Blog

  • Separuh dari Sekitar 6000 Bahasa di Dunia Terancam Punah

    Separuh dari Sekitar 6000 Bahasa di Dunia Terancam Punah

    7cloud.asia – Ketika mudik ke Boyolali, Jawa Tengah, Lebaran lalu saya dihadapkan pada kondisi yang membuat saya sedikit masygul. Semakin sedikit anak muda yang menggunakan bahasa lokal yakni bahasa Jawa. 

    Alih-alih menggunakan bahasa Jawa, keponakan saya yang berumur 15 tahun, yang lahir dan besar di Boyolali lebih suka menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari. Bahkan ketika saya mencoba mengajaknya berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa dia tetap menggunakan bahasa Indonesia.

    Selama sepekan di kampung saya menemukan penggunaan bahasa Jawa lebih banyak digunakan oleh mereka yang sudah dewasa. 

    Saya sendiri juga mulai kesulitan jika harus menggunakan bahasa Jawa Krama inggil yang seharusnya digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua. Jangan ditanya lagi, apakah saya bisa membaca tulisan dengan huruf Jawa, dipastikan saya akan tertatih-tatih untuk mengejanya. 

    Baca: Peran sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta

    Ternyata pengalaman yang saya alami ini ini sejalan dengan temuan badan budaya dunia, UNESCO. UNESCO menyebut setengah dari sekitar 6000 bahasa tutur atau bahasa lokal di dunia bakal punah karena semakin sedikit yang menggunakannya. 

    Dilansir DW Indonesia, dengan dijadikannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, bahasa ini berandil terhadap punahnya bahasa daerah di seluruh bumi Nusantara.

    Hingga 2014 di Indonesia terdapat sekitar 700 bahasa daerah, yang sebagian besar masih aktif dituturkan sampai sekarang.

    Namun menurut UNESCO, bahasa-bahasa daerah di Indonesia juga dalam bahaya – sekitar 140 bahasa daerah terancam kepunahan.

    Masih menurut DW Indonesia, UNESCO menyerukan agar para orang tua untuk berbicara dengan anaknya dalam bahasa yang mereka benar-benar kuasai atau bahasa lokal.

    Pentingnya Bahasa Ibu

    Memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, 21 Februari, organisasi untuk suku adat terancam Jerman GfbV menyampaikan kekhawatiran akan punahnya bahasa-bahasa di dunia.
     
    Menurut seorang pejabat GfbV, Sarah Reinke, saat ini sekitar 1.800 dari sedikitnya 6.000 bahasa di dunia terancam kepunahan. Setiap dua minggu, satu bahasa hilang tidak dituturkan lagi.
     
    Di Jerman sendiri, 13 bahasa minoritas dan dialek yang kini masih dipakai, seperti Yiddish dan Romani. Tetapi bahasa-bahasa itu berada dalam ancaman.

    Kepunahan bahasa, terutama bahasa minoritas, di dunia diakibatkan dengan semakin meningkatnya mobilitas atau pengaruh media, ditambahkan Sarah Reinke. Selain itu, di beberapa negara otoriter, seperti Rusia dan Cina, bahasa-bahasa minoritas ditekan dengan maksud untuk mencabut akar budaya etnis minoritas di negara-negara tersebut.

    Di Amerika Selatan, proyek-proyek pembangunan raksasa mengubur habitat dan bahasa adat di wilayah.

    Baca: Tradisi mudik ternyata sudah dikenal sejak zaman Majapahit

    “Penting bagi orang tua untuk mengajarkan bahasa mereka kepada anak-anak mereka,” dikatakan Christiane Hoffschildt, dari Asosiasi Terapi Bicara Jerman DBL. Orang tua sebaiknya berbicara dengan anak-anak dalam bahasa yang mereka benar-benar kuasai, yaitu bahasa ibu mereka sendiri. Ini juga berlaku bagi para migran di Jerman.

    “Bagi kebanyakan anak (migran) biasanya bukan merupakan masalah untuk belajar Bahasa Jerman sebagai bahasa kedua atau ketiga,“ papar Christiane Hoffschildt.

    Kemampuan menguasai satu bahasa ibu merupakan dasar yang sangat penting bagi anak-anak untuk menguasai bahasa-bahasa lainnya.

    “Ini bukan saja merupakan kesempatan tambahan untuk kesuksesan karir akademik dan profesional, tapi juga mendukung perkembangan pluralistik dan linguistik dalam masyarakat yang beragam budaya,“ demikian Christiane Hoffschildt.

    Baca: Mengapa Suku Badui setia merawat Tradisi Seba

    Hari Bahasa Ibu Internasional dicanangkan oleh PBB pada November 1999, dan sejak tahun 2000 diperingati setiap tanggal 21 Februari.

    Hari Bahasa Ibu digagas untuk mengangkat perhatian dunia pada bahasa-bahasa yang terancam punah – bahasa dengan kurang dari 10.000 penutur.

    Jadi, mulai sekarang selain belajar bahasa nasional dan bahasa internasional tak ada salahnya kita mulai kembali belajar bahasa ibu atau bahasa lokal daerah kita masing-masing. Ini penting untuk merawat agar bahasa ibu kita tidak punah dan hanya menjadi catatan sejarah.

  • Simak Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024 di Sini

    Simak Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024 di Sini

    7cloud.asia – Pelaksanaan Pemilu 2024 yang dijadwalkan akan digelar pada 14 Februari 2024 semakin dekat. Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang Pemilu 2024 yang pelaksanaannya tinggal 9 bulan lagi.

    Berbeda dengan pemilu sebelumnya Pemilu 2024 akan dilakukan secara serentak untuk pemilihan presiden, pemilihan anggota DPD dan anggota legislatif baik tingkat pusat maupun tingkat daerah (provinsi maupun kota/kabupaten). 

    Waktu pemungutan suara Pemilu 2024 akan dilaksanakan secara serentak pada 14 Februari 2024 untuk 5 pemilihan yakni: pemilihan presiden dan wakil presiden, pemilihan anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.

    Saat ini Komisi Pemilihan Umum tengah memutakhirkan data pemilih Pemilu 2024. Dari data terakhir jumlah pemilih di Pemilu 2024 diperkirakan mencapai 204 juta orang.

    Saat ini persiapan pelaksanaan Pemilu 2024 sedang berada dalam tahapan pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) yang dimulai sejak 1 Mei lalu dan akan berlangsung hingga 14 Mei mendatang. 

    Pemilu 2024 akan memakan anggaran hingga Rp 76,6 triliyun dan secara keseluruhan masa kampanye akan berlangsung selama 75 hari atau dua setengah bulan.

    Baca: Dalam 5 tahun, puluhan orang tewas akibat konflik agraria

     

    Adapun tahapan dan jadwal pemilu legislatif, DPD & Pilpres 2024 atau Pemilu 2024 adalah sebagai berikut:

    • 1 – 7 Agustus 2022:
      Pendaftaran Parpol peserta Pemilu 2024
     
    • 14 Desember 2022:
      Penetapan parpol peserta Pemilu 2024
    • 1 Jan – 9 Feb 2023:
      Penetapan Dapil Caleg Pemilu 2024 
    • 1 – 14 Mei 2023:
      Pendaftaran caleg DPR , DPD & DPRD Provinsi, Kab & Kota
     
    • 19 – 21 Juni 2023:
      Penetapan DPT Nasional Pemilu 2024
    • 7 – 13 September 2023:
      Pendaftaran Capres & Cawapres Pemilu 2024
    • 11 Oktober 2023:
      Penetapan caleg DPR & DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Penetapan Capres & Cawapres
    • 14 Okt 2023 – 10 Feb 2024:
      Masa Kampanye Tertutup Pemilu 2024
    • 11 – 13 Februari 2024:
      Masa Tenang
     
    • 14 Februari 2024:
      Pemungutan Suara Pileg & Pilpres
    • 15 Februari – 20 Maret 2024:
      Rekapitulasi Hasil Pileg & Pilpres
    • 26 Mei – 8 Juni 2024:
      Kampanye Pilpres Putaran Kedua
    • 12 Juni 2024:
      Pemungutan Suara Pilpres Putaran Kedua
    • 21 Juni – 14 Juli 2024:
      Penetapan Hasil Pilpres Kedua Secara Nasional
    • 1 Oktober 2024:
      Pengucapan Sumpah Janji DPR, DPD & DPRD.

    Baca: Jangan cuma capres dan cawapres, rekam jejak caleg juga penting diperhatikan

    Pemilu 2024 diikuti 17 Partai Nasional dan 5 Partai Lokal. Berikut daftar partai nasional peserta Pemilu 2024:

    1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    2. Partai Gerindra.

    3. PDI-P.

    4. Partai Golkar.

    5. Partai Nasdem.

    6. Partai Buruh.

    7. Partai Gelora.

    8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    9. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

    10. Partai Hanura.

    11. Partai Garuda.

    12. Partai Amanat Nasional (PAN).

    13. Partai Bulan Bintang (PBB).

    14. Partai Demokrat.

    15. Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    16. Perindo.

    17. Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

    18. Partai Ummat

     

    Baca: Kerja jurnalis penuh risiko, bagaimana perlindungan untuk mereka?

    Adapun partai lokal yang dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2024 adalah:  

    19. Partai Nanggroe Aceh (PNA).

    20. Partai Generasi Atjeh Beusaboh Thaat dan Taqwa (Gabthat).

    21. Partai Darul Aceh (PDA). 

    22. Partai Aceh.

    23. Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh.

    24. Partai Solidaritas Independen Rakyat Aceh (SIRA).

     

     

     

     
     

     

  • Rumitnya Mengelola Sampah yang Diproduksi Warga Jakarta

    Rumitnya Mengelola Sampah yang Diproduksi Warga Jakarta

    7cloud.asia – Pengelolaan sampah di Jakarta menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Mayoritas dari sekitar 7000 hingga 8000 ton sampah yang dihasilkan warga Jakarta setiap hari berakhir di pembuangan akhir.

    Untuk menangani jumlah sampah sebanyak itu, Jakarta masih menggunakan open dumping dan pembakaran sampah sebagai metode utama. Proses daur ulang sampah sudah mulai dilakukan di Jakarta, namun persentasenya masih sangat rendah. 

    Sampah-sampah itu diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu atau TPST Bantargebang dengan menggunakan 1200 truk.

    Jika dilihat dari jenisnya, sampah yang paling banyak diproduksi warga Jakarta adalah sampah organik dengan persentase 49.7%. Sisanya berupa sampah anorganik atau sampah dengan kategori yang sulit terurai oleh alam, seperti botol platik, tas plastik, kaleng dan lainnya. 

    Tingginya produksi sampah yang dihasilkan oleh warga ibu kota Jakarta ini jika tidak ditangani dengan baik, tentu dapat memicu dampak berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. 

    Dan ini pernah terjadi beberapa tahun lalu saat Pemkot Bekasi menolak menerima sampah dari Jakarta karena berselisih soal besarnya sewa lahan. Sampah yang tak terangkut menimbulkan bau busuk.

    Baca: Mengapa belum ada larangan penggunaan styrofoam?

    Masalah sampah di Jakarta sudah menjadi polemik sejak jaman kolonial. Saat itu, pemerintah Batavia kewalahan menangani masalah sampah yang mencemari sungai. Ini terjadi karena masyarakat masih membuang sampah ke sungai atau membakarnya.

    Itu dilakukan karena tidak ada fasilitas yang memadai untuk mengumpulkan dan mengelola sampah. Saat Gubernur Jenderal Maatsuyker berkuasa ia coba mencari solusi dengan menyediakan bak sampah di bantaran sungai. Sampah yang terkumpul lalu diangkut oleh perahu.

    Di era modern, Pemerintah provinsi DKI Jakarta telah merilis sejumlah kebijakan pengelolaan sampah yang sudah dirintis sejak era Jokowi-Ahok.

    Terakhir dirilis Peraturan Gubernur No. 108 Tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

    Untuk menjangkau ranah industri, juga terdapat regulasi yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta No. 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan. 

    Contoh penerapan dari kebijakan tersebut adalah dengan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di minimarket dan supermarket. Selain itu, juga diupayakan untuk mendaur ulang sampah organik dengan maggot.

    Baca: Dampak negatif gaya hidup konsumtif untuk lingkungan

    Mengelola sampah dari rumah

    Pemprov DKI Jakarta, dengan menggandeng sejumlah pihak juga mendorong kebiasaan mengelola sampah dari rumah. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi produksi sampah dari sumbernya.

    Warga Jakarta diajak untuk mengurangi konsumsi produk kemasan sekali pakai lewat serangkaian kegiatan edukasi seperti penyuluhan kelompok maupun individu. Salah satu program Greeneration Foundation ini berbagi wawasan tentang pengelolaan sampah bertanggung jawab.

    Sejak 2020, sudah ada sekitar 1700 orang di 13 kelurahan Jabodetabek yang kini lebih tahu cara mengurang dan mengelola sampah secara mandiri.

    Untuk mendukung kebiasaan isi ulang warga, Siklus membantu menyediakan layanan isi ulang kebutuhan rumah tangga. Layanan ini memberikan fasilitas pada warga untuk isi ulang sabun, minyak, sampo, dan kebutuhan lainnya. Solusi ini jauh lebih praktis dan ramah lingkungan karena pengguna cukup memesan kebutuhannya lewat aplikasi.

    Kolaborasi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar sekaligus menerapkan wawasannya dan mewujudkannya jadi kebiasaan baik. Pemprov DKI Jakarta juga menggalakkan bank sampah dan menerapkan teknologi modern dalam mengatasi masalah sampah di Jakarta.

    Saat ini ada 2 cara berbasis teknologi untuk mengatasi masalah sampah, yakni landfill mining dan pengoperasian Refused Derived Fuel (RDF).

    Refused Derived Fuel (RDF)
     

    Proyek pengelolaan sampah Refused Derived Fuel (RDF) dibangun dengan biaya Rp 1,07 triliun dan dijadwalkan beroperasi awal 2023. Per harinya, mesin ini bisa mencacah hingga 1.000 ton sampah dan mengubahnya menjadi bahan bakar ramah lingkungan pengganti batu bara.
     
    Bahan bakar yang dihasilkan kemudian dijual ke industri dengan harga Rp 300 ribu per ton. Hingga akhir 2022, sudah ada 2 perusahaan semen lokal yang menandatangi perjanjian kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk membeli hasil olahan RDF, yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dan PT Solusi Bangun Indonesia.

     
     

    Landfill Mining
     
    Sementara metode pengolahan sampah lain di TPST Bantargebang yang juga sedang dikembangkan, yaitu Landfill Mining. Metode ini mampu mengurai sampah-sampah lama yang sudah terdekomposisi untuk diolah menjadi tanah dan kompos.

     
    Jika kinerja dua proyek digabungkan, maka bisa mengolah hingga 2 ribu ton sampah perharinya.
     
    Namun, dua proyek di TPST Bantargebang ini belum bisa menyelesaikan masalah sampah Jakarta, karena sampah yang dihasilkan jauh lebih banyak dari yang bisa diolah, sementara Jakarta sudah tidak punya alternatif tempat pembuangan sampah lain.

     
     
    ITF, Solusi Lain Pengolahan Sampah Jakarta

     
    Ada program lain yang sedang dijajagi oleh Pemprov sejak 2016, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) yang dapat mengolah sekitar 2.200 ton sampah per hari.

    RDF dan ITF memiliki cara kerja yang hampir sama, yaktu mampu mengolah hingga seribu ton sampah per harinya. Namun, biaya pembangunan ITF jauh lebih besar ketimbang RDF, yaitu Rp 5,2 triliun untuk 1 unit.

    Tingginya biaya yang dibutuhkan membuat program ini tidak berjalan mulus. Dari 4 lokasi pembangunan ITF yang diajukan, hanya ITF Sunter yang akhirnya mendapatkan kucuran dana dari APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2023.
     
    Jika hanya bergantung pada 1 unit ITF, RDF, dan landfill mining, Pemprov DKI baru mampu mengolah 3 ribu ton sampah perhari. Capaian ini bahkan belum mampu mereduksi 50 persen sampah harian penduduk Jakarta. Jadi Pemprov DKI Jakarta harus terus memutar otak hingga masalah ini terpecahkan.

     

     

    Esti Utami, dari berbagai sumber

    Rujukan: 

    https://greeneration.org/publication/green-info/masalah-sampah-di-jakarta-akan-tuntas/

    https://kumparan.com/kumparannews/lahan-tpst-bantargebang-menipis-bagaimana-nasib-pengolahan-sampah-di-dki-1zUkuyfufCN/4

     
  • Pandemi Covid-19 Akibatkan Loss Learning Massal, Ini Dampaknya pada Mutu Angkatan Kerja

    Pandemi Covid-19 Akibatkan Loss Learning Massal, Ini Dampaknya pada Mutu Angkatan Kerja

    7cloud.asia – Pandemi Covid-19 yang membebat dunia selama 2 tahun menyebabkan perubahan besar dalam kebiasaan hidup sehari-hari. Di sector pendidikan, pandemi mengubah proses pembelajaran dari semula secara tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh secara daring.

    Ternyata perubahan ini memiliki dampak signifikan pada capaian para siswa. Sejumlah penelitian mengungkap, pembelajaran secara daring mengakibatkan motivasi belajar para siswa merosot.

    Keterbatasan interaksi, baik dengan guru maupun dengan sesama teman sekelas, membuat proses pembelajaran tidak berjalan optimal. Buruknya jaringan internet di sejumlah daerah serta penggunaan gawai yang tidak memadai memperburuk situasi ini. Pakar pendidikan menilai, situasi ini bisa memicu terjadinya learning loss secara massal.

    Baca: Apa yang diperjuangan buruh lewat Hari Buruh?

    Anda mungkin bertanya-tanya apa itu learning loss? Mengacu pada The Glossary of Education Reform, learning loss adalah satu kondisi di mana terjadi kehilangan atau keterbatasan pengetahuan dan kemampuan/ketrampilan yang dikaitkan dengan perkembangan akademis.

    Dengan kata lain learning loss adalah menurunnya kemampuan belajar akibat terhentinya proses pembelajaran. Karena itu learning loss juga bisa terjadi saat bencana alam maupun konflik berkepanjangan yang mengakibatkan terhentinya proses pembelajaran. Learning loss juga bisa menimpa anak yang tinggal di pedalaman tanpa fasilitas pendidikan yang memadai, anak yang sakit berkepanjangan, putus sekolah ataupun libur panjang.

    Saat pandemi, learning loss terjadi secara massal dalam skala luas. Karena pembelajaran jarak jauh secara daring dilakukan di hampir semua wilayah Indonesia dan dalam kurun waktu yang cukup lama yakni sekitar dua tahun.

    Baca: Seperti ini dampak gaya hidup konsumtif bagi lingkungan

    Lantas, apa dampak dari learning loss? Saat pandemic, learning loss bisa mengakibatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa didik tidak sebaik sebelumnya. Contohnya, siswa kelas 2 SD yang seharusnya sudah lancar membaca, karena proses pembelajaran terhenti atau tidak berjalan optimal akhirnya belum lancar membaca. Kondisi ini mengakibatkan anak kesulitan memahami bacaan terkait mata pelajaran di kelas yang lebih tinggi.

    Proses pembalajaran yang tidak optimal bisa mengakibatkan siswa kesulitan belajar yang selanjutnya akan menurunkan kualitas pengetahuan kognisi, menurunnya penguasaan ilmu terapan dan ketrampilan siswa didik.

    Kondisi ini selanjutnya akan berimbas pada pembangunan pendidikan secara luas dan dunia kerja. Pasalnya angkatan kerja yang dihasilkan tidak sebaik sebelumnya atau lebih buruk, tidak memenuhi kebutuhan dunia kerja.

    Jika mengacu pada konsep aslinya, learning loss sebenarnya sudah lama terjadi di Indonesia akibat pengajaran yang kurang efektif sebagai dampak kebijakan pendidikan yang tidak sesuai dengan realitas atau kondisi yang ada.

    Baca: Tanpa langkah serius separuh bahasa di dunia bakal punah

    Dampak learning loss antara lain ditunjukkan oleh kualitas siswa didik Indonesia yang lebih rendah dibanding negara lain. Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Indonesia Development Forum 2019 menyebut, kualitas sarjana di Indonesia setara dengan lulusan SMA di Denmark. Data yang dikutip dari laporan “The Need for a Pivot to Learning: New Data on Adult Skills from Indonesia itu juga menyebut kemampuan literasi generasi muda Jakarta (25-26 tahun) lebih rendah dari lulusan SMP di Denmark.

    Hal ini diperkuat dengan rendahnya skor PISA Indonesia yang antara lain mengukur kemampuan matematika dan literasi para siswa. Dari dalam negeri, banyak pelaku usaha mengeluhkan kualitas sarjana Indonesia yang tidak memenuhi kebutuhan pasar kerja. Tidak sedikit angkatan kerja yang tak memahami masalah apalagi memecahkan masalah.

    Pertanyaannya, adakah cara efektif mengatasi learning loss? Jawabannya, ada. Namun, untuk meminimalisir dampak learning loss tak bisa melulu difokuskan lewat teknologi, Butuh penataan ulang kurikulum yang selaras dengan kondisi saat ini.

    Sudah saatnya pemerintah dan sekolah lebih serius menyusun proses pembelajaran yang mampu membuat siswa didik siap memauski dunia kerja dan bebas mencari ilmu ketimbang sekadar mengejar ijazah dan nilai semata.

    Baca: Komnas Perempuan ingatkan lembaga pendidikan belum menjadi ruang aman

    Para pelaku pendidikan harus terus-menerus memperbarui proses pembelajaran, sehingga efektif untuk mengembangkan kapasitas guru dan peserta didik. Pelajaran dan pengalaman yang terjadi selama pandemi maupun dalam kondisi normal akan menjadi masukan yang efektif guna pengembangan sistem pendidikan ke depan.

    Proses pembelajaran difokuskan pada pengajaran dan peningkatan keterampilan esensial yang dibutuhkan siswa untuk menempuh pendidikan tingkat lanjut dan memasuki dunia kerja. Untuk itu proses pembelajaran tak hanya menekankan pada pemahaman materi tetapi juga penguasaan makna.

    Ketiga dibutuhkan pengembangan kurikulum yang memberikan kebebasan bagi siswa didik untuk menemukan bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. Siswa didik harus didorong untuk bisa aktif mencari pengetahuan baru yang berguna.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • Jelang Pemilu 2024: Sepak Terjangnya Disoal Ini Jawaban Jokowi

    Jelang Pemilu 2024: Sepak Terjangnya Disoal Ini Jawaban Jokowi

    “Dalam politik itu wajar-wajar saja, biasa. Dan saya itu adalah pejabat publik sekaligus pejabat politik. Jadi biasa kalau saya berbicara politik, ya boleh dong,” ujarnya saat memberi keterangan kepada awak media di Mal Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023)
     
    Baca: Jadwal dan tahapan pemilu 2024

    Jokowi menambahkan bahwa selama ini dia juga banyak berbicara berkaitan dengan pelayanan publik.

    Menurut Jokowi kedua hal itu menjadi tugas seorang Presiden, tetapi dia akan berhenti ikut campur ketika sudah ada penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

    “Ya kan memang ini tugas, tugas seorang Presiden. Hanya kalau memang sudah ada ketetapan dari KPU saya…” ujar Jokowi sembari menunjukkan gestur mengangkat kedua tangannya.

    Jokowi mengaku bahwa dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam pada Selasa (2/5) malam, ia membicarakan banyak hal dengan para petinggi parpol koalisi, terutama terkait politik yang bersangkutan langsung dengan negara ke depannya.

    “Semuanya dibicarakan, utamanya terkait politik yang menyangkut negara ke depan akan seperti apa tantangannya,” kata Jokowi.

    Jokowi bahkan menyebut kriteria kepemimpinan nasional yang bisa mengatasi tantangan ke depan.

    “Itu semuanya butuh kepemimpinan nasional dengan leadership yang kuat, yang dipercaya oleh rakyat, internasional, dan investor,” ujarnya.

     
    Baca: Penjelasan mengapa kamu harus mengenali caleg di daerahmu

    Sebelumnya pada Selasa (2/5/2023) malam. Presiden Jokowi mengundang jajaran petinggi parpol koalisi melakukan pertemuan di Istana Merdeka.

    Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Plt. Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

    Pertemuan tersebut dilakukan di tengah situasi politik yang kian menghangat jelang Pemilu 2024 setelah PDI Perjuangan mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden. PPP kemudian menyusul memutuskan mengusung Ganjar.
     
    Sebelumnya, Jokowi juga menghadiri silaturahmi yang dihelat PAN yang juga dihadiri Ketua Umum partai politik pendukung pemerintah. Namun PDIP dan Nasdem tidak hadir dalam kesempatan tersebut.
     
    Jelang Pemilu 2024, pertemuan antara elite politik makin sering terjadi. Hal ini sejalan dengan kepentingan partai politik untuk membangun koalisi agar bisa mengajukan calon presiden. 
     
    Baca: Mengapa pemerintah larang penggunaan ganja untuk pengobatan

    Ganjar Pranowo merupakan salah satu figur politik yang memiliki elektabilitas tertinggi dari berbagai survei terkait Pemilu 2024.

     
    Selain Ganjar, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden oleh Koalisi Perubahan yang beranggotakan Partai Demokat, PKS dan Partai Nasdem.

    Figur lainnya yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, yang partai-nya menjalin koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dengan Partai Kebangkitan Bangsa. 

    Sementara, Golkar, PAN dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. PPP sendiri sudah merapat ke PDIP yang resmi mengusung Ganjar Pranowo.

     

     

  • Batik Itu Tak Cuma Motif, Kenali Lebih Dekat di 5 Museum Batik Ini

    Batik Itu Tak Cuma Motif, Kenali Lebih Dekat di 5 Museum Batik Ini

    7cloud.asia – kamu wajib bangga terlahir sebagai orang Indonesia sebab negeri ini tak hanya dianugerahi oleh sumber daya alam yang melimpah, tapi juga budayanya yang beragam. Salah satu warisan budaya Indonesia yang masih dan terus dilestarikan adalah batik.

    Saat ini, batik sudah semakin dikenal, bahkan sudah diakui sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO.

    Tapi masih banyak yang salah kaprah dan mengira batik adalah motif belaka. Batik sebenarnya lebih ke teknik pembuatan kain. Menurut pakar budaya Nusjirwan Tirtaamidjaja, batik merupakan teknik menghias kain dengan menggunakan lilin melalui proses pencelupan warna serta seluruh proses dilakukan dengan menggunakan tangan

    Jadi, agar kamu tak salah memahami batik dan mengenal lebih dalam budaya Indonesia yang mendunia ini, kamu bisa berkunjung ke 5 museum batik yang ada di sejumlah wilayah di Indonesia.
     

    1 | Museum Nasional Indonesia, Jakarta

    Museum Nasional Indonesia merupakan museum dengan koleksi terlengkap di Indonesia, termasuk ragam koleksi batik di dalamnya. Museum yang terletak di Jakarta Pusat ini menyimpan cerita sejarah tentang perjalanan batik di Indonesia, lho.

    Di sini, kamu bisa melihat berbagai jenis motif batik dari seluruh penjuru negeri, hingga melihat peralatan yang digunakan dalam proses membatik, seperti malam (lilin), canting, serta kain celup maupun kain ikat. 

    Alamat : Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110
    Telepon : (021) 3868172
    Jam operasional : 09.00 WIB – 16.00 WIB
     

    2 | Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta

    Dikenal sebagai kota budaya, Yogyakarta memang punya banyak destinasi wisata berbasis budaya yang patut dikunjungi, salah satunya adalah Museum Ullen Sentalu. Di museum ini, kamu bisa temukan berbagai koleksi batik khas Yogyakarta, mulai dari yang modern, hingga batik kuno yang berumur ratusan tahun.

    Selain bisa mengagumi keindahan ragam motif batik khas Jogja, di sini kamu bisa mendapatkan pengalaman membatik yang berbeda, lho. Pasalnya, selama belajar membatik di Ullen Sentalu, kamu akan ditemani dengan udara yang sejuk dan suasana sekitar yang asri. Jadi makin semangat belajar membatik, deh.

    Alamat : Jl. Boyong Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta
    Telepon : (0274) 895161
    Jam operasional : 08.30 WIB- 16.00 WIB
     

    3 | Museum Batik Danar Hadi, Solo

    Jika kamu hendak berwisata ke Kota Solo, cobalah mampir ke Museum Batik Danar Hadi. Sesampainya di tempat ini, Sobat Pesona akan disambut dengan pelataran museum bernilai artistik yang berhasil memadukan unsur kolonial dan modern. Di sini, terdapat sekitar 10.000 lembar kain batik yang masing-masing memiliki keunikan dan ceritanya tersendiri.

    Selama berada di Museum Batik Danar Hadi, kamu bisa melihat beragam motif batik dari Solo dan Yogyakarta. Nah, selain menampilkan keindahan motif batik khas daerah, museum ini juga kerap mengadakan lokakarya yang memungkinkan kamu untuk terlibat secara langsung dalam proses membatik.

    Kamu juga bisa belajar membuat batik tulis dengan menggunakan lilin dan canting, serta belajar mewarnai batik.

    Alamat : Jl. Brigjen Slamet Riyadi 261, Sriwedari, Surakarta – Jawa Tengah
    Telepon : (0271) 714 326
    Jam operasional : 09.00 WIB – 16.00 WIB
     

    4 | Museum Seni Neka Ubud, Bali

    Sobat Pesona yang sudah punya rencana liburan #DiIndonesiaAja ke Pulau Dewata, jangan lupa untuk memasukkan Museum Seni Neka Ubud ke dalam bucket-list kamu, ya. Museum seni yang didirikan oleh Suteja Neka  pada tahun 1982 ini punya banyak koleksi seni bertaraf internasional lho, salah satunya adalah batik khas Bali. 

    Di museum ini, kamu bisa temui ragam motif khas Bali yang terkenal dengan latar alam dan abstraknya, seperti motif sekar jagad Bali, teratai banji, dan juga motif poleng biru.

    Jangan lupa juga untuk ikut berpartisipasi dalam kelas membatik yang diselenggarakan setiap hari di museum ini! Tentunya, bakalan jadi pengalaman seru dan menyenangkan ya, Sobat Pesona!

    Alamat : Jl. Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Ubud Gianyar- Bali
    Telepon : (0361) 975074
    Jam operasional : 09.00 WITA – 17.00 WITA
     

    5 | Museum Agung Rai, Bali

    Selain Museum Seni Neka Ubud, Sobat Pesona yang masih ingin melihat koleksi batik khas Bali juga bisa berkunjung ke Museum Agung Rai. Di sini, kamu bisa melihat berbagai corak batik khas Bali yang tak hanya diaplikasikan pada kain, tapi juga pada objek lainnya seperti kayu dan lontar. Sebagai pusat budaya, museum ini juga kerap mengadakan lokakarya, lho.

    Jadi, buat kamu yang ingin menuangkan kreativitasnya melalui motif batik khas Bali, yuk ikut lokakarya di museum ini!

    Alamat : Ds. Peliatan Jl. Bima, Pengosekan, Ubud, Gianyar
    Telepon : (0361) 976659, 974228
    Jam operasional : 10.00 WITA – 17.00 WITA

     

     

  • Kampanye Perubahan Iklim Picu Ketakutan bukan Kesadaran, Ini Solusinya

    Kampanye Perubahan Iklim Picu Ketakutan bukan Kesadaran, Ini Solusinya

    7cloud.asia – Berbagai berita yang terbit terkait perubahan iklim, seperti laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), sering memakai judul yang menakutkan seperti “peringatan terakhir”“sekarang atau tidak sama sekali”.

    Beberapa aktivis menyebut pendekatan ini sebagai climate doomism. Mereka  mengkritik beragam konten media ataupun pesohor yang memakai pendekatan ini dalam mengingatkan ancaman perubahan iklim. 

    Nuansa climate doomism menyiratkan manusia telah kalah menghadapi perubahan iklim. Yang tersisa tinggal perasaan gelisah dan tak berdaya.

    Dalam survei global masif yang tayang pada 2021, sekitar 10 ribu anak dan anak muda (usia 16-25) membagikan perasaan mereka tentang kondisi lingkungan terkait perubahan iklim.

    Hasilnya mencengangkan: dari Brazil sampai Prancis, Nigeria hingga Inggris, setidaknya 84% dari mereka merasakan kekhawatiran yang moderat tentang perubahan iklim.

    Terdapat 59% di antaranya mengaku sangat atau sungguh-sungguh khawatir akan ancaman perubahan iklim dan dampaknya.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim

     

    Lantas, apa gunanya menakut-nakuti orang yang sudah merasa ngeri? Nuansa informasi yang kita bagikan bisa sangat mempengaruhi interaksi orang dengan informasi terkait perubahan iklim tersebut.

    Saat menerima informasi, termasuk scrolling berita, respons alamiah kita berupa “fight or flight” (melawan atau kabur) juga bekerja. Penelitian menunjukkan bahwa rasa takut membuat efek suatu informasi semakin parah, menyerang seluruh indera kita.

    Kita harus bereaksi. Namun, tanpa instruksi yang jelas bagaimana kita menyalurkan energi, kemungkinan kita akan kabur dari informasi itu.

    Pada dekade 1960-an, seorang psikolog sosial dari Yale University mengadakan eksperimen seputar pengaruh cerita menakutkan terhadap pengambilan keputusan. Mereka meminta sekelompok mahasiswa membaca selebaran tentang risiko infeksi tetanus. Setelah itu, mereka ditanyakan apakah ingin divaksinasi untuk mencegah risiko itu.

    Ada empat versi pamflet, masing-masing memuat level penggambaran ketakutan yang berbeda seputar penyakit dan studi kasusnya. Ada beberapa selebaran yang memberikan rekomendasi detail tempat vaksinasi.

    Peneliti menemukan, mahasiswa pembaca teks selebaran yang paling dramatis memiliki tingkat ketakutan, kekhawatiran, dan bahkan kemuakan yang tinggi. Baguslah, kata peneliti, mahasiswa yang ketakutan pasti akan mengikuti vaksinasi.

    Namun ternyata, mayoritas mahasiswa justru tidak mau pergi ke pusat vaksinasi–padahal ada di sudut gedung. Hanya 15% mahasiswa yang mendatangi tempat itu. Mereka inilah yang membaca selebaran yang memuat rekomendasi jelas. Mereka jadi tahu di mana pusat vaksinasi. Melihat peta, jam operasional, sekaligus pengingat bahwa vaksinasi itu gratis.

    Penelitian ini dan juga studi lainnya menunjukkan bahwa ketakutan dapat mengalahkan kita, kecuali kita memiliki instruksi yang jelas untuk menghadapinya.

    Menggugah harapan menjadi aksi

    Saya mempelajari jurnalisme viral, upaya jurnalis membuat berita yang menjadi trending topic di media sosial sekaligus menggaet pembaca. Saya melihat beberapa langkah yang bisa digunakan agar publik tertarik membaca sebuah berita.

    Perasaan terpukau, marah, dan khawatir bisa memancing orang untuk menyukai, mengklik, berkomentar, ataupun membagikan berita. Narasumber saya bilang, reaksi “LOL (laugh out loud atau terbahak), WTF (what the fuck atau astaga), dan OMG (oh my god: ya Tuhan) bisa menjamin suatu berita di-klik.

    Sebaliknya, konten yang terlalu sedih malah membuat pembaca mundur, terdiam, dan tidak membagikan ataupun meng-klik beritanya. Hal ini juga berlaku untuk isu perubahan iklim.

    Ada cara lain ketimbang doomism dalam postingan tentang perubahan iklim di media sosial yang memotivasi orang untuk bertindak. Sebelum kamu membagikan link atau membagikan posting tentang perubahan iklim di Instagram story, ada beberapa hal yang bisa diingat.

    1. Bantu pembaca ‘melihat’ dirinya sendiri

    Penelitian saya mengungkapkan bahwa, cara mudah membuat suatu cerita menjadi viral adalah dengan identity spin. Artinya, ketika subjek cerita memiliki kesamaan identitas dengan pembaca– orang tua, mahasiswa, anak –dapat “melihat dirinya sendiri” dan lebih terhubung dengan cerita.

    Pikirkan, postingmu menyasar siapa. Mahasiswa akan tertarik dengan cerita tentang mahasiswa usia 20 tahun yang menderita karena panas terkait iklim berpeluang menarik perhatian mahasiswa lainnya. Cerita yang lebih umum seperti “Orang kota”.

    Cerita berisi kiat menghadapi eco-anxiety (keresahan lingkungan) dengan gambar perempuan muda Gen Z bagus dibagikan kepada perempuan dengan demografi yang sama.

    2. Sertakan solusi sederhana

    Psikolog terkenal Albert Bandura menjelaskan bahwa orang-orang menggunakan langkah kecil untuk menambah kepercayaan diri ataupun mengembangkan keahlian mereka. Saat berhasil menapaki langkah kecil, kita bisa lebih terpacu untuk terus melompat lebih tinggi dan mematok target lebih besar.

    Konsep yang self-efficacy ini juga bisa diterapkan ke aksi iklim. Meski mungkin terlihat remeh, solusi-solusi individu sebenarnya bisa membuka kunci self efficacy kita.

    Bayangkan, berbagi informasi bisa membantu orang-orang memulai langkah sederhana seperti belanja barang bekas, mempraktikkan penggunaan ulang barang-barang (recycle), mengubah pola makan, dan memilih politikus yang serius menangani perubahan iklim.

    3. Berpikiran positif

    Studi menunjukkan bahwa citra dan cerita pencapaian maupun solusi bisa memantik self efficacy pembacanya. Orang-orang bisa mengubah perilaku setelah melihat panel surya dalam berbagai cerita dan berita, ketimbang melihat kepulan asap dari cerobong pabrik.

    Siapapun kamu: jurnalis, influencer, aktivis, ataupun pengguna sosial media lainnya, berbagi cerita yang mendiskusikan perkembangan lingkungan yang baik lebih merangsang tindakan orang lainnya dibandingkan topik ‘krisis’ ataupun ‘kiamat’ .

    Kita tidak mengatasi situasi menakutkan dengan menambah ketakutan, melainkan dengan mengendalikan rasa takut.

     

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris

     

     
  • Mengapa Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia Berjalan Lamban

    Mengapa Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia Berjalan Lamban

    7cloud.asia – Pencapaian target Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat perlu disertai dengan peralihan penggunaan energi fosil ke energi terbarukan.

    Sayangnya, pengembangan energi terbarukan di Indonesia masih terhalang kompetisi yang tidak setara dengan energi fosil yang sarat subsidi. Sementara, di berbagai negara, penurunan harga pembangkit energi terbarukan telah mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang signifikan.

    Institute for Essential Services Reform (IESR) dalam laporan Making Energy Transition Succeed: A 2023’s Update on The Levelized Cost of Electricity and Levelized Cost of Storage in Indonesia  menyebut perkembangan kapasitas energi terbarukan di Indonesia dalam lima tahun terakhir di bawah target yang direncanakan.

    Laporan itu menyebut, selama 2015 sampai 2021, kapasitas energi terbarukan bertambah rata-rata 400 MW atau kurang dari seperlima dari pertumbuhan yang seharusnya untuk mencapai target 23 persen bauran energi terbarukan di 2025.

    Pada 2022, kapasitas pembangkit energi terbarukan bertambah 1 GW tapi masih jauh dari pertumbuhan seharusnya. 

    “Perkembangan energi terbarukan tidak signifikan karena adanya ketidaksesuaian level of playing field. Selama ini pembangkit energi terbarukan ini dianaktirikan dengan PLTU batubara,” kata Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa.

    Baca: Alasan untuk beralih ke mobil listrik

    Menurut Fabby, masih ada pandangan bahwa batubara merupakan sumber energi paling murah. Padahal yang sebenarnya terjadi, listrik PLTU batubara murah karena ditopang oleh kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan subsidi-subsidi lainnya mulai 2018.

    Sebaliknya, energi terbarukan yang seharusnya didukung justru tidak mendapatkan dukungan. Malah harganya selalu diminta bersaing dengan listrik PLTU dan PLTG yang mendapatkan subsidi negara,” 

    Analisis IESR menunjukkan harga pembangkit energi terbarukan semakin menurun dan kompetitif. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berskala menengah memiliki biaya pembangkit rata-rata (Levelized Cost of Electricity, LCOE) yang paling rendah yakni sebesar 4,1 sen/kWh.

    Di posisi kedua dan ketiga terendah secara berturut adalah Pembangkit Listrik Mini/Mikro Hidro (PLMTH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) senilai 4,9 sen/kWh dan 5,8 sen/kWh.

    Baca: Jutaan orang meninggal setiap tahun akibat polusi udara

    Namun penghitungan biaya pembangkitan energi terbarukan ini tidak memasukkan biaya penggunaan lahan dan biaya persiapan proyek, sehingga akan ada kemungkinan peningkatan LCOE setidaknya 6% untuk PLTA skala menengah, dan 18% untuk PLTS skala utilitas.

    “Saat ini, iklim investasi pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan memang belum kondusif. Salah satu penyebabnya adalah disebabkan oleh sejumlah regulasi yang meningkatkan biaya tinggi,” ujar His Muhammad Bintang, Peneliti IESR yang juga merupakan penulis utama laporan ini.

    Bintang mencontohkan, untuk pengembangan PLTS skala utilitas, ada aturan TKDN yang mengharuskan penggunaan komponen dalam negeri yang harga produknya masih lebih mahal dan kalah dari segi kualitas dari komponen impor.

    Harga komponen yang lebih mahal menyebabkan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit energi terbarukan juga meningkat.

    “Sementara, tidak adanya jaminan mutu dan pemenuhan standar juga membuat pendanaan proyek lebih mahal, terutama dari luar negeri, menjadi sulit,” pungkas Bintang.

    Sumber: IESR

     

  • Perbanyak Jalan Kaki di Kotamu dan Rasakan Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

    Perbanyak Jalan Kaki di Kotamu dan Rasakan Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

     
     
    7cloud.asiaSebuah studi yang dilakukan para peneliti di Stanford University yang mengungkapkan bahwa orang Indonesia tergolong paling malas jalan kaki. Studi yang dirilis pada Agustus 2022 itu menyebut bahwa rata-rata volume jalan kaki yang dilakukan orang Indonesia hanya 3.513 langkah per hari.

     
    Di bawah Indonesia ada Arab Saudi di mana warganya rata-rata jalan kaki sejauh 3.807 langkah sehari, disusul Malaysia (3.963), dan Filipina (4.008).
     
    Para peneliti Stanford University menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang di seluruh dunia yang menggunakan Argus, aplikasi pemantau aktivitas yang ada di telepon seluler.

     
    Hasilnya, mereka menemukan bahwa warga Hong Kong menjadi juara sebagai penduduk yang paling rajin jalan kaki. Masyarakat Hong Kong rata-rata jalan kaki 6.880 langkah atau 6 kilometer per hari.
     
    Di bawahnya ada China dengan rata-rata masyarakat jalan kaki 6.189 langkah per hari. Di posisi ketiga ada Ukraina (6.107), keempat Jepang (6.010), dan posisi kelima Rusia (5.969).
     
     
     
    Nah, buat kamu yang tergolong malas jalan kaki cobalah untuk mulai rajin jalan kaki. Selain lebih ramah lingkungan, jalan kaki juga menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan baik fisik maupun mental.
     
    Dengan banyak jalan kaki kamu juga bisa lebih mengenali sudut-sudut kota tempat tinggal kamu. Jalan kaki juga akan mempertemukan kamu dengan lebih banyak orang ketimbang naik kendaraan umum apalagi kendaraan pribadi.  
     
    Bahkan, Dokter jaman Yunani kuno Hippokrates sudah mengatakan, “Jalan adalah obat yang paling baik”. Ternyata jalan kaki tanpa henti selama 15-30 menit per hari bisa mengubah penampilan dan membuat tubuh tambah sehat.
     
    Apa yang dikatakan Hippokrates ini terbukti beratus tahun kemudian. Sejumlah penelitian mengungkap berbagai manfaat kesehatan jalan kaki seperti dirangkum di bawah ini:  

    Menenangkan pikiran

    Jika jalan kaki bisa memperbaiki simtom depresi pada pasien yang menderita penyakit itu, bayangkan bagaimana besarnya dampak positif berjalan kaki jika orang hanya merasa suasana hati tidak senang atau lelah secara mental. Ini tentu bisa memperbaiki “bad mood.

    Perubahan positif pada otak

    Sebuah studi mengungkap, jalan kaki membantu mencegah pikun, mengurangi risiko Alzheimer dan memperbaiki kesehatan mental. Jalan kaki juga mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorfin tinggi dalam tubuh.

    Memperbaiki penglihatan

    Mungkin kedengarannya aneh, mengingat mata tampak tidak berhubungan dengan kaki. Tapi jalan kaki juga memberi keuntungan bagi mata. Karena bisa membantu memerangi glaukoma, penyakit yang disebabkan cairan terkumpul di bagian depan mata dan meningkatkan tekanan atas syaraf penglihatan.

    Mencegah penyakit jantung

    Menurut Asosiasi Jantung Amerika, jalan kaki sama efektifnya seperti berlari dalam hal pencegahan penyakit jantung dan stroke. Aktivitas jalan kaki juga membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta memperlancar sirkulasi darah.

    Menambah volume paru-paru

    Jalan kaki adalah olah raga aerobik yang meningkatkan jumlah oksigen dalam peredaran darah dan membantu melatih paru-paru, selain dari menghilangkan racun hal lain yang harus dibuang. Karena orang bernafas lebih dalam dan lebih baik, penyakit paru-paru juga bisa diatasi.

    Menambah kekuatan otot

    Kekuatan otot juga bisa ditingkatkan, demikian halnya dengan pengurangan bobot tubuh. Jika orang teratur jalan kaki 10.000 langkah setiap harinya, itu sama dengan berlatih di fitness centre, apalagi jika orang juga berjalan mendaki. Ditambah lagi, kemungkinan mendapat cedera lebih kecil.

    Efek positif bagi pankreas

    Menurut studi, ternyata berjalan kaki efek positifnya bagi pankreas lebih besar daripada jika orang berlari. Menurut studi, sekelompok orang yang berjalan kaki dalam enam bulan menunjukkan peningkatan daya tahan terhadap glukosa enam kali lipat dibanding mereka yang berlari.

    Mencegah Diabetes

    Dengan membiasakan jalan kaki  sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

    Sebagaimana diketahui, kasus diabetes yang dapat diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan.

    Itu berarti bahwa ber jalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes. 

    Menurunkan Risiko Terkena Stroke.

    Kendati manfaat jalan kaki dengan cepat terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan.

    Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan jalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

    Menekan Risiko Serangan Jantung.

    Otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar.

    Jalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

    Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan jalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

    Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan jalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan.

    Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

    Berat badan stabil.

    Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

    Buat mereka yang mulai kelebihan berat badan, cobalah dengan melakukan jalan kaki cepat secara rutin. Kelebihan lemak di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan jalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

    Memperkuat sendi dan tulang

    Jalan kaki secara teratur bisa meningkatkan mobilitas sendi, mencegah menurunnya masa tulang, bahkan juga mengurangi risiko keretakan. Arthritis Foundation menyarankan jalan kaki setiap hari secara moderat sedikitnya 30 menit per hari untuk mengurangi sakit pada sendi, juga kaku dan peradangan.

    Memperbaiki pencernaan

    Jalan kaki 30 menit per hari juga bisa mengurangi risiko kanker usus dan memperbaiki pencernaan.  Ini karena saat jalan kaki badan bergerak ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan.

    Studi lain juga menyebutkan peran jalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

    Menghilangkan sakit punggung

    Berjalan kaki bisa jadi “penyelamat” bagi mereka yang mengalami sakit punggung saat melakukan olah raga lebih berat. Jalan kaki mendorong perbaikan sirkulasi darah di dalam struktur tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh dan fleksibilitas yang vital bagi kesehatan tulang belakang.

    Mencegah osteoporosis.

    Dengan gerak badan dan jalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis.

    Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

     

  • Parpol Masih Setengah Hati Penuhi Keterwakilan Perempuan di Panggung Politik

    Parpol Masih Setengah Hati Penuhi Keterwakilan Perempuan di Panggung Politik

    7cloud.asia – Angka keterwakilan perempuan di panggung politik terus meningkat, baik di tingkat pusat maupun daerah. Bahkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) saat ini adalah seorang perempuan.

    Berdasarkan hasil Pemilu 2019, keterwakilan perempuan di  DPR-RI berada pada angka 20,8% atau 120 anggota legislatif perempuan dari 575 anggota DPR RI. Persentase keterwakilan perempuan tersebut masih di bawah angka persyaratan 30% jumlah calon legislatif perempuan pada saat parpol mendaftar menjadi peserta pemilu.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, perempuan patut berbangga atas capaian ini. Namun demikian dukungan sesama perempuan belum optimal sehingga kuota 30 persen keterwakilan perempuan belum terealisasi. 

    “Penting bagi seluruh perempuan di seluruh Indonesia, kalau saja sesama perempuan kita saling mendukung, saling memotivasi, saling menginspirasi, saya yakin kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam politik itu akan bisa tercapai. Kita mulai dari para perempuan itu sendiri,” tegas Menteri PPPA dalam kegiatan Seminar Langkah Strategis Peningkatan Keterwakilan Perempuan Pada Pemilu 2024, Desember lalu di Jakarta.

    Baca: Jangan cuma capre/cawapres kenali juga rekam jejak Caleg
        
    Ditambahkan hasil survei Bank Dunia menyatakan saat perempuan dan laki-laki punya kesempatan sama di panggung politik dan pengambilan kebijakan, maka akan lahir kebijakan-kebijakan yang lebih inklusif untuk mencapai pembangunan yang lebih baik.

    Riset State of The World’s Girls Report (SOTWG) yang dipublikasikan Plan Indonesia awal 2023 mencatat, sebanyak 9 dari 10 perempuan percaya bahwa partisipasi politik itu penting, namun para perempuan juga mengakui adanya berbagai hambatan dalam terwujudnya keterwakilan perempuan. 

    Namun, Menteri PPPA mengingatkan bahwa kuota keterwakilan perempuan tidak akan efektif jika pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan politik serta kesetaraan gender perempuan masih minim.

    Seluruh pihak perlu bahu-membahu membuka ruang seluas-luasnya, bukan hanya untuk keterwakilan perempuan di panggung politik, namun juga memperoleh pengetahuan, memperluas pemahaman, dan meningkatkan keterampilan politiknya.

    “Sehingga kelak ketika mereka duduk di kursi kekuasaan akan lahir kebijakan-kebijakan yang lebih responsif, inklusif dan humanis,” jelas Menteri PPPA.

    Dalam meningkatkan dan mendorong partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam dunia rill politik, partai politik (parpol) punya peran besar. Menurut Menteri PPPA, parpol berada di lini depan dalam rekrutmen politik dan realisasi keterwakilan perempuan.

    “Artinya partai politik berfungsi untuk mencari dan mengajak perempuan-perempuan yang memiliki potensi untuk turut aktif menyampaikan aspirasinya dan merumuskan kebijakan yang berpihak kepada perempuan tentunya di bawah payung kesetaraan,” tambah Menteri PPPA.

    Baca: Penjelasan Jokowi mengapa mengumpulkan pimpinan parpol

    Nuraeni Anggota Komisi IV DPR-RI sekaligus Wakil Sekjen Kaukus Perempuan Parlemen mengatakan, Ada sejumlah kendala yang dihadapi para perempuan politik yang saat ini belum beruntung untuk bisa terpilih. 

    “Memang ada beberapa hal yang harus dikuatkan oleh perempuan itu sendiri. Pertama, perempuan memang harus percaya diri, kuatkan dulu keinginan dari diri perempuan itu sendiri bahwa saya ingin sukses, saya ingin maju, terpilih. Yakinkan itu terlebih dahulu. Kedua, harus ada restu dan dukungan keluarga,” tutur Nuraeni.

    Di lain sisi, kepemimpinan perempuan dalam posisi-posisi strategis di parlemen masih kurang. Partai politik belum sepenuhnya membuka peluang yang sama bagi perempuan dan laki-laki di posisi ini.

    “Ini sangat penting untuk perempuan bisa didorong mengisi AKD-AKD yang memiliki keputusan-keputusan strategis seperti badan anggaran. Sebab, anggaran ini merupakan penentu bagi semua kebijakan dan keputusan agar responsif gender,” jelas Nuraeni.

    Terpisah, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan, peningkatan partisipasi dan keterwakilan perempuan khususnya perempuan muda dalam proses politik memerlukan dukungan semua pihak dan harus diupayakan secara konsisten.  

    Lestari melihat adanya hambatan bersifat interseksional dan struktural karena usia dan gender yang dianggap belum dewasa serta berbagai stereotipe yang berkembang di masyarakat.

    Baca: Tahapan dan jadwal Pemilu 2024

    Tantangan lainnya adalah kurangnya akses ke dalam pengambilan keputusan, persepsi kurangnya pengetahuan atau keterampilan, hingga gagasan dari orang lain tentang apa yang pantas untuk remaja perempuan.

    Menurut Lestari, sangat kompleksnya tantangan yang dihadapi, membuat upaya melibatkan perempuan untuk berpartisipasi dalam proses politik membutuhkan dukungan dari banyak pihak dan strategi yang tepat.

    Karena, tidak mudah mengikis anggapan atau persepsi masyarakat yang berkembang terkait bagaimana seharusnya perempuan berkegiatan di masyarakat.

    Sementera Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia Chusnul Mar’iyah melihat sistem pemilu terbuka juga menjadi hambatan bagi jalan perempuan menuju parlemen. Ia melihat  dukungan partai politik yang dirasa masih maskulin dan ketidakpercayaan diri jadi penghambat keterwakilan perempuan.

    “Ikut pemilu memang mahal tapi bukan berarti tidak bisa, namun untuk perempuan memang berat. Selain itu ideologi, peran media dan perempuannya sendiri masih kurang percaya diri. Jadi, dukungan dari partai politik untuk rekrutmen calon anggota parlemen itu sangat penting. Pelatihan sebelum dicalonkan, jangan sesudah. Ini penting agar perempuan siap,” jelas Chusnul.

    Esti Utami, dari berbagai sumber