Dekarbonisasi Jadi Peluang Indonesia Wujudkan Ekonomi Hijau

Written by

in

7cloud.asia – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan dekarbonisasi atau pembangunan rendah karbon, menjadi peluang Indonesia dalam mengembangkan ekonomi hijau berkelanjutan.

Sebagai informasi, laporan Bank Dunia ”Indonesia’s Low-Carbon Development Pathway” pada 2022, menyebutkan dekarbonisasi dapat menghasilkan manfaat ekonomi senilai Rp7.000 triliun bagi Indonesia pada 2060.

Monetasi dari dekarbonisasi ini terdiri dari peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja baru, dan pengurangan biaya kesehatan dari ekonomi hijau.

Bank Dunia juga menyatakan dekarbonisasi di Indonesia dapat menciptakan sebanyak  11 juta lapangan kerja baru dari ekonomi hijau pada 2060.

“Dekarbonisasi adalah peluang bagi Indonesia untuk membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja baru,” kata Moeldoko saat audiensi Asosiasi Ahli Emisi Karbon Indonesia atau Association of Carbon Emission Expert Indonesia (ACEXI), di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (5/2/2014).

Baca: Agar transisi ke ekonomi hijau berjalan lebih cepat

Moeldoko mengakui tidak mudah untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya dekarbonisasi karena cakupannya sangat luas.

Untuk itu dia berharap ACEXI sebagai organisasi yang menaungi para ahli emisi karbon, bisa menjadi mitra strategis sekaligus jembatan bagi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

Edukasi ini terutama bagi para pelaku ekonomi agar terlibat langsung dalam proses dekarbonisasi di Indonesia.

“Sebaiknya upaya yang akan dilakukan dituangkan dalam suatu rencana kerja yang membumi dan dapat diimplementasikan dalam jangka pendek. Jangan seperti mengecat langit,” pesan Moeldoko.

Baca: Manfaat yang dipetik dari penerapan ekonomi hijau

Pada kesempatan itu, Moeldoko juga menegaskan kebijakan dan orientasi pembangunan Indonesia berpijak pada ekonomi hijau atau green economy.

Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pemulihan lahan rusak, pencegahan deforestasi, perbaikan pemetaan lahan.

Pemerintah juga mempercepatan pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dan memaksimalkan potensi kredit karbon di Indonesia.

“KSP juga bergerak soal ini, kita bentuk Tim Percepatan Implementasi Perdagangan Karbon,” ujar Moeldoko

Baca: Ekonomi hijau janjikan pendaapatan lebih besar dan berkelanjutan

Sementara itu, Ketua Umum ACEXI Lastyo Lukito menyatakan pihaknya telah menginisiasi gerakan dekarbonisasi.

Lastyo mengatakan gerakan tersebut diharapkan bisa mendorong masyarakat semakin menyadari akan pentingnya transisi ekonomi hijau.

“Salah satu yang kita siapkan, kita sudah bangun training sertifikasi dan lainnya,” ucap Lastyo.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *