Otomatisasi Ritel Bantu Kurangi Sampah Makanan

Written by

in

7cloud.asia – Otomatisasi ritel yang diterapkan Relex Solution dapat membantu mengurangi permasalahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sampah makanan yang belum terkelola dengan baik di Indonesia.

Sales Director Relex Solutions Onni Rautio mengatakan, otomatisasi ritel juga akan mendorong konsumen lebih bijak dalam mengonsumsi makanan sekaligus  mengatasi masalah sampah makanan yang sudah mengkhawatirkan.

”Para peritel dapat memanfaatkan otomatisasi sistem dan berkontribusi dalam mengurangi sampah makanan dan mengurangi masalah tempat pembuangan sampah di Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (12/3/2024).

Onni menyoroti volume sampah yang saat ini sudah melebihi kapasitas TPA. Hal itu menyebabkan setidaknya 30 TPA mengalami kebakaran di sepanjang tahun 2023.

Baca: Sampah makanan picu kerugian hingga triliunan rupiah setahun

Ia menambahkan, sekitar 70 persen dari total sampah yang ditimbun di TPA merupakan sampah organik terutama sampah makanan yang jumlahnya mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun.

Ketika stok persediaan melebihi permintaan, terutama bahan makanan segar, peritel menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengelola limbah, yang dapat mengakibatkan penurunan harga atau pembusukan.

Melihat permasalahan tersebut, ia menilai jika para peritel melakukan otomatisasi secara efektif maka dapat mencegah kelebihan stok dan memprediksi permintaan secara akurat.

Selain itu, otomatisasi juga akan membantu peritel untuk menyederhanakan pengelolaan persediaan agar lebih efisien, mengoptimalkan proses pemesanan, serta meminimalkan melakukan penanganan secara manual.

Baca: Dampak sampah makanan pada lingkungan

Upaya itu sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.75 Tahun 2019 yang menetapkan peta jalan pengurangan sampah.

Beleid ini mewajibkan produsen di sektor manufaktur, ritel, serta jasa makanan dan minuman untuk mengurangi sampah dari produk, wadah, dan/atau kemasan.

Onni menjelaskan otomatisasi ritel dalam mengurangi limbah makanan dapat membantu peritel untuk memprediksi permintaan konsumen.

”Dengan sistem ini dapat menyesuaikan tingkat persediaan, dan memastikan tingkat stok sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Baca: Ini yang bisa dilakukan untuk kurangi sampah makanan

Sistem ini juga membantu pelacakan tanggal kedaluwarsa otomatis yang dapat meningkatkan pengelolaan persediaan dengan merotasi stok secara efektif dan akurat.

Sistem yang dikembangkan Relex ini juga membantu melacak serta mengelola masa simpan produk untuk mengurangi kemungkinan kelebihan stok dan secara bertahap mencegah produk kedaluwarsa terbuang percuma.

Otomatisasi ritel juga berguna dalam sistem pengelolaan persediaan pintar, yang memiliki fitur peringatan otomatis untuk tiap produk yang persediaannya tipis.

Sistem ini juga membantu peritel menunda pengiriman produk dengan stok menumpuk, dan memudahkan pengecekan kelebihan stok bahan.

Baca: Di Singapura, sampah makanan diolah jadi bahan bernilai tinggi 

Sistem ini memantau dan menganalisis data persediaan untuk mengidentifikasi barang yang jarang terjual atau yang sudah kedaluwarsa, menggunakan perangkat lunak pelacakan otomatis untuk memastikan persediaan secara akurat.

Menerapkan solusi otomatisasi ritel di Indonesia dapat memberikan beberapa manfaat bagi lingkungan.

”Selain mengurangi limbah makanan, otomatisasi secara signifikan dapat membantu mengurangi konsumsi energi dan mengoptimalkan rute transportasi untuk menurunkan emisi,” pungkas Onni.

Sumber: Antaranews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *