7cloud.asia – Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Fast Pyrolysis generasi kelima atau Faspol 5.0.
Faspol 5.0 (Faspol G-5) merupakan mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan menggunakan teknologi pirolisis multikondensor. Mesin ini tak lagi menggunakan pipa elbow/spiral, yang mencegah potensi sumbatan dan ledakan sehingga aman digunakan.
Bahan bakar yang dihasilkan disebut petasol. Petasol memanfaatkan limbah plastik yang mengotori sungai dan irigasi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif.
Peluncuran Faspol 5.0 ini bertempat di Rumah Pompa Kalibanger, Lokasi Proses Pirolisis Sampah Plastik, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Selasa (18/2/2025).
Dilansir di brin.go.id, metode Faspol 5.0 menawarkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan, dengan tujuan mendukung lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, serta menyediakan alternatif energi.
Baca: Upaya pemerintah Kota Semarang menuju zero waste
Kepala Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup BRIN Nugroho Adi Sasongko menjelaskan, teknologi pirolisis multikondensor dikembangkan untuk memberikan solusi energi murah bagi petani, nelayan, meningkatkan efisiensi, sekaligus mengurangi limbah plastik.
Sementara Peneliti Ahli Utama BRIN Tri Martini Patria yang juga Koordinator Kelompok Riset Valorisasi Sumber Daya dalam Ekonomi Sirkular Berkelanjutan menyampaikan, merk petasol telah memiliki hak cipta yang diusulkan Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian.
Hal ini diusulkan dalam kesempatan diskusi ilmiah antara tim peneliti, mitra Bank Sampah Banjarnegara, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Dewan Pengarah BRIN di pertengahan 2023.
“Petasol merupakan istilah untuk bahan bakar alternatif setara solar yang dihasilkan dari sampah plastik terutama jenis polietilena (PE),” ujarnya.
Tri menyebut, teknologi mesin pirolisis Fastpol Gen 5 bisa berproduksi setiap hari untuk sampah meski kondisi basah dan kotor (paten terdaftar nomor P00202314623).
Sedangkan katalis (bentonite teraktivasi garam) yang digunakan juga diproduksi buatan sendiri dan telah didaftarkan paten nomor P00202405655.
Baca: Penggunaan teknologi radiasi dalam pengolahan sampah plastik
Penelitian tentang pirolisis untuk pengolahan sampah plastik hingga kini masih terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan Faspol dalam menghasilkan energi terbarukan.
Peneliti OREM BRIN Heru Susanto yang juga mahasiwa degree by research S3 Universitas Gadjah Mada mengungkapkan, dengan teknologi fast pyrolysis yang digunakan dalam proses, telah efektif memenuhi standar bahan bakar setara minyak solar.
Petasol dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin pertanian dan kapal nelayan. Adapun, Faspol 5.0 mampu mengubah 100 kilogram sampah plastik menjadi 80 hingga 90 liter bahan bakar.
“Mesin ini telah masuk dalam e-katalog LKPP dan siap digunakan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Heru.
Selain itu, mesin ini memiliki keunggulan seperti bisa memproses sampah plastik dalam kondisi kotor maupun basah. Namun, semakin kering dan bersih sampah akan meningkatkan rendemen dan mutu bahan bakar yang dihasilkan.
“Bahan bakar yang dihasilkan dapat membantu penyediaan energi baru yang sangat mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ketahanan energi,” ujar Heru.

Leave a Reply