Sukses Turunkan Angka Stunting dengan Sanitasi Layak, Program WASH UNICEF Akan Dibahas di World Water Forum

Written by

in

7cloud.asia – Program Air, Sanitasi dan Kebersihan (WASH) oleh Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Nusa Tenggara Barat, akan dibahas di World Water Forum ke-10.

World Water Forum ke-10 akan diselenggarakan di Bali, pada 18-25 Mei 2024.

“Program WASH menjadi salah satu agenda yang akan dibahas di World Water Forum ke-10, misalnya bagaimana komitmen para pemerintah negara untuk mendorong kerja sama mengatasi masalah air dan juga sanitasi,” ujar Spesialis WASH UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal, Jumat (3/5/2024).

 

Dilansir di laman resmi UNICEF, program WASH dilatarbelakangi dampak dari air, sanitasi dan kebersihan yang tidak aman pada anak bisa berakibat fatal.

Lebih dari 700 anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap hari karena penyakit diare karena kurangnya layanan WASH yang memadai.

Di wilayah konflik, anak-anak mempunyai kemungkinan 20 kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit diare dibandingkan akibat konflik itu sendiri.

Baca Juga: Kasus Stunting Masih Tinggi, Pemprov DKI Jakarta Juga Diminta Benahi Sanitasi dan Layanan Air Bersih

Zainal mengatakan layanan WASH pada fasilitas kesehatan dan sanitasi di unit pendidikan, yang selama ini berlangsung di NTB, sejalan dengan topik yang akan dibahas dalam World Water Forum Bali.

Program WASH untuk mendukung sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di sejumlah kabupaten di Provinsi NTB telah dimulai sejak 2017.

Program WASH ditujukan untuk percepatan open defecation free, atau yang dikenal sebagai program bebas buang air sembarangan (BABS).

Zainal menilai perkembangan pencapaian di NTB cukup bagus, terlebih dengan komitmen kuat para pemerintah daerah untuk mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan.

Menyangkut target sanitasi, menurut dia, NTB ingin memastikan semua orang memiliki akses terhadap sanitasi yang layak.

“NTB merupakan provinsi kedua di Indonesia yang berhasil mencapai ODF, open defecation free, atau BABS, Stop Buang Air Besar Sembarangan,” kata dia.

Baca Juga: Sebanyak 621 Orang Meninggal Akibat DBD, Terbanyak di Bandung

Zainal mengatakan target layanan WASH tidak hanya sekedar sanitasi layak, melainkan juga mewujudkan sanitasi aman.

Karena itu, upaya yang diusung program tersebut –selain soal penggunaan jamban– juga mencakup upaya bagaimana tinja dapat diolah dengan aman dan tidak mencemari lingkungan sebelum dibuang ke lingkungan.

UNICEF melihat dampak pada anak-anak, yakni menurunnya angka stunting (tengkes) secara signifikan di Sumbawa Barat.

Sumbawa Barat, kata dia, menjadi kabupaten yang angka tengkesnya paling rendah di NTB.

Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI), angka tengkes Sumbawa Barat menurun dari 2019 sebesar 33,40 persen menjadi 10,5 persen pada 2023.

“Kami mengharapkan bahwa program sanitasi ini akan berkontribusi langsung terhadap penurunan angka penyakit yang berbasis lingkungan pada anak-anak,” kata dia.

Selain itu, UNICEF bersama Baznas dan pemerintah daerah NTB meninjau perkembangan advokasi pembangunan jamban dan tangki septik untuk para mustahik di Desa Kotaraja, Kabupaten Lombok Timur.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *