Kementerian Kesehatan Ajak Masyarakat CERDIK untuk Deteksi Kanker

Written by

in

7cloud.asia – Pemeriksaan kesehatan awal dengan CERDIK perlu dilakukan untuk mendeteksi dini adanya indikasi kanker.

Hal ini diungkapkan oleh Staf Komunikasi Transformasi Kesehatan pada Kementerian Kesehatan, Ngabila Salama seperti yang dilansir Antaranews. 

Selanjutnya Ngabila menjelaskan CERDIK meliputi Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres, untuk mencegah kanker.

Melakukan cek kesehatan juga dapat dilakukan di puskesmas dan fasilitas kesehatan lain.

Mantan Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta itu mengatakan, pemeriksaan kesehatan rutin setiap enam atau 12 bulan sekali.

Baca: Kanker pankreas intai usia muda

Dengan pemeriksaan rutin, lanjut Ngabila, indikasi kanker dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. Selain itu juga dapat mendeteksi adanya kelainan dan masalah kesehatan.

Jika terindikasi kanker, maka penanganannya bisa dilakukan dengan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi.

Data dari Kementerian Kesehatan sebanyak 30 sampai 50 persen kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dan menjalankan perilaku CERDIK.

Ia mengatakan, deteksi dini mesti dilakukan bersamaan dengan upaya pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.

Yaitu seperti tidak merokok, rutin berolahraga, mengelola stres, mencukupkan istirahat, dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

“Jangan lupa untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah sehari-hari 3-5 porsi per hari,” katanya.

Baca: Gaya hidup rebahan picu kanker pankreas

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, penyakit kanker setiap tahun menyebabkan 9,6 juta kematian di dunia serta merupakan masalah kesehatan global dan nasional.

Sementara data Globocan tahun 2020 menunjukkan kasus baru kanker di Indonesia mencapai 396.914 kasus dan 234.511 di antaranya mengakibatkan kematian.

Pada perempuan penyakit kanker yang paling banyak ditemukan yakni kanker payudara (65.858 kasus) diikuti kanker leher rahim (36.633 kasus).

Sedangkan pada lelaki paling banyak kanker paru-paru (34.783 kasus) diikuti kanker kolorektal (34.189 kasus). 

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *