7cloud.asia – Peran pemuda sangat penting dalam penanganan perubahan iklim, terutama dalam menciptakan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat
Hal ini diungkapkan pendiri organisasi nirlaba Desa Bumi, Gamma A. Thohir dalam diskusi mengenai peran pemuda dalam mendorong transisi energi di sela Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-29 atau COP 29 di Baku, Azerbaijan yang dipantau daring di Jakarta, Kamis (14/11/2024)
Dalam diskusi yang dihelat di Paviliun Indonesia itu, Gamma memaparkan peran pemuda tidak hanya terbatas dalam perumusan kebijakan di atas kertas, tapi juga lewat aksi nyata di lapangan.
“Cara terbaik untuk kita sebagai pemuda untuk berkontribusi adalah dengan membuat proyek yang berdampak kepada banyak orang,” jelas pegiat iklim ini.
Baca: Delegasi Indonesia dinilai tak bawa pesan kuat di COP 29
Dengan demikian, katanya, maka generasi muda dapat menunjukkan peran dan efeknya kepada komunitas dan lingkungan hidup sekitar.
Dia memberikan contoh bagaimana organisasinya telah bekerja di empat desa di Pulau Jawa dan Kalimantan untuk menyediakan energi yang berasal dari sumber berkelanjutan termasuk penggunaan panel surya.
Dalam diskusi yang sama, Leyla Hasanova sebagai Youth Climate Champion untuk COP 29 mengatakan suara generasi muda kini semakin didorong dalam beberapa tahun terakhir.
Secara khusus dia menyoroti peran penting para pendidik dari generasi muda dalam sektor pendidikan untuk memberikan pemahaman terkait perubahan iklim dan beragam langkah mitigasi dan adaptasinya di berbagai belahan bumi.
Baca: Kontroversi penggunaan bahan bakar fosil di COP 29
Untuk itu penyelenggara COP 29 telah mengajak 75 guru dari berbagai belahan dunia untuk peningkatan kapasitas dan menutup kesenjangan guna memberikan edukasi mengenai perubahan iklim.
Youth Climate Champion juga mengenalkan teknologi untuk mengatasi perubahan iklim di berbagai tingkatan pendidikan.
“Ketika mereka kembali ke komunitasnya, meski hanya 75 guru, tapi mereka memberikan dampak ke ribuan murid dan anak-anak di seluruh dunia,” Layla.
COP 29 yang diselenggarakan di Baku, Azerbaijan pada 11 hingga 22 November 2024 diharapkan menghasilkan solusi nyata dalam penurunan emisi dan pendanaan iklim.

Leave a Reply