7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menandatangani kerja sama dengan Danantara untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, PLTSa akan dibangun di Bantargebang, Bekasi Jawa Barat dan Tanjungan serta Sunter, Jakarta Utara.
Masing-masing PLTSa tersebut memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 3.000 ton per hari (Bantargebang), yang terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama dari TPST Bantargebang.
Sedangkan PLTSa di Sunter diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 2.500 ton sampah baru per hari.
“Hari ini Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Danantara untuk dua lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Satu di Bantargebang dan satunya di Tanjungan, di Kamal Muara,” ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca: Pembangunan PLTSa bukan solusi tepat untuk atasi krisis sampah
Pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah ini menjadi komitmen Pemprov DKI untuk menuntaskan persoalan sampah di Jakarta.
Proyek ini akan melengkapi infrastruktur pengolahan sampah yang sudah ada yakni RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara yang memiliki kapasitas 2.000 ton sampah baru per hari
Meski menuai kontroversi, RDF Plant Rorotan telah beroperasi untuk mengurangi tumpukan sampah di berbagai wilayah di Jakarta.
“Sehingga dengan demikian, DKI Jakarta akan ada tiga pembangkit listrik tenaga sampah, ditambah dengan RDF Rorotan yang sekarang ini sebenarnya sudah beroperasi,” kata dia.
Baca: Indonesia darurat sampah, hanya 40 persen sampah yang terkelola dengan baik
Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, Pemprov DKI juga akan mewajibkan warga Jakarta untuk memilah sampah.
Dalam waktu dekat, Pemprov DKI dan Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan deklarasi pemilahan sampah di Jakarta.
Gerakan memilah sampah bersama ini sudah mulai dilakukan di beberapa daerah seperti Rorotan dan Cilincing, Jakarta Utara beberapa waktu lalu
“Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur untuk proses pemilahan. Dan dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah yang ada di Jakarta,” jelas Pramono.

Leave a Reply