Menu Makan Bergizi Gratis Tidak Sesuai Selera Siswa Picu Timbulan Sampah Organik

Written by

in

7cloud.asia – Program makan bergizi gratis yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai diterapkan di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur pada Senin (6/1/2025)

Aktivis Komunitas Nol Sampah Surabaya, Hanie Ismail sempat memantau pelaksanaannya di sejumlah sekolah di Sidoarjo yang dimulai sejak Senin (6/1/2025) kemarin.

Ia menemukan adanya sisa makanan karena menu makan siang bergizi yang tidak sesuai dengan selera sejumlah siswa.

Menurut Hanie, peningkatan volume sampah dari sisa makanan perlu diminimalisir, diantaranya dengan mengedukasi siswa untuk menghabiskan makanan, atau membawa pulang sisa makanan yang tidak habis.

Selain mengurangi timbulnya sampah organik baru, Hanie mengingatkan sekolah untuk menyediakan fasilitas pengolahan sampah sisa makanan.

Dilansir VOA Indonesia, Hanie mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan bahwa nanti bakal ada sampah-sampah dari sisa-sisa makanan itu yang semakin meningkat.

Baca: Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis Harus Transparan untuk Cegah Korupsi

 

Dia mengusulkan pihak sekolah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah organik, untuk mengolah sisa makanan dari program makan bergizi gratis ini.

”Dan itu menjadi poin tersendiri, bahwa sebenarnya sekolah sudah mampu untuk mengelola sampah yang dihasilkan oleh si warga di sekolah itu sendiri. Tapi, yang pasti kita harus reduce dulu, mengurangi tidak menghasilkan sampah,” kata Hanie Ismail.

Seperti diketahui sampah makanan berdampak serius pada lingkungan karena sangat berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Saat membusuk di tempat pembuangan sampah, ia menghasilkan gas rumah kaca yang disebut metana, yang lebih berbahaya daripada karbondioksida.

Gas rumah kaca juga dikeluarkan dalam produksi dan transportasi makanan. Emisi dari kendaraan yang mengangkut makanan menghasilkan karbondioksida (CO₂)

Baca: Program Makan Siang Gratis Bisa Berdampak Positif pada Ekonomi

Kelebihan jumlah gas rumah kaca seperti metana, CO₂ dan CFC menyerap radiasi infra merah dan memanaskan atmosfer bumi, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.

Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhi Karyono mengatakan akan memastikan dinas-dinas terkait untuk memitigasi persoalan-persoalan yang muncul pada program pemberian makan bergizi gratis di sekolah

Tidak terkecuali menyiapkan pengelolaan sampah yang ditimbulkan dari sisa makanan.

Kita, ujarnya, akan koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup, sementara ini masih dengan Dinas Pendidikan karena lokasinya ada di sekolah. Saya minta, otomatis dari Dinas Lingkungan Hidup,

“Tetapi saat ini saya minta Dinas Pendidikan untuk memonitor semua persoalan yang terkait dengan pemberian makanan gratis di sekolah, termasuk dengan bagaimana pengelolaan sampahnya,” kata Adhi Karyono.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *