7cloud.asia – Ekonomi hijau belakangan makin sering disebut dan digadang-gadang sebagai opsi terbaik untuk menghadang laju perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Ekonomi hijau juga disebut lebih menjamin keberlanjutan ketimbang praktek yang sekarang banyak diterapkan oleh pelaku bisnis. Sebenarnya apa makna ekonomi hijau dan seberapa besar potensi pengembangan ekonomi hijau di Indonesia?
Dilansir cerah.or.id, istilah ekonomi hijau mengacu pada sistem ekonomi yang berupaya meningkatkan kesejahteraan manusia dan mengurangi risiko sosial dan ketidakseimbangan ekologi.
Ekonomi hijau diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi, inovasi dan investasi yang mengedepankan penggunaan sumber daya yang efisien dan ramah lingkungan.
Prinsip ekonomi hijau antara lain menekan semaksimal mungkin emisi gas rumah kaca, penggunaan energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan pengelolaan limbah yang bijaksana.
Baca: Transisi ke energi ramah lingkungan bisa hasilkan ribuan triliun
Berikut beberapa contoh penerapan ekonomi hijau di Indonesia:
1. Pengembangan Ekowisata
Indonesia mempunyai kekayaan alam yang luar biasa sehingga menjadi tujuan wisata yang menarik.
Ekowisata merupakan sebuah konsep wisata yang menitikberatkan pada kelestarian lingkungan.
Misalnya saja pengelola Taman Nasional Komodo yang menerapkan sistem pembatasan pengunjung, menjaga kelestarian habitat komodo liar, dan memberdayakan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata.
2. Perhutanan Sosial
Perhutanan sosial merupakan program pemerintah yang memberikan akses kepada masyarakat untuk mengelola hutan secara lestari.
Tujuannya adalah untuk mengurangi deforestasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Misalnya, program Kehutanan Masyarakat (HKm) yang memungkinkan masyarakat desa mengelola hutan untuk penanaman pohon, pengembangan hasil hutan non-kayu, dan ekowisata.
Baca: Mengarah ke ekonomi hijau, Indonesia butuh jutaan green jobs
3. Pertanian Organik
Pertanian organik semakin diminati karena menghasilkan produk pangan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Petani organik menggunakan pupuk kandang dan kompos untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat mencemari tanah dan air.
4. Energi Terbarukan
Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB).
Penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Misalnya saja PLTS Cirata di Jawa Barat yang merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Leave a Reply