Pesan Reflektif Joko Anwar di Film “Ghost in the Cell“: Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Written by

in

7cloud.asia – Ada pesan yang sangat reflektif tentang situasi Indonesia saat ini di balik film ke-12 penulis dan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell yang diputar di bioskop di pada 16 April ini.

Di film Ghost in the Cell ini, Joko Anwar dengan jenius menggabungkan berbagai genre, Mulai dari komedi, aksi hingga horor. Tema yang dibahas juga sangat beragam merefleksikan situasi Indonesia saat ini. Dari isu lingkungan, agama, dan politik.

Joko Anwar mengatakan, hal ini karena situasi Indonesia sudah terlalu absurd, jadi kalau mau membuat film tentang Indonesia juga harus bisa menangkap kesan ini.

“Misinya supaya penonton bisa tertawa, tapi lalu sadar bahwa kita sedang melihat diri kita sendiri,” kata Joko Anwar kepada wartawan saat screening, pada Jumat (4/2026).

Melalui Ghost in the Cell, Joko Anwar ingin mengajukan sebuah pernyataan yang tegas
tentang masih adanya harapan di tengah sistem yang kacau dan busuk di negara ini.

Namun, dalam kekacauan ini Joko Anwar memilih untuk percaya, harapan itu masih ada. Kalau tidak ada, uajrnya, tidak ada lagi kekuatan untuk bangun setiap pagi. Setidaknya, sekian persen masyarakat Indonesia masih ada yang jujur, dan masih ada yang mau menyuarakan.

Baca: Model minimal scene dalam film Ghost in The Cell

”Saya percaya semangat itu tidak akan pernah mati, karena itu yang membuat kita masih mau bernapas dan bersuara,” tambah Joko Anwar.

Menurutnya, semangat harapan itu yang bisa membawa perubahan, bersama kolektivitas warga, seperti yang terjadi di filmnya saat para napi dan sipir akhirnya bekerja sama untuk melenyapkan ‘hantu’ yang sesungguhnya.

Salah satu isu yang dibahas di film ini adalah tentang sistem yang korup. Serta agaimana seorang koruptor menjalani ‘hukuman’ namun masih mendapat privilese untuk bisa berbuat semau mereka.

Produser Tia Hasibuan menyebutkan, meski secara isu dan cerita Ghost in the Cell sangat Indonesia, tetapi di sisi lain juga sangat relevan dengan apa yang terjadi di seluruh dunia.

Saat world premiere di Berlinale, banyak dari penonton merasakan keresahan yang sama yang ada di film Ghost in the Cell ini, tentang sistem yang korup dan semangat harapan terhadap perubahan menjadi lebih baik.

“Meski peristiwanya di Indonesia, seluruh aspek yang ada di film ini sangat universal, bahkan dari joke dan satir yang ada di film,” ujar produser Tia Hasibuan.

Baca: Film “Pesta Babi” dan semangat anak muda merawat hutan adat

Film Ghost in the Cell ini merupakan karya bersama rumah produksi Come and See Pictures
dengan sajian pengalaman sinematik baru. Film Ghost in the Cell telah mendapat sambutan positif saat tayang perdana di Berlinale 2026.

Film ini juga telah mendapat respons yang begitu tinggi di internasional dengan dibelinya hak penayangan film di 86 negara di berbagai benua.

Secara keseluruhan, Ghost in the Cell dibintangi oleh 108 pemeran. Dengan jajaran
ansambel bertabur bintang, Joko juga menuntut para pemerannya untuk mengeksplorasi kemampuan akting mereka seluas mungkin.

Abimana, yang memerankan Anggoro, menyebutkan dalam salah satu adegan aksi, ada tempo yang dimainkan. Abimana menceritakan, adegan aksi di film ini yang melibatkan ratusan orang diciptakan secara long take, dan memerlukan kesiapan dan kematangan para aktor yang terlibat.

“Secara keaktoran, sudah disiapkan arc character masing-masing. Anggoro, yang saya perankan, terikat dengan ibu dan keluarga. Di dalam penjara pun dia ciptakan keluarga yang dia pilih,” kata Abimana.

Dalam akting itu bukan saja soal karakter, tetapi juga ada beat tempo. Misalnya dalam satu adegan fighting, tidak hanya satu beat tempo serius. Tapi juga jadi dance lalu ke drama, itu beat-nya berbeda.

“Kalau para aktornya tidak mengerti beat yang digunakan, itu akan susah dan membuat berantakan syutingnya. Dan Joko sudah mempersiapkan beat-beat itu di tiap adegan,” tambah Abimana.

Baca: Penyelamatan hutan adat Suku Awyu di balik tagar “All Eyes on Papua”

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *