7cloud.asia – Tiga hari jelang gelaran akbar Jakarta Internasional Maraton 2024 atau JAKIM 2024, kualitas udara Jakarta tak kunjung membaik.
Pada Kamis (20/6/2024) pagi, kualitas udara Jakarta berada pada peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dan masuk kategori tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan di https://www.iqair.com/id/pada pukul 05.50 WIB, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada pada angka 165.
Adapun konsentrasi partikel (PM) 2.5 berada di angka 76 mikrongram per meter kubik (µg/m³).
Baca Juga: DLH DKI Jakarta Kembangkan Sistem Intervensi Emisi untuk Pantau Sumber Polusi Udara
Disebutkan kualitas udara Jakarta ini masuk kategori tidak sehat dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif.
Dengan kualitas udara Jakarta yang buruk ini juga bisa menimbulkan kerusakan/kematian pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa, Kongo-Kinshasa dengan angka AQI 179, disusul Kampala, Uganda di urutan ketiga dengan indeks 159.
Berikut daftar 10 kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, selengkapnya:
1. Kinshasa, Kongo-Kinshasa dengan angka AQI 179
2. Jakarta, Indonesia; 165
3. Kampala, Uganda; 159
4. Dubai, Uni Emirat Arab; 139
5. Beijing, Cina; 122
6. Dhaka, Bangladesh; 107.
7. Batam, Indonesia; 97
8. Karachi, Pakistan di angka 95
9. Kuwait City, Kuwait di angka 90,
10. Incheon, Korea Selatan di angka 90.
Baca Juga: Mengapa ‘WFH’ Layak Jadi Kebijakan Mendesak untuk Memangkas Polusi Udara di Jakarta
Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta: Diperlukan Sistem Transportasi Publik yang Berkualitas

Leave a Reply