Bertemu Ketua Majelis Nasional Prancis, Puan Maharani Singgung Upah Pekerja Perempuan yang Lebih Rendah

Written by

in

7cloud.asia– Dalam lawatannya ke Paris Prancis, Ketua DPR Puan Maharani bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Prancis, Madame Yaël Braun-Pivet.

Pertemuan bilateral ini dilakukan Puan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ketua Parlemen perempuan dunia atau Women Speakers’ Summit 2024 yang diselenggarakan di Prancis.

Pertemuan Puan Maharani dengan Madame Yaël Braun-Pivet berlangsung di Palais Bourbon, gedung parlemen Prancis yang berada di Paris, Selasa (5/3/2024).

Dalam pembicaraan dua arah ini Puan Maharani mempertanyakan, mengapa ada perbedaan gaji bagi perempuan dan laki-laki di Prancis.

Yaël Braun-Pivet mengakui tentang hal tersebut dan menjelaskan perbedaan gaji perempuan 25 persen lebih sedikit dibanding bagi pekerja laki-laki.

“Namun hal ini karena durasi kerja dari pemberi kerja yang lebih sedikit bagi perempuan dibanding laki-laki. Dengan masa kerja sama, perbedaannya 15 persen. Untuk posisi pekerja penuh waktu, ada perbedaan sekitar 4 persen,” paparnya.

Baca: Macan itu bernama Luluk Hamidah

Yaël Braun-Pivet juga mengakui masih kurangnya akses perempuan di Prancis untuk menduduki jabatan-jabatan penting.

“Secara prinsip memang sudah ada kesamaan hak antara laki-laki dan Perempuan, namun untuk kesempatan yang riil masih perlu waktu,” aku Yaël Braun-Pivet.

Puan mengatakan, perjuangan untuk adanya kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan masih belum selesai sehingga perlu untuk terus diperjuangkan.

Setali tiga uang, Yaël Braun-Pivet sependapat dan menyatakan Indonesia sangat berperan dalam mendorong pemberdayaan perempuan di ASEAN.

“Indonesia aktif membahas isu perempuan di AIPA 2023, di bawah kepemimpinan Ibu Puan Maharani. Indonesia juga aktif pada isu perempuan di Afghanistan dan di tingkat global, Indonesia berperan untuk mendorong hal ini,” kata Pivet.

Baca: Di Hari Perempuan Internasional aktivis geruduk Istana desak Jokowi diadili karena telah merusak demokrasi

Dalam kesempatan itu, Puan mengundang Ketua Majelis Nasional Prancis untuk hadir dalam agenda Parliamentary Meeting pada the World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan digelar di Bali pada 19-21 Mei mendatang.

WWF merupakan pertemuan utama parlemen di tingkat global yang membahas isu air dan sanitasi, terutama dalam menghadapi kelangkaan pasokan air bersih. 

“Parlemen harus berkontribusi mengatasi isu pasokan air bersih dan sanitasi, dan dalam mencapai targer SDG 6. Saya ingin mengundang ibu Presiden Majelis Nasional Perancis untuk menghadiri acara tersebut,” ujarnya

Pada pertemuan tersebut Puan juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Women Speakers’ Summit 2024 yang merupakan inisiatif dari Parlemen Prancis.

“Selamat Siang, bonjour, terima kasih atas kesempatan pertemuan pada siang hari ini. Saya juga ingin sampaikan ucapan selamat kepada Majelis Nasional Prancis atas inisiatif mengadakan Women Speakers’ Summit 2024,” kata Puan dalam kesempatan tersebut.

Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat surat-suratnya

Menurut Puan, KTT Ketua Parlemen perempuan yang membahas tentang isu-isu perempuan tersebut sangat penting di saat dunia tengah mengalami berbagai krisis.

Dengan berbagai pengalaman dan gagasan, para pimpinan parlemen perempuan dapat memperkuat kerja sama dalam mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

“Sebagai sesama pemimpin perempuan, kita harus mengupayakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.Kita merasakan tidak mudah untuk menjadi pemimpin di dunia politik,” tutur Puan.

Ditambahkannya,  Puan, Women Speakers’ Summit dapat mempercepat pencapaian tujuan sesuai target SDGs atau Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) dalam hal kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Sumber: dpr.go.id

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *