Pemprov DKI Jakarta Masih Mengkaji Relokasi Korban Banjir ke Rumah Susun

Written by

in

 

7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengkaji lebih mendalam relokasi warga di bantaran kali atau sungai, lokasi rawan banjir dan kawasan tak layak huni lainnya ke rumah susun (rusun).

Memindahkan warga yang terbiasa tinggal di rumah tapak ke rumah susun bukan perkara mudah, karena ada perbedaan yang nyata terkait budaya dan perilaku.

Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna pernah mengatakan, para warga yang dipindahkan ke rumah susun bisa mengalami gagap budaya. Selain itu juga ada sejumlah masalah teknis dan aturan yang ada.

“Pemprov perlu mengkaji dulu relokasinya sebelum dijanjikan kepada masyarakat,” ujar Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Meli Budiastuti dilansir Antaranews.com, Senin (10/3/2025).

Baca: Pemprov pertimbangkan membangun rumah susun di sekitar Kali Krukut

Dia mengatakan kajian ini agar relokasi warga ke rumah susun benar-benar siap dan matang saat direalisasikan sehingga eksekusi bisa terlaksana secara baik, tertib dan aman bagi semua pihak.

Meli menambahkan, usulan relokasi warga ke rumah susun masih dipelajari secara mendalam antara lain mempertimbangkan kondisi lokasi, kebutuhan masyarakat dan kebijakan yang berlaku.

“Harapannya, apabila keputusan tersebut telah diambil, diharapkan akan memberikan manfaat yang saling menguntungkan bagi semua pihak, terutama bagi warga yang terdampak,” kata Meli.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengusulkan relokasi ke rumah susun ini untuk menyelesaikan masalah permukiman kumuh di Jakarta sekaligus solusi agar warga dapat tinggal di hunian yang layak dan aman.

Baca: Pakar ungkap tantangan yang dihadapi dalam pemindahan warga kolong tol ke rumah susun

Rano Karno pernah menanyakan hal ituvlangsung pada warga Jakarta yang ditemuinya. Salah satunya saat meninjau lokasi terdampak banjir di Jalan Kamboja, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, pada 4 Maret 2025.

Rano Karno menyatakan, meskipun warga masih ingin tetap tinggal di lokasi yang sama dengan kediamannya saat ini, Pemprov DKI bisa membantu membangun rumah susun tak jauh dari lokasi tersebut.

Rano atau akrab disapa Bang Doel mengingatkan terkait karakter banjir di Jakarta yang tak bisa diprediksi.

Rumah susun, kata dia, mungkin aman bagi warga yang tinggal di lantai atas, sementara tak demikian bagi yang tinggal di lantai bawah.

Karena itu, selain mengupayakan warga di lokasi rawan banjir bersedia direlokasi ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik Pemprov DKI Jakarta, normalisasi sungai juga tetap dilakukan.

Baca: Korban banjir Sungai Ciliwung menolak pindah ke rumah susun

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *