7cloud.asia – Fast fashion telah lama disebut sebagai salah satu sumber utama emisi karbon yang memicu berbagai masalah lingkungan.
Industri fast fashion memiliki serangkaian dampak buruk terhadap lingkungan, mulai dari polusi air hingga limbah tekstil dan emisi gas rumah kaca.
Fast Fashion juga menguras sejumlah besar sumber daya alam setiap tahunnya, atau sekitar 141 miliar meter kubik air.
Menurut Laporan Wawasan 2021 oleh Forum Ekonomi Dunia, Fast fashion menduduki peringkat ketiga sebagai penghasil polusi terbesar di dunia.
Fast fashion menyumbang 10 persen emisi karbon tahunan secara global. Fast fashion disebut sebagai masalah yang terus berkembang dan membutuhkan perhatian segera.
Baca: BliBli Fashion Fest jadi cara urban terapkan fesyen ramah lingkungan
Ketergantungan industri fesyen terhadap bahan bakar fosil yang tinggi akan meningkatkan emisi gas rumah kaca hingga 50 persen pada tahun 2030 kecuali segera dilakukan tindakan serius.
Sementara pemain besar di sektor ini, seperti Zara dan H&M tetap dominan, mereka menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengadopsi praktik berkelanjutan.
Desember lalu, Konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-28, atau dikenal sebagai COP28, mulai memberikan tekanan ini.
Untuk pertama kalinya, pertemuan puncak tersebut secara resmi mengakui perlunya industri fesyen duni menjauh dari bahan bakar fosil.
COP 28 akhirnya juga memberikan industri fesyen sejumlah perhatian yang sangat dibutuhkan – meskipun masih terbatas.
Baca: Fast fashion dan limbah tekstil picu masalah serius pada lingkungan
KTT tersebut menampilkan Pertunjukan Busana Berkelanjutan perdana sambil mengundang Stella McCartney dan pemimpin mode berkelanjutan lainnya untuk memamerkan solusi generasi mendatang dalam industri ini.
Kesadaran ini, ditambah dengan tujuan Piagam Mode Perubahan Iklim PBB untuk membimbing industri menuju emisi nol bersih pada tahun 2050.
Langkah ini menyiratkan pesan yang jelas, yaitu industri mode harus segera mempercepat peralihannya menuju kerja yang lebih keberlanjutan.
Lantas apa solusinya? Meski kita masih jauh dari mampu menyembuhkan luka yang ditimbulkan mode cepat di planet kita, ada solusi yang bisa kita dapatkan.
Energi terbarukan, khususnya, turut membantu industri ini, dengan perusahaan-perusahaan mode besar kini menyadari betapa pentingnya transisi menuju energi bersih. Jadi seperti apa energi terbarukan di sektor fast fashion, akan diulas di tulisan selanjutnya.
Baca: Cara merek besar di dunia fesyen untuk lebih ramah lingkungan

Leave a Reply