim” yang diterbitkan jurnal ilmiah Tellus Swedia. Ada juga artikel populer yang terbit di media American Scientist. Dia juga menghadiri sejumlah pertemuan penting untuk mendiskusikan pembentukan karbon dioksida.

    Baca: Pemicu cuaca panas akhir-akhir ini

     
     
    Media The Irish Times mendiskusikan perubahan iklim pada 1954. Irish Times / allouryesterdays.info

    Teori karbon dioksida kemudian jadi bahan ulasan para ilmuwan maupun jurnalis. Salah satu di antaranya, George Wendt, menuliskan temuannya dalam media bereputasi, UNESCO Courier, dan disebarkan oleh media Irish Times pada 1954. Pada tahun yang sama, wartawan Inggris mulai menuliskan teori Plass.

    Pada 1957, majalah New Scientist menyinggung teori tersebut. Hingga pada akhir dekade 1950-an, hampir setiap pembaca koran akhirnya mengetahui gagasan Plass.

    Selama dekade 50-an dan 60-an, ilmuwan Swedia, Jerman, dan Uni Soviet, memeriksa persoalan CO2. Pada 1965, Presiden Lyndon Johnson bahkan menyinggung CO2 dalam pidatonya di hadapan Kongres AS.

    Pada akhir 1960-an, kolaborasi internasional akhirnya dimulai, meski membutuhkan banyak pemantauan. Misalnya, pada April 1969, ilmuwan AS Charles Keeling, yang mengukur konsentrasi CO2 di atmosfer di observatorium Hawaii, mengungkapkan bahwa dia diminta mengubah judul paparan kuliahnya dari “Jika CO2 dari bahan bakar fosil berdampak pada lingkungan, apa yang akan kita lakukan untuk mengubahnya?” menjadi “Apakah CO2 dari bahan bakar fossil berdampak pada lingkungan?”

     
    Plass mempromosikan teorinya di majalah Scientific American pada 1959. Scientific American (1959)

    Bagi sejarawan iklim seperti saya, dekade 1970-an adalah periode yang menarik dalam pengukuran yang intens, pemodelan, observasi, dan pemikiran terkait perubahan iklim. Pada akhir dekade itu, semuanya berkontribusi menghasilkan kesimpulan bahwa masalah serius sedang terjadi. Kerja keras Plass pun berhasil.

    Ketika Plass kembali bersuara, konsentrasi CO2 di atmosfer mencapai 310 parts per million (ppm). Saat ini konsentrasinya mencapai sekitar 423. Setiap tahun, saat kita terus membakar minyak bumi, batu bara, dan gas, konsentrasi CO2 naik sehingga panas semakin terperangkap di atmosfer.

    Pada waktu ketika peringatan Plass berusia seabad, konsentrasinya akan jauh lebih tinggi. Kemungkinan besar kita akan melampaui batas “aman” pemanasan suhu bumi sebesar 2°C.


     

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris, baca artikel asli di sini

  • Seperti Ini Dana Desa Dongkrak Kesejahteraan Warga Desa

    Seperti Ini Dana Desa Dongkrak Kesejahteraan Warga Desa

    7cloud.asia – Penggunaan Dana Desa dinilai telah membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat Indonesia, dan telah menjadi suatu capaian yang membanggakan dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.

    Menurut Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan Kemendes PDTT Sugito,  setelah 9 tahun adanya Undang-undang Desa, banyak perkembangan yang dihasilkan oleh desa lewat pengelolaan dana desa.

    Perkembangan tersebut, baik dalam upaya menuju kemandirian maupun penguatan sumber daya masyarakat desa, di mana dana desa sebagai instrumen pendukung atas permasalahan yang dihadapi oleh desa.

    Adanya dana desa ini, kata Sugito, menjadi suatu hal yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan desa.

    Baca: Dalam lima tahun puluhan orang tewas akibat konflik agraria

    Sejak perkembangannya tahun 2015, dana desa yang diterima rata-rata desa Rp280,3 juta atau Rp20,67 triliun yang diluncurkan, saat ini telah terjadi peningkatan menjadi sebesar Rp70 triliun atau rata-rata berkisar Rp1 miliar per desa.

    “Pengelolaan dana desa itu telah menghasilkan banyak sekali hasil di berbagai aspek di antaranya peningkatan kualitas hidup dan pengembangan ekonomi desa seperti sarana-prasarana desa, jalan, jembatan dan seperti desa wisata yang ada di sini,” ujarnya  saat menjadi pembicara di seminar bertajuk “Advokasi Kebijakan Pembangunan Desa dan Perdesaan dalam Kerangka Undang-undang Desa,” di Ujung Semi, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/5/2023). 

     Baca: Pemerintah berkomitmen urai konflik keagamaan

    Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin) mengungkapkan, sejak pertama kali Dana Desa diluncurkan, program ini menjadi salah satu tonggak kemandirian dari pembangunan masyarakat dan tidak lagi menganggap desa sebagai daerah pinggiran.

    Keberadaan dana desa telah berhasil menjadikan desa sebagai beranda depan pembangunan.

    “Desa terbukti telah mampu mengelola Dana Desa dengan baik, untuk pembangunan desa sebagaimana amanat Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Dan saat ini semua percaya bahwa desa mampu mengelola anggaran desa dengan baik,” kata Muhaimin

     

    Baca: Nama artis jejali daftar bakal caleg di Pemilu 2024

    Muhaimim berujar, semua pihak bisa melihat apa yang telah desa lakukan pada masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, di mana bansos-bansos turun dengan cepat dan tepat sasaran melalui dana desa. 

    Menurutnya dana desa telah terbukti mampu menjadi bantalan ekonomi yang kuat di tengah krisis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

    “Tentunya hal tersebut tidak lepas dari pengelolaan dan penyaluran dana desa yang baik dari seluruh kepala desa se-Indonesia,” tuturnya.

    Baca: 25 Tahun Reformasi, bagaimana nasib korban pelanggaran HAM masa lalu

    Sebab itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut pembangunan akan sukses jika dana desa dapat tersalurkan pada tingkat yang paling ujung dari pembangunan yaitu di desa.

    “Jadi semakin banyak dana desa yang dikucurkan, maka kemakmuran akan semakin terwujud,” katanya.

    Dalam seminar yang dihadiri sejumlah stakeholder desa yang terdiri kepala desa dan pendamping lokal desa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pendamping Lokal Desa se-Jawa Tengah, Muhaimin sempat bertanya kesanggupan kepala desa jika mengelola dana desa dinaikkan menjadi Rp 5 miliar.

     “Jika nanti dana desa menjadi Rp5 miliar itu masih enteng, tetapi jika Rp10 miliar. Tentu hal ini membutuhkan kecerdasan dari pada kepala desa untuk mengelolanya,” tegas Menakertrans 2009-2014 itu.

    Sumber: dpr.go.id

     

  • Dukung Pendidikan SMK, Jokowi Gunakan Produk yang Dihasilkan Siswa SMK

    Dukung Pendidikan SMK, Jokowi Gunakan Produk yang Dihasilkan Siswa SMK

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi kunci kemajuan negara.

    Pernyataan ini disampaikan Jokowi usai meninjau langsung SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) 1 Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatra Utara, Rabu (17/05/2023).

    Oleh karena itu, Jokowi berharap agar siswa SMK jurusan pertanian dan perkebunan ini dapat belajar dengan baik, termasuk mendapatkan pelajaran praktikum.

    “Di SMK mestinya 60-70 persen itu praktik, sehingga tempat praktik itu menjadi sangat penting,” kata Jokowi.

    Saat meninjau SMK PPN 1, Jokowi antara lain melihat pembibitan tanaman, utamanya kelapa sawit. Presiden menilai bibitnya sudah cukup baik, tetapi tempat pembibitannya memerlukan peningkatan agar para siswa bisa melihat langsung bagaimana proses bertani yang baik.

    “Anak-anak ini kan harus ditunjukkan bagaimana bertani yang baik, bagaimana berkebun yang baik sehingga memang ini akan kita bantu untuk memperbaiki,” ungkapnya.

    Baca: Untuk cairkan bantuan, penerima beasiswa di Kep. Aru harus berlayar 3 hari 

    Selain tempat praktik pertanian, Jokowi juga akan membantu memperbaiki tempat praktik peternakan di SMK tersebut, terutama kandangnya.

    Jokowi juga menyebut pihaknya akan membantu mengirimkan sejumlah ternak ke SMK PPN 1 untuk bisa dijadikan sarana pembelajaran.

    “Yang peternakan juga kandang. Kandang yang baik seperti apa, yang bersih seperti apa, dan supaya kambingnya juga gemuk-gemuk seperti apa. Ini nanti akan saya kirim kambing, domba, kemudian ayam, bebek, semuanya, biar banyak contoh-contoh yang bisa diajarkan oleh bapak, ibu guru kepada murid-muridnya di sini,” jelasnya.

    Baca: Tes Calistung dihapus dari seleksi masuk SD, ini alasannya

    Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa dirinya mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk memperbaiki kandang hewan, pembuatan irigasi, dan pembuatan ruang green house di SMK tersebut.

    “Saya mendapat tugas untuk memperbaiki sarana dan prasarana di SMK, seperti kandang kambing, kandang sapi, irigasi pertanian, dan juga green house,” ucap Basuki.

    Kunjungan Jokowi ke SMK ini dilakukan secara mendadak. “Saya hanya ingin melihat kegiatan belajar mengajar dan praktik juga di SMK. Semuanya dadakan. Saya ingin melihat apa adanya,” katanya. 

    Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jambi pada Selasa (16/05/2023), Jokowi juga mengunjungi SMK Negeri 4 Kota Jambi.

    Baca: Pandemi sebabkan loss learning massal

    Di SMK yang memiliki program keahlian kuliner, perhotelan, busana, tata kecantikan dan spa ini, Jokowi melihat langsung siswa-siswa yang sedang melaksanakan praktikum.

    Saat bertemu siswa jurusan tata boga, Jokowi menanyakan ketertarikan para siswa mendirikan usaha toko roti sendiri. Hampir serempak semua siswa menyampaikan ketertarikannya.

    ”Saya, Pak,” jawab para siswa dengan kompak.

    Jokowi memuji kelengkapan alat-alat praktikum dan cara kerja siswa dalam membuat kue. Sebelum meninggalkan ruangan tersebut, seorang siswa kelas 11, Saskia berteriak untuk meminta foto dengan Presiden.

    ”Pak, maaf Pak, boleh selfie enggak?” teriak Saskia.

    Presiden pun mengiyakan permintaan Saskia dengan berputar ke dalam kelas untuk berswafoto bersama para siswa.

    Baca: Mengenal tradisi seba masyarakat adat Badui

    Sementara saat bertemu dengan siswa tata busana, Presiden memuji keahlian para siswa yang sudah bisa membuat gaun pesta.

    “Coba saya, buatkan pakaian ya. Ayo ukur,” ucap Jokowi.

    Dua orang siswa yang berada di sana pun segera mendekat untuk mengukur pakaian Jokowi. Tampak keduanya agak grogi saat melakukan pengukuran.

    “Buat satu dulu ya, nanti kirim ke Istana. Kalau sudah pas, buat lagi. Ini buat membeli bahannya ya,” tambah Jokowi sambil memberikan amplop.

    Setelah mengunjungi dan berkeliling melihat praktik di semua program keahlian selama 45 menit, Jokowi meninggalkan SMK tersebut untuk melanjutkan kunjungan kerja.

    Sumber: Setkab

  • Belajar Budaya Betawi Pesisir di Museum Rumah si Pitung

    Belajar Budaya Betawi Pesisir di Museum Rumah si Pitung

    7cloud.asia – Cuaca terik di siang itu tak menyurutkan keceriaan pengunjung Rumah Si Pitung di Marunda Jakarta Utara. 

    Rumah Si Pitung yang berusia lebih seratus tahun masih dipertahankan sesuai aslinya. Dua bangunan penunjang berbentuk rumah panggung dengan tangga terbuat dari kayu melengkapi rumah asli pahlawan dari Betawi ini.

    Di pelataran, sejumlah anak tengah menjajal berbagai mainan tradisional dari Betawi seperti gasing, egrang atau jangkungan, dakon atau congklak dan lain lain.

    Seorang anak mengaku bernama Habibi, kelas 3 SD Poncol Bekasi bersama kakak perempuannya Sifa yang sudah klas 8 (SMP) tampak belajar egrang yang adalah salah stau mainan tradisional Betawi

    “Ternyata sulit ya,” kata Sifa sambil memegang sepasang egrang. Adik kecilnya mengambil sepasang egrang yang tersandar di dinding ternyata sudah rusak.

    Baca: 5 Museum batik yang wajib kamu kunjungi

    Di kolong Rumah Si Pitung, sejumlah remaja perempuan terlihat tengah berlatih tari tradisional Betawi. 

    “Nantinya, di sini akan disediakan bahan bacaannya serta tenaga edukatornya,” terang Sumardi, Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Rumah Si Pitung.

    Sumardi menambahkan, ke depan Rumah Si Pitung akan dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya untuk lebih mengenalkan budaya dan kehidupan sehari-hari warga Betawi pesisir. 

    “Dari lantai atas bangunan penunjang Rumah Si Pitung, kita juga dapat memandang ke laut. Dari sana kita bisa menikmati kesibukan kapal dan perahu nelayan yang mencari ikan,” kata Sumardi.

    Baca: Uniknya Kapal Pinisi dan kain songke di KTT ASEAN

    Tak hanya itu, berkunjung ke rumah si Pitung yang dikenal sebagai tokoh Betawi ini, pengunjung juga bisa mengenal lebih dekat budaya Betawi Pesisir, seperti tarian, musik, makanan tradisional bahkan permainan tradisional dan folklore pesisir.

    Seperti siang itu, pengunjung Rumah Si Pitung berkesempatan menikmati penampilan kelompok kesenian dari RW 07 Marunda Pulo yang sedang berlatih tari Betawi.

    Telinga kami pun sejenak dimanjakan uniknya musik tradisional Betawi yang mengiringi lenggak-lenggok tubuh penari yang sedang berlatih. 

    Sumardi menambahkan sesekali juga digelar pertunjukan teater, wayang golek, ataupun Lenong Betawi. Dan, pada momen seperti itu maka pengunjung Rumah Si Pitung akan semakin banyak.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Rumah Si Pitung dibuka kembali untuk umum pada Desember tahun lalu, setelah dua bulan dilakukan konservasi dan renovasi.

    Pemeliharaan bangunan Rumah Si Pitung dan bangunan pendukungnya tersebut guna menjaga kelestariannya, dan meningkatkan kenyamanan wisatawan.

    “Kita buat Rumah Si Pitung ini sebagai tempat edukasi masyarakat yang nyaman mengenai sejarah dan budaya Betawi khususnya Betawi pesisir. Kita maksimalkan keberadaan Rumah Si Pitung sebagai  ruang ekspresi bagi seniman budayawan,” tandasnya.

    Tempat wisata Rumah Si Pitung juga dilengkapi sejumlah kios untuk berjualan makanan minuman maupun kerajinan khas Betawi pesisir. 

    Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Menengok ke belakang, Si Pitung adalah sosok yang dihormati oleh warga Betawi. Dilansir laman Historia, Menurut sejarawan Belanda Margreet van Till dalam In Search of Si Pitung: The History of Indonesian Legend, cerita maupun sosok Si Pitung ini memang benar adanya dan bukan mitos belaka.

    Si Pitung adalah putra Betawi asli yang terlahir dengan nama Ahmad Nitikusumah. Ia merupakan anak laki-laki dari pasangan Pinah dan Piung asal Kampung Rawa Belong, Jakarta, dengan karakter pemberani.

    Sekitar abad ke-19, Rawa Belong yang didiami warga Betawi asli disebut ommelanden yang berarti pinggiran Batavia. Saat itu, kawasan ini telah dikenal padat penduduk.

    Si Pitung dibesarkan dengan latar pendidikan khas Betawi di sebuah pondok pesantren perguruan Hadji Naipin sehingga ia mampu mengaji dan berkepribadian baik.

    Si Pitung mulai melakukan aksi perampokan pada 1892-1893. Tapi hal itu dilakukan dengan alasan. Pemicunya adalah kejadian perampokan saat menyerang keluarganya.

    Baca: Tips wisata ramah lingkungan

    Mulanya Si Pitung selalu membantu sang ayah menjual kambing. Hingga suatu hari ada komplotan bandit Belanda dan Tionghoa yang merampok uang dari hasil berjualan kambing ayahnya.

    Kesal dan sakit hati karena perbuatan para bandit, Si Pitung pun mempelajari bela diri demi melawan bandit-bandit tersebut sampai akhirnya ia berhasil menemukannya.

    Atas kejadian itu Pitung mulai banyak mengenal komplotan bandit. Akan tetapi, pandangan orang terhadap dirinya jadi berubah seakan Si Pitung termasuk golongan bandit.

    Padahal niat Si Pitung menguasai bela diri menjadi seorang jagoan desa bukan semata-mata menjadi sosok yang ingin ditakuti. Melainkan ingin bisa melawan para bandit yang sekaligus tuan tanah Belanda yang kerap menindas warga miskin lemah dengan tindakan semena-mena.

    Baca: Mengenal tradisi seba yang rutin dilakukan masyarakat adat Badui

    Kemampuan bela diri Si Pitung pada akhirnya cukup membuat waswas para tuan tanah. Kemudian sekitar tahun 1892 Si Pitung melakukan aksi perampokan.

    Si Pitung kerap merampok rumah tuan tanah lain untuk mengambil hasil rampasan mereka dan membagikannya kembali ke warga miskin.

    Hampir semua tuan tanah sudah mengenal Si Pitung bahkan ketika mereka mengalami perampokan, namanya selalu diincar dan diburu polisi.

    Si Pitung juga dianggap pemberontak sehingga orang-orang Belanda ingin dirinya ditumpas seakan-akan mereka ini tidak bergerak bebas dalam menindas orang-orang kecil.

    Sampai pada akhirnya Si Pitung benar-benar tewas tertembak peluru emas milik kepala kepolisian karesidenan Batavia A.M.V Hinne.

  • Status Darurat Pendemi Covid-19 Dicabut, Apakah Masih Harus Mengenakan Masker?

    Status Darurat Pendemi Covid-19 Dicabut, Apakah Masih Harus Mengenakan Masker?

    Ilustrasi masker kesehatan Foto: ANTARA/Wuryanti Puspitasari

    7cloud.asia – Status darurat pandemi COVID-19 sudah resmi dicabut beberapa waktu lalu. Namun demikian, para ahli kesehatan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine mengingatkan orang-orang tetap harus memakai masker di tempat perawatan atau klinik kesehatan.

     
    Dilansir Antaranews.com, Penulis studi Tara Palmore dari George Washington University School of Medicine dan David Henderson of the National Institutes of Health seperti disiarkan Medical Daily, Selasa (16/5/2023) meninjau tiga uji coba acak dan 21 studi observasi tentang penggunaan masker pasca pandemi COVID-19.
     
    Tinjauan ini untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang seberapa efektif penggunaan masker N95, masker bedah dan kain dalam mengurangi penularan COVID-19.
     
     
    Para peneliti itu berpendapat masker bedah dan respirator N95 bagus dalam mengatur penyebaran aerosol dan droplet atau tetesan pernapasan berdasarkan penelitian laboratorium.
     
    Mereka mengakui walau kedua masker tidak 100 persen efektif, tetapi, jarang terjadi penularan virus antara pasien dan staf klinik saat masker dipakai.

    “Mengenakan masker dalam interaksi antara pasien dan petugas kesehatan harus terus mendapat pertimbangan serius sebagai langkah keselamatan pasien,” kata peneliti.

    Ahli epidemiologi penyakit menular di Harvard Belfer Center for Science and International Affairs Dr. Syra Madad, yang tidak terlibat dalam studi juga mengingatkan pentingnya mengenakan masker.
     
     
    Ia berpendapat, penting bagi pengelola layanan kesehatan untuk melindungi pasien dengan meminta karyawannya memakai masker selama berinteraksi dengan pasien.
     
    “Kita semua menyadari pentingnya dan kegunaan masker. Budaya keselamatan menunjukkan bahwa Anda menghormati pasien Anda,” kata Madad.
     
    Menurut dia, semua orang dapat memperoleh manfaat dari masker meskipun pandemi COVID-19 telah berakhir. 

    Untuk itu menggunakan masker tetap disarankan saat berada di ruang publik yang tertutup atau layanan kesehatan seperti Puskesmas/rumah sakit.
     
     

  • Menilik Kesiapan Mobil Listrik Jadi Angkutan Massal

    Menilik Kesiapan Mobil Listrik Jadi Angkutan Massal

    7cloud.asia – Beberapa hari lalu, subsidi mobil listrik menuai kritik. Mobil listrik, disebut mengeluarkan emisi karbon yang lebih besar ketimbang mobil berbahan bakar fosil. 

    Tak dipungkiri, kemunculan mobil listrik memang masih menuai pro-kontra. Beberapa beranggapan mobil listrik memiliki sejumlah kekurangan dibandingkan mobil berbahan bakar fosil.

    Selain itu penambangan nikel yang menjadi bahan pembuatan baterai pada mobil listrik dinilai tidak ramah lingkungan, sehingga akan kontra produktif pada kampanye mobil listrik sebagai sarana menuju emisi nol persen.

    Namun, tidak sedikit pula juga yang menyambut baik masa transisi dalam dunia otomotif dengan masuknya mobil listrik ke Indonesia ini.

    Meski masih pro kontra, pabrikan mobil-mobil menganggap bahwa mobil listrik sudah siap meramaikan jalanan di Tanah Air.

    Fasilitas yang dibutuhkan, baik itu yang disediakan oleh merk pabrikan maupun infrastruktur jalan yang disediakan oleh Pemerintah dinilai sudah mendukung mengaspalnya mobil listrik. 

    Itu sebabnya, hingga saat ini tercatat sudah sekitar 10 varian mobil listrik dari berbagai merk, baik dari China, Jepang, Korea hingga Eropa.

    Baca: Alasan untuk segera beralih ke mobil listrik

    Pemerintah sendiri secara langsung mendukung penggunaan mobil listrik di Indonesia, antara lain dengan aturan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang berlaku.

    Tarif PPnBM mobil listrik jenis battery electric vehicle (BEV) Pasal (Ps 36) sebesar 0 persen, sementara mobil listrik hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) tarif pajaknya berkisar 5 persen hingga 7 persen.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa adanya perbedaan tarif tersebut akan menarik investasi mobil listrik.  

    Terlepas dari dukungan Pemerintah dalam bentuk regulasi, saat ini sejumlah instansi Pemerintahan sudah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas.

    Kementerian Perhubungan contohnya, telah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas sejak tahun 2020, Penggunaan kendaraan listrik ini disebut Kementerian Perhubungan sebagai salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong perkembangan kendaraan yang ramah lingkungan.

    Lantas, bagaimana ya penggunaan mobil listrik jika digunakan sebagai mobil dinas? Apakah mampu menjawab semua kebutuhan dan menunjang kinerja suatu instansi tersebut?

    Berikut beberapa poin penting yang perlu jadi pertimbangan sebelum menjadikan mobil listrik menjadi angkutan massal maupun kendaraan dinas. 

    Baca: Kontroversi kereta cepat Jakarta-Bandung

    Daya Tahan Kendaraan

    Iklim tropis dan kondisi infrastruktur yang belum cukup baik, menjadi 2 poin utama yang harus dihadapi mobil listrik di Indonesia.

    Perlu diketahui, tidak hanya sebatas mampu tahan dengan 2 kondisi tersebut, tetapi mobil listrik juga tahan selama kurun waktu yang lama dan kendaraan tetap reliable serta memberikan performa yang prima.

    Kita tahu, pertimbangan saat sebuah instansi ingin melakukan pembelian kendaraan adalah supaya kendaraan tersebut dapat dipakai untuk jangka panjang, serta memiliki kapabilitas melalui berbagai medan jalan.

    Lantas bagaimana kapabilitas mobil listrik dalam melibas jalanan di Indonesia?

    Dari segi struktur mobil, sepertinya mobil listrik dapat menjawab dengan cukup berani bahwa mereka mampu melibas jalanan di Seluruh Indonesia.

    Sebab, saat ini banyak mobil listrik dengan bentuk Sport Utility Vehicle (SUV) dan juga crossover yang memiliki ground clearance (jarak dari tanah ke bagian mobil paling bawah) yang cukup tinggi sehingga mampu melewati jalan di Indonesia yang cenderung tidak rata.

    Bahkan jalanan yang tidak rata serta medan jalan menanjak yang mengharuskan  mobil lebih mengandalkan torsi yang besar daripada tenaga Hp (horsepower), hal tersebut dimiliki oleh mobil listrik yang dikenal dengan memiliki torsi yang instan dan besar.

    Baca: Jakarta berbenah lewat penataan transportasi publik

    Sedangkan dari segi mesin, meski mengandalkan baterai dan kekhawatiran saat ini adalah biaya perbaikan pada baterai atau bahkan penggantian yang dapat membuat anggaran membengkak, khusus dalam urusan menerobos hujan deras atau bahkan banjir, pasti juga akan menjadi pertimbangan yang krusial mengingat air merupakan musuh bebuyutan dari barang elektronik.

    Menurut Bonar Pakpahan, Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia, bahwa baterai mobil listrik sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tahan segala cuaca dan kondisi.

    “Baterai ditempatkan di bawah mobil dengan sealed construction yang sangat kedap,” tutur Bonar.

    Meskipun begitu, mobil konvensional pun tidak dirancang untuk menghadapi jalan dalam keadaan terendam, sehingga pengguna kendaraan konvensional dan listrik sama-sama harus berhati-hari dalam menghadapi banjir.

    Tapi tenang saja, semua pabrikan mobil listrik di Indonesia saat ini memberikan garansi yang cukup panjang antara 5 hingga 8 tahun untuk baterai, sehingga akan menekan biaya perawatan.

    Efisiensi Sumber Energi

    Efisiensi ini menjadi pertimbangan krusial, karena jika konsumsi energi kendaraan cenderung boros maka akan membebani biaya perjalanan untuk dinas Instansi Pemerintah.

    Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan biaya pengisian daya mobil listrik lebih murah dibandingkan biaya pengisian bensin pada mobil konvensional.

    Untuk itu, penulis akan membuat perbandingan konsumsi energi antara mobil bermesin konvensional yang ada pada saat ini dan konsumsi energi mobil listrik berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber di internet.

     

    Jenis Kendaraan

    Konsumsi Energi

    (rata-rata)

    Harga per

    Satuan Energi

    Biaya dikeluarkan per Kilometer

    Konvensional

    10-12 Km/Liter

    Rp9.000,00 – Rp10.000,00 per Liter (pertamax)

    Rp750,00/Km – Rp1.000,00/Km

    BEV (Listrik)

    7-8 Km/KWh

    Rp1.650,00 – Rp1.800,00

    per KWh

    Rp206,00/km –

    Rp257,00/Km

     

    Dapat dilihat, konsumsi energi dan juga biaya yang dihasilkan dari mobil listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil bermesin konvensional. Hal ini, tentu akan berdampak baik untuk memangkas anggaran untuk biaya perjalanan dinas suatu instansi.

    Selisih bahkan dapat lebih murah lebih dari 100 persen dibanding mobil konvensional, hal ini tentunya dapat menjawab dengan telak bahwa dari segi efisiensi energi dan biaya, mobil listrik jauh lebih unggul.

