Indonesia Dukung Penyaluran Bantuan untuk Warga Palestina dengan Metode Airdrop

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah Indonesia, melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI), mengirimkan setidaknya 900 buah payung udara ke Yordania. Payung udara tersebut akan dipakai sebagai sarana pengiriman bantuan kemanusiaan ke warga Palestina di Gaza via udara (airdrop).

Bantuan kemanusiaan untuk Palestina ini dilepas Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Apron Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Jumat (29/3/2024).

“Pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina ini merupakan tindak lanjut, permintaan kebutuhan payung udara dari pemerintah Yordania dalam rangka pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina. Personil yang akan dikerahkan sejumlah 26 orang,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan, payung udara tersebut nantinya akan digunakan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia yang sudah tiba terlebih dahulu di Yordania. Pengiriman bantuan kemanusiaan dengan metode airdrop ini nantinya akan dilakukan oleh pihak militer udara Yordania.

“Nanti payung tersebut akan digunakan untuk mendrop dengan cara airdrop dari pesawat di Gaza tersebut. Jadi yang 900 itu kita akan serahkan kepada pemerintahan Yordania, nanti Yordania yang akan meng-airdrop-nya,” jelasnya seperti dikutip VOA Indonesia.

Baca: Jutaan warga Palestina terancam kelaparan ekstrem

Misi tersebut, katanya, akan berlangsung selama sepuluh hari. Adapun rute pemberangkatannya terdiri dari Halim, Aceh, Myanmar, India, Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania. Rute yang sama berlaku juga untuk kepulangan langsung ke tanah air.

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Bagus Hendraning Kobarsyih yang ikut melepas  pengiriman bantuan tersebut, mengatakan, metode airdrop ini merupakan salah satu cara alternatif yang bisa dilakukan mengingat situasi jalur darat pada saat ini tidak kondusif.

Jalur darat sekarang di Rafah, ujarnya, tensinya tinggi sekali, Israel berkali-kali mengancam untuk menyerbu Rafah. Kondisi ini sangat eksplosif, tidak pasti.

”Kalau itu dipakai tidak ada jaminan juga barang itu bisa sampai ke sasaran dengan selamat. Sebenarnya ini jalur alternatif untuk menghadapi blokade Israel yang ada di mana-mana,” ungkap Hendraning kepada VOA Indonesia.

Baca: Peneliti PBB serukan embargo senjata untuk Israel

Meskipun pengiriman bantuan kemanusiaan via udara ini kerap memakan korban masyarakat sipil, Hendraning berharap militer Yordania dapat menjalankan tugasnya dengan baik karena secara teknis mereka cukup memahami situasi di lapangan.

Pertimbangan Indonesia menitipkan bantuan payung udara orang dan barang ini kepada pihak Yordania adalah karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Sedangkan untuk bisa terbang memasuki wilayah Gaza, menurutnya, dibutuhkan izin dari pihak Israel.

“Yordania punya hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia tidak punya. Oleh karena itu, kalau kita terbang masuk ke wilayah ke Gaza semuanya harus mendapatkan clearance dari Israel. Ini yang kita hindari,” jelasnya.

Jadi tidak konsisten, lanjutnya, karena selama ini kita tidak mengakui Israel kita mendukung perjuangan Palestina tiba-tiba kita harus meminta untuk bisa terbang di atas wilayah mereka.

Baca: Layanan kesehatan di Palestina sudah sangat memprihatinkan

Yang sebetulnya bisa dilakukan dengan cara lainnya salah satunya dengan cara kerja sama dengan pemerintah Yordania

Sementara itu, Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Agung Nurwijoyo mengatakan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza dengan metode airdrop ini menggambarkan adanya kegentingan dalam pemberian bantuan.

Karena pemberian bantuan untuk rakyat Palestina melalui jalur darat sangat sulit untuk dilakukan. Airdrop, ujarnya, menjadi salah satu opsi rasional yang bisa dilakukan untuk memberikan bantuan bagi rakyat Gaza.

”Dan juga sangat logis untuk kemudian memilih mitranya adalah Yordania, karena Yordania pun adalah salah satu aktor yang sudah tahu secara teknis di lapangan, sudah paham, bahkan di bawahnya langsung Raja Abdullah pernah mengirimkan secara langsung bantuan via udara,” ungkap Agung.

Sumber: VOA Indonesia

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *