7 Isu Krusial Bayangi Prabowo-Gibran: Penanganan Tingginya Kasus Stunting

Written by

in

7cloud.asia – Stunting menjadi salah satu isu krusial yang membayangi pasangan Prabowo-Gibran jika mereka benar-benar dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

Tahun 2024 ini prevalensi stunting ditargetkan turun ke 14 persen. Sementara survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan angkanya masih di kisaran 21,6 persen. 

Ahli Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga, Ilham Akhsanu Ridlo kepada The Conversation melihat bahwa di bawah pemerintahan Prabowo, masalah kurang gizi atau stunting tidak akan banyak berubah.

Ia melihat ada kecenderungan dari Prabowo-Gibran untuk meneruskan  pendekatan top down dalam penanganan stunting yang selama ini dilakukan pemerintahan Jokowi.

Baca: Forum Komunikasi Purnawirawan serukan pemakzulan Jokowi

Jumlah stunting tidak bisa turun dengan cepat dalam satu periode pemerintahan karena ada banyak faktor yang memengaruhinya.

Karena itu, kata dia, program penurunan stunting perlu dilihat sebagai program yang berkelanjutan.

“Tidak peduli siapapun presidennya. Kementerian Kesehatan punya program 1000 hari pertama kehidupan anak sejak dalam kandungan. Itu saja dijalankan, bagus itu programnya,” kata Ilham.

Walau demikian, dia melihat presiden terpilih akan punya pengaruh di level kecepatan penanganan masalah stunting.

Baca: Pakar sebut Jokowi sudah layak dimakzulkan  

Sikap mereka akan membuat penanganan stunting akan lebih cepat, lebih lambat atau sama saja dengan pemerintahan sebelumnya.

Ilham melihat perbedaan di antara ketiga calon presiden itu terletak pada cara menurunkan angka stunting.

Prabowo-Gibran telah berjanji akan meneruskan program pemerintah sebelumnya dengan pendekatan top down.

“Pendekatan ini sebenarnya sudah kuno. Aspek kolaborasinya kurang tampak,” kata Ilham.

Baca: Aksi mahasiswa tolak pemilu curang dan pemakzulan Jokowi 

Pasangan ini memasukkan program memperbaiki kualitas gizi, air bersih, dan sanitasi masyarakat untuk mengatasi ancaman stunting.

Namun program unggulan pasangan ini adalah Gerakan EMAS (Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu). Ini merupakan program makan gratis dan susu di sekolah.

“Ini sasarannya juga tidak jelas, apakah mengatasi stunting, gizi buruk atau gizi lain. Mereka menyatakan untuk stunting, tapi kalau anak sudah masuk sekolah tidak lagi masuk hitungan seribu hari pertama kehidupan,” ujar Ilham.

Prabowo, lanjutnya, juga tidak menetapkan angka penurunan stunting dalam dokumen visi misi tertulisnya.

Baca: Sivitas akademika dari puluhan kampus telah ingatkan Jokowi

Pada akhirnya, program menurunkan stunting akan dipengaruhi juga oleh alokasi anggaran nasional dan daerah.

Penghapusan mandatory spending untuk kesehatan merupakan salah satu persoalan yang mungkin akan menghambat upaya penurunan stunting.

Pasalnya, anggaran kesehatan didasarkan pada political will presiden dan kepala daerah yang punya beragam prioritas.

Sumber: The Conversation, Penulis: Ahmad Nurhasim (Health+Science Editor) Anggi M. Lubis (Business + Economy Editor), Hayu Rahmitasari (Education & Culture Editor), Nurul Fitri Ramadhani (Politics + Society Editor), Robby Irfany Maqoma (Environment Editor)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *