PBB: Pelarangan Operasional UNRWA Memiliki Konsekuensi Mengerikan Bagi Warga Gaza

Written by

in

 

7cloud.asia – Pengiriman bantuan pangan dan kemanusiaan ke Jalur Gaza kembali tidak mencapai jumlah yang ditargetkan dalam beberapa bulan terakhir, meski tercapai kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas.

Larangan Israel terhadap badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA untuk beroperasi di Gaza dikhawatirkan membawa konsekuensi yang mengerikan. Hal ini disampaikan beberapa pejabat PBB dalam konferensi pers di Jenewa akhir pekan lalu.

Direktur Komunikasi UNRWA, Juliette Touma mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyediakan layanan penyelamat kehidupan bagi pengungsi Palestina, karena jalan keluar jangka panjang bagi krisis ini masih belum jelas.

UNRWA, ujarnya, berkomitmen untuk melanjutkan pengiriman layanan penyelamatan jiwa dan layanan mendasar lainnya termasuk untuk Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk juga Yerusalem Timur,

“Implementasi penuh UU yang dibuat Knesset di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, berupaya mencegah UNRWA dalam memberikan layanan dan akan memiliki konsekuensi mengerikan bagi kehidupan dan masa depan pengungsi Palestina,” kata Touma.

Baca: Lebih dari 200 staf UNRWA meninggal selama perang Gaza

Dia menambahkan, UNRWA belum menerima komunikasi resmi apapun dari pemerintah Israel terkait bagaimana larangan itu akan diterapkan.

Pada Kamis (27/1/2025) Israel secara resmi melarang badan PBB, yang dikenal sebagai UNRWA, untuk beroperasi di Gaza, meskipun ada penolakan diplomatik yang besar.

Keputusan ini dinilai oleh pejabat-pejabat organisasi kemanusiaan dapat memberikan dampak sangat buruk terhadap pengiriman bantuan dan membahayakan stabilitas regional dalam jangka panjang.

Sementara itu, anggota Knesset Israel, Yulia Malinovsky mengatakan pada Senin (3/2/2025) bahwa “banyak informasi sudah dikumpulkan terkait hubungan dekat antara UNRWA dengan Hamas.

“Banyak informasi sudah dikumpulkan terkait hubungan dekat antara UNRWA dan Hamas dan organisasi teroris. Tidak mungkin untuk menyembunyikan itu, itu adalah sebuah fakta, itu sudah menjadi sebuah kenyataan.“ kata Malinovsky.

Baca: Israel melarang UNRWA beroperasi di wilayahnya

”Dan kemudian, saya meloloskan sebuah undang-undang yang pada dasarnya memotong hubungan apapun, memotong kontak apapun antara pejabat Israel manapun atau organisasi Israel dengan UNRWA,” lanjutnya

Malinovsky yang berasal dari partai sayap kanan Yisrael Beiteinu menyampaikan pernyataan itu di depan gedung kantor pusat UNRWA di Yerusalem Timur.

Untuk saat ini, sejumlah sekolah dan klinik kesehatan yang dioperasikan UNRWA di Yerusalem Timur tetap melanjutkan operasionalnya, dan badan itu mengatakan bahwa tidak ada perubahan dalam pengiriman bantuan di Jalur Gaza.

UNRWA menyediakan bantuan dan pelayanan bagi sekitar 2,5 juta pengungsi Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki serta Yerusalem Timur, begitu juga sekitar 3 juta pengungsi lainnya di Suriah, Yordania dan Lebanon.

Sejak perang Israel-Hamas dimulai pada Oktober 2023, badan itu telah menjadi tumpuan hidup utama bagi populasi yang bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Baca: Serangan Israel sering menyasar fasilitas milik UNRWA

Larangan terhadap UNRWA diloloskan oleh parlemen Israel pada Oktober 2024, menyusul serangan selama berbulan-bulan terhadap badan itu.

PM Benyamin Netanyahu dan sekutu sayap kanannya menuding badan tersebut telah disusupi secara mendalam oleh Hamas.

UNRWA sendiri menolak klaim semacam itu. UU itu juga melarang kontak antara pejabat-pejabat Israel dengan staf UNRWA.

UNRWA didirikan pada 1949 untuk memberikan layanan bagi lebih dari 700 ribu warga Palestina yang terusir atau melarikan diri dari rumah-rumah mereka di tengah perang sebagai dampak pembentukan negara Israel.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *