7cloud.asia – Desain biofilik dan berkelanjutan yang canggih belakangan makin mendapat perhatian apalagi saat dunia gencar mengampanyekan kebijakan ramah lingkungan dan rendah emisi.
Para arsitek dan pengembang makin menyadari peran desain biofilik yang menentukan dalam mencapai tujuan net-zero carbon atau bangunan rendah emisi.
Perlu diingat, pendekatan desain biofilik lebih dari sekadar pengurangan emisi, lebih dari itu desain biofilik juga akan meningkatkan kualitas hidup sebuah kota dengan penghuninya.
Memadukan kaca rendah emisi dan material efisien lainnya ke dalam desain biofilik dan berkelanjutan dapat mengoptimalkan konsumsi energi dan menurunkan secara signifikan dampak bangunan pada lingkungan.
Pemilihan sumber daya dan elemen desain yang cermat menciptakan ruang yang memaksimalkan cahaya alami, mengurangi kebutuhan energi, sekaligus menumbuhkan hubungan mendalam dengan lingkungan.
Baca: Desain Biofilik membuka jalan menuju kota rendah emisi
Para perancang dapat mengintegrasikan kaca rendah emisi dengan material ramah lingkungan lainnya ke dalam desain biofilik melalui langkah-langkah praktis berikut:
Tentukan tujuan energi dan lingkungan:
Tetapkan target efisiensi dan keberlanjutan yang jelas untuk memandu pilihan material dan desain berdasarkan kebutuhan proyek.
Analisis pertimbangan iklim:
Untuk mengoptimalkan retensi atau pantulan panas, pilih jenis kaca rendah emisi yang sesuai berdasarkan kondisi iklim setempat.
Misalnya, kaca lembaran menutupi lebih dari 50 persen luas permukaan eksterior gedung pencakar langit modern. Namun, ia menghantarkan panas dengan cepat dan menghasilkan konsumsi yang lebih tinggi.
Berkonsultasi dengan pakar keberlanjutan:
Libatkan konsultan untuk melakukan penilaian siklus hidup, untuk memastikan material memiliki kandungan karbon yang rendah dan EPD yang tinggi.
Baca: Mengenal lebih dekat konsep desain biofilik
Mengarahkan bangunan untuk mendapatkan manfaat sinar matahari:
Rencanakan penempatan jendela dan orientasi bangunan untuk memanfaatkan pemanasan matahari pasif di bulan-bulan dingin dan menghindari perolehan panas berlebih di bulan-bulan hangat.
Menggabungkan sistem peneduh dinamis:
Gunakan tirai atau kisi-kisi otomatis untuk menyesuaikan peneduh dan memungkinkan cahaya alami tanpa panas berlebihan.
Tambahkan elemen biofilik dengan cermat:
Padukan material alami, dinding hidup, dan atap hijau untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dan membina hubungan yang lebih kuat dengan alam.
Targetkan sertifikasi bangunan ramah lingkungan:
Targetkan sertifikasi seperti LEED atau WELL, yang memberikan kerangka kerja untuk menggabungkan praktik berkelanjutan dan material yang efisien di seluruh proses desain.
Langkah-langkah di atas akan dapat menciptakan struktur yang memenuhi standar kinerja dan memperkaya hubungan penghuni dengan lingkungan alam.
Menjelajahi strategi canggih untuk menggabungkan kaca rendah emisi dan material ramah lingkungan memungkinkan para arsitek untuk mendorong batas-batas dari apa yang mungkin dilakukan dalam desain lingkungan.
Dengan mengadopsi teknik-teknik ini, dimungkinkan untuk menciptakan kawasan yang hemat energi dan sangat terhubung dengan alam.

Leave a Reply