Pertanian Tradisional yang Lebih Ramah Lingkungan Makin Dilirik

Written by

in

7cloud.asia – Metode bercocoktanam tradisional yang ramah lingkungan mulai kembali dilirik dunia. Salah satunya dilakukan petani di negara bagian Maharashtra India, Rafik Danwade.

Setelah bertahun-tahun tergantung pada pestisida, Danwade yang saat ini berumur 56 tahun merasakan efektifitasnya berkurang.

Dia harus menyemprotkan lebih banyak pestisida di ladangnya seluas satu hektar di desa Jambhali, namun bahan kimia tersebut menjadi kurang efektif dalam melindungi 3.200 tanaman cabainya dari serangan hama

Akhirnya Danwade, beralih ke praktik yang diajarkan kakeknya pada tahun 1970-an: Ia menanam 1.000 bunga marigold di perbatasan dan di baris-baris ladang secara bergantian.

“Kadang-kadang Anda harus melihat ke masa lalu untuk menemukan solusi bagi masalah saat ini dan masa depan,” kata Danwade dilansir earth.org.

Baca: Melawan penggurunan dengan pertanian biogeneratif

Danwade dan petani lain di seluruh dunia mempelajari kembali kearifan kuno tentang menanam tanaman yang dikenal sebagai tanaman perangkap untuk melindungi panen mereka dari hama.

Pelajaran harus dipelajari kembali sekarang karena perubahan iklim telah meningkatkan suhu dan kelembapan, yang menyebabkan meningkatnya serangan hama di banyak wilayah di dunia.

Tanaman marigold menghasilkan senyawa yang dapat menekan nematoda simpul akar, sehingga dapat membunuh hama yang memasuki sistem akar atau bersentuhan dengan tanah yang mengandung senyawa bioaktif tanaman marigold.

Bunga-bunga berwarna kuning dan oranye cerah juga mengeluarkan senyawa yang mengusir kutu daun dan lalat putih. Bagi Danwade, marigold juga berfungsi sebagai penghalang alami yang membingungkan hama yang mengincar tanaman cabainya.

Percobaan yang dilakukan antara tahun 1990 dan 1993 di India menemukan bahwa marigold Afrika juga efektif mengendalikan hama ulat kapas pada tomat.

Metode ramah lingkungan ini sangat mengurangi kebutuhan penggunaan pestisida pada saat beberapa wilayah di India dan dunia melaporkan peningkatan serangan hama.

Baca: Mengenal pertanian vertikal dan manfaatnya untuk lingkungan

Metode ini jauh lebih menyehatkan bagi petani yang bekerja di ladang, orang yang mengonsumsi hasil panen, dan kualitas tanah karena bebas dari zat kimia

Pemanasan global dapat memperluas jangkauan geografis hama, meningkatkan jumlah generasi, dan memudahkan spesies serangga invasif bertahan hidup di musim dingin.

Hama telah menghancurkan 20 hingga 40 persen produksi tanaman di seluruh dunia setiap tahun. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, serangan serangga menyebabkan kerugian sebesar 70 miliar dolar setiap tahunnya.

Sementara penyakit tanaman menyebabkan kerugian yang sangat besar sebesar 220 miliar dolar setahun.

Tanaman perangkap dapat menurunkan kerugian ini sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan pestisida kimia berlebihan, yang selain membahayakan kesehatan, juga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *