Temukan Banyak Fluktuasi Suara, Jaga Pemilu Pertanyakan Integritas KPU sebagai Penyelenggara Pemilu

Written by

in

7cloud.asia – Perkumpulan Jaga Pemilu menemukan terjadinya fluktuasi suara )perbedaan perhitungan suara) yang cukup besar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Fluktuasi itu berada di kisaran 3-9%. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia pada Senin (1/4/2024) Jaga Pemilu menyatakan fluktuasi suara terbesar terjadi di TPS di tiga provinsi dengan jumah pemilih terbanyak yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selanjutnya, fluktuasi suara juga terjadi di DKI Jakarta dan Sumatera Barat.

Ketua Perkumpulan Jaga Pemilu Natalia Soebagjo mengungkapkan, temuan fluktuasi suara yang tinggi ini menambah deretan berbagai pengelolaan administrasi yang tidak baik pada Pemilu 2024.

Secara menyeluruh, hal-hal tersebut masuk dalam empat kategori inkompetensi dan malpraktik Pemilu 2024, yakni hasil pemilihan tidak transparan, kesulitan akses aplikasi Sirekap, keterlambatan pelaporan dalam Sirekap dan kendala teknis dalam Sirekap.

“Kami berharap temuan dari Jaga Pemilu dihiraukan. Jangan lantas dianggap sebagai suara mereka yang kalah. Temuan kita sudah melalui proses seksama dan mohon dijadikan pelajaran sehingga tidak diulangi lagi,” kata Natalia.

Baca: Jaga Pemilu temukan banyak manipulasi aturan dan prosedur dalam pelaksanaan Pemilu 2024

Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati mempertanyakan integritas penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum. Menurutnya, profesionalitas KPU sebagai penyelenggara pemilu dipertanyakan ketika Ketua KPU mendapatkan empat kali dinyatakan melanggar etik.

“KPU yang menyelenggarakan pemilu 2024 ini kan nantinya akan menjadi penyelenggara pilkada pada November nanti. Yang jadi pertanyaan apakah mereka masih layak untuk menyelenggarakan pilkada. Ini tentunya harus menjadi pertimbangan,” pungkas Khoirunnisa.

 

Ketua Tim Pemantau Jaga Pemilu Luky Djani mengungkapkan, Jaga Pemilu melakukan tiga klaster pengawasan accuracy rate di TPS yaitu dari relawan Penjaga KPU, Jaga Pemilu dan Pejuang Pemilu.

Berdasarkan hasil monitoring Accuracy Rate hasil verifikasi relawan dan hasil tabulasi KPU berada pada rentang 91-97%.

Ini berarti dari 100 TPS yang diverifikasi, ada sekitar 91-97 TPS memiliki perolehan pasangan calon yang sama dengan hasil tabulasi KPU, sehingga masih terdapat error rate sebesar 3-9%.

”Ini berarti dari 100 TPS yang diverifikasi sekitar 3-9 TPS memiliki perolehan pasangan calon yang tidak sama dengan hasil tabulasi KPU. Sedangkan error rate klaster Jaga Pemilu di kisaran 7% serta error rate klaster Pejuang Pemilu di kisaran 5%,” jelas Luky dalam konferensi pers Jaga Pemilu di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Baca: KPU dinilai langgar azas dan prinsip pemilu yang diatur konstitusi

Dari data monitoring Penjaga KPU, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki accuracy rate sebesar 92% dan error rate sebesar 8%.

Lalu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki accuracy rate sebesar 93% dan error rate sebesar 7% serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD memiliki accuracy rate sebesar 93% dan error rate sebesar 7%.

Data monitoring Jaga Pemilu juga tidak jauh berbeda, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki accuracy rate sebesar 92% dan error rate sebesar 8% dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki accuracy rate sebesar 93%

Dan, error rate sebesar 7% serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD memiliki accuracy rate sebesar 93% dan error rate sebesar 7%.

Data monitoring Pejuang Pemilu sedikit berbeda, di mana Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memiliki accuracy rate sebesar 95% dan error rate sebesar 5% dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki accuracy rate sebesar 94%.

Dan error rate sebesar 6% serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD memiliki accuracy rate sebesar 95% dan error rate sebesar 5%.

Baca: Pelanggaran etika yang dilakukan Jokowi dan KPU dipaparkan di sidang sengketa hasil Pilpres 2024

 

Sejak meluncur pada akhir November 2023, Jaga Pemilu telah melakukan serangkaian aktivitas terkait Pemilu 2024.

Seperti sosialisasi dan pendidikan publik melalui media nasional dan media sosial, mengelola kanal pelaporan melalui situs https://jagapemilu.com, pemantauan pelaksanaan pencoblosan,  rekapitulasi suara.

Jaga Pemilu juga memantau verifikasi perhitungan, advokasi pelaporan kasus ke Bawaslu dan penyajian temuan pemantauan kepada publik melalui konferensi pers dan diskusi publik.

Pada hari H pemilihan suara, Jaga Pemilu bekerjasama dengan jejaring organisasi masyarakat sipil dan warga memantau pemungutan dan perhitungan suara pada 14 Februari 2024, melibatkan 1984 relawan Penjaga Pemilu yang tersebar di 29 provinsi (241 Kabupaten/Kota; 817 Kecamatan; 1.217 Desa/Kelurahan).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *