7cloud.asia – Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care menyebut olahraga pada malam hari bermanfaat bagi orang yang mengalami obesitas.
Mengutip Health, penelitian tersebut dilakukan terhadap hampir 30 ribu orang dan 10 persen diantaranya menderita diabetes tipe dua.
Hasilnya? Peserta yang melakukan latihan aerobik antara pukul 6 sore hingga tengah malam sebagian besar memiliki risiko penyakit jantung dan kematian dini yang paling rendah.
“Meskipun kami perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan hubungan sebab akibat, studi ini menunjukkan bahwa waktu aktivitas fisik bisa menjadi bagian penting dari rekomendasi untuk manajemen obesitas dan diabetes tipe dua di masa depan, serta perawatan kesehatan preventif secara umum,” jelas penulis studi Emmanuel Stamatakis, PhD, profesor aktivitas fisik, gaya hidup, dan kesehatan populasi di University of Sydney, dalam sebuah siaran pers.
Baca: Olahraga berlebihan membahayakan kesehatan jantung
Namun, jika tidak bisa melakukan olahraga pada malam hari, para ahli menekankan bahwa berolahraga tetap bagus dilakukan kapan pun dapat melakukannya.
“Ya, dalam dunia yang sempurna, mungkin malam hari adalah yang terbaik, tapi jika kita tidak bisa melakukannya di malam hari, masih ada manfaat bahkan pada waktu lain dalam sehari,” ujar Matthew Freeby, MD, endokrinologis dan direktur Gonda Diabetes Center di UCLA Health, kepada Health.
Menurut para ahli, inilah bagaimana waktu berolahraga dapat mempengaruhi kesehatan bagi orang dengan obesitas dan diabetes tipe dua, serta apa yang perlu diketahui sebelum mengubah rutinitas olahraga Anda.
Sebanyak 29.836 orang yang terdaftar dalam basis data Biobank Inggris, mereka semua mengalami obesitas dan sekitar 3 ribu diantanya menderita diabetes tipe dua.
Baca: Bahaya sering begadang dan jarang olahraga
Para responden tersebut berusia sekitar 62 tahun dan sekitar 53% adalah wanita.
Selama seminggu, mereka terus mengenakan akselerometer pergelangan tangan sehingga peneliti dapat melacak dengan akurat aktivitas fisik sedang hingga berat (MVPA) setiap orang.
Ini mencakup berbagai gerakan yang meningkatkan detak jantung seseorang, mulai dari berkebun atau jalan cepat hingga bersepeda atau berlari.
Penulis studi melihat seberapa sering peserta berolahraga dan menempatkannya ke dalam tiga kategori berbeda berdasarkan apakah mereka melakukan sebagian besar MVPA mereka di pagi hari, siang hari, atau malam hari.
Setelah melacak kesehatan peserta selama hampir delapan tahun, peneliti menemukan bahwa mereka yang melakukan sebagian besar MVPA mereka pada malam hari memiliki risiko kematian akibat semua sebab penyakit lebih rendah.
Penyakit yang dimaksud adalah penyakit kardiovaskular dan penyakit mikrovaskular yang paling rendah, yaitu jenis penyakit jantung yang mempengaruhi arteri yang lebih kecil.
Baca: Tips olahraga di daerah polusi tinggi
Penulis studi mengatakan bahwa temuan ini tercermin pada subset peserta yang memiliki obesitas dan diabetes tipe dua.
Olahraga malam hari dalam kelompok ini bahkan lebih terkait dengan mortalitas dan morbiditas kardiovaskular yang lebih rendah.
Penelitian ini bersifat observasional. Artinya rentan terhadap bias. Para ahli tidak tahu dengan pasti mengapa berolahraga pada malam hari terkait dengan berbagai manfaat tersebut.
Para penulis menyarankan bahwa aktivitas fisik pada malam hari mungkin menyebabkan penurunan kadar glukosa di pagi hari, yang dapat memberikan manfaat metabolik.
Para penulis studi mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk lebih memahami hubungan antara olahraga malam hari dan penurunan risiko kematian dan penyakit jantung khususnya apakah yang pertama dapat menyebabkan yang terakhir.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply