BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan pada Bulan November 2024

Written by

in

7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini telah memasuki musim hujan. Puncak musim hujan 2024 diprediksi akan terjadi pada November 2024 hingga Februari 2025.  

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring.

Dia menjelaskan musim hujan yang terjadi kali ini tidak terjadi secara bersamaan.

“Musim hujan 2024-2025 telah terjadi di sebagian kecil wilayah pada Agustus 2024. Kemudian diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah lainnya pada bulan September hingga November 2024,” jelas Dwikorita.

Baca: Banjir hingga 2 meter landa Gorontalo Utara

Selanjutnya mantan rektor Universitas Gajah Mada (UGM) ini memaparkan sebanyak 10,7 persen dari 669 zona musim di Indonesia sudah mulai mengalami musim hujan pada bulan September.

Diantaranya pesisir timur perairan Sumatera Utara, Riau bagian selatan, Jambi, sebagian Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Papua.

Kemudian memasuki bulan Oktober 2024, sebanyak 30,04 persen dari 669 zona yang akan mengalami musim hujan. Yaitu sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian besar pulau Jawa, sebagian besar pulau Kalimantan.

Baca: Sungai Ngarai Sianok meluap, 7 rumah diterjang banjir

Selain itu, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, Maluku Utara, sebagian kecil Maluku dan Papua Barat juga diprediksi mengalami musim hujan di bulan Oktober 2024.

Sementara sebanyak 25,9 persen wilayah akan memasuki musim hujan di bulan November yaitu Lampung bagian selatan, pulau Jawa bagian timur, sebagian besar pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Merauke bagian selatan.

Selanjutnya pada periode Januari – Februari 2025 diprakirakan terjadi yang di antaranya Lampung, Pulau Jawa bagian utara, sebagian kecil dari Pulau Sulawesi, Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sebagian besar Pulau Papua.

Baca: Banjir bandang terjang Ternate, 14 orang meninggal

Namun, Dwikorita menjelaskan sebanyak 16,2 persen wilayah lainnya mengalami pola musim hujan sepanjang tahun atau disebut hanya mengalami satu musim jika dibandingkan dengan rerata klimatologisnya.

Meski musim hujan di tiap wilayah berbeda-beda, tetapi BMKG meyakini musim hujan kali ini masih dalam kategori normal atau tidak lebih basah dan tidak lebih kering.

Dwikorita berharap dengan adanya informasi prediksi musim hujan 2024-2025, masyarakat dapat mengantisipasi dengan menjaga lingkungan masing-masing.

 

Baca: Tim gabungan mulai normalisasi Sungai Rua, Ternate

Hal ini perlu dilakukan agar masyarkat terhindar dari bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, banjir bandang, dan lain-lain yang berpotensi terjadi saat musim hujan.

Selain itu, prediksi ini juga dapat menjadi acuan bagi kementerian/lembaga termasuk pemerintah daerah untuk menyusun rencana aksi dini (early action).

 

“Bagi pemerintah daerah diharapkan lebih optimal lagi mengedukasi masyarakat untuk menghadapi risiko bencana selama musim hujan serta pentingnya terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan BMKG,” urai Dwikorita.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *