Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sekjen PBB Ingatkan Dunia Menjauh dari Penurunan Emisi

Written by

in

7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa dunia sedang berada pada “momen genting” untuk mencapai target untuk membatasi pemanasan global yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris 2015.

Pernyataan ini disampaikan Guterres menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Rabu (5/6/2024)

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, ujar Guterres, diperingati saat planet Bumi baru saja mengalami 12 bulan terpanas secara berturut-turut sepanjang sejarah.

Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024: Upaya Dunia untuk Merestorasi Lahan dan Melawan Penggurunan

“Kenyataannya, hampir sepuluh tahun sejak Perjanjian Paris diberlakukan, target untuk membatasi pemanasan global jangka panjang hingga 1,5 derajat Celcius masih menggantung di ujung tanduk,” kata Guterres di hadapan pengunjung Museum Sejarah Alam Amerika di New York, AS

Sebuah pameran mengenai dinosaurus yang telah punah dihelat guna memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di museum tersebut menjadi pengingat lain akan kondisi planet yang memburuk.

“Organisasi Meteorologi Dunia melaporkan hari ini bahwa ada kemungkinan 80 persen suhu rata-rata tahunan global akan melebihi batas 1,5 derajat dalam setidaknya satu dari lima tahun ke depan,” katanya.

 

Baca Juga: Dari Tragedi Teluk Minamata Lahirlah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“Kita sedang bertaruh dengan planet kita,” ujarnya memperingatkan dalam sebuah pidato khusus tentang iklim yang ia sampaikan di bawah patung paus biru yang terkenal di museum tersebut.

Guterres mengatakan bahwa 1 persen negara terkaya mengeluarkan polusi sebanyak dua pertiga dari seluruh umat manusia.

Ia juga mengatakan bahwa Bumi menghasilkan sekitar 40 miliar ton karbon dioksida setiap tahunnya dan akan menghabiskan “anggaran karbon” yang tersisa sekitar 200 miliar ton sebelum tahun 2030.

Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Save The Children Ingatkan Dampak Krisis Iklim pada Anak

Guterres menambahkan, emisi global harus turun sebesar 9 persen setiap tahun antara saat ini dan 2030 untuk menjaga batas 1,5 derajat Celcius. Tahun lalu, emisi global naik 1 persen.

Biaya untuk mengatasi dampak krisis iklim akan terus bertambah tanpa adanya tindakan yang berarti.

“Meskipun besok emisi mencapai nol, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa kekacauan iklim masih akan menelan biaya setidaknya 38 triliun dolar per tahun pada tahun 2050,” kata Guterres.

Sumber: VOA Indonesia

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *