7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mendesak Iran dan Amerika Serikat untuk mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata setelah 14 hari, yang akan berakhir Rabu (22/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan Dar dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha AS di Islamabad, Natalie Baker, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa (21/4/2026).
Dar menegaskan posisi konsisten Pakistan pada dialog dan diplomasi sebagai “satu-satunya jalan” untuk mengatasi tantangan serta mencapai perdamaian dan stabilitas regional.
Ia juga menekankan perlunya pembicaraan antara Washington dan Teheran, serta menyerukan perpanjangan periode gencatan senjata.
Baca: Maksimalisme Donald Trump Gagalkan Perundingan Damai Iran-AS
Sementara itu, Baker menyampaikan “apresiasi Washington atas peran konstruktif dan positif Pakistan dalam mempromosikan perdamaian regional dan memfasilitasi dialog”.
Pakistan menjadi tuan rumah perundingan antara AS dan Iran pada 11-12 April setelah menengahi gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April, yang akan berakhir pada Rabu malam, waktu Washington.
Upaya untuk putaran negosiasi berikutnya sedang berlangsung, meskipun dibayangi ketidakpastian.
Baca: Sikap Ambigu Donald Trump Soal Proyek Nuklir Iran
Presiden AS Donald Trump mengatakan “sangat tidak mungkin” dia akan memperpanjang gencatan senjata, dan menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokade oleh Washington sampai kesepakatan tercapai.
Ketegangan meningkat di Timur Tengah setelah AS dan Israel melancarkan serangan sepihak terhadap Iran pada 28 Februari.
Sebagai tanggapan, Iran menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan tersebut.
Sumber: Antaranews.com/Anadolu

Leave a Reply