Anda Guru dan Ingin Aktif di Media Sosial? Wajib Baca Artikel Ini

Written by

in

7cloud.asia – Dalam tulisan sebelumnya kita telah membahas manfaat media sosial di sektor pendidikan dan pentingnya bagi guru untuk aktif di media sosial.

Guru perlu hadir di media sosial antara lain sebagai mekanisme koreksi dan konfirmasi, untuk berbagi dan kolaborasi, serta mengembangkan diri dan berjejaring

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan media sosial sebagai sarana pendidikan.

Apa saja yang perlu diperhatikan bagi guru yang ingin aktif di media sosial, berikut ulasannya:

1. Pisahkan akun personal dan profesional
Seperti halnya dalam kehidupan nyata, penting bagi guru untuk membuat batasan yang jelas antara kehidupan pribadi dan profesional di dunia maya.

Membuat dua akun medsos terpisah adalah salah satu solusinya. Untuk itu, guru perlu mengamati sejumlah risiko yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan jejaring sosial, baik untuk kepentingan pribadi maupun dalam kerangka pengajaran.

Baca Juga: Tak Hanya Siswa, Guru Juga Perlu Aktif di Media Sosial. Ini Alasannya

Pada penggunaan personal, jika diperlukan, guru dapat mengunci profil media sosialnya.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah meminimalisir informasi pribadi yang dibagikan, membatasi jumlah teman, dan membagikan ke grup kecil (contohnya closed friends di Instagram) saja.

Jika tidak, pelecehan di jejaring maya yang dilakukan oleh oknum murid terhadap gurunya bisa kembali terjadi.

2. Gunakan kerangka acuan kerja dan lembar persetujuan
Pada penggunaan media sosial dalam konteks belajar-mengajar, guru sebaiknya bertanggung jawab penuh atas konten yang menampilkan siswanya.

Artinya, guru perlu menyusun sebuah kerangka acuan kerja sebelum merealisasikan proyeknya di media sosial.

Dokumen ini, salah satunya, harus memuat persetujuan secara tertulis soal penggunaan hak cipta atas gambar, menyebutkan bahwa guru tersebut akan menggunakan akun dan medsos tertentu.

Jangan lupa juga meminta izin kepada orang tua atau wali murid yang terlibat, sehingga dapat menghindari konflik dan penyalahgunaan.

Baca Juga: Survei: Generasi Muda Cenderung Mencari Informasi dalam Bentuk Video di Media Sosial

3. Perkuat etika digital
Literasi digital sesungguhnya memegang peranan krusial untuk membantu masyarakat menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Pemanfaatan media sosial di dunia pendidikan juga harus diiringi dengan pemahaman yang baik tentang etika digital.

Guru hendaknya menjadi teladan dalam bermedsos. Guru perlu mengarahkan siswa untuk menggunakan media sosial secara tepat dan bijak.

Sebagai filter utama, guru dituntut untuk menghindari penyebaran informasi yang sesat (hoaks) serta peredaran konten kebencian.

Selain itu, guru perlu beradaptasi terhadap budaya digital dengan mengikuti penggunaan bahasa dan tren yang diminati siswa.

Dengan demikian, penggunaan media sosial oleh guru haruslah dipikirkan dan diawasi dengan cermat. Guru perlu menjaga integritas dan nama baik profesinya.

Bagaimanapun, produk-produk teknologi—termasuk media sosial—hanya boleh digunakan dalam konteks pendidikan jika ia dapat mendukung hasil pembelajaran.

Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Elga Ahmad Prayoga, Doctorant, Université de Genève

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *