7cloud.asia – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, pada bulan Agustus mendatang, hanya 50 persen sampah residu yang dibuang ke TPST Bantargebang.
Dilansir di laman resmi pemkot Jakarta Pusat, Arifin mengatakan bahwa dirinya telah mengintruksikan kepada para lurah untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mulai dari sekarang memilah sampah dari sumber rumah tangga.
“Baik sampah organik maupun non organik harus dipilah,” katanya saat rakorwil, di Ruang Pola, Kantor Walikota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (14/4/2026).
Selain pemilahan sampah, lanjut Arifin, bank sampah di tiap RW harus aktif, betul-betul berjalan sehingga sampah yang organik bisa dikelola.
“Sampah organik yang dikelola nanti bisa menjadi pendapatan masyarakat di RW masing-masing. Lalu yang non organiknya yang akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup. Jika sampah itu bisa ditangani langsung di lingkungan tersebut bisa jauh lebih baik,” ucapnya.
Arifin kembali menegaskan agar para lurah dapat mencari formula, dan strategi bagaimana mengurangi sampah dari sumbernya. Ia juga meminta kepada bagian Umum dan Protokol Kota Administrasi Jakarta Pusat tidak ada lagi setiap rapat menggunakan snack box dan minuman botol plastik.
“Kita harus sudah merubah cara kita untuk pengurangan sampah dimulai dari diri kita masing-masing. Rapat harus bawa tambler, penyajian makanan pakai piring sehingga tak ada lagi sampah yang dihasilkan dari kegiatan rapat,” jelasnya.
Baca: Gerakan Memilah Sampah di Rorotan, Kurangi Sampah Hingga 6 Ton Sehari
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Pemprov DKI Jakarta Fahmi Hermawan menambahkan, masyarakat Jakarta harus sudah mulai bisa mengurangi dan memilah sampah. Hakikat dari pengelolaan sampah ialah memilah.
“Sampah bukan hanya persoalan pemerintah tetapi semua stakeholder untuk mulai mengelola, mengurangi sampah di tingkat sumbernya. Karena di tahun 2027 sudah tidak ada lagi sampah yang dibuang ke Bantargebang,” tandasnya.
Menindaklanjuti instruksi ini, dilakukan sosialisasi pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang yang diikuti ratusan tokoh masyarakat dari delapan kelurahan se-Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sosialisasi ini digelar Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat di aula kantor Kecamatan Kemayoran, Selasa (21/4/2026).
Kasudin LH Jakarta Pusat, Slamet Riyadi mengatakan, kunci utama penanganan sampah yakni kesadaran warga untuk memilah sampah langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
“Beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan untuk menekan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang melalui pemilahan organik dan anorganik agar penanganannya lebih efektif,” ujarnya dilansir beritajakarta.id.
Baca: Rorotan Jadi Percontohan Pemilahan Sampah 100 Persen
Slamet mengungkapkan, sampah anorganik yang bernilai ekonomis dapat disetorkan ke Bank Sampah yang kini sudah tersedia di setiap RW di Jakarta Pusat.
“Sementara sampah organik diimbau untuk diolah menjadi kompos atau digunakan sebagai pakan maggot agar lebih bermanfaat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak perwakilan peserta sosialisasi menerapkan gaya hidup ramah lingkungan seperti membawah kantong belanja ramah lingkungan dan wadah kotak sendiri bagi ibu – ibu saat berbelanja ke pasar untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Membawa kantong belanja dan kotak plastik sendiri ke pasar akan secara signifikan mengurangi tumpukan plastik yang dibawa pulang dari pasar ke rumah,” paparnya.
Slamet juga mengapresiasi inisiatif salah satu Bank Sampah di Kemayoran yang secara swadaya memiliki mesin pencacah sampah.
Baca: Pemkot Jakarta Pusat Dorong Sekolah dan Perkantoran Memilah Sampah
Ke depannya, Sudin LH Jakpus akan menyosialisasikan kepada para petugas gerobak sampah agar tetap menjaga pemilahan sampah yang sudah dilakukan warga dari rumah.
“Petugas diwajibkan menyediakan karung atau tempat terpisah di gerobak agar sampah yang sudah dipilah tidak tercampur kembali,” paparnya.
Ia optimistis sosialisasi melalui tokoh masyarakat di delapan kecamatan se Jakarta Pusat yang digelar secara bertahap akan disebarluaskan kembali kepada warga di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, akan muncul komitmen bersama mengurangi sampah untuk dibuang ke TPST Bantargebang.
“Kami yakin sosialisasi ini akan disebarluaskan kepada warga di delapan kelurahan se Jakpus sehingga terbentuk kesadaran bersama mengurangi pembuangan sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang,” tambahnya.

Leave a Reply