Donald Trump Ragu Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Dapat Bertahan

Written by

in

7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keraguannya kesepakatan gencatan senjata di Gaza dapat bertahan.

Namun, sebelumnya ia membanggakan upaya diplomasinya dalam mewujudkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza menjelang pelantikannya.

Saat ditanya oleh seorang reporter setibanya di Gedung Putih apakah kedua pihak akan menjaga gencatan senjata dan melanjutkan perjanjian tersebut di Gaza, Trump menjawab, “Saya tidak yakin.”

“Itu bukan perang kita; itu perang mereka. Namun, saya tidak yakin,” kata Trump pada Senin (20/1/2025) waktu setempat atau Selasa waktu Indonesia.

Namun, Trump menyatakan bahwa ia percaya Hamas telah berhasil “dilemahkan” dalam perang yang dimulai dengan serangan besar-besaran di Gaza pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

Dilansir VOA Indonesia, gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih bertahan pada Senin (20/1/2025). Kedua pihak berada pada tahap awal jeda pertempuran selama enam pekan yang dapat mengakhiri perang yang dimulai pada Oktober 2023.

Baca: RI tolak relokasi warga Gaza

Sejauh ini, tiga dari 99 sandera yang ditahan militan Hamas di Gaza telah dibebaskan, dengan 30 lainnya akan dibebaskan pada tahap pertama perjanjian.

Israel juga telah membebaskan 90 warga Palestina yang dipenjarakan dan ditahan, semuanya perempuan dan remaja, menurut Hamas. Ratusan lainnya akan menyusul dibebaskan.

Hamas pada Senin mengatakan bahwa mereka akan membebaskan sandera yang ditahan di Gaza pada hari Sabtu (25/1) sebagai dengan imbalan pembebasan orang-orang Palestina yang dipenjarakan dan ditahan oleh Israel.

PBB telah meningkatkan bantuan pangan yang sangat dibutuhkan ke Gaza dan mengatakan bahwa mereka berencana untuk membawa masuk 150 truk makanan setiap hari untuk membantu warga sipil Palestina yang kehidupannya porak-poranda oleh pertempuran.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan 915 truk bantuan memasuki Gaza pada hari Senin.

Lebih dari 1,8 juta orang membutuhkan tempat penampungan darurat di Gaza, menurut PBB, yang juga memperkirakan dalam sebuah laporan tahun lalu bahwa pembangunan kembali perumahan yang hancur di wilayah tersebut dapat memakan waktu hingga tahun 2040.

Baca: Gencatan senjata mulai diberlakukan, Israel dan Hamas Bertukar Tahanan

Gencatan senjata dimulai sekitar Minggu tengah hari. Beberapa jam kemudian, sebuah iring-iringan Palang Merah membawa sandera Romi Gonen, Emily Damari dan Doron Steinbrecher dengan selamat kembali ke Israel.

Pada Senin pagi, Israel membebaskan 90 orang Palestina yang dipenjarakan dan ditahannya, dengan bus-bus besar membawa mereka dari penjara Ofer Israel di luar kota Ramallah, Tepi Barat.

Warga Palestina memadati bus-bus, bernyanyi dan bersorak-sorai, sementara kembang api untuk merayakan pembebasan itu dinyalakan.

Gencatan senjata tersebut tercapai setelah negosiasi berbulan-bulan yang dipimpin oleh AS, Mesir, dan Qatar. Pembicaraan semakin intensif selama beberapa pekan terakhir.

Tim dari pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang akan segera mengakhiri masa jabatannya dan tim presiden terpilih Donald Trump mendorong tercapainya kesepakatan sebelum pelantikan Trump pada hari Senin.

Menurut laporan media, para mediator bersiap untuk mengatasi masalah apa pun yang mungkin timbul selama gencatan senjata.

“Kesepakatan semacam ini tidak pernah mudah dipertahankan,” kata Majed al-Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *