7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken menegaskan tidak boleh ada anak Palestina yang meninggal karena kelaparan.
“Sedianya tidak boleh ada anak-anak yang meninggal karena kekurangan gizi di Gaza.” ujarnya ketika memberikan keterangan pers bersama Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry di Kairo pada hari Kamis (21/3/2024).
“Seperti yang Anda dengar dari Menteri Shoukry, ada kesepakatan mendesak untuk meningkatkan dan mempertahankan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza. Sedianya tidak boleh ada anak-anak yang meninggal karena kekurangan gizi di Gaza atau di mana pun.” ujarnya.
Blinken mengatakan, saat ini 100% penduduk Gaza mengalami tingkat kerawanan pangan sangat akut. Dunia,ujarnya, tidak bisa dan tidak boleh membiarkan hal itu terus berlanjut.
Saat ini, gencatan senjata – yang memang sedang kami upayakan – merupakan cara terbaik dan paling cepat yang memungkinkan kami dapat meningkatkan bantuan kemanusiaan.
“Kita telah melihat adanya sedikit peningkatan pengiriman bantuan selama beberapa minggu terakhir, tetapi itu tidak cukup.” tandas Blinken
Baca: Kelaparan jadi metode perang baru Israel di Gaza
Blinken melangsungkan pertemuan dengan menteri luar negeri Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di Kairo untuk membahas rencana pasca-konflik di Gaza.
Pertemuan dilangsungkan saat semakin memburuknya hubungan Amerika dan Israel terkait perang Israel melawan Hamas.
Hal ini menyusul adanya niatan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk melakukan operasi militer besar-besaran di kota Rafah, di bagian selatan Gaza.
Presiden Joe Biden telah meminta Netanyahu untuk tidak melakukan hal itu tanpa rencana rinci soal bagaimana melindungi warga sipil yang tidak berdosa dan telah mengungsi ke kota itu untuk berlindung.
Namun hingga kini Israel tidak kunjung menyampaikan rencana itu, dan bersikukuh memulai operasi darat ke Rafah.
Blinken mengatakan ada “konsensus yang jelas” mengenai perlunya gencatan senjata segera di Gaza, yang telah diupayakannya bersama Qatar dan Israel.
Baca: Antre makanan bukan lagi tempat yang aman di Gaza
“Kesenjangan semakin menyempit dan kami terus mendorong tercapainya kesepakatan di Doha. Masih ada pekerjaan yang sulit untuk mencapainya, namun saya tetap percaya bahwa hal itu mungkin tercapai.”
Dia juga mengatakan bahwa gencatan senjata segera adalah cara terbaik untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Gaza, yang “mengalami tingkat kerawanan pangan akut yang parah.”
Dokter & Staf Rumah Sakit Juga Makan ala Kadarnya
Situasi kelaparan yang sangat akut di Gaza juga menimbulkan dampak pada para dokter dan staf rumah sakit di RS Al Aqsa, di Gaza Tengah.
Dr. Bashar Abdel Qader, seorang dokter sukarelawan di rumah sakit itu mengatakan, “Ya, kami mendapat beberapa kali kesempatan makan… makanan tersebut tidak cukup bergizi; maksud saya, setiap kali makan harus dibagi dengan seorang dokter lain.
“Setiap kali makan biasanya terdiri dari nasi dan mungkin sedikit sayuran, dan tentu saja itu tidak cukup untuk seorang dokter yang bekerja 24 jam.”
Analisis terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang dirilis pada Senin lalu (18/3/2024) memperingatkan bahwa situasi di Gaza sangat buruk.
Baca: Pilihan anak Palestina, peluru Israel atau kelaparan
Di mana kelaparan sangat akut akan segera terjadi di bagian utara Gaza, dan mengancam daerah-daerah lain di Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, mengatakan hingga hari Kamis ini lebih dari 32.000 orang meninggal dunia di Gaza akibat serangan serangan darat dan udara Israel
Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Sementara lebih dari 75.000 lainnya luka-luka.
WHO dan mitra-mitranya telah menjalankan misi berisiko tinggi untuk mengirimkan obat-obatan, bahan bakar, dan makanan bagi para petugas kesehatan dan pasien.
Tetapi permintaan untuk mengirimkan pasokan sering kali diblokir atau ditolak oleh tentara Israel.
Jalan-jalan yang rusak dan pertempuran yang terus berlanjut, termasuk di dalam dan di dekat rumah sakit, mempersulit upaya pengiriman barang-barang penting itu.
Baca: Hanya gencatan senjata yang bisa hentikan genosida di Gaza
Dampak Jangka Panjang
Situasi saat ini diyakini akan berdampak jangka panjang pada kehidupan dan kesehatan ribuan orang. Saat ini banyak anak sedang sekarat karena efek gabungan dari kekurangan gizi dan penyakit.
Malnutrisi membuat orang lebih rentan untuk jatuh sakit parah, mengalami pemulihan yang lambat, atau meninggal dunia karena terinfeksi penyakit.
Efek jangka panjang dari kekurangan gizi, rendahnya konsumsi makanan kaya gizi, infeksi berulang, dan kurangnya layanan kebersihan dan sanitasi akan memperlambat pertumbuhan anak secara keseluruhan.
Hal ini membahayakan kesehatan dan kesejahteraan seluruh generasi Palestina mendatang.
Sumber: VOA Indonesia

Leave a Reply