7cloud.asia – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Imran Pambudi mengatakan perubahan iklim tak hanya membebani pelayanan kesehatan.
Imran menyebut, perubahan iklim menyebabkan tren kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali naik pada 2024 setelah sempat menurun pada 2023.
”Karena membuat kasus semakin naik dan naik, tetapi kami juga menimbang bahwa perubahan iklim akan membebani sistem kesehatan.”
”Sebagai contoh kekeringan. Ketika desa diterpa kekeringan, orang-orang pun pindah ke kota. Ketika pindah ke kota, maka kota semakin padat dan hal itu dapat membuat kasus semakin naik.” ujar Imran Pambudi dalam pertemuan International Arborius Summit di Bali, 22 April 2024.
Baca Juga: Kasus DBD Naik Hingga Nyaris 3 Kali Lipat
Benarkah pernyataan Imran ini? The Conversation berkolaborasi dengan peneliti kesehatan publik dari Universitas Airlangga, Ilham Akhsanu Ridlo, untuk memeriksa pernyataan Imran.
Dan, dia mengatakan pernyataan Imran bahwa perubahan iklim memicu kasus DBD adalah benar.
Ilham mengatakan, bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa perubahan iklim menjadi penyebab utama kenaikan kasus DBD.
“Meningkatnya suhu global antara tahun 1950-2018 telah meningkatkan kesesuaian iklim untuk penularan virus dengue oleh vektor nyamuk Aedes aegypti,” ujar Ilham, yang menyitir informasi dari jurnal kesehatan terkemuka, The Lancet.
Informasi tersebut turut diperkuat dengan studi di Argentina yang menunjukkan adanya hubungan peningkatan kasus demam berdarah dengan jumlah hari dan bulan dengan suhu optimal untuk penularan demam berdarah dari waktu ke waktu.
Di Indonesia, studi ekologi spasial turut menemukan kejadian demam berdarah selama 2006-2016 di Sumatra dan Kalimantan sangat bersifat musiman dan terkait dengan faktor iklim dan deforestasi.
“Penelitian ini lebih jauh memerlukan telaah lanjut untuk menggabungkan indikator iklim ke dalam surveilans berbasis risiko mungkin diperlukan untuk demam berdarah di Indonesia,” ujar Ilham.
Selain faktor perubahan iklim, Ilham menambahkan faktor lainnya yang mendorong kenaikan kasus demam berdarah atau DBD.
Baca Juga: Terapi Kombinasi Ramuan Daun Pepaya, Alternatif Baru Menangani Pasien DBD
Beberapa di antaranya adalah urbanisasi, peningkatan pergerakan orang dan barang, serta persoalan air dan sanitasi.
“Namun, perubahan iklim dianggap sebagai faktor utama yang mendorong peningkatan dramatis kasus demam berdarah secara global dalam beberapa dekade terakhir,” kata dia.

Leave a Reply