    Jarak Tempuh Kendaraan

    Mobil listrik yang dijual di pasaran, saat ini memiliki jarak tempuh maksimal yang sangat impresif dan dapat bersaing dengan mobil konvensional. Dilansir dari Kumparan.com, mobil listrik yang dijual di Indonesia bisa menempuh jarak 300 km hingga 499 km dalam sekali pengisian daya (penuh).

    Namun perlu dicatat, khusus di daerah-daerah khususnya di luar Jabodetabek dan pulau Jawa, SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) masih sangat terbatas.

    Bahkan di beberapa pulau besar di Indonesia masih belum tersedia, hal ini yang menjadikan mobil listrik kurang bisa diandalkan untuk perjalanan jauh antar kota atau antar provinsi.

    Dengan kata lain, kalau ada instansi yang melakukan pengadaan mobil listrik di daerah, kemungkinan hanya bisa digunakan untuk perjalanan yang tidak terlalu jauh.

    Belum lagi, apabila di Kota tersebut belum memiliki SPKLU, maka pengguna mobil listrik wajib melakukan instalasi pengecasan daya mandiri di rumah atau di kantor masing-masing.

    Hal ini tentu akan menimbulkan biaya tambahan untuk instalasi dengan koordinasi dari pihak pabrikan dan juga kantor PLN (Perusahaan Listrik Negara) terdekat.

     Biaya Perawatan

    Percaya atau tidak, biaya perawatan mobil listrik justru jauh lebih murah loh dibandingkan dengan mobil konvensional. Mengapa begitu?, basis yang digunakan pada mobil listrik dan konvensional pada umumnya sama, dari penggerak, mekanikal, dan kelistrikan, semuanya cenderung sama, tapi dengan catatan dengan mobil keluaran di tahun yang sama.

    Pembeda terbesar yaitu dari segi komponen mesin, pada mobil konvensional, lebih banyak memiliki komponen-komponen didalam mesin yang memiliki usia pakai. sedangkan, pada mobil listrik komponennya cenderung sedikit dan apabila telah mencapai usianya, maka pabrikan akan merekomendasikan untuk dilakukan penggantian.

    Bukannya kalau penggantian justru lebih mahal dibanding perbaikan? Perlu diingat, komponen baterai pada mobil listrik saat ini pabrikan memberikan garansi 5 s.d. 8 tahun.  Artinya, selama itu pengguna tidak perlu memikirkan pengeluaran pos  tersebut.

    Kecuali untuk item-item di luar baterai yang secara berkala pasti akan mengalami ‘kehausan’ seperti kampas rem, dan filter AC. Meski begitu, karena basis teknologi yang sama pada komponen selain baterai, maka biaya perawatan rutin mobil listrik akan cenderung sama seperti biaya perawatan mobil konvensional.

    Baca: Seperti ini rencana pengembangan Stasiun Manggarai

    Berdasarkan 4 poin di atas, dapat disimpulkan bahwa halangan terbesar bagi Instansi Pemerintah untuk dapat menggunakan mobil listrik menjadi kendaraan dinas adalah karena belum tersedianya SPKLU di daerah.

    Namun, untuk instansi yang berada di Jabodetabek dan memiliki wilayah kerja yang tidak terlalu luas (bisa terjangkau dengan jarak tempuh maksimal), hal tersebut tidak menjadi masalah.

    Bahkan memiliki kendaraan yang hemat, efisien, serta reliable tentu akan sangat menunjang kinerja dari setiap instansi. Sehingga, ke depan mobil listrik dapat digunakan oleh Instansi Pemerintah secara bertahap.

    Mulai dari instansi pemerintah di Jabodetabek yang memiliki wilayah kerja yang tidak terlalu luas, sehingga menaikkan minat produsen pabrikan untuk menambah unit mobil listrik dan akan segera diimbangi kapabilitas pabrikan serta Pemerintah dalam menyediakan infrastruktur SPKLU di seluruh wilayah di Indonesia.

    Dengan begitu, dapat mewujudkan jalanan Indonesia yang lebih kondusif, ramah lingkungan, dan juga efisien dalam penggunaan anggaran.

     

    Penulis : Tim Seksi Hukum dan Informasi KPKNL Palu

    Referensi :

    [1] https://nasional.kontan.co.id/news/tarif-ppnbm-mobil-listrik-0-untuk-dongkrak-investasi-mobil-listrik (diakses pada 14 September 2021)

    [2] https://www.gridoto.com/read/222536737/mobil-listrik-rentan-korsleting-saat-hujan-atau-banjir-simak-dulu-ini (diakses pada 14 September 2021)

    [3] https://www.cnbcindonesia.com/news/20210104153420-4-213393/murah-ini-perbandingan-ongkos-charging-mobil-listrik-vs-bbm (diakses pada 14 September 2021)  

  • Hari Spesies Terancam Punah, Kapan dan Mengapa Diperingati?

    Hari Spesies Terancam Punah, Kapan dan Mengapa Diperingati?

    7cloud.asia – Setiap tahun, pada hari Jumat ketiga di bulan Mei, ribuan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia, berpartisipasi dalam Hari Spesies Terancam Punah. 

    Di Hari Spesies Terancam Punah dirayakan dengan mempelajari, dan mengambil tindakan untuk melindungi spesies yang terancam punah. Di Indonesia, peringatan Hari Spesies Terancam Punah antara lain dihelat di Jalan Braga Bandung dengan demo.

    Pada Hari Spesies Terancam Punah 2023, suaka margasatwa, taman, sekolah, perpustakaan, museum, kelompok komunitas, organisasi nirlaba, dan individu akan mengadakan program atau acara khusus. 

    Orang-orang di seluruh dunia merayakan Hari Spesies Terancam Punah yang tahun ini jatuh pada hari Jumat, 19 Mei. Namun demikian peringatan Hari Spesies Terancam Punah berlangsung sepanjang bulan Mei! 

    Sehingga kamu maish bisa ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan terkait Hari Spesies Terancam Punah ini. 

    Baca: Pendidikan yang turut memberi solusi bagi perubahan iklim

    Dilansir endangered.org, Hari Spesies Terancam Punah yang kini menjadi perayaan global ini diciptakan dan didirikan oleh David Robinson dan Endangered Species Coalition pada tahun 2006, dan terus berlanjut sejak saat itu.

    Bersamaan dengan Hari Spesies Terancam Punah tahunan ke-18, 2023 juga menandai HUT ke-50 Undang-Undang Spesies Terancam Punah (ESA), sebuah undang-undang penting yang melembagakan komitmen nasional kita terhadap konservasi ikan, tumbuhan, dan satwa liar serta tempat-tempat yang mereka sebut rumah.

    Hari Spesies Terancam Punah diperingati untuk menahan laju kepunahan di muka bumi. Hal ini karena punahnya satu spesies akan mengganggu keseimbangan alam secara luas.

    Hal yang dapat terjadi jika hewan dan tumbuhan punah antara lain adalah berkurangnya keanekaragaman hayati di bumi Hilangnya sumber makanan, terganggunya keseimbangan ekosistem di bumi, berkurangnya pasokan oksigen di bumi, terganggunya siklus biogeokimia di bumi serta memicu kepunahan massal. 

    Baca: Polusi picu 7 juta kematian dini setiap tahunnya

    Jika kamu bertanya seberapa buruk kondisi spesies terancam punah saat ini, data dari 
    International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List bisa memberikan gambaran.

    IUCN Red List mencatat, setidaknya 16.900 spesies terancam punah pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 2,55% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 16.479 spesies.

    Melihat trennya dalam satu dekade terakhir, jumlah hewan spesies terancam punah terus menunjukkan peningkatan. Adapun, kenaikan terbesar terjadi pada 2020 yang sebesar 8,76%.
     
    Terus meningkatnya jumlah spesies terancam punah tersebut dipicu oleh kerusakan lingkungan karena berbagai kegiatan manusia. 
     
     
    Berdasarkan kelompoknya, sebanyak 10.739 spesies yang terancam punah berasal dari kelompok vertebrata. Jumlah tersebut lebih banyak 2,89% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 10.437 spesies.
     
    Secara rinci, ikan menjadi kelompok vertebrata mencatat spesies terancam punah yang paling banyak pada 2022, yakni mencapai 3.551 spesies.
     
    Lalu, ada 2.606 spesies amfibi, 1.842 spesies reptil, 1.400 spesies burung, dan 1.340 spesies mamalia yang juga terancam punah.
     
    Sementara, kelompok invertebrata yang terancam punah ada sebanyak 6.161 spesies pada 2022. Angkanya tercatat lebih tinggi 1,97% dari 2021 yang sebanyak 6.042 spesies.
     
     
    Dari kelompok invertebrata yang paling banyak terancam punah adalah moluska, yakni mencapai 2.399 spesies.
     
    Kemudian, ada 2.345 serangga, 745 krustasea, 253 koral, 251 laba-laba, 9 cacing beludru, 2 kepiting tapal kuda, dan 157 invertebrata lainnya.
     
    Ternyata cukup banyak ya jumlah spesies terancam punah yang ada. Kita dapat ikut terlibat dalam aksi mencegah kepunahan antara lain dengan gaya hidup ramah lingkungan. 
     
    Esti Utami, dari berbagai sumber
     
    Sumber: 
    https://dataindonesia.id/varia/detail/sebanyak-16900-spesies-hewan-terancam-punah-pada-2022.
     
    https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/15/143537269/bagaimana-jika-hewan-dan-tumbuhan-punah?page=all